Green Zone

In film, review on 10:24 am

Green Zone matt damonBerlatar tahun 2003 di Baghdad yang mencekam, Roy Miller (Matt Damon) seorang perwira angkatan darat Amerika ditugaskan untuk mencari lokasi penyimpanan senjata pemusnah masal, yang menurut sumber intelijen tersembunyi di sejumlah tempat di penjuru Irak. Kecurigaan Miller mulai muncul manakala dari beberapa kali pencarian senjata pemusnah masal yang dimaksud tak juga ditemukan. Akurasi informasi dari pihak intel pun mulai dipertanyakan.

Namun rupanya bukan pada intelijen sumber masalahnya, Miller dan seorang agen CIA bernama Martin Brown (Brendan Gleeson) mengendus adanya konspirasi yang melibatkan para pejabat tinggi. Rupanya Miller dan timnya tak punya banyak waktu ketika di saat-saat terakhir kedutaan besar Amerika mencabut semua status militer prajurit angkatan darat Amerika di Irak. Perkara senjata pemusnah masal harus segera diselesaikan, sekaligus seorang jenderal kepercayaan Saddam Husein yang sekaligus target prioritas para prajurit Amerika siap melakukan penyerangan kapan saja.

Kembalinya Jason Bourne
Ada dua faktor internal yang membuat film ini layak mendapat apresiasi yang bagus. Pertama aktor utamanya dan yang kedua adalah sutradaranya. Perpaduan Matt Damon dan Paul Greengrass berhasil membuat saya menonton Bourne Supremacy dan Bourne Ultimatum berkali-kali tanpa merasa bosan. Keduanya bisa menjadi tandem yang memukau jika dipertemukan.

Di sisi lain konsep pertempuran Baghdad yang terkenal itu berhasil disajikan dengan nyaris sempurna ke layar lebar oleh sang sutradara. Setiap detail pertempuran yang menegangkan, persenjataan, taktik dan strategi serta Irak yang berdebu bisa membuat penonton terbawa ke tengah suasana pertempuran yang bertempo rapat dan menegangkan.

Satu hal yang mambuat saya tersentuh. Di akhir bagian film ini seorang tokoh (memerankan Freddy,  seorang penduduk lokal) berkata pada Miller, “kau orang asing dan tak berhak menentukan apa yang terjadi di sini”.

Saya menangkap maksud Freddy dari kata-kata tersebut adalah, walaupun penuh dengan intrik dan konspirasi, memang beginilah sebuah negara terbentuk dan dijalankan. Tak perlu risau dengan itu. Toh masyarakat disini bisa berkompromi dengan hal itu dan menjalani hidup mereka dengan apapun yang ada. Ya, lalu saya ingat negara saya sendiri.

Andika Kurniantoro,
Blogger paruh waktu. Karyawan di sebuah perusahaan swasta Indonesia. Lajang. Gemar menonton film dan membaca buku sejarah.

Related posts ...

    Comments ...

  1. Bakulrujak | 13 March 2010 | 10.39

    Alhamdulillah, lega luar biasa bisa menulis lagi setelah sekian lama dikalahkan rutinitas..

  2. julie | 13 March 2010 | 18.43

    suka serial bourne dan berkalikali juga nontonnya :D

  3. gusthy | 14 March 2010 | 15.05

    teruskan menulisnya…
    selalu ditunggu…

  4. putri | 17 March 2010 | 12.18

    mat damon :D siip ini.. pasti nontonnya
    tapi diliat2 muka nie orang lama2 hampir mirip ma heath ledger, bener nggak si?

  5. edda | 20 March 2010 | 14.09

    mau nonton ah :D

  6. SemutGeniNet | 22 March 2010 | 02.36

    cek di indowebster ah kale aja ada DVD RIP nya … hehe

  7. kalax | 23 March 2010 | 22.36

    di indowebster udah ada ya..?

It is your turn now!