Setelah sukses menggagalkan pertempuran hebat antara belahan bumi barat dan timur (pada Iron Man 1), kali ini ilmuwan sekaligus miliuner Tony Stark (Robert Downey Jr) harus menghadapi reaksi dari parlemen Amerika Serikat yang bersikukuh untuk mengakuisisi penemuan besarnya sebagai salah satu aset militer.
Tentu saja Tony keberatan, sebab menurutnya Iron Man dan Tony Stark telah menyatu. Lagipula ia juga takut hasil jerih payahnya tersebut jatuh ke tangan yang salah.
Sementara jauh di daratan eropa, seorang ilmuwan yang lain dengan otak briliannya tengah mengadakan riset dan penelitian untuk membalas dendam masa lalu ayahnya kepada keluarga Stark. Bernama Ivan Vanko (Mickey Rourke), ilmuwan ini nyaris berhasil menghabisi Iron Man.
Kegagalan pertama tak lantas membuat Vanko menyerah. Kali ini dengan sokongan dana dan fasilitas oleh Justin Hammer (Sam Rockwell), yang juga saingan bisnis Stark, Vanko kembali dengan jauh lebih berbahaya. Namun di sisi lain Tony Stark terus menerus menyempurnakan mesin perangnya. Dibantu sahabatnya James Rhodes (Don Cheadle), Stark berjuang mati-matian untuk mengatasi segala masalahnya.
Visual OK, Cerita K.O
Saya begitu mengagumi Iron Man 1, namun entah mengapa Iron Man 2 kurang mendapat tempat di otak saya. Hasil olahan visual efek jelas jauh lebih matang dan rapi dibandingkan seri sebelumnya. Namun dari sisi penokohan dan alur cerita terasa hambar sekali. Saya hanya salut dengan Robert Downey Jr dengan aktingnya yang brilian. Memerankan tokoh miliuner yang kali ini menjadi agak sombong dan terlampau percaya diri, namun di saat yang bersamaan menjadi lelaki yang begitu rapuh. Saya jadi teringat Tobey Maguire saat memerankan Spiderman.
Konflik yang dihadirkan juga sangat mudah ditebak. Seperti saya sentil di atas, hambar betul. Dengan segala kecanggihan dan persiapan tempur yang begitu lama dan berliku, teknik antiklimaks di akhir film juga tak begitu berkesan. Saya bahkan nyaris melupakannya sebelum meninggalkan gedung bioskop. Banyak adegan yang hanya mengulur waktu saja, adegan terbang melintasi kota dan menghindari tembakan terkesan diulang-ulang.
Tenang, tetap ada nilai plusnya. Seperti yang saya sebutkan di awal, visual efek dan suara yang dihadirkan begitu matang dan ciamik! tak akan menyesal. Setiap detail gerakan terlihat sangat nyata dan memanjakan mata. Kemajuan teknologi yang digambarkan di masa itu di Amerika begitu menginspirasi. Teknologi komunikasi, robotik dan interface perangkat cerdas dihadirkan seolah hal tersebut benar-benar ada. Sebelum berangan kapan teknologi tersebut bisa terlaksana, terlebih dahulu saya bertanya-tanya, kapan sineas Indonesia bisa membuat film tentang masa depan seperti itu ya.
(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Ulasan yang menarik. Keknya visual efeknya tetap jadi andalan film ini, ya?
(maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
pertanyaan diakhir tulisan rada menggelitik juga. Moga ada yang merasa rada geli
hahaha//..kapan yaaaa
mampir dong
penyakit GO:yang menular melalui hubungan seksual
menurut pendapat saya, mulai dari Ironman I, kekurangan film ini memang ada pada ending pertempurannya…kayaknya kurang klimaks. BEda jauh sama spiderman atau X-men
sebelum nonton, saya terintimidasi oleh status fesbuk salah satu teman saya yang menyatakan film ini jelek. Tapi eternyata keren bok!!gak nyesel nonton di bioskop haha
My wife and i have been happy when Michael could round up his preliminary research while using the precious recommendations he obtained while using the web pages. It’s not at all simplistic to just possibly be handing out guidance that many other folks may have been selling. And now we take into account we have got the writer to be grateful to for this. Those explanations you made, the simple site navigation, the friendships you will give support to foster – it’s mostly great, and it’s letting our son in addition to the family imagine that that concept is fun, which is certainly seriously important. Thank you for the whole thing!
Visitor recommendations…
[...]one of our guests recently suggested the following website[...]……
lol good post!…
I liked this post. The author is obviously very fascinating…
ming ming wo shi shou ai ren,wo hai de bei tamen zao fang de hei guo