seputar media dan segala kuasanya

posted by Bakul Rujak on 2009.09.10, under Bener-bener Blog, Live & Society
10:

media berarti sarana penghubung atau penyampai informasi. jauh pada masa lalu media massa atau pers berarti sekumpulan orang yang biasa disebut jurnalis mengumpulkan informasi yang terjadi (yang kemudian disebut berita) untuk disampaikan kepada masyarakat.

rasanya bukan pada tempatnya saya menyampaikan bahan mata kuliah pengantar jurnalistik disini. sekarang bagaimana pengaruh media massa bagi masyarakat? jawabannya adalah diluar dugaan kita. para pemimpin besar dunia pada umumnya dan indonesia pada khususnya menaruh perhatian yang sangat besar pada media massa. tak perlulah saya ingatkan kembali apa yang terjadi pada masa orde baru yang bisa dibilang merupakan era kelam bagi dunia jurnalistik indonesia. begitu orde baru tumbang dan reformasi bergaung kaum jurnalis seakan mendapat angin segar yang sudah sangat lama hanya berupa impian.

apa yang terjadi? istilah yang sering kita sebut sebagai kebebasan pers, apalagi setelah dipayungi UU no 40 tahun 1999 membuat pers menjadi nyaris tak terbatas ruang lingkupnya. pada masa awal dicetuskan, semua pihak (atau sebagian besar pihak) berbahagia. pers menjadi lebih bebas berekspresi dan meng-eksplorasi, sedang masyarakat mendapat informasi yang (diklaim) akurat dan transparan. transparansi menjadi doktrin mutlak segala hal yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. pemilu, apbn, rumah tangga negara, penyelenggaraan tender dan sebagainya wajib terbuka terhadap pers. dan setelah sekian lama, beberapa oknum mulai gerah dengan para pencari warta yang seakan tak pernah lelah mengikuti kemana pun mereka pergi. ruang gerak semakin sempit, negara dan para punggawanya menjadi seakan tak punya privasi lagi.

di sisi lain, mari kita lihat lebih dekat bagaimana masyarakat menyikapi informasi yang mereka terima dari media massa. mari bersikap jujur, penggunaan istilah dalam pemberitaan memegang peranan penting di sini. masyarakat (awam) akan menelan mentah-mentah apa saja yang mereka saksikan dan dengar dari media massa. saya jadi teringat beberapa hari yang lalu ada sebuah stasiun televisi swasta yang pada saat itu sedang mengangkat masalah klaim malaysia terhadap tari pendet dan beberapa aset budaya indonesia. stasiun tv tersebut (melalui pembawa acaranya) sering sekali menggunakan istilah klaim, mencuri, menghina. dan kemudian perang, tentara, senjata, serang, ganyang dan diulang-ulang.

menurut anda bagaimana masyarakat mencerna informasi semacam ini? saya saja yang kebetulan ikut menyaksikan program tersebut menangkap pesan yang tersirat bahwa perang dan pengganyangan adalah harga mati yang tak bisa dihindari (terlepas bagaimana maksud sebenarnya dari program tersebut). lalu bagaimana dengan fungsi pers yang didengungkan sebagai fungsi informasi, pendidikan, hiburan, kontrol sosial dan ekonomi ? mari kita telaah lagi, berapa banyak porsi program televisi dan media massa pada umumnya yang membawa muatan pendidikan? lalu bagaimana pula dengan slogan pers yang dikatakan netral dan tak memihak?

menyambung masalah privasi negara, belakangan dpr kita sedang membicarakan tentang rancangan undang-undang mengenai rahasia negara (yang tentu saja ditentang habis-habisan oleh para penggiat pers). apa yang akan terjadi kemudian? mari kita saksikan bersama-sama, pemirsa. :)

sebentar, apa sampeyan merasa tulisan saya terlalu memprovokasi? tenang saja, ini hanya opini saja, tak lebih. ya, mumpung belum ada issu dikeluarkan undang-undang pelarangan beropini, mari kita manfaatkan hak yang satu ini dengan maksimal. setuju ?

comment

walaupun saya kutrang tau dengan media informasi..
tapi saya sangat tertarik untuk bernaung di bidang itu..

musziandi ( September 10, 2009 at 2:35 pm )

saya kurang mengerti tentang media… dan itu bukan bidang saya… nanti akan saya pelajari dulu ya…

baru komen deh ;)

yangputri ( September 10, 2009 at 2:40 pm )

Kalo Saya pribadi berprinsip, kebebasan itu perlu tapi kalo kebablasan ya perlu digebuk :mrgreen:

sakurata ( September 10, 2009 at 3:46 pm )

kak dikadikooo…..numpang tenarrr,,,,hahahahaha

kartikatikatiko ( September 10, 2009 at 4:33 pm )

sepertinya paramedia sudah mulai rating oriented semuah…
hati-hati dengan tayangan media..saringan yang dibutuhkan semakin banyak..
aha…gimana kalo nonton tepeeri aja?:)

Yessi ( September 10, 2009 at 9:48 pm )

media itu lebih berkuasa dari seorang penguasa, hehe

uni ( September 11, 2009 at 7:50 am )

Media memang ajang promosi bagi kaum elite kadang2

Revan ( September 11, 2009 at 12:51 pm )

sepertinya agak sulit kang..media (dalam hal ini berita)bisa menjadi wadah informasi yg betul2 netral dan tak memihak

neneksihir ( September 11, 2009 at 3:53 pm )

Media membuat kita tau yg tadinya gak tau :D

anny ( September 12, 2009 at 10:14 am )

Hmm…Lama ga mampir,
met lebaran ya maz :P

Widdy ( September 12, 2009 at 4:15 pm )

Aku pernah Membuat tulisan “Peran Media dalam Membangun Opini Publik” semuanya memang bener banget apa yg tertulis dalam ulasanmu ini Bro ..

Smoga media dalam memberikan informasi bukanlah sampah tapi memang bener2 sesuatu informasi yg layak untuk dikonsumsi publik :)

Salam :)

aribicara ( September 13, 2009 at 8:21 am )

semoga kita selalu bisa bebas beropini dan tetap memberikan infomasi yang berguna buat masyarakat

dbloggersuroboyo.blogdetik.com ( September 14, 2009 at 1:22 am )

sebagai media yang menjunjung tinggi kebebasab press maka semangat jurnalistik nurani (istilahku) harus sesuai dengan kepribadian bangsa dan tidak seenaknya juga menulis. provokasi untuk keberlangsungan proses demokrasi adalah wajar dan peranan media sebagai mediator atara harapan rakyat bisa di wujudkan. dalam hal pengayangan malaysia pada kasus ini biasanya hanya di permukaan awal tapi selanjutnya juga akan menghilang.

kawanlama95 ( September 14, 2009 at 10:23 am )

gak provokasi koq
wajar aja punya opini dibalik kemisteriusan ini

julie ( September 14, 2009 at 1:27 pm )

jangan terlalu percaya sama media

idana ( September 14, 2009 at 2:02 pm )

Karena negara ini ngurusin semua kepala yg hidup dan yg mati .. :) di sini, maka tentu saja segala macam anggaran dll sudah sepantasnya dibuka untuk umum agar tidak ada penyelewengan di dalamnya.

Salam. 8-)

Lamunadi ( September 14, 2009 at 3:03 pm )

Saya berpendapat, sebagian besar masyarakat kita lebih memerlukan sembako murah daripada informasi yang sebesar-besarnya dari media. Apalagi ternyata media blum mampu mendidik masyarakat secara obyektif.

Saya bukannya ndak setuju kebebasan mendapatkan informasi. Tapi kok masyarakat kita sepertinya blum siap dengan informasi yang dibeberkan secara vulgar seperti sekarang.

pushandaka ( September 14, 2009 at 6:20 pm )

Please Leave a Reply

TrackBack URL :

pagetop

  • Terbaru

  • Komentar

  • Archives

  • Tags