The Joshua Files #3 : Zero Moment

In buku, review on 3:29 am

Judul Buku : The Joshua Files #3 : Zero Moment
Pengarang : M.G. Harris
Penerjemah: Nina Andiana
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2011
Tebal Buku : 368 halaman
Harga di Gramedia : Rp 50,000.00

Kisah ini bermula ketika seseorang bernama Itzamna yang entah berasal dari mana (dan dari dimensi waktu yang mana) dengan seenaknya berjalan-jalan melintasi ruang dan waktu. Kembali ke masa-masa keemasan suku Maya di Meksiko dan menuliskan buku-buku tentang masa depan. Tentang apa yang akan terjadi pada tahun 2012, rumus-rumus kimia dan teknologi modern yang bisa diaplikasikan siapa saja.

Ribuan tahun kemudian, adalah Josh Garcia, seorang anak dengan gen Bakab — keturunan bangsawan suku Maya — mulai mengalami kejadian-kejadian aneh. Serangkaian pertanyaan dan petualangan yang sudah dimulai sejak buku pertama, kini makin serius. Darahnya menjadi sangat diinginkan oleh sebuah sekte bernama Huracan, untuk dijadikan bahan percobaan di laboratorium mereka.

Sementara itu Josh juga dilindungi oleh sekelompok masyarakat yang tinggal di sebuah tempat aneh dan tersembunyi bernama Ek Naab. Kelompok ini berhasil menerjemahkan buku-buku yang ditulis Itzamna dan memiliki teknologi-teknologi super modern.

Satu hal yang masih menjadi misteri dan diburu semua pihak adalah gelang Itzamna. Sebuah alat yang konon digunakan Itzamna untuk menjelajah ruang dan waktu. Namun ketika Josh menemukannya, gelang tersebut rusak dan tak bisa digunakan.

Segalanya dipertaruhkan. Josh harus memperbaiki gelang Itzamna, pergi ke masa lalu dan memperbaiki beberapa hal, sekaligus berusaha menghindari kejaran sekte yang menginginkan dirinya sebagai kelinci percobaan.

Buku Ketiga

Buku ini mudah dicerna. Tapi tentu hanya jika sudah menyelesaikan kedua buku pendahulunya. Semua menjadi terhubung. Sedikit demi sedikit misteri yang melingkupi semua pencarian si Josh Garcia mulai terkuak.

Jika kita cukup jeli, kita akan menemukan beberapa perbedaan dalam buku ketiga ini. Di sini M.G. Harris mulai menyusupkan muatan percintaan, ikatan emosional dan drama yang fantastis. Di buku-buku sebelumnya, penulis lebih menonjolkan petualangan. Cerita Josh tersesat di hutan, kejar-kejaran yang berbahaya hingga disekap di ruang bawah tanah.

Tapi tidak lantas hal-hal seru seperti itu tak bisa ditemui di buku ketiga ini. Justru sebaliknya, kisah-kisah menegangkan tetap mendominasi, namun bagaimana Josh mulai jatuh cinta pada Ixchel, suasana tegang ketika Josh tahu bahwa ibunya mulai dekat dengan pria lain sepeninggal ayahnya. Buku ini benar-benar terasa lengkap.

Novel ini membuat kita kaya, mau tak mau kita akan dipacu untuk menjadi lebih kritis. Harus memilah dengan jelas bagian mana yang fiktif, dan mana yang nyata. Sebab seperti yang kita tahu bahwa peradaban Maya memang benar-benar ada, tapi tentu saja kisah Itzamna yang berjalan-jalan menembus dimensi ruang dan waktu hanya imajinasi penulis.

Gambar : goodreads.com

Andika Kurniantoro,
Blogger paruh waktu. Karyawan di sebuah perusahaan swasta Indonesia. Lajang. Gemar menonton film dan membaca buku sejarah.

Related posts ...

    Comments ...

  1. Hanif Mahaldi | 20 December 2011 | 22.56

    oh, novel ya?

It is your turn now!