seputar musibah, panik dan teriak
rasanya bohong besar jika masih ada dari anda yang belum menyaksikan detik-detik musibah gempa bumi di sumatera barat belum lama ini. semua stasiun tv jor-joran menampilkan saat dimana bumi berguncang hebat dan manusia yang berlarian menyelamatkan diri.
dari semua kepanikan yang terjadi, sayup suara yang terdengar antara lain …
‘Allahu akbar!, Astaghfirullah!, Subhanallah!’ dan seterusnya.
tak pelak hal tersebut membuat saya menjadi malu dan sedih. mengapa? mari kita berfikir dengan jujur, seberapa sering kita melafalkan kata-kata takbir dan dzikir seperti di atas ? semoga saya salah, jangan-jangan (sekali lagi, jangan-jangan) kita harus menunggu Tuhan “menegur” kita terlebih dahulu supaya kita mau berpekik dengan sekuat tenaga “Allahu akbar!”
comment
Please Leave a Reply
TrackBack URL :

itulah ironisnya manusia selalu saja terlambat menyadari, semoga ini menjadi tonggak untuk sebuah perubahan yang lebih baik.