Seorang pelajar SMU di Amerika bernama Nathan Harper (Taylor Lautner) memiliki tubuh yang atletis dan tentu saja, berprestasi di bidang olah raga serta menguasai beberapa cabang ilmu bela diri. Dia tinggal dengan damai bersama kedua orang tuanya. Mereka tergolong kelauarga berada dan bahagia.
Hingga pada suatu hari secara tidak sengaja Nathan menemukan foto masa kecilnya di sebuah situs pencarian orang hilang. Lebih mengejutkan lagi, di situs tersebut disebutkan anak yang mirip dengan dirinya bernama Steven Price dan belum ditemukan hingga saat ini. Nathan yakin seratus persen bahwa foto orang hilang itu adalah dirinya. Lalu bagaimana dia menjelaskan dua orang yang tinggal bersama sebagai orang tuanya selama ini ?
Masalah mulai bertambah rumit ketika 2 orang berpakaian rapi datang dan membunuh orang tua Nathan. Dan ia terpaksa melarikan diri bersama Karen Murphy (Lily Collins), teman masa kecilnya. Pelarian Nathan tidak mulus sama sekali. Beberapa kali ia terlibat perkelahian dengan orang-orang dewasa dengan kemampuan yang lebih hebat.
Rupanya Nathan adalah anak kandung seorang agen CIA yang cukup disegani, Martin Price. Paska kematian ibu kandungnya, Nathan dipercayakan kepada sepasang agen untuk mengasuh dan membekali Nathan ilmu perlindungan diri yang dibutuhkan.
Ayah kandung Nathan mencuri data rahasia dari seorang agen lepas bernama Viktor Kozlow (Michael Nyqvist). Kozlow mengirim orang-orang terbaiknya untuk menangkap Nathan dan menggunakannya sebagai alat pertukaran. Meskipun mendapat bantuan dari beberapa teman dekat ayahnya, Nathan masih harus berusaha sekuat tenaga untuk tetap selamat dan menjaga agar data rahasia yang kini ada di tangannya tetap aman.
Konspirasi, intrik dan permainan licik para penegak hukum Amerika mewarnai pelarian Nathan.
Film ABG
Film ini secara terang-terangan menonjolkan pesona Taylor Lautner sebagai pemeran utama. Hal tersebut bisa dimengerti mengingat sang Jacob Black telah lebih dulu mempesona banyak wanita lewat film-film terdahulunya. Akibat sampingannya menurut saya tokoh-tokoh yang lain jadi kurang mendapatkan porsi penokohan yang kuat. Peran orang tua angkat Nathan, para agen CIA yang seharusnya bisa digali lebih dalam terkesan ditelantarkan begitu saja.
Memang terdapat adegan-adegan yang cukup menegangkan di beberapa bagian, tapi untuk kelas film beraliran action, Abduction sepertinya kurang bisa diunggulkan. Saya malah lebih bisa melihat muatan romantika remaja yang lebih kompleks. Kisah percintaan khas anak baru gede (abg) yang masih labil dan menggebu-gebu justru mendapat porsi yang lebih besar.
Proses bagaimana hingga Nathan bisa melarikan diri bersama teman wanitanya, juga terkesan terlalu dipaksakan. Terlalu ngotot meraih kesan romantis dan membuat film ini mirip telenovela.
Rentang waktu pembuatan film ini juga terbilang cukup singkat, hanya sekitar 4 bulan saja. Mengingat jadwal Taylor yang harus segera memulai proses produksi film lanjutan Twilight.