kebohongan masa kecil

In Live & Society, masa kecil on 9:40 am

children_safe_toybeberapa hari terakhir saya menjadi lebih sering melamun, entah apa sebabnya. dan 70% bahan lamunan saya berkutat di sekitar kenangan-kenangan masa kecil. ya, masa kecil seakan meninggalkan memori yang tak pernah kering.

salah satu hal yang paling saya ingat saat itu adalah kecenderungan untuk berbohong (pada umumnya saat berbincang dengan teman). entah apa sebabnya yang jelas anak-anak kecil pada masa saya dulu itu gengsinya luar biasa tinggi, lebih tinggi dari pohon-pohon kelapa yang sering kami panjat dengan gembira setiap sore.

saya pun demikian, saya ingat betul bagaimana dengan bangganya (dan bohongnya) saya mengatakan bahwa rumah saya memiliki antena parabola (entah apa sebutannya untuk antena jenis ini) anda pasti masih ingat sekitar tahun 90-an awal tingkat sosial masyarakat selalu dinilai dengan harta kekayaan yang umumnya ditandai dengan apa yang dimiliki. televisi, mobil, motor, sawah dan… antena parabola.

tentu saja teman-teman menjadi sangat “respect” terhadap saya. keadaan menjadi berbalik tatkala beberapa orang dari mereka berencana datang berkunjung ke rumah, bisa dibayangkan betapa paniknya saya pada saat itu, jangankan parabola, televisi saja masih hitam-putih dan hanya bisa menyiarkan tvri.

bahkan ada teman saya yang dengan berani (dan sok tau) mengatakan bahwa rumahnya dilengkapi dengan elevator, tentu saja pada waktu itu tak banyak yang tahu apa itu elevator. saya juga tak habis pikir dari mana teman saya mendengar istilah itu.

demikian, hari-hari berjalan dengan penuh keluguan. berbohong? ah, jangan terlalu dirisaukan. anak kecil akan mengagumi apa yang mereka dengar pada suatu hari dan akan melupakannya dengan mudah keesokan harinya. setidaknya itulah yang membuat masa kecil kami berlalu dengan kocak, harmonis dan selalu menyenangkan untuk diingat.

Andika Kurniantoro,
Blogger paruh waktu. Karyawan di sebuah perusahaan swasta Indonesia. Lajang. Gemar menonton film dan membaca buku sejarah.

Related posts ...

    Comments ...

  1. yangputri | 4 August 2009 | 10.11

    berbohong pada waktu kecil mah blom berdosa kali yeee….
    tapi kalo sekarang berbohong, wadooh ……… !!! :D

    makanya, bohongnya diabisin waktu kecil aja, jadi kalo udah gede udah bosen ngeboong.. :p

  2. idana | 4 August 2009 | 10.51

    kebohongan di waktu kecil udah biasa kali yaaa….karena di situ masanya kita mencari perhatian. tak jarang memang kita membuat kebohongan untuk dapat perhatian itu :D

    anak kecil mana yang gak suka jadi pusat perhatian. heheh

  3. matanaga | 4 August 2009 | 10.59

    berbohong identik dgn masalah harga diri
    ada baik, ada tidak nya
    kebanyakan….. tidak baiknya ;)

    Jarang anak kecil yg udah ngerti mana yg baik sama yg enggak, ya ndak ?

  4. Juliawan | 4 August 2009 | 13.50

    setuju kalo berbohong itu pasti kebanyakan ga ada baiknya

  5. uni | 4 August 2009 | 15.52

    hehe, rumah pake elevator??? waaah rumahnya berapa tingkat tuch :D salah satu ciri khas yg kerap ditemui pada anak kecil yaitu berbohong

  6. rinjari | 4 August 2009 | 16.56

    saling membanggakan diri dengan berbohong ya…
    lucu ya…. klw ingat zamannya masih kecil :)
    lam kenal yah

  7. grubik | 4 August 2009 | 20.51

    Wakaka.., kebohongan yg indah yo?
    Kadang, bohong itu menyehatkan…

  8. sakurata | 5 August 2009 | 06.16

    Dan satu hal…
    Biasanya sebuah kebohongan akan menciptakan kebohongan yang baru. Jadi ingat juga di masa kecil dulu, tidak jarang sering berbohong terutama kalo ditanya sudah mandi apa belum, hehehe

  9. morishige | 5 August 2009 | 10.45

    hehe.. iya tuh. masa kecil itu adalah masa yang penuh kegengsian… huehehe..

  10. Hilman | 5 August 2009 | 11.04

    Asal jangan kebawa sampe gede aja kebiasaan bohongnya… :)

  11. anny | 5 August 2009 | 13.13

    Konsekuensi bohong itu adalah membodohi diri sendiri ya

  12. Aribicara | 5 August 2009 | 17.09

    Wakakak….

    Kalau ak langsung cri wajan yg gede lalu ak balik dan bilang,ini parabolaku :-D ckckck..

It is your turn now!