Dini hari ini aku terbangun seperti biasa untuk makan sahur. Semua berjalan seperti hari-hari sebelumnya hingga tiba pada saat aku mencoba membuka pintu kamar mandi untuk cuci muka. Ada yang mengganjal dari dalam.
Mata pun mulai terbuka dengan sempurna, rasa penasaran mendorong kepala untuk menjulur sedikit untuk mencari tahu apa yang terjadi. dari celah pintu kamar mandi terlihat seonggok benda hidup berwarna cokelat di lantai.
Oke, kucing. Tapi sedikit bertotol dan bersisik.
Wah, ular! Eh, tapi berkaki dan badan yang besarnya tak lazim untuk seekor ular.
Dan sedetik kemudian ada dorongan kuat dari dalam dada untuk berterik histeris, tapi tertahan.
“Gusti Alloh… BIAWAK!!!” (dalam hati).
Dengan keras kulawan keinginan berlari pontang-panting. Balik ke kamar, merenung. Ada yang salah dengan mataku.
Tak lama kemudian muncul Bryan dari kamar depan dan beranjak ke kamar mandi. Sepertinya dia harus bersyukur memiliki teman yang keren seperti aku, karena aku sempat menyelamatkan hidupnya di detik-detik terakhir saat dia berencana membuka pintu kamar mandi.
“JANGAAAN!!”
Dia melongo, aku melongo.
“Buka pintu kamar mandinya hati-hati, sedikit aja dulu dan liat apa yang ada di dalam. Ingat! Hati-hati!” aku menegaskan intonasi di pernyataan terakhir.
Dia tak mau dan memaksaku menjelaskan apa yang terjadi dan apa/siapa yang sedang menunggu kami di dalam kamar mandi. Dikejar waktu Imsak, aku turun ke lantai 1 dan menggunakan kamar mandi disana. Kutinggalkan Bryan dengan segala gundah hati dan dilemanya yang makin memuncak.
Sedang asik-asik menjalankan tugas suci di kamar mandi bawah, sayup-sayup aku mendengar Bryan mencak-mencak di luar kamar mandi dan berteriak dengan bersemangat,
“ada KOMODO di kamar mandi!!!”.
Baiklah, kupikir harus ada seseorang yang membelikan poster tabel nama-nama binatang untuknya.
Tak ada yang berani mengambil tindakan. Akhirnya kami tinggalkan saja si biawak penasaran itu memuaskan dahaga di kamar mandi. Kami (aku, Bryan dan Rifad) pergi sahur.
Pulang dari warteg, Rifad lapor Ibu kos tentang penemuan spektakuler kami. Kami menjelaskan dengan menggebu-gebu bahwa ada biawak sebesar badan anak Ibu kos yang masih balita. Beliau kalem dan tetap bersahaja, satu hal tambahan yang membuat aku berjanji tak akan telat membayar uang kos.
“Baiklah, saya ke tetangga depan dulu untuk manggil bantuan ya.”
Oke, hatipun senang dan riang. Tak lama kemudian beberapa orang bapak-bapak datang membawa berbagai perlengkapan, diantaranya karung goni dan terakhir… tas ‘kresek’ gede warna putih.
Ritual penangkapan biawak penasaran pun dimulai dengan berisik. Beberapa orang berkumpul di depan kamar mandi. Pintu dibuka perlahan dan terdengar teriakan dari sang pemimpin rombongan,
“Buseeet, ini mah bukan MUSANG tapi BIAWAK!!”
Baik, sepertinya harus ada yang mengikuti kelas tambahan ‘mendengarkan penjelasan dengan seksama’, dan anggotanya adalah Ibu kos. Beliau terbukti salah memberikan keterangan kepada bapak-bapak itu.
Entah berkat kepiawaian bapak-bapak bergelut dengan biawak atau memang si biawak sudah lemas kecapaian, ritual bersejarah itu tak memakan banyak waktu. Dan biawak penasaran pun berhasil dievakuasi. Semua senang, semua tenang.
Hingga siang hari saat laporan ini diturunkan, tak satupun dari kami mengerti, bagaimana bisa seekor biawak ukuran jumbo berhasil manjat ke lantai 2 kos-kosan dan tega-teganya numpang toilet tanpa ijin.
Tapi, biarlah pertanyaan itu tetap menjadi misteri besar yang hanya Tuhan dan si biawak yang tahu.
mantep bener
tapi,
siapa itu yg semena-mena berteriak MUSANG ?
ngawur pisan
ini seharusnya jadi cerita thriller, tapi kok dibaca malah ngakak gw ya..:)
seremnya, itu dari mana datangnya kira@, emang ada lubang atau jejaknya ga?
Gokil. Top Headline. Pastinya Keamanan di Perketat ya Sekitar Kawasan Kamar Mandi Atas, Pasca Pengusiran Paksa Biawak Penasaran yang Nekad Manjat Oleh Rombongan Tim Sukses Ibu Kos
Wkwkwkwkwk, Bryan Lupa masa kecil… masak bilangnya Komodo. =)).
Tapi makin menyeramkan aja tuh lingkungan keknya.. ati2 disana ya sobats…
Daerah mana kos2an nya? aduh ngeri banget ya, btw biawak itu biasanya disate ya sm orang2 yg doyan hi..hi…
Buas gak sih biawak itu?
LOL
Jadi dari postingan ini mari kita mengenal 3 jenis binatang. Biawak, Komodo, dan Musang *mengernyitkan dahi untuk yg terakhir.
Ih serem ih. Lo tu diikuti arwah pulau Komodo dik…
wakakakak
ceritanya gokil mas…mohon maaf saya tersesat dan sampai di blog ini.
salam kunjung…
Lucu ceritanya…. Btw, terus biawaknya dikemanain? Nggak dibunuh kan? Kasihan banget sampe bisa nyasar ke tempat manusia…
Wah jangan-jangan ada yang iseng, atau itu biawak jadi-jadian anak buah Nyi Roro Kidul yang lagi nyamar jadi biawak (kalo anak buah Nyi Roro kan pasti cantik ya, ngapain jadi biawak?) hehehe…katanya sate biawak enak?
Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx
Itulah yang dilakukan pemilik rumah dimana kamar mandi di foto ini berada untuk menggantikan fungsi pintu. Kamar mandi ini berada di lahan yang relatif sempit kurang lebih 1 2m x 1m. Akhirnya muncullah ide untuk menggantikan pintu dengan penutup lain yang tidak perlu diayun untuk dibuka tutup yaitu roller blind .