rasanya bohong besar jika masih ada dari anda yang belum menyaksikan detik-detik musibah gempa bumi di sumatera barat belum lama ini. semua stasiun tv jor-joran menampilkan saat dimana bumi berguncang hebat dan manusia yang berlarian menyelamatkan diri.
dari semua kepanikan yang terjadi, sayup suara yang terdengar antara lain …
‘Allahu akbar!, Astaghfirullah!, Subhanallah!’ dan seterusnya.
tak pelak hal tersebut membuat saya menjadi malu dan sedih. mengapa? mari kita berfikir dengan jujur, seberapa sering kita melafalkan kata-kata takbir dan dzikir seperti di atas ? semoga saya salah, jangan-jangan (sekali lagi, jangan-jangan) kita harus menunggu Tuhan “menegur” kita terlebih dahulu supaya kita mau berpekik dengan sekuat tenaga “Allahu akbar!”
itulah ironisnya manusia selalu saja terlambat menyadari, semoga ini menjadi tonggak untuk sebuah perubahan yang lebih baik.
Ya Rabb… kumohon ampuni kami semua, mudahkanlah kami mengingat-ingatiMU Ya Rabb,amiiin.
Bencana dan musibah memang nggak bisa diprediksi… Kita manusia harus sabar dalam mengahadapinya…
Maaf baru sempat bloghicking. 2 hari kemarin dipaksa ikutan penelantaran dan peletihan sehingga gak punya kesempatan mengamankan pertama. Komennya gak sesuai tema postingan, he.. he..
Selamat sore Betet, Apa khabar ? Orang yang tawakal adalah orang yang taat melakukan perintahnya, karena tawakal itulah akan menyelamatkan dirinya dari ancaman dan siksayang sangat pedih nanti ketika manusia tidak bisa lagi bertingkah kejujuran itu akan membawanya setingkat lebih tinggi dari pada orang lain yang selama ini cenderung menjadi munafik karena dipaksa keadaan, Terima kasih postingannya, Sukses untuk betet.
Regards, agnes sekar