Pedesan Entog Khas Indramayu

In jalan-jalan, makan-makan on 1:35 pm
pedesan entog indramayu

pedesan entog indramayu

Tak jauh dari Cirebon, ada sebuah kota pelabuhan yang lain, Indramayu. Dengan luas wilayah 2.000,99 km persegi dan jumlah penduduk 1.749.000jiwa (data tahun 2003) Indramayu merupakan kota kecil yang relatif sepi dan lengang.

Kultur masyarakat, kondisi alam hingga sajian khas kulinernya pun tak jauh berbeda dengan cirebon. Namun saya mendapat informasi bahwa ada satu hidangan khas indramayu yang kurang dikenal oleh masyarakat dari luar, yakni pedesan entog.

Dengan berbekal informasi yang cukup, saya segera meluncur ke kawasan Dayung (sebuah telaga/bendungan yang kerap dijadikan lintasan olahraga dayung). Di sepanjang jalan di pinggiran bendungan tersebut kita dengan mudah menemukan warung-warung yang menjual pedesan entog.

Bahan utamanya adalah daging entog (itik atau mentog dalam bahasa jawa). Disajikan dengan kuah dan bumbu semacam semur atau gulai, namun dengan rasa pedas yang lebih menggigit, sesuai dengan namanya tentu saja.
Pas sekali disantap di sore hari sambil menikmati pemandangan matahari terbenam di pinggiran bendungan. Dimakan panas-panas dengan nasi dan kerupuk, membuat liburan akhir pekan saya terasa semakin bermakna sampai pada penghujungnya.


pedesan entog
kawasan dayung (lintasan timur)
indramayu, jawa barat

Andika Kurniantoro,
Blogger paruh waktu. Karyawan di sebuah perusahaan swasta Indonesia. Lajang. Gemar menonton film dan membaca buku sejarah.

Related posts ...

    Comments ...

  1. hes | 3 July 2009 | 12.18

    .. waa!! googling dulu ah cari resepnya :) nyam. btw, kuahnya kental apa cair? thx

  2. Pak Bakul | 3 July 2009 | 12.54

    kalau tak salah ingat kuahnya bersantan. plus agak berminyak juga..

  3. MasukDapur » Blog Archive » Pedesan Entog | 14 July 2009 | 15.14

    [...] ke Blog Bakulrujak dan ‘mencicipi’ pedesan entog mengingatkan saya tentang janji sahabat saya sejak SMA untuk singgah di kampung halamannya dan [...]

It is your turn now!