
tenang, jakarta belum sampai seperti ini kok.
sejak saya nyemplung (secara tidak sengaja) di dunia per-twitter-an, saya jadi suka mengamati dan menyimpulkan bahwa 65% ocehan (twitter berarti mengoceh bukan ?) orang-orang tak jauh-jauh dari keluhan. apapun dikeluhkan.
dan yang paling menarik adalah keluhan tentang macet. tak kurang dari 100 (seratus) input mengumpat kemacetan yang terjadi di jakarta setiap harinya. umpatan dan sumpah serapah terlempar dengan sengitnya seakan-akan sangat anti dengan jakarta.
namun apa? keesokan harinya dengan senyum semangat sambil mencium istri dan anak, mereka masuk ke mobil, menyalakan mesin dan…. nyemplung lagi ke jalan-jalan jakarta yang kemarin mereka umpat-umpat.
dan siangnya… mengumpat lagi.
(gambar: www.detiknews.com)
(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Hahahahahahahah…
betul sekali, tiap hari mengumpat-umpat karena macet tetapi setiap hari juga membikin macet.
bener.. kemacetan kita belon seberapa
tapi kalo kredit macet di setiap negara bisa bahaya..
mending kita syukuri aja memacetan….salam persahabatan…
kunjungan pertama nie….
wah kren bro blognya, apalagi foto di sudut kanan atas itu hehehe.
wah, kalau macet gini, cabang2 jalanannya kudu ditambah bro. biar bisa lueewattt githu
Lagi macet kita bisa mengingat hal2 yang terjadi dimasalalu sebagai bahan renungan juga evaluasi diri
macet buat beberapa orang identik dengan kebun binatang bertebaran
hahahhaha ternyata manusia itu pengeluh….
kalo macet ngetwitt ajaaa kan ga bete
Enaknya ya orang di Desa gak kena macet; kata orang kota. Andai jadi orang kota, enaknya kemana2 naik mobil, trus jalannya aspal lagi; kata orang desa.
So???