Young Samurai: The Way of The Sword

In buku, review on 5:45 am

Judul Buku : Young Samurai: The Way of The Sword
Pengarang : Chris Bradford
Penerjemah: Sujatrini
Penerbit : Hikmah (PT. Mizan Publika)
Tahun Terbit : 2010
Tebal Buku : 502 halaman
Harga di Gramedia : Rp 69,500.00

Dalam buku sebelumnya diceritakan Jack Fletcher si samurai pirang dari Inggris berhasil memenangkan kompetisi antar sekolah samurai taryu-jiai, yang membuat dirinya berdamai dengan saudara angkatnya, Yamato.

Saat ini Jack kembali mendapat tantangan baru, yakni ujian lingkaran tiga. Dimana telah banyak calon samurai dari sekolah Niten Ichi Ryu yang tewas saat menjalani ujian tersebut. Tapi setiap siswa yang berhasil lolos dari ujian berat tersebut akan mendapat anugerah besar, yaitu kesempatan untuk belajar ilmu dua surga dari Masamoto, sang samurai besar sekaligus ayah angkat Jack.

Langkah menuju ujian Lingkaran Tiga tak mudah. Semua sensei Niten Ichi Ryu akan memberikan ujian sesuai dengan bidang mereka. Beruntung Jack bisa lolos ujian para sensei dan berhak mengikuti ujian lingkaran tiga.

Lagi-lagi jalan Jack terganjal. Musuh bebuyutannya, Kazuki dan geng kalajengking bentukannya selalu mencari celah untuk menecelakai Jack yang seorang gaijin (orang asing di tanah Jepang).

Seolah belum cukup, ninja mata naga Dokugan Ryu masih juga mengincar rutter berharga warisan ayah Jack, yang konon dengan rutter itu seseorang akan dapat menguasai rute samudera dan menguasainya.

Cobaan terasa menjadi berkali-kali lipat lebih berat tatkala secara bersamaan Dokugan Ryu berhasil mencuri rutter yang telah disembunyikan Jack, juga Masamoto yang semula melindungi dan membimbing Jack berbalik membenci dan menuduhnya berkhianat.

Perjuangan Jack menjalani bushido dan keteguhan jiwa samurainya benar-benar diuji kali ini.

Lebih rapat dan memikat
Buku kedua ini menyimpan kekuatan kata-kata dan penataan alur yang lebih hebat dari buku sebelumnya. Alur penceritaannya sangat unik, sudut pandang berubah secara dinamis dan menarik, membuat pembaca selalu bertanya-tanya, apa yang terjadi selanjutnya ?

Selain konflik yang lebih kompleks dan cerita yang bertempo cepat dan rapat, seperti biasa, Chris Bradford kembali membuktikan dalamnya pengetahuan di ranah ilmu bela diri Jepang yang eksotis itu. Lebih banyak pertarungan yang terjadi, makin lekat pula kita terikat dengan jalannya olah pedang, pukulan dan tendangan yang seakan terjadi secara nyata akibat detailnya penggambaran.

Terakhir, pesan yang dibawa tetap tersampaikan dengan baik. Ajaran spiritual Buddha dan jalan bushido yang welas asih namun berbahaya bisa menjadi inspirasi bagi para pembaca.

Andika Kurniantoro,
Blogger paruh waktu. Karyawan di sebuah perusahaan swasta Indonesia. Lajang. Gemar menonton film dan membaca buku sejarah.

Related posts ...

    Comments ...

  1. alamendah biru | 19 May 2010 | 16.55

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Reviewnya mantab. Jadi kepengen ngoleksi ni buku.
    Thanks

  2. alamendah | 19 May 2010 | 16.55

    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Nambah dikit, ah…..

  3. wulan audy | 22 May 2010 | 06.18

    Blog ini selalu ada review buku-buku baru ya..
    Bisa buat referensi nih. Kebetulan saya suka banget baca…apa aja.
    Termasuk buku belajar mengeja heheeee
    Thanx infonya ya..

  4. gusthy | 23 May 2010 | 22.00

    mantap…

  5. alwa | 12 January 2011 | 07.45

    saya suka serial ini. waah bagus banget reviewnya. izin copas ya, ty

It is your turn now!