How To Train Your Dragon

In film, review on 10:35 am

How to train your dragonDi perkampungan suku Viking, seorang kepala suku perkasa bernama Stoick the Vast (suara oleh Gerard Butler) memiliki seorang anak lelaki bernama Hiccup (suara oleh Jay Baruchel). Alih-alih menjadi hebat dan perkasa seperti ayahnya, Hiccup justru menjadi pemuda yang lemah dan selalu membuat kesalahan.

Konon suku Viking selalu bermusuhan dengan bangsa naga. Secara berkala, di malam hari segerombolan naga selalu datang menyerang perkampungan, membakar rumah serta mencuri binatang ternak. Oleh sebab itulah seluruh penduduk suku Viking adalah pemburu naga. Semua pemuda, termasuk Hiccup, wajib mengikuti pelatihan membunuh naga yang dibimbing oleh Gobber (suara oleh Craig Ferguson). Namun suatu malam, karena tak tahan atas hinaan dan ejekan penduduk kampung, Hiccup menembakkan sebuah jebakan naga dan tepat mengenai seekor naga yang paling ditakuti seluruh suku Viking, Night Fury.

Sang naga perkasa tak berdaya di bawah kaki Hiccup dalam keadaan terikat. Namun Hiccup tak kuasa membunuhnya dan justru melepas naga tersebut. Apa yang terjadi? waktu berlalu dan Hiccup justru mulai membangun hubungan pertemanan yang unik dan rahasia dengan sang Night Fury. Hubungan yang aneh ini juga membuat Hiccup mengerti seluk beluk naga dan mulai disegani oleh teman-temannya, hingga pada akhirnya sebuah rahasia tentang naga terungkap. Seluruh suku Viking bersiap mengadakan perlawanan besar dan Hiccup kembali tersingkir. Tugas Hiccup menjadi berlipat ganda ketika disaat yang bersamaan ia harus menyelamatkan kaum naga dan sukunya.

3D yang berkelas

Film animasi yang memukau. Saya jamin durasi yang panjang (123 menit) tak membuat bosan. Percayalah, dengan memnonton versi 3Dnya, hasil kerja keras Chris Sanders dan timnya bisa tersaji dengan maksimal dan memukau. Semua detail mulai dari visual animasi, pengisian suara, hingga sound effect dikerjakan dengan kualitas terbaik dan menghasilkan karya seni yang terkesan berkelas.

Dari sisi cerita juga mengangkat konsep yang bagus dan menarik. Sesuai untuk penonton dari segala usia. Sebenarnya dari alur bisa dibilang standar, hanya berkutat pada anak muda yang bersahabat dengan naga dan berusaha menyelamatkan sukunya. Tapi dengan variasi yang unik dan pengolahan gambar yang baik membuat cerita yang seharusnya biasa menjadi terkesan lain dan segar. Jadi saran saya, jika Anda menginginkan sensasi menonton film animasi berkelas, jangan ragu-ragu untuk merogoh sedikit rupiah untuk pergi bioskop 3D terdekat. Tak akan menyesal.

Andika Kurniantoro,
Blogger paruh waktu. Karyawan di sebuah perusahaan swasta Indonesia. Lajang. Gemar menonton film dan membaca buku sejarah.

Related posts ...

    Comments ...

  1. Nazieb | 26 March 2010 | 10.51

    Kirain si kepala suku bakal teriak: “THIS IS SPARTA!!!!”
    :lol:

  2. julie | 26 March 2010 | 11.33

    hmm hmm

  3. sabai | 26 March 2010 | 16.55

    mas bakul…. How To Train Your Dragon-nya dicrossposting ke bicarafilm doong… thx

  4. coolk45 | 27 March 2010 | 06.19

    Keep spirit :D

  5. gusthy | 28 March 2010 | 14.36

    mantap

  6. anny | 29 March 2010 | 11.32

    Film bangsa viking eksotis :)

  7. ipied | 31 March 2010 | 18.01

    Sebenarnya dari alur bisa dibilang standar, hanya berkutat pada anak muda yang bersahabat dengan naga dan berusaha menyelamatkan sukunya.——> bener banget :D

    kalo alurnya rumit nanti gak bisa buat semua umur dong hehe, sip akan saya tonton sudah kutunggu nih dari beberapa bulan yg lalu :-P nice info yaaa…

  8. matanaga | 1 April 2010 | 17.18

    ampoonn..! hiccup..!
    3D yg patut di tonton dan visual animasi yg buat penasaran :)

  9. hes | 5 April 2010 | 15.47

    ..kepengen nonton di bioskop 3D huhu :cry:

It is your turn now!