Berawal dari misi penelitian oleh seorang ilmuwan muda bernama Simon Feck (Paul Dano). Penelitian yang mahal dan berharga itu mengharuskan Simon dikawal dengan ketat oleh sekelompok agen rahasia.
Fitzgerald (Peter Sarsgaard), salah seorang agen berniat buruk dan berkhianat. Baterai hasil penelitian yang konon bisa menjadi sumber energi terbesar di planet bumi dicuri, Fitz berencana menjualnya pada mafia besar Spanyol bernama Antonio (Jordi Mollà). Usaha Fitz tak mulus, karena agen lain bernama Roy Miller (Tom Cruise) berusaha keras menggagalkan niat Fitz. Namun sayang ketika Roy berhasil menyelamatkan Zephyr, si baterai, Fitz justru menyebarkan kabar bahwa Roy lah yang berkhianat dan berniat mencuri Zephyr.
Jadilah, Roy resmi berstatus buronan biro agensi Amerika Serikat. Hingga seuatu hari ia bertemu June Havens (Cameron Diaz). Hubungan mereka unik dan lucu, dimulai dari bandara, jatuh dari pesawat hingga kejar-kejaran seru di jalanan. Dalam misi penyelamatan zephyr dan Simon si ilmuwan, Roy dan June harus melakukan perjalanan ke berbagai negara nan eksotis di Amerika dan Eropa.
Rupanya Roy harus bergegas dan bekerja lebih keras karena selain biro agensi Amerika yang terus memburunya, mafia pedagang senjata Spanyol juga turut menuntut zephyr tersebut. Belum lagi ditambah tanggung jawabnya untuk memulangkan June tepat waktu untuk menghadiri pernikahan adiknya.
Tak Serius
Saat melihat trailernya, saya sempat berfikir film ini akan menjadi film action yang serius semacam Bourne Ultimatum atau The A Team. Namun rupanya perkiraan saya sedikit meleset. Film ini memang bergenre action, namun jika dicermati muatan drama dan komedi menjadi sangat mendominasi. Saya jadi kehilangan greget menonton action.
Ditinjau dari segi komedi pun, rasanya apa yang dihadirkan Tom Cruise dan Cameron Diaz terasa begitu hambar dan tak memukau seperti yang diharapkan. Terlalu kuno barangkali.
Dari sisi drama juga terasa setengah-setengah, tak pernah tuntas. Saya tak sampai menangkap bagaimana hubungan Roy dan June pada akhirnya. Apakah berpacaran, berteman, atau seperti apa. Serba mengambang.
Kesan agen Roy Miller yang digambarkan juga tak begitu memuaskan. Seakan ingin mengulang sukses di film-film Mission Imposible, Cruise berjuang habis-habisan. Namun saya jadi tak begitu puas ketika peran yang dimainkannya menjadi begitu hebat dan terkesan separuh superhero. Terlalu hebat dan tak terkalahkan. Segala rintangan dan pertarungan rasanya bisa dilalui Roy dengan begitu mudahnya. Bahkan di beberapa scene sengaja tak ditunjukkan prosesnya. Entah mengapa. Jadi jangan heran ketika menemui adegan yang seru, di tengah markas musuh dengan penjagaan ekstra ketat, namun beberapa menit kemudian telah berpindah ke pantai yang nyaman dan indah. Bagaimana bisa?
Namun secara keseluruhan, Knight and Day adalah film yang menghibur. Jika tak bisa menikmatinya dari sisi action, silakan cari sudut lainnnya, semisal komedi dan dramanya. Tak buruk kok, tetap menjadi film alternatif untuk mengusir suntuk.