Lakon dibuka dengan perdebatan Mark Zuckerberg (Jesse Eisenberg), seorang mahasiswa Harvard University dengan pacaranya, Erica (Rooney Mara). Perdebatan yang kemudian menjadi perpecahan antara keduanya ini membuat Mark menjadi terguncang. Malam itu juga ia meretas jaringan kampus dan melakukan sebuah proyek iseng berjuluk FaceMash.com.
Kisah berlanjut. Kasus FaceMash membuat Mark harus menjalani hukuman dari universitas. Namun tetap, nama Mark Zuckerberg sebagai otak dibalik FaceMash menarik perhatian Cameron Winklevoss and Tyler Winklevoss (Armie Hammer), si kembar kaya raya yang rupanya memiliki ide serupa membuat situs jejaring sosial baru, Harvard Connection. Mark didapuk untuk menjadi programmer dan arsitek untuk proyek baru tersebut.
Tak lama setelah itu, Mark menemui Eduardo Saverin (Andrew Garfield) untuk memintanya bergabung sebagai penyandang dana dalam sebuah proyek bernama TheFacebook.
Hari-hari berlalu, Mark tenggelam dalam TheFacebook dan mulai mengabaikan Winklevoss bersaudara. TheFacebook menjadi populer dalam waktu singkat, nama Mark Zuckerberg kembali melambung tinggi karenanya. Tentu saja Winklevoss menjadi geram karena menganggap Mark mencuri ide Harvard Connection dan mengaplikasikannya pada TheFacebook.
Sesuai dengan tagline film ini, “You don’t get to 500 million friends without making a view enemies”, Mark mulai menemui kendala dengan kepercayaan. Sifat Mark yang cuek dan berlaku seenaknya membuat beberapa orang merasa tersinggung dan tersisihkan, termasuk kawan terdekatnya. Masalah menjadi rumit hingga harus berakhir di persidangan. Kisah pelik pertemanan di asrama mahasiswa, pertengkaran hingga tuntutan berbuah ganti rugi jutaan dolar mewarnai lika-liku jalan sebuah situs jejaring sosial paling berpengaruh di dunia.
Antagonis dan Protagonis
Adalah David Fincher, seorang sutradara kawakan yang menjadi dalang dibalik film berdurasi 121 menit ini. Sebelum mengerjakan The Social Network, Fincher tercatat menyutradarai film bagus berjudul The Curious Case of Benjamin Button pada tahun 2008.
The Social Network sendiri diangkat dari sebuah buku berjudul The Accidentally Billionaire karangan Ben Mezrich. Dan konon Ben meminta Eduardo Saverin untuk menjadi “penasehatnya” selama menulis. Saya belum pernah membaca The Accidentally Billionaire, tapi dengan melihat The Social Network kita akan melihat dengan jelas bahwa David Fincher telah berusaha dengan keras untuk membuat semua karakternya “hidup”.
Tokoh Mark Zuckerberg sendiri diperankan dengan gemilang oleh Jesse Eisenberg. Kesan anak muda yang berapi-api, ambisius, kutu buku dan geek berhasil dikeluarkan dengan baik.
Namun sepertinya Fincher dengan sengaja mengaburkan pemetaan tokoh antagonis dan protagonis dalam film ini. Jika selama menonton Anda melihat beberapa orang berperan sebagai tokoh jahat, Anda mungkin benar. Tapi secara bersamaan saya melihat semua tokoh berpotensi menjadi antagonis. Mark, Eduardo, Winklevoss bersaudara atau Sean Parker (diperankan oleh Justin Timberlake, sang pendiri Napster dan pada akhirnya ikut masuk mengurus Facebook) semua secara bergantian menjadi tokoh baik dan buruk. Perhatikan dengan baik.
Namun terlepas dari penilaian baik dan buruk para kritikus film, atau gosip bahwa para pendiri Facebook sendiri yang enggan menyaksikan film ini karena dinilai terlalu melenceng dan berlebihan, The Social Network tetap menjadi pilihan yang baik untuk mengisi akhir pekan Anda.
Gambar : wikipedia
Kekaguman itu termasuk juga kepada Mark Zuckerberg yang kebetulan memilik persamaan dengan saya yaitu usia dan bidang pekerjaan. Cerita yang diawali pertengkaran mark dengan teman kencannya dan diakhiri kenyataan pahit bahwa he was dumped by a girl saya gak tau apakah erica itu bener-bener ada dan kalau dia bener ada saya yakin sejuta kali yakin kalau dia menyesal pernah membuang seorang Mark . He started to revenge by ranking the university girls over the states yang jaringannya lemah sehinngga dengan gampang dibobol oleh mark ..Respon terhadap website tersebut ternyata di luar dugaan dan diakses oleh ribuan mahasiswa dalam semalam.
Kekaguman itu termasuk juga kepada Mark Zuckerberg yang kebetulan memilik persamaan dengan saya yaitu usia dan bidang pekerjaan. Cerita yang diawali pertengkaran mark dengan teman kencannya dan diakhiri kenyataan pahit bahwa he was dumped by a girl saya gak tau apakah erica itu bener-bener ada dan kalau dia bener ada saya yakin sejuta kali yakin kalau dia menyesal pernah membuang seorang Mark .