saya teringat kala kecil dulu, setiap masa sahur tiba ibu akan membangunkan seluruh anggota keluarga untuk bersantap sahur bersama, pada waktu itu belum ada jam ber-alarm di desa kami sehingga andai ibu tak terbangun tepat pada waktunya kami sekeluargapun tak bersantap sahur.
setelah mencuci muka acara makan pun dimulai dilanjutkan dengan mengaji bersama bapak sembari menunggu subuh.
demikian yang saya ingat kala itu. sudahlah kita tinggalkan saja masa kecil saya, saat ini ada hal yang menggelitik saya setiap masa sahur tiba. yaitu tayangan di televisi yang jika kita amati semuanya sangat seragam, tak ada muatan ceramah atau dakwah di sana, melainkan acara komedi dan bagi-bagi hadiah via kuis telepon.
entah apa sebab pastinya namun menurut kacamata saya pribadi bulan ramadhan benar-benar telah membawa barokah bagi segenap umat. baik pahala, ampunan dan tentu saja rupiah. mari kita lihat televisi, iklan-iklan didominasi oleh sajian kuliner, komedi yang ditumpangi sponsor-sponsor tunggal hingga duit yang didapat dengan mudah hanya dengan menelepon dan menjawab pertanyaan yang amat mudah. rasanya tayangan ceramah dan dakwah semakin terdesak saja keberadaannya.
jika boleh saya tunjukkan hitungan saya, di bulan ramadhan yang suci ini tayangan dakwah bertambah 20% dan tayangan komedi bertambah 120%.
bagaimana menurut sampeyan ?
aku ga tau sih bro ga punya tipi
“sampeyan perlu bersukur kalo begitu mbak yu
”
hahha… bundaran UGM jadi pasar tiban tiap sorenya… kita ‘dipaksa’cuci mata tuh jadinya…
hehe
“kedengerannya menarik mas bro, kapan-kapan kita nyuci mata bareng disana yah
”
Benar..
Semua station tv hny menyuguhkan komedi n kuis
sementara acara siraman rohani jarang qta temukan..
Akhirnya…
Apa yang pernah ‘diisaratkan’ oleh Rasulullah berabad2 yang lalu mulai terjadi…
“Tontonan jadi Tuntunan, Tuntunan jadi Tontonan”
Semoga, kita menjadi orang2 yang ‘eling dan waspodo’
Ramadhan itu bulan penuh rahmat dan berkah.
Tentunya berkah ini agar kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah.
Walaupun syeitan sudah dirantai tapi syaitan-syaitan berwujud nyata sangat banyak mengganggu ibadah kita.
Mari kita kurangi hal-hal yang sia-sia…karena hal sia-sia bisa mengurangi nilai dan pahala Puasa kita.
Perbanyak Tilawatul Qur’an dan Perpanjang Qiyamul lail.
Semoga kita semua bisa meraih kemenangan di akhir Ramadhan…Amin…
Iya nih sekarang tausiyah di tv bukan lagi siraman rohani, tapi dagelan dan pelawakan rakyat ya mas
ya mas barokah bagis emua orang mulai dari atas hingga bawah…bener banget jika disebut juga bulan penuh hikmag dan berbagi
Ibadah itu adalah pahala masing-masing.. dan dalam menjalankan ibadah tentunya godaan itu pasti ada, ya termasuk si tayangan TV itu..
, hidup di jamanakhir macam sekarang ini, semua sudah tumpang tindih.. tinggal dikembalikan kepada masing-masing individu saja..
Meninggalkan tontonan2 itu kemudian lanjut dengan amalan dan ibadah adalah keputusan yang bijak, kembalikanlah semuanya kepada tuntunan dalam Alqur’an dan Hadist – insyallah akan terang bedanya mana yang berpahala mana yang mudhorot..
Salam hangat dari afrika barat, seneng udh bisa mampir kesini
komedinya saur manuk,semua ngomong jadi nggak jelas juntrungannya.bikin perut mules.
Salam dari Surabaya