Tamansari Gua Sunyaragi

posted by Bakul Rujak on 2009.06.30, under jalan-jalan
30:
tamansari gua sunyaragi

tamansari gua sunyaragi

Dari sedikitnya obyek wisata di Cirebon, maka sudah barang tentu setiap orang yang pernah berkunjung kesana akan mengenal situs sejarah Tamansari Gua Sunyaragi.
Letaknya di pinggir jalan raya by-pass Brigjen Dharsono membuat situs sejarah Sunyaragi sangat mudah ditemukan. Karcis masuk pun hanya 1000 rupiah saja.

Kompleks tamansari ini dibangun pada tahun 1703 masehi. Nama Sunyaragi berasal dari bahasa sansekerta, “sunya” yang artinya adalah sepi dan “ragi” yang berarti raga. Fungsi utamanya yaitu sebagai tempat beristirahat dan meditasi para sultan cirebon dan keluarganya (saya jadi teringat situs tamansari di kompleks kasultanan Yogyakarta).

Kompleks Tamansari Sunyaragi terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu pesanggrahan yang merupakan tempat istirahat yang juga dilengkapi dengan ruang tidur, kamar mandi, kamar rias dan taman-taman yang indah beserta air mancur dan kolam. Bagian kedua adalah kompleks gua-gua. Seluruhnya gua buatan dan terletak di gunung-gunungan dilengkapi dengan akses berupa terowongan bawah tanah yang membuat masing-masing gua menjadi terhubung. Gua-gua ini memiliki fungsinya masing-masing, ada yang berfungsi sebagai tempat bersemedi, bengkel pembuatan dan penyimpanan senjata serta gua untuk para sultan mengadakan rapat atau mufakat dengan para perwira.
Secara lebih luas, kompleks tamansari sunyaragi terbagi menjadi 12 bagian, yaitu:

(1) bangsal jinem, tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih;
(2) goa pengawal, tempat berkumpul par apengawal sultan;
(3) kompleks Mande Kemasan (sebagain hancur);
(4) goa Pandekemasang, tempat membuat senjata tajam;
(5) goa Simanyang, tempat pos penjagaan;
(6) goa Langse, tempat bersantai;
(7) goa peteng, tempat nyepi untuk kekebalan tubuh;
(8) goa Arga Jumud, tempat orang penting keraton;
(9) goa Padang Ati, tempat bersemedi;
(10) goa Kelanggengan, tempat bersemedi agar langgeng jabatan;
(11) goa Lawa, tempat khusus kelelawar;
(12) goa pawon, dapur penyimpanan makanan.

Lagi-lagi yang menjadi kendala utama adalah masalah pengelolaan. Situs Tamansari Sunyaragi memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan. Namun pada kenyataannya sangat jauh dari terawat, sistem perawatan dan penjagaan terkesan seadanya, bahkan serba kekurangan. Fasilitas umum seperti toilet atau tempat ibadah juga tidak tersedia. Sungguh sayang sekali.

comment

keren boss

johan ( May 31, 2010 at 5:21 pm )

di bangun dari karang karang ….rugi yang belum ke sini

johan ( May 31, 2010 at 5:21 pm )

Please Leave a Reply

TrackBack URL :

pagetop