Tekken, Mari Menonton Game!

In film, review on 3:56 am

Seorang anak jalanan berlari menghindari sepasukan penjaga keamanan kota dan bersembunyi. Emosi pun memuncak ketika ia sampai di rumah dan mendapati ibunya telah tewas. Balas dendam adalah harga mati yang tak bisa ditawar lagi.

Tahun 2039. Dunia tak lagi dikendalikan dan dipimpin oleh pemerintah, melainkan oleh perusahaan besar yang paling mendominasi. Amerika dikendalikan oleh perusahaan terkuat, Tekken.

Dipimpin Heihachi Mishima (Cary-Hiroyuki Tagawa), secara rutin Tekken mensponsori pertandingan antar pendekar dari seluruh dunia berjuluk Iron Fist.

Jin Kazama (Jon Foo) yang masih menyimpan dendam berniat menuntut balas kepada perusahaan Tekken yang menurutnya paling bertanggung jawab atas kematian Jun Kazama (Tamlyn Tomita), ibu Jin.

Atas dasar keinginan membalas dendam, Jin pun mendaftar untuk mengikuti turnamen Iron Fist. Satu per satu lawan tangguh di Iron Fist harus ditumbangkan Jin untuk bisa bertemu dengan Heihachi Mishima guna membalas dendam.

Namun disaat-saat terakhir, Kazuya (Ian Anthony Dale), anak Heihachi mengacau dan berniat merebut Tekken secara paksa dari ayahnya. Dilema besar melanda Jin karena sebuah kenyataan pahit harus di telannya di akhir perlawanan.

Menonton Game
Menurut saya, film ini tak terlalu serius dikerjakan. tak lebih hanya mengangkat game menjadi sebuah film. Segala hal, mulai dari penokohan, alur cerita, aksi, latar hingga setiap detailnya hanya mengadopsi game besar keluaran Namco bernama serupa.

Tak banyak yang bisa diulas. Jika anda penikmat film, bersiaplah kecewa, apalagi jika Anda penggemar game Tekken. Banyak karakter yang terkesan dipaksakan dan penokohan yang terlalu terjebak pada tokoh di game, sehingga gerakan, dialog hingga cara berkelahi juga sangat “game banget”.

Jujur saja, saya masih jauh lebih menyukai Street Fighter: The Legend of Chun Li.

Andika Kurniantoro,
Blogger paruh waktu. Karyawan di sebuah perusahaan swasta Indonesia. Lajang. Gemar menonton film dan membaca buku sejarah.

Related posts ...

    Comments ...

  1. AngelNdutz | 1 June 2010 | 09.30

    woh…lagi tren mengangkat film dari game ya

  2. gusthy | 2 June 2010 | 10.46

    selalu menyenangkan mampir di blog ini…

  3. mas kadi | 3 June 2010 | 12.40

    saya baru kali ini mampir di blog ini tapi saya sudah merasa senang dengan blog ini, menarik

  4. bukan detikcom | 8 June 2010 | 21.27

    PAda dasarnya saya memang kurang suka sih dengan film yang mengadaptasi game. Menurut saya yang keren itu cuma resident evil dan terakhir prince of persia… :)

  5. linda | 10 June 2010 | 05.49

    film yang diadopsi, baik dari game maupun novel, kebanyakan dibayang – banyangi kesuksesan pandahulunya.saya tidak heran jika gamenya lebih bagus dari filmnya.nice review!

  6. investasi emas | 11 June 2010 | 05.29

    wadoooh gmn seh,.. kog mengangkat game jd sebuah filom,.. yang ada game itu bkn d tonton tp d mainkan,…..

  7. anny | 11 June 2010 | 09.11

    Lama gak kunjung kerumah ini, semakin banyak inovasi yang diposting :)
    Apa khabar Bro?

  8. edda | 16 June 2010 | 15.14

    waaaah lama jg nih gak apdet
    ayo apdeeeeet :D /

  9. Anna | 12 July 2010 | 14.26

    trima kasih y atas post nya :)

  10. fajarfaqih | 26 July 2010 | 06.57

    Kalau saya lebih suka film street fighter yang dulu, pas saya masih kecil.. itu bener2 berkesan.. hohoho

It is your turn now!