Judul Buku : Buddha, Sebuah Novel
Pengarang : Deepak Chopra
Penerjemah: Rosemary Kesauly
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : April 2008
Tebal Buku : 400 halaman
Harga di Gramedia : Rp 58.000.00
Perjalanan besar itu dimulai dari kerajaan Sakya, 563 SM. Ratu Maya, sang permasyuri melahirkan seorang bayi laki-laki setelah bermimpi bertemu dengan 3 deva (malaikat) dan seekor gajah putih. Namun sang raja, Suddhodana, menjadi murka setelah para petapa dan brahmana meramalkan masa depan putranya. Siddharta, demikian sang pangeran diberi nama, diramalkan akan menjadi penguasa keempat penjuru mata angin, selamat dari segala mara bahaya, namun harus menjalani hidup sebagai brahmana dan mencapai kesadaran tertinggi.
Sebagai wujud dari ketakutan sang raja, Siddharta tak diijinkan pergi keluar lingkungan istana. Tak boleh melihat segala bentuk penderitaan dan kesakitan sekecil apapun. Namun tak ada yang bisa menolak takdir dewata, pada usia 29 Siddharta memilih untuk menempuh jalannya sendiri menjadi petapa dan meninggalkan segala keindahan duniawi. Itu berarti ia akan pergi meninggalkan kerajaan, ayahnya, istri dan anaknya serta Devadatta, sepupunya.
Rupanya perjalanan spiritual Siddharta tak berjalan mulus pada awalnya. Namanya berganti menjadi Gautama dan megembara mencari kebenaran sejati. Banyak petapa dan brahmana yang ditemuinya di sepanjang perjalanan. Gautama yang haus akan ajaran kebenaran dan pembebasan diri dari derita duniawi, merasa tak ada satupun petapa dan brahmana sanggup mengajarkan apa yang ia dambakan.
Gautama memiliki 5 orang murid yang kemudian meninggalkannya satu-persatu sebab khawatir melihat guru mereka yang menjalani meiditasi selama berbulan-bulan dan seakan meninggalkan segala materi duniawi.
Dari serangkaian pertapaan yang dijalani serta perjalanan hidup yang penuh penderitaan, pada usia 35 tahun Gautama mencapai pencerahan tertinggi di bawah pohon Bodhi. Ia juga bertemu Mara, iblis yang menguasai dunia kegelapan. Mara mengutus ketiga putrinya untuk menggoda Gautama dengan memancing berahi. Namun Gautama sanggup mengendalikan diri dengan baik dan melenyapkan segala usaha Mara untuk menggagalkan semedinya.
Gautama mencapai pencerahan tertinggi dan menjadi Buddha. Penuh belas kasih, memiliki cahaya yang senantiasa memancar dari tubuhnya. Yang pada akhirnya menyebarkan kedamaian pada seluruh penjuru bumi dan mengajarkan tentang kebaikan. Hidup adalah penderitaan selama masih menuruti tuntutan nafsu badani, lepaskan segala kungkungan nafsu duniawi dan kau akan mencapai pencerahan. “Tentu saja, setiap orang bisa mencapai Buddha,” katanya.
Novel fiksi
Deepak Chopra adalah seorang novelis. Itulah sebabnya ia mengatakan pada awal buku ini, bahwa kisah perjalanan Buddha yang ia tuliskan mengandung muatan fiksi. Namun tetap, kisah hidup Siddharta hingga mencapai Buddha adalah kisah penuh inspirasi dan layak dibaca.
Novel ini dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama adalah Siddharta Sang Pangeran, bagian kedua Gautama Sang Petapa, dan terakhir adalah Buddha, (yang Penuh Belas Kasih).
Banyak penambahan dalam penggambaran perjalanan spiritual maupun kehidupan duniawi sang pangeran. Beberapa tokoh sengaja ditambahkan untuk menggugah sisi kemanusiaan sang Buddha. Sehingga kita akan bisa melihat jalan hidup sang belas kasih dalam perspektif yang lebih mudah dimengerti.
Kita akan dibawa menjelajahi hutan-hutan di India hingga pegunungan Himalaya. Ya, walaupun di beberapa bagian terasa menjemukan, tapi buku setebal 400 halaman ini memuat begitu banyak ajaran hidup yang sederhana dan mudah diserap. Tentang ajaran Buddha yang penuh belas kasih dan jauh dari perbudakan hawa nafsu.
Chopra bahkan sadar betul bahwa Gautama sang pertapa adalah tetap manusia. Ia digambarkan dengan baik memiliki banyak sekali pertanyaan tentang hidup dan pencerahan, tentang mengapa hidup manusia harus penuh penderitaan dan peperangan yang tak juga kunjung berhenti. Dari sisi ini aspek kemanusiaan sang Buddha membuat seolah-olah ia tak berjarak dengan kita semua. Selamat membaca.
yang perlu dijadikan panutan alangka jarang seorang pangeran mau hidup terlunta-lunta meninggakan kehidupan dumia penuh penderitaan ,untuk memperbaiki laku dan batinnya untuk mencari dan mendapatkan kenyataan betapa Yang Maha tak terbatas memeluknya dengan rasa yang sangat indah, nikmat dan bahagia penuh kasih.
(Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
Belum pernah membacanya. tapi dari resensi singkat ini keknya kita akan banyak disuguhi banyak pelajaran2 hidup dan perdamaian
Suatu legenda yang banyak menginspirasi banyak orang yang sedang mencari kebenaran bathin di dunia yang banyak godaan dari si mara ![]()
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Suatu legenda yang banyak menginspirasi banyak orang yang sedang mencari kebenaran bathin di dunia yang banyak godaan dari si mara
![]()
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
saya udah beli, tapi beli untuk sahabat saya hehehehe…
jadi belum baca.
mantap resensinya.
makasih
“Nice artikel, inspiring ditunggu artikel – artikel selanjutnya, sukses selalu, Tuhan memberkati anda, Trim’s
”