[buku] menemui ajal

In buku, review on 11:42 am

menemui ajalJudul Buku : menemui ajal, etnografi jawa tentang kematian
Pengarang :  y. tri subagya
Penerbit : kepel press
Tahun Terbit : 2004
Tebal buku : 200 halaman

kematian adalah kepastian bagi semua makhluk Tuhan yang bernapas. cepat atau lambat hanya masalah waktu. akan kemanakah perginya roh setelah badan ragawi tak lagi menjadi peneduhnya?

berbagai ajaran di seluruh dunia menjelaskan tentang bagaimana perjalanan roh (atau apapun istilahnya) setelah kematian menjemput. konon bagaimana seseorang menemui ajalnya juga turut menjadi penentu bagaimana nasib arwahnya setelah mati.

terlepas dari nasib si mati, perilaku masyarakat sekitar, termasuk juga para tetangga, keluarga dan handai taulan juga sangat beragam. di jawa yang tersohor dengan adat dan tata norma yang kental juga menganut kepercayaan serta tata cara bagaimana memperlakukan kematian. bagaimana merawat jasad setelah ajal menjemput hingga berakhir di liang lahat, dan apa saja ritual yang lazim dijalankan para ahli waris dalam kurun waktu tertentu juga turut diulas dengan lugas dan mendalam dalam buku ini.

orang jawa memegang teguh ajaran filsafat dari nenek moyang mereka bahwa arwah orang yang meninggal dunia tak lantas serta merta terbang menuju pangkuan Tuhan, namun harus melalui tehapan-tahapan terlebih dahulu di alam manusia. konon pada 40 hari pertama setelah lepas dari jasadnya, roh masih “bertahan” di sekitar rumah, dan kemudian baru akan benar-benar pergi menuju alamnya sendiri pada hari ke 1000. sehingga muncullah beraneka ragam upacara ritual yang hingga kini masih dengan mudah kita temui di berbagai penjuru daratan jawa. diantaranya dengan menyediakan berbagai barang dan makanan kesukaan almarhum dilengkapi dengan asap dupa di kamar, karena diyakini secara berkala arwah almarhum masih sering kali datang dan melihat kehidupan para ahli warisnya. dan seterusnya.

Y. Tri Subagya sang penulis adalah seorang antropolog yang sempat menempuh studi paska sarjana di filipina dan saat ini aktif sebagai peneliti di pusat sejarah dan etika politik, universitas sanata dharma. terlahir dan besar di lingkungan jawa yang kental membuat Tri tak menemui banyak kesulitan ketika menyusun buku yang pada awalnya berupa naskah skripsinya di UGM ini. segala pernak-pernik yang disajikan dalam buku ini diulas secara detail dan mendalam sehingga membuat pembaca dapat memahaminya dengan utuh dan tak setengah-setengah. tentu saja ulasan peristiwa dan kejadian menjadi begitu hidup dan nyata karena memang merupakan pengalaman pribadi penulis sendiri.

sisi yang menurut penilaian saya agak kurang adalah gaya penulisan yang terkesan kaku dan sangat ilmiah, khas gaya peneliti. namun di sisi lain saya yakin banyak pihak yang menilai hal tersebut sebagai sebuah nilai positif. namun tetap saja saya berpendapat bahwa apabila naskah sehebat ini mampu disajikan dalam bentuk yang lebih populer dan friendly, bukan tidak mungkin akan digemari juga oleh kaum muda dan pelajar pada umumnya.

Andika Kurniantoro,
Blogger paruh waktu. Karyawan di sebuah perusahaan swasta Indonesia. Lajang. Gemar menonton film dan membaca buku sejarah.

Related posts ...

    Comments ...

  1. dobleh yang malang | 14 November 2009 | 00.19

    kunjungan perdana
    salam angat selalu
    wah makasih infonya

  2. alamendah | 15 November 2009 | 17.16

    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    buku yang sarat filsafat, keknya

  3. anny | 16 November 2009 | 14.26

    Pinjam boleh bukunya ? :)

  4. AngelNdutz | 17 November 2009 | 12.48

    semua pasti kembali kepada-Nya. itu intinya :D

It is your turn now!