Cuaca Jakarta, seperti seharusnya, panas terik tak terkira Minggu siang ini. Teringat rekomendasi kedai es krim dari seorang sahabat lama, mampirlah saya ke sana. Ragusa, Es Italia. Tulisan besar-besar terpampang di atas sebuah bangunan usang yang mulai termakan usia. Udara masih juga panas begitu saya memasuki ruangan sederhana yang terpelihara ini. Tak ada AC, hanya beberapa kipas angin yang meraung dan berputar diatas kepala, ternyata tak begitu ampuh mengusir udara panas yang memang mencekik.
Barisan menu pun disodorkan, tak banyak berpikir saya memesan Es Krim jenis mix bernama Coupe de Maison seharga Rp. 16,000.00. Dan sambil menunggu pesanan datang, untuk pertaman kalinya mata saya menjelajah seisi kedai tua ini.
Tembok kokoh bercat putih kusam dengan hiasan banyak sekali foto, poster dan lukisan. Semuanya kuno. Beberapa foto seakan bercerita tentang perjalanan toko es krim ini dari masa ke masa. Dimulai dari foto para pendiri es krim ragusa pertama kali, yaitu Louigi Ragusa dan saudaranya Vincenzo Ragusa, warga negara Italia. Dilanjutkan foto-foto tua bangunan awal toko es krim nan sederhana di pasar Gambir kala itu. Ada pula foto berbagai sudut kota Jakarta pada jaman dahulu.
Toko es krim yang mulai beroperasi sebelum proklamasi kemerdekaan ini rupanya menjaga betul cita rasa es krim yang mereka produksi. Tak ada bahan pengawet, tak ada kecanggihan teknologi pengolahan, dan tentu saja dibuat dengan bahan-bahan berkualitas.
Kemudian datanglah seorang petugas yang membawakan es krim pesanan saya, Coupe de Maison. Saya bukan pemuja es krim, dan harus saya katakan cita rasa es krim Ragusa memang berbeda dengan es krim kemasan yang biasa saya beli di mini market. Mulai dari manis, rasa vanilla yang kental hingga sedikit masam, membuat es krim ini layak dihargai tinggi. Oh rupanya saya harus menghabiskan es krim ini cepat-cepat, sebab kondisi cuaca seperti Jakarta dan ruangan tanpa AC ini membuat es saya mencair dengan lebih cepat.
Dahaga terpuaskan. Dan ketika saya menuju meja kasir untuk membayar, pandangan pun tertuju pada hal antik lain. Mesin kasir yang digunakan rupanya juga produksi jaman dulu. Kuno sekali, dan masih beroperasi dengan baik!
Oh ya, harga yang dipasang untuk masing-masing jenis es krim tergolong terjangkau lho. Mulai dari es krim dasar yang dihargai Rp. 12,000.00 hingga es krim mixed dengan harga paling mahal Rp. 27,000.00. Cukup murah bukan?
–
Ragusa, Es Italia
Jl. Veteran I No.10
Jakarta Pusat
Tel: 021-3849123
Fax: 021-3501741
(Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
Malam2 begini masa makan es cream…..
besok aja, ya?
sudah lihat reviewnya di berbagai tempat dan penasaran banget.. akhirnya suatu hari pas wiken gw kesana. yak ampun penuh banget! gak kebagian tempat duduk, pas pesen ternyata eskrim yang saya pengin habis.
mau pesen eskrim spageti, bayangkan bagaimana repotnya menikmatinya jika tempat duduk aja gak dapet. akhirnya saya pesan bawa pulang es krim cokelat single, gak macam2 dan disajikan di gelas plastik akua. bagus… saya makan duduk si trotoar depan toko itu persis.
indah sekali pengalaman saya ya…. ilfil sudah pasti
saya suka banget dengan cita rasa eskrim ragusa ini. Kemarin saya ke Kemayoran ada outlet yang namanya Ragusa Ice Cream, tapi gak sempat mampir. Apa betul itu juga cabangnya yah? Karena setahu saya sekian lama Ragusa ini gak pernah punya cabang.
Es cream Ragusa memang enak. Tapi porsinya tergolong kecil. Jadi ga puas kalau cuma pesan satu menu es
aih..wajah baru nih. semoga sesegar ek ksrim. btw review eskrim magnum ada gak?