Legion, Malaikat Bersenjata
Tuhan mulai tak percaya pada umat manusia. Saling bunuh, serakah dan merusak bumi, menusia semakin jauh dari janjinya ketika pertama kali diturunkan ke bumi. Hingga Tuhan berencana menghancurkan umat manusia, dengan cara mengirimkan seluruh malaikat-Nya untuk misi pembantaian. Adalah Michael (Paul Bettany) sang malaikat yang ditugaskan memimpin legiun malaikat untuk menghabisi umat manusia. Namun rupanya Michael melihat masih ada harapan di antara kebobrokan manusia, masih ada beberapa orang baik yang harus diselamatkan!
Tuhan murka dan membuang Michael ke bumi. Michael segera menanggalkan status malaikatnya dan bergabung dengan sekelompok orang di bumi untuk menyelamatkan nyawa seorang pelayan bernama Charlie (Adrianne Palicki) yang konon sedang mengandung janin Kristus yang baru. Apapun harus dilakukan untuk menyelamatkan Charlie dan bayinya sebab hanya bayi Charlie-lah satu-satunya harapan bagi seluruh umat manusia. Keadaan bertambah buruk ketika Tuhan mengirimkan malaikat Gabriel untuk menghentikan aksi pembangkangan Michael. Hingga keduanya harus bertarung untuk mempertahankan idealisme masing-masing.
Malaikat berpistol
Pertama, ide cerita yang dikemukakan cukup fenomenal dan kontroversial. Beberapa kalangan konon berdebat untuk mengecam film ini. Tapi toh tetap beredar, sama dengan The Da Vinci Code beberapa tahun yang lalu. Saya menduga melonjaknya raihan film ini dikarenakan ide ceritanya yang kontroversial itu. Orang sudah pasti sangat penasaran bagaimana seorang malaikat digambarkan. Seorang pria gagah dengan pakaian berkilau lengkap dengan sepasang sayap. Ya, di film Legion malaikatnya bersenjata mulai dari pistol hingga senapan otomatis.
Selebihnya, film ini buruk sekali. Alur ceritanya begitu kacaunya, hingga banyak hal yang terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas dan entah berakhir dimana. Lihat saja bagaimana tiba-tiba secara misterius ribuan orang menjadi kerasukan dan menjadi zombie. Jika itu benar-benar kerasukan malaikat, tak pernah digambarkan dengan jelas bagaimana bisa terjadi.
Oh ya, antiklimaksnya juga tak begitu menggigit. Tak diceritakan bagaimana akhir konflik antara Michael dan Gabriel, juga bagaimana kisah bayi Charlie yang berhasil terlahir namun dalam kondisi yang sangat rapuh.
Bagaimanapun, tak pernah ada ruginya menonton film ini. Tetap ada ide cerita yang bagus dan aktor-aktor berkelas disana. Ada Paul Bettany, Tyrese Gibson dan Dennis Quaid. Rasanya bisa menjadi sebuah jaminan tontonan yang hebat.
artikel ini bisa juga dibaca di bicarafilm.
comment
Please Leave a Reply
TrackBack URL :

saya ngak begitu suka nonton film…lebih enak kalau membaca, jadi bisa lebih menghayati