Inception

In film, review on 4:21 pm

Dom Cobb (Leonardo DiCaprio), seorang warga negara Amerika memiliki kemampuan yang unik, yakni masuk ke dalam mimpi orang lain dan mempengaruhi alam bawah sadarnya. Karena suatu hal ia pun harus meninggalkan kedua anaknya dan pergi mengembara ke berbagai belahan dunia. Lari dari orang-orang yang mengejarnya.

Hingga pada suatu saat ia bertemu dengan seorang pengusaha sukses bernama Saito (Ken Watanabe). Saito tahu perihal kemampuan unik Cobb dan berniat memanfaatkannya untuk sebuah kepentingan bisnis. Saito bermaksud menanamkan sebuah gagasan kepada seorang pengusaha rival dekatnya untuk menghancurkan bisnis yang sejak lama menjadi pesaingnya.

Iming-iming untuk bisa pulang dengan nama yang bersih dan bertemu lagi dengan kedua anaknya membuat Cobb menerima tugas berat tersebut. Rencana segera disusun, Cobb mengumpulkan segala yang diperlukan termasuk sekelompok orang dengan keahlian khusus yang siap membantu melancarkan aksinya.

Segalanya berjalan mulus nyaris tanpa hambatan. Mimpi demi mimpi bisa disusupi dengan rapi dan hasil yang bagus. Namun seiring hal tersebut, masa lalu yang kelam rupanya membuat jalan Cobb sedikit terhambat. Beruntung disaat yang tepat kehadiran sang gadis muda, Ariadne (Ellen Page) seorang arsitek (perancang dunia bawah sadar), mampu meredam segala kegundahan hati Cobb.

Masalah mulai rumit, rupanya terjadi perbedaan rentang waktu antara dunia nyata dengan alam mimpi. Hal ini menjadi sedikit mengganggu, ditambah lagi dengan kerumitan aturan tentang bagaimana jika seseorang meninggal di alam mimpi, tata cara membangunkan si pemimpi dan seterusnya. Berhasilkah Cobb dan timnya ?

Penguatan si tokoh wanita
Christopher Nolan sang sutradara menuai banyak pujian atas film ini. Banyak media mengungkapkan kemajuan yang dicapai Nolan dalam Inception, dibandingkan film-film sebelumnya seperti Batman Begin dan The Dark Knight.

Kelihaian sang sutradara terlihat jelas dalam teknik pengungkapan teori yang sebetulnya sangat rumit dan sulit diterima. Tentang kemungkinan mimpi dan imajinasi yang bisa dicuri, pengaruh alam bawah sadar yang begitu kuat dan seterusnya. Tapi tak perlu khawatir, bagi Anda yang tak begitu suka film yang “ribet” tetap bisa menyerap sisi spektakuler film berdurasi 148 menit ini. Screenplay dan kelas para pemainnya dimainkan dengan mengagumkan. Lompatan antar zona, visual efek tentang alam khayalan dan aksi kejar-kejaran yang mengingatkan pada sutradara idola saya, Paul Greengrass. Salut!

Oh ya, di film ini menurut saya tokoh sentral adalah si gadis arsitek, Ariadne. Dengan brilian ia memecahkan seluruh teknik rumit tentang perjalanan zona sekaligus mengungkap masa lalu Cobb yang kelam dan dirahasiakannya bertahun-tahun. Konflik samar-samar antara Ariadne dan Mal, mantan istri Cobb juga menarik. Jadi peran tokoh wanita sangat besar dalam membentuk karakter film ini. Penasaran ?

Andika Kurniantoro,
Blogger paruh waktu. Karyawan di sebuah perusahaan swasta Indonesia. Lajang. Gemar menonton film dan membaca buku sejarah.

Related posts ...

    Comments ...

  1. Den Hanafi | 17 July 2010 | 16.17

    kayanya ini film dipenuhi trik dan intrik y bang bakul… :)
    hehm. sepertinya saya harus nonton.

  2. AngelNdutz | 18 July 2010 | 02.31

    woh leonardo!!! koyoke film mikir ngene gak cocok nontok diwian :|

  3. KandangTips | 18 July 2010 | 13.14

    This Film AMazing!

  4. gusthy | 19 July 2010 | 21.20

    wah kayaknya berat..
    tapi perlu ditonton juga..
    maksih

  5. bukan detikcom | 21 July 2010 | 07.15

    penasaran banget….soalnya kakak saya yang sulit memberikan pujian pun sangat merekomendasikan film ini…

It is your turn now!