<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakul Rujak</title>
	<atom:link href="http://bakulrujak.com/author/admin/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bakulrujak.com</link>
	<description>Untuk hidup yang selalu menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 May 2012 16:41:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>15 Kesalahan dalam Branding</title>
		<link>http://bakulrujak.com/643/15-kesalahan-dalam-branding</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/643/15-kesalahan-dalam-branding#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2012 06:36:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[15 Kesalahan dalam Branding]]></category>
		<category><![CDATA[buku branding]]></category>
		<category><![CDATA[herman kwok]]></category>
		<category><![CDATA[lani usagi]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=643</guid>
		<description><![CDATA[Tak peduli apakah Anda seorang praktisi branding dan marketing, mahasiswa dengan jurusan serupa ataupun orang yang benar-benar awam seperti saya, buku ini memberi pencerahan dan pengalaman baru yang tak bisa didapat dari buku-buku marketing yang lain.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-644" href="http://bakulrujak.com/643/15-kesalahan-dalam-branding/15-kesalahan-dalam-branding170"><img class="alignleft size-full wp-image-644" title="15-kesalahan-dalam-branding" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2012/05/15-kesalahan-dalam-branding170.jpg" alt="15-kesalahan-dalam-branding" width="170" height="260" /></a>Judul Buku : <strong>15 Kesalahan dalam Branding</strong><br />
Pengarang : <strong>Herman Kwok, Lani Usagi, Branca Pradana</strong><br />
Penerbit : <strong>de Britz</strong><br />
Tahun Terbit : <strong>2009</strong><br />
Tebal Buku : <strong>x + 160 halaman</strong><br />
Harga di Gramedia :<strong> Rp 50,000.00</strong></p>
<p>Sesuai dengan judulnya, buku setebal 170 halaman ini membedah kesalahan-kesalahan yang jamak dilakukan para pelaku <em>branding</em> dan marketing. Disusun dengan format komik, ketiga penulisnya berharap para pembaca akan dengan mudah dan cepat menyerap pesan-pesan yang ingin disampaikan.</p>
<p>Dibidani oleh Herman Kwok, Lani Usagi dan Prada Kusuma,  rasanya para pembaca tak perlu ragu lagi mengenai kualitas isi buku-komik yang konon adalah yang pertama di Indonesia ini. Lewat kata pengantar dari penulis, Herman Kwok yang juga merupakan direktur Semut Api Colony mengungkapkan bahwa dengan kemasan komik diharapkan para pembaca bisa mendapatkan alternatif bacaan yang lebih sederhana, ringan dan mudah dimengerti.</p>
<p>Secara pribadi, melaui buku ini saya jadi mengerti bahwa semua orang layak memahami konsep dasar branding. Di bab pertama secara gamblang penulis mengungkapkan kesalahan pemahaman yang sangat mendasar, yaitu menganggap sama antara <em>branding</em> dengan marketing, yang pada kenyataannya adalah sangat berbeda. Apa perbedaannya? Tentu saya tidak akan menjabarkannya di sini, karena Anda akan mendapatkan lebih banyak pengalaman dan pemahaman dengan membaca bukunya.</p>
<p>Satu hal lagi yang membuat para pembaca lebih mudah menyerap pesan yang ingin disampaikan, adalah format penyajiannya yang berupa komik. Maka dengan sendirinya ilmu <em>branding</em> yang sangat berharga langsung disampaikan beserta contoh-contoh kasus yang sering kita jumpai sehari-hari. Contohnya, untuk menyampaikan pesan bahwa<em> internal branding</em> adalah suatu hal yang sangat penting, para penulis memberi contoh kasus sebuah toko arloji yang menerapkan <em>internal branding</em> secara asal-asalan, hingga akhirnya membuat para konsumen kecewa. Efektif sekali.</p>
<p>Walaupun secara keseluruhan buku ini sangat menarik dan masuk dalam daftar &#8220;wajib baca&#8221;, saya menemukan beberapa hal yang terasa mengganjal. Salah satunya adalah alur cerita yang coba dipaparkan. Poin mendasar yang perlu diingat adalah terdapat perbedaan metoda penulisan buku yang naratif dengan teknik penulisan komik. Bisa saja seorang penulis sangat piawai dalam menulis karya-karya naratif yang deskriptif, namun belum tentu sukses dalam menulis komik. Karena komik adalah visualisasi percakapan langsung, yang lebih banyak menggunakan ragam bahasa lisan, dan bukan tulis. Namun apakah lantas semua bahasa slang dan kiasan yang lazim kita gunakan dalam percakapan bisa dimasukkan ke dalam bahasa komik? Tentu saja tidak. Menurut saya jika kita ingin membuat karya berupa komik, maka ajaklah seorang komikus untuk menjadi editor.</p>
<p>Kemudian desain kulit buku (<em>cover</em>) juga kurang mengundang untuk ukuran sebuah komik. Coba perhatikan desain <em>cover </em>buku ini, dan Anda akan mengerti maksud saya. Sepertinya saya tak perlu lagi menjelaskan seperti apa desain <em>cover</em> komik yang baik dan cukup menarik. Kita bisa banyak belajar dari komik-komik luar negeri yang sudah populer. Saya tidak mengatakan bahwa kita harus meniru mereka, namun kita harus benar-benar belajar dari perilaku pasar. Untuk kelas komik, desain <em>cover</em> seperti apa yang paling sesuai dan diminati?</p>
<p>Namun seperti yang saya katakan di awal, buku ini sangat layak dibaca. Banyak sekali ilmu baru yang akan didapat. Tak peduli apakah Anda seorang praktisi <em>branding</em> dan marketing, mahasiswa dengan jurusan serupa ataupun orang yang benar-benar awam seperti saya, buku ini memberi pencerahan dan pengalaman baru yang tak bisa didapat dari buku-buku marketing yang lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/643/15-kesalahan-dalam-branding/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Negeri 5 Menara, Sebuah Film</title>
		<link>http://bakulrujak.com/639/negeri-5-menara-sebuah-film</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/639/negeri-5-menara-sebuah-film#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 16:27:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[best seller]]></category>
		<category><![CDATA[negeri 5 menara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=639</guid>
		<description><![CDATA[Randai dan Alif, sama-sama bertekad untuk merantau ke Jawa dan menaklukkan ITB. Namun, apa lacur, rupanya orang tua Alif lebih memilih anaknya menjadi ahli agama. Pondok pesantren ternama di Jawa Timur menjadi tumpuan harapan orang tua Alif bagi anak laki-laki mereka merajut masa depan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2012/02/poster-film-negeri-5-menara170a.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-640" title="poster-film-negeri-5-menara" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2012/02/poster-film-negeri-5-menara170a.jpg" alt="" width="170" height="250" /></a>Lakon </em>diawali dengan gambar lanskap danau Maninjau yang memukau, dua orang <em>ABG </em>berlarian dengan semangat menggebu. Kelulusan Sekolah Menengah Pertama disambut dengan gegap gempita.</p>
<p>Randai dan Alif, sama-sama bertekad untuk merantau ke Jawa dan menaklukkan ITB. Namun, apa lacur, rupanya orang tua Alif lebih memilih anaknya menjadi ahli agama. Pondok pesantren ternama di Jawa Timur menjadi tumpuan harapan orang tua Alif bagi anak laki-laki mereka merajut masa depan.</p>
<p>Demikianlah yang terjadi, perpisahan. Randai tetap dengan tekadnya untuk menjadi &#8220;Habibie&#8221; serta Alif yang harus memutar haluan dan belajar agama.</p>
<p>Halaman baru disibak. Alif kini nyantri di pondok pesantren Madani, Ponorogo, Jawa Timur. Ia dengan cepat berkawan dengan sesama santri penghuni asrama.  Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa.</p>
<p>Tak mudah rupanya bagi Alif untuk mengubur impiannya begitu saja. Berbagai upaya ia lakukan. Menyibukkan diri di lingkungan pondok, menghabiskan waktu dengan kawan-kawan rupanya tak juga meredakan kegelisahannya.</p>
<p>Hingga pada suatu hari, kawan dekatnya, Baso dai Gowa harus pulang ke kampung halaman karena kewajibannya sebagai cucu dari seorang renta tak bisa lagi mendapat toleransi. Jiwa muda Alif kembali menggelegak, surat dilayangkan ke kampung halaman. Pindah! Keputusan bulat sudah.</p>
<p>Tapi tentu saja tidak mudah, kawan-kawan yang lain berusaha habis-habisan agar Alif mau mengubah pendiriannya. Ujian besar di pundak Alif. Keputusan masih bisa berubah. Melanjutkan nyantri, atau kembali ke jalur lama, bergabung dengan Randai menantang masa depan yang lain?</p>
<p><strong>Film yang terselamatkan</strong></p>
<p>Film ini begitu ambisius. Membuat film yang diangkat dari buku super populer memang bukan perkara gampang. Novel Negeri 5 Menara konon adalah novel <em>best seller</em> dengan 12 kali cetak dan memegang rekor sebagai penjualan terbaik Gramedia selama 37 tahun terakhir.</p>
<p>Tentu saja buku adalah buku, dan film adalah film. Keduanya memiliki elemen dan unsur yang sama sekali berbeda. Kejadian demi kejadian di pondok terasa menjadi penggalan-penggalan yang tak terhubung. Mungkin akibat alur yang terlalu dipadatkan. Saya belum membaca novel Negeri 5 Menara dan benar-benar dibuat bingung.</p>
<p>Tak perlu menjadi pengamat film profesional untuk menyadari bahwa ada kejanggalan mendasar di film ini. Lompatan yang begitu mengganggu di akhir cerita. Dari suasana gegap gempita pentas seni di pondok pesantren, kemudian berpindah ke jantung kota London yang mewah. Apa yang terjadi? Kemudian sosok para wartawan yang melakukan aktifitas peliputan dan lain sebagainya. Tak lama kemudian film berakhir. Baiklah, sepertinya saya harus menebus kebingungan ini dengan membaca novel tebal itu.</p>
<p>Sisi positifnya, film ini seolah <em>terselamatkan</em> oleh beberapa hal. Yang pertama adalah penokohan yang kuat. Sosok Alif yang selalu menampilkan kegelisahan, kawan-kawan pondoknya dengan karakter khas masing-masing, Kiai Rai (Ikang Fauzi) yang nyentrik. Menghibur sekali.</p>
<p>Yang kedua adalah peran aktor-aktor senior yang terlibat juga menjadi nilai tambah. Sebut saja Ikang Fauzi, David Chalik, Doni Alamsyah dan Lulu Tobing yang konon kembali berakting setelah istirahat selama 6 tahun.</p>
<p>Dan satu lagi, lanskap alam yang dieksplorasi habis-habisan juga membuat film ini layak ditonton. Danau Maninjau, sawah mengjijau dan pegunungan yang ditangkap dengan baik. Sepertinya bisa sedikit menutup segala kekecawaan saya akan kekurangan-kekurangan yang saya ulas di awal.</p>
<p><em>*Gambar : the-marketeers.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/639/negeri-5-menara-sebuah-film/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mission: Impossible – Ghost Protocol</title>
		<link>http://bakulrujak.com/634/mission-impossible-ghost-protocol</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/634/mission-impossible-ghost-protocol#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 12:04:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[ethan hunt]]></category>
		<category><![CDATA[hollywood]]></category>
		<category><![CDATA[mission impossible]]></category>
		<category><![CDATA[tom cruise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=634</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah ledakan mengguncang Moskow, dan tuduhan pun mengarah kepada IMF yang otomatis juga kepada Amerika. Presiden Amerika dengan segera mengaktifkan Ghost Protocol, yakni penyangkalan akan keberadaan IMF sekaligus menon-aktifkan segala operasi dan fasilitasnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/12/Mission_impossible_ghost_protocol170.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-635" title="Mission impossible ghost protocol" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/12/Mission_impossible_ghost_protocol170.jpg" alt="" width="170" height="252" /></a>Seorang ahli nuklir Rusia bernama Kurt Hendricks (Michael Nyqvist) membuat masalah dengan memicu perang nuklir antara Rusia dan Amerika. Hendricks pun dengan segera menjadi incaran IMF dengan nama sandi &#8220;Cobalt&#8221;.</p>
<p>Atas alasan tersebut Ethan Hunt (Tom Cruise), agent terbaik IMF dikirim ke penjara di Rusia untuk memulai aksi penyelidikan atas Hendricks. Pada waktu yang ditentukan, Hunt dibebaskan dan ditugaskan bersama 2 partner barunya, Jane Carter (Paula Patton) dan seorang agent baru bernama Benji Dunn (Simon Pegg).</p>
<p>Saat baru saja memulai aksinya, Hunt dan timnya mendapat perlawanan yang begitu hebat. Rupanya Hendricks sudah mengetahui apa yang direncanakan dan berupaya menggagalkannya.</p>
<p>Upaya Hendricks berhasil. Sebuah ledakan mengguncang Moskow, dan tuduhan pun mengarah kepada IMF yang otomatis juga kepada Amerika. Presiden Amerika dengan segera mengaktifkan <em>Ghost Protocol</em>, yakni penyangkalan akan keberadaan IMF sekaligus menon-aktifkan segala operasi dan fasilitasnya.</p>
<p>Dengan demikian Ethan Hunt dan timnya (yang kini bertambah satu orang lagi, seorang analis IMF bernama William Brandt &#8211; Jeremy Renner) resmi bergerak atas inisiatif sendiri. Tanpa perlindungan Amerika dan tanpa dukungan dalam bentuk apapun.</p>
<p>Tak ada waktu untuk terlalu banyak berpikir, Hendricks sudah siap dengan peluncuran nuklir pertamanya, yang berarti tantangan perang untuk Amerika. Hunt dan teman-temannya mulai berusaha mati-matian memburu Hendricks.</p>
<p>Gagal melumpuhkan Hendricks di Dubai, tujuan berikutnya adalah Mumbai, India. Satelit yang diperlukan untuk memberikan perintah palsu kepada militer Rusia sudah diperoleh, tinggal satu tombol saja maka perang nuklir segera meledak. Di sinilah segalanya harus diakhiri, atau tidak sama sekali.</p>
<p><strong>Khas dan Konsisten</strong></p>
<p>Tak banyak yang bisa saya katakan lagi, film ini <em>Mission Impossible</em> banget. Segala sesuatu yang telah kita tahu dari Mission Impossible bisa kembali dijumpai di serinya yang ke-4 ini. Mulai dari seabrek <em>gadget </em>canggih yang sukar dinalar, adegan kejar-kejaran, menyamar, moment-moment nyaris mati dan sebagainya.</p>
<p>Dari segi <em>action </em>dan <em>screenplay </em>film ini luar biasa. Sebagai penonton saya merasa terhibur, meskipun secara plot cerita sangat umum dan mudah sekali ditebak arahnya. Setiap detail dikerjakan dengan baik, sehingga walaupun ada kekurangan di sisi cerita dan alur, bisa segera dibayar oleh pertunjukan yang bagus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/634/mission-impossible-ghost-protocol/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Joshua Files #3 : Zero Moment</title>
		<link>http://bakulrujak.com/630/the-joshua-files-3-zero-moment</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/630/the-joshua-files-3-zero-moment#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 03:29:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[gramedia]]></category>
		<category><![CDATA[mg harris]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[petualangan]]></category>
		<category><![CDATA[the joshua files]]></category>
		<category><![CDATA[zero moment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=630</guid>
		<description><![CDATA[Buku ini mudah dicerna. Tapi tentu hanya jika sudah menyelesaikan kedua buku pendahulunya. Semua menjadi terhubung. Sedikit demi sedikit misteri yang melingkupi semua pencarian si Josh Garcia mulai terkuak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/12/zero170.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-631" title="zero moment" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/12/zero170.jpg" alt="" width="170" height="252" /></a>Judul Buku : <strong>The Joshua Files #3 : Zero Moment</strong><br />
Pengarang : <strong>M.G. Harris</strong><br />
Penerjemah: <strong>Nina Andiana</strong><br />
Penerbit : <strong>Gramedia Pustaka Utama</strong><br />
Tahun Terbit : <strong>2011</strong><br />
Tebal Buku : <strong>368 halaman</strong><br />
Harga di Gramedia : <strong>Rp 50,000.00</strong></p>
<p>Kisah ini bermula ketika seseorang bernama Itzamna yang entah berasal dari mana (dan dari dimensi waktu yang mana) dengan seenaknya berjalan-jalan melintasi ruang dan waktu. Kembali ke masa-masa keemasan suku Maya di Meksiko dan menuliskan buku-buku tentang masa depan. Tentang apa yang akan terjadi pada tahun 2012, rumus-rumus kimia dan teknologi modern yang bisa diaplikasikan siapa saja.</p>
<p>Ribuan tahun kemudian, adalah Josh Garcia, seorang anak dengan gen Bakab &#8212; keturunan bangsawan suku Maya &#8212; mulai mengalami kejadian-kejadian aneh. Serangkaian pertanyaan dan petualangan yang sudah dimulai sejak <a title="The Invisible City" href="http://bakulrujak.com/358/buku-the-joshua-files-invisible-city" target="_blank">buku pertama</a>, kini makin serius. Darahnya menjadi sangat diinginkan oleh sebuah sekte bernama Huracan, untuk dijadikan bahan percobaan di laboratorium mereka.</p>
<p>Sementara itu Josh juga dilindungi oleh sekelompok masyarakat yang tinggal di sebuah tempat aneh dan tersembunyi bernama Ek Naab. Kelompok ini berhasil menerjemahkan buku-buku yang ditulis Itzamna dan memiliki teknologi-teknologi super modern.</p>
<p>Satu hal yang masih menjadi misteri dan diburu semua pihak adalah gelang Itzamna. Sebuah alat yang konon digunakan Itzamna untuk menjelajah ruang dan waktu. Namun ketika Josh menemukannya, gelang tersebut rusak dan tak bisa digunakan.</p>
<p>Segalanya dipertaruhkan. Josh harus memperbaiki gelang Itzamna, pergi ke masa lalu dan memperbaiki beberapa hal, sekaligus berusaha menghindari kejaran sekte yang menginginkan dirinya sebagai kelinci percobaan.</p>
<p><strong>Buku Ketiga</strong></p>
<p>Buku ini mudah dicerna. Tapi tentu hanya jika sudah menyelesaikan kedua buku pendahulunya. Semua menjadi terhubung. Sedikit demi sedikit misteri yang melingkupi semua pencarian si Josh Garcia mulai terkuak.</p>
<p>Jika kita cukup jeli, kita akan menemukan beberapa perbedaan dalam buku ketiga ini. Di sini M.G. Harris mulai menyusupkan muatan percintaan, ikatan emosional dan drama yang fantastis. Di buku-buku sebelumnya, penulis lebih menonjolkan petualangan. Cerita Josh tersesat di hutan, kejar-kejaran yang berbahaya hingga disekap di ruang bawah tanah.</p>
<p>Tapi tidak lantas hal-hal seru seperti itu tak bisa ditemui di buku ketiga ini. Justru sebaliknya, kisah-kisah menegangkan tetap mendominasi, namun bagaimana Josh mulai jatuh cinta pada Ixchel, suasana tegang ketika Josh tahu bahwa ibunya mulai dekat dengan pria lain sepeninggal ayahnya. Buku ini benar-benar terasa lengkap.</p>
<p>Novel ini membuat kita kaya, mau tak mau kita akan dipacu untuk menjadi lebih kritis. Harus memilah dengan jelas bagian mana yang fiktif, dan mana yang nyata. Sebab seperti yang kita tahu bahwa peradaban Maya memang benar-benar ada, tapi tentu saja kisah Itzamna yang berjalan-jalan menembus dimensi ruang dan waktu hanya imajinasi penulis.</p>
<p><em>Gambar : goodreads.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/630/the-joshua-files-3-zero-moment/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yesus, Kisah Tentang Pencerahan</title>
		<link>http://bakulrujak.com/625/yesus-kisah-tentang-pencerahan</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/625/yesus-kisah-tentang-pencerahan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 12:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[deepak chopra]]></category>
		<category><![CDATA[fiktif]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=625</guid>
		<description><![CDATA[Buku ini fiktif, atau setidaknya begitulah yang dikatakan oleh Deepak Chopra, sang penulis. Kisah hidup Yesus dalam rentang waktu usia 12 hingga 30 tahun memang seakan-akan menghilang. Sukar sekali dicari sumber cerita yang bisa dipertanggung jawabkan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/12/yesus170.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-626" title="yesus, kisah tentang pencerahan" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/12/yesus170.jpg" alt="" width="170" height="249" /></a>Judul Buku : <strong>Yesus, Kisah Tentang Pencerahan</strong><br />
Pengarang : <strong>Deepak Chopra</strong><br />
Penerjemah: <strong>Julanda Tantani</strong><br />
Penerbit : <strong>Gramedia Pustaka Utama</strong><br />
Tahun Terbit : <strong>2011</strong><br />
Tebal Buku : <strong>360 halaman</strong><br />
Harga di Gramedia : <strong>Rp 50,000.00</strong></p>
<p>Tahun 1 Masehi, ketika bangsa Romawi berusaha menindas kaum yahudi. 3 orang pelarian, Yesus, Yudas dan Maria. 3 orang dengan latar belakang yang sama sekali berbeda, bersama-sama melarikan diri dari kejaran serdadu Romawi. Yudas adalah anggota kelompok pejuang kemerdekaan yahudi, yang berusaha melawan tiran Romawi dengan kekerasan. Namun di mata Yesus muda, gerakan kemerdekaan itu sama saja dengan para penjajah. Sama-sama memilih peperangan sebagai jalan keluar. Karena di balik setiap peperangan selalu tersisa penderitaan yang menyakitkan.</p>
<p>Kisah pelarian ketiga orang ini diwarnai berbagai kejadian yang membuat Yesus pada akhirnya mengerti bahwa dirinya adalah Sang Mesias, sang juru selamat yang sudah dinanti-nantikan. Penyiksaan, penghianatan dan percintaan yang membutakan mewarnai kisah pelarian mereka, hingga akhirnya Yesus menjadi sadar bahwa Tuhan telah menyatu dengan dirinya.</p>
<p>Tugas ini berat, Yesus harus menyampaikan pesan Tuhan kepada seluruh umat manusia, di tengah kebencian dan permusuhan yang sedang berkobar.</p>
<p><strong>Fiktif Filsafat</strong></p>
<p>Buku ini fiktif, atau setidaknya begitulah yang dikatakan oleh <em>Deepak Chopra</em>, sang penulis. Kisah hidup Yesus dalam rentang waktu usia 12 hingga 30 tahun memang seakan-akan menghilang. Sukar sekali dicari sumber cerita yang bisa dipertanggung jawabkan. Namun demikian, dengan indah penulis mampu merangkai detail demi detail cerita dengan runut dan penuh makna.</p>
<p>Bagaimana perjumapaan Yesus dengan Yudas, yang dikemudian hari diriwayatkan sebagai sang penghianat, bagaimana kisah cinta Yesus dengan Maria yang rumit, penulis sengaja membuat para pembaca terombang-ambing. Ritme yang dihadirkan turun dan naik dengan cepat, beberapa bagian menceritakan sebuah peristiwa dengan sangat detail, sedangkan beberapa lainnya melompat-lompat.</p>
<p>Satu lagi, bukan Deepak Chopra namanya jika tidak berfilsafat. Buku-buku terdahulu yang ditulis olehnya pun (baca review saya yang lain, <a title="Buddha, sebuah novel" href="http://bakulrujak.com/497/buddha-sebuah-novel" target="_blank">Buddha</a>) cukup membuat dahi mengernyit. Kata-kata seperti &#8220;&#8230; siapa bilang Tuhan itu serius? Ada alam semesta yang harus diawasinya. Dia harus bisa tertawa supaya mampu menangani kita. (Hal. 298)&#8221; misalnya, harus disikapi dengan lebih luas. Dari sudut pandang yang tepat tentu saja.</p>
<p>Terlepas nilai ideologi yang diemban, novel ini menarik sekali menurut saya. Saya jadi mengerti apa yang terjadi dengan kaum yahudi sebelum kebangkitan Kristus, dan lain-lain. Sangat layak untuk dibaca.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/625/yesus-kisah-tentang-pencerahan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Thief, Sang Pencuri dari Eddis</title>
		<link>http://bakulrujak.com/618/the-thief-sang-pencuri-dari-eddis</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/618/the-thief-sang-pencuri-dari-eddis#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 02:13:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[Megan Whalen Turner]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[the thief]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=618</guid>
		<description><![CDATA[Gen adalah seorang pencuri yang ulung. Tapi sebagian besar kesialan yang terjadi selama perjalanan disebabkan olehnya. Namun siapa sangka, ternyata Gen yang konyol, manja dan selalu membuat ulah justru menyimpan kemampuan yang tak dimiliki banyak orang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/11/TheThief-170.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-619" title="The Thief" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/11/TheThief-170.jpg" alt="" width="170" height="254" /></a>Judul Buku : <strong>The Thief, Sang Pencuri dari Eddis</strong><br />
Pengarang :<strong> Megan Whalen Turner</strong><br />
Penerjemah: <strong>Zaky Yamani</strong><br />
Penerbit : <strong>Gramedia Pustaka Utama</strong><br />
Tahun Terbit : <strong>2011</strong><br />
Tebal Buku : <strong>360 halaman</strong><br />
Harga di Gramedia :<strong> Rp 48,000.00</strong></p>
<p>Di sebuah kerajaan bernama Eddis, terdapat aturan baku dalam hal penentuan siapa yang harus menjadi raja. Yaitu, Raja/Ratu sebelumnya harus memberikan sebuah batu bernama <em>Hadiah Hamiathes</em> kepada seseorang, dan dia pun berhak menjadi raja.</p>
<p>Atas alasan itu pula, berangkatlah sebuah rombongan kecil ekspedisi dari kerajaan tetangga, Sounis, untuk memburu Hadiah Hamiathes yang legendaris. Alasannya, agar raja Sounis bisa membuat sang Ratu Eddis menikah dengannya, dengan motif politik tentu saja.</p>
<p>Adalah Gen sang pencuri, Magus dengan kedua muridnya, ditambah satu orang kepala pengawal raja. Lima orang anggota ekspedisi ini menempuh perjalanan yang melelahkan menuju Eddis untuk mendapatkan Hadiah Hamiathes, yang dipercaya tersembunyi di sebuah kuil bawah tanah yang sangat sulit dijangkau.</p>
<p>Gen adalah seorang pencuri yang ulung namun penuh dengan kekonyolan. Sebagian besar kesialan yang terjadi selama perjalanan disebabkan olehnya. Namun siapa sangka, ternyata Gen yang konyol, manja dan selalu membuat ulah justru menyimpan kemampuan yang tak dimiliki banyak orang.</p>
<p>Di akhir perjalanan panjang ini, ketika Hadiah Hamiathes nyaris dibawa pulang ke Sounis, Sang Magus dan rombongannya harus menerima kenyataan pahit yang membuat mereka harus memutar haluan dan menyelamatkan yang masih tersisa.</p>
<p><strong>Kisah Fantasi</strong></p>
<p>Nyaris segala hal dalam buku ini adalah hasil imajinasi <em>Megan Whalen Turner</em>, sang penulis. Sebagian besar terinspirasi dari budaya Yunani. Mulai dari penamaan tempat, seperti <em>Eddis, Sounis</em>, <em>Attolia</em> dan lainnya, semua diadaptasi dari sejarah Yunani. Tak hanya itu, cerita tentang para dewa yang disajikan juga sangat fantastis, membuat kita betul-betul percaya bahwa kisah itu benar-benar hidup di sebuah peradaban di belahan dunia yang lain.</p>
<p>Membaca buku setebal 360 halaman ini memang menuntut kesabaran ekstra. Cerita di awal hingga pertengahan buku memang agak membosankan. Kebanyakan hanya kisah perjalanan yang monoton dan sesekali diselingi dengan dongeng-dongeng tentang kisah sejarah kerajaan setempat dan para dewa yang mereka yakini.</p>
<p>Namun segala kebosanan itu akan terbayar lunas ketika mendekati akhir buku. Banyak kejutan yang disuguhkan. Sehingga kita akan membuka lagi halaman-halaman awal, untuk mencari kembali kisah-kisah di depan yang rupanya menjadi latar belakang dari kejadian-kejadian seru yang baru disajikan di akhir cerita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/618/the-thief-sang-pencuri-dari-eddis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suluk Lintang Lanang</title>
		<link>http://bakulrujak.com/612/suluk-lintang-lanang</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/612/suluk-lintang-lanang#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 19:09:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[antologi]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[indi]]></category>
		<category><![CDATA[setyo]]></category>
		<category><![CDATA[suluk lintang lanang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=612</guid>
		<description><![CDATA[Diterbitkan secara swadaya, membuat penulis merasa bebas menyalurkan ekspresi apapun kedalam buku ini. Istilah kasar (yang kebanyakan dalam dialek jawa) seperti lambemu, jancuk, lonte dan sebagainya sengaja diloloskan utuh.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/11/suluk-LL.png"><img class="alignleft size-full wp-image-613" title="suluk lintang lanang" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/11/suluk-LL.png" alt="" width="170" height="247" /></a>Judul Buku : <strong>Suluk Lintang Lanang</strong><br />
Pengarang : <strong>Setyo A. Saputro</strong><br />
Penerbit : <strong>Indie Book Corner</strong><br />
Terbit : <strong>Agustus 2011</strong><br />
Tebal Buku : <strong>147 + viii Halaman</strong><br />
Harga : <strong>Rp 40.000,00</strong> + ongkos kirim</p>
<p>&#8220;Feminisme, etnisitas, orientasi seksual, nasionalisme, semuanya diaduk-aduk jadi lodeh!!! Ha ha ha&#8230;&#8221; Daliyem Gila teriakkan mantra. Di beranda tertawa-tawa.<br />
&#8220;<em>Tai celeng</em>, Yeeemmm!!! Hidupku sederhana!!! Tak butuh diperbelit!!!&#8221;<br />
&#8220;Huusss&#8230; <em>Lambemu</em> itu lho&#8230;&#8221;<br />
&#8230;</p>
<p>Kasar dan saru? Ah itu belum seberapa. Petikan di atas saya cuplik dari cerpen berjudul <em>Waktu Sarapan Pagi</em>. Salah satu cerpen yang termuat di antologi bertajuk <em>Suluk Lintang Lanang</em>, karya kawan saya <a title="Setyo A. Saputro" href="http://lintanglanang.blogspot.com/" target="_blank">Setyo A. Saputro</a>.</p>
<p>Buku tipis ini memuat 24 cerpen dengan beragam sudut pandang, gaya penulisan dan tempramen. Diterbitkan oleh penerbit buku indie, membuat penulis merasa bebas menyalurkan ekspresi apapun kedalam buku ini. Istilah kasar (yang kebanyakan dalam dialek jawa) seperti <em>lambemu, jancuk, lonte</em> dan sebagainya sengaja diloloskan utuh. Justru disitulah letak titik beratnya.</p>
<p>Lho, bahasa kasar jadi titik berat, apa tidak salah?</p>
<p>Tunggu dulu, tentu saja tak hanya itu, cerpen-cerpen yang dimuat melukiskan penderitaan, rasa tertekan, terjajah dan ketimpangan sosial kaum marginal. Atau setidaknya kesan itulah yang saya tangkap.</p>
<p>Kafe remang-remang, kopi susu dan jazz juga memberi warna yang cukup dominan disini. Coba anda baca sampai tuntas, dan semoga semua sependapat dengan saya, bahwa semua cerita yang dihadirkan tak ada yang berakhir bahagia. Tak percaya ?</p>
<p>Dari sedikit ulasan yang saya celotehkan di atas, sepertinya unsur ekstrinsik penulisan seluruh cerpen di buku ini (yang ditulis dalam rentang tahun 2006 hingga 2011) menjadi terbaca dengan sendirinya.</p>
<p>Mengamati struktur penulisan yang &#8220;selengekan&#8221;, masa bodoh, penuh umpatan, memberi nyawa pada semua benda mati mengingatkan kita pada gaya penulisan sastrawan legendaris Indonesia, seperti <em>Rendra</em> atau <em>Chairil Anwar</em>.</p>
<p>Rentang waktu penulisan yang relatif panjang juga dengan sendirinya menciptakan perbedaan warna tulisan. Untuk tujuan tertentu sang penulis sengaja menuliskan angka tahun di setiap akhir cerpen. Dengan begitu kita tahu pada tahun berapa cerpen tersebut ditulis. Dan jika kita amati lebih dalam, terdapat pergeseran gaya penulisan yang tak kentara tapi cukup mempengaruhi cita rasa cerpen-cerpen yang dihasilkan, dari tahun ke tahun. Seperti apa pergeseran yang saya maksud? Tentu saja saya tak akan beberkan disini. Anda bisa mencicipi sendiri legitnya buku ini.</p>
<p>Satu lagi. Karena buku antologi ini diterbitkan secara indie alias &#8220;swadaya&#8221;, maka Anda tak dapat menemukan buku ini di toko buku kesayangan Anda. Namun rasa penasaran tetap bisa dipuaskan dengan melakukan pemesanan secara langsung melalui pranala yang saya lampirkan di bawah artikel ini.</p>
<p>&#8211;</p>
<p>Suluk Lintang Lanang :</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/pages/Suluk-Lintang-Lanang/202119909844961">http://www.facebook.com/pages/Suluk-Lintang-Lanang/202119909844961</a></p>
<p><a href="http://www.wix.com/lintanglanang/suluk#!">http://www.wix.com/lintanglanang/suluk#!</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/612/suluk-lintang-lanang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jihad Terlarang, Kisah Pertobatan Mantan Aktivis NII</title>
		<link>http://bakulrujak.com/601/jihad-terlarang-kisah-pertobatan-mantan-aktivis-nii</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/601/jihad-terlarang-kisah-pertobatan-mantan-aktivis-nii#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 04:31:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[jihad terlarang]]></category>
		<category><![CDATA[mataharitimoer]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[otobiografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[Royan direkrut untuk mengikuti sebuah ajaran Islam yang baru. Sebuah paham yang membuat Royan membalik sudut pandangnya terhadap agama yang telah ia peluk sejak lahir. Paham yang menganggap segala bentuk pemerintahan yang ada di Indonesia ini sesat dan sangat berbahaya. Oleh sebab itu rezim ini harus dihancurkan dan digantikan dengan sistem pemerintahan yang bersih dan sesuai syariat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/10/jihad-terlarang170.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-602" title="jihad terlarang" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/10/jihad-terlarang170.jpg" alt="" width="170" height="252" /></a>Judul Buku : <strong>Jihad Terlarang, Kisah Pertobatan Mantan Aktivis NII</strong><br />
Pengarang : <strong>Mataharitimoer</strong><br />
Penerbit : <strong>Literati</strong><br />
Terbit : <strong>Juli 2011 (Edisi Revisi)</strong><br />
Tebal Buku : <strong>368 + vi Halaman</strong><br />
Harga di Gramedia : <strong>Rp 46.000,00</strong></p>
<p>Hari Rabu tanggal 12 September 1984. Hari yang sangat bersejarah bagi Royan, bapaknya mati dihabisi tentara ketika menghadiri sebuah pengajian akbar di daerah Priok. Entah apa alasannya, desas-desus yang beredar hal itu hanyalah konspirasi rezim yang berkuasa kala itu untuk menyempitkan pergerakan Islam, terutama yang berpotensi melakukan tindakan yang membahayakan pemerintahan.</p>
<p>Ibu Royan meninggal beberapa hari kemudian. Berakhirlah sudah masa kecil yang penuh canda tawa. Royan harus bekerja membanting tulang guna menyambung hidupnya. Hasil dari berjualan koran hanya cukup untuk makan. Bangku sekolah sudah ia tinggalkan.</p>
<p>Fase kehidupan di jalanan yang kejam berakhir seiring perkenalannya dengan Supar, seorang <em>kenek</em> metromini sekaligus aktivis ramaja masjid. Supar memperkenalkan Royan kepada kawan-kawannya di lingkungan remaja masjid, termasuk Malik dan 4 orang <em>ustadz</em> muda yang rupanya memiliki sebuah misi tersembunyi.</p>
<p>Singkat kata, Royan direkrut untuk mengikuti sebuah ajaran Islam yang baru. Sebuah paham yang membuat Royan membalik sudut pandangnya terhadap lingkungan, kawan-kawan dan agama yang telah ia peluk sejak lahir. Paham yang menganggap segala bentuk pemerintahan yang ada di Indonesia ini sesat dan sangat berbahaya. Oleh sebab itu rezim ini harus dihancurkan dan digantikan dengan sistem pemerintahan yang bersih dan sesuai <em>syariat.</em></p>
<p>Gerakan yang diikuti Royan berakar hingga ke seluruh pelosok negeri. Regenerasi dan perekrutan anggota baru terus menerus dilakukan. Berkat hasil kerja yang bagus dan kecerdasannya, Royan dengan cepat menduduki posisi strategis di pergerakan tersebut. Bahkan ia sempat dipercaya untuk memimpin pergerakan di sebuah regional di pulau jawa.</p>
<p>Bertahun-tahun lamanya ia hidup di balik bayang-bayang. Selalu bersembunyi. Konon pemerintah sudah sejak lama mengincar pergerakan yang sedang dibela Royan dan rekan-rekannya. Waktu yang begitu panjang pada akhirnya membuatnya berpikir. Apakah jalan yang ia tempuh selama ini benar?</p>
<p>Beberapa kejadian membuatnya yakin dan percaya bahwa ada yang tidak beres dengan gerakan yang telah ia bela mati-matian selama ini. Sistem doktrinasi yang diterapkan juga terasa semakin tak masuk akal. Hingga akhirnya Royan dan beberapa kawan yang sependapat mendirikan sebuah yayasan yang rupanya malah menyulut amarah para tetua pergerakan.</p>
<p>Ancaman demi ancaman diterima Royan, beberapa kali percobaan pembunuhan bahkan dihadapinya dengan berani. Hal tersebut semakin menebalkan keyakinannya bahwa ia harus kaluar dari dunia yang kelam itu.</p>
<p><strong>Otobiografi yang ambisius</strong></p>
<p>Royan ini sosok nyata. Kisah perjalanan hidupnya yang penuh intrik dan tipu daya benar-benar ada. Novel ini meceritakan seluk-beluk pergerakan radikal Islam (yang sekarang kita kenal sebagai NII, <em>Negara Islam Indonesia</em>). Bagaimana metode perekrutan anggota baru, struktur organisasi hingga pengelolaan keuangannya dibahas dengan jelas. Nyaris detail.</p>
<p>Emosi yang meletup-letup sengaja dimunculkan di sepanjang tulisan. Kejadian demi kejadian dituturkan dengan runut dan teliti, nyaris tanpa ada yang terlewat. Kisah pelarian sang pelaku utama dalam menghindari kejaran aparat hingga intrik di dalam organisasi sendiri membuat novel ini begitu berwarna. Disitulah nilai lebihnya.</p>
<p>Pada umumnya tak mudah untuk menulis kisah nyata seseorang dan membuatnya menegangkan. Tapi membaca novel ini membuat saya seakan sedang menyimak sebuah karya fiksi yang dibuat-buat. Sulit menerka bahwa kisah ini benar-benar nyata dan terjadi.</p>
<p>Beruntunglah <em>Mataharitimoer</em>, sang penulis, memiliki kisah hidup yang sangat inspiratif dan kemampuan menulis yang sangat baik. Sebab tak banyak orang yang memiliki keduanya sekaligus.</p>
<p>Menurut saya, novel Jihad Terlarang ini cukup untuk membuat kita sadar, bahwa di negara yang kita tinggali selama ini terdapat banyak hal-hal yang terletak di bawah tanah dan nyaris tak tersentuh. Mari kita mengambil inti pelajaran yang berharga, lebih bijaksana dalam berpikir dan bertindak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/601/jihad-terlarang-kisah-pertobatan-mantan-aktivis-nii/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abduction</title>
		<link>http://bakulrujak.com/595/abduction</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/595/abduction#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 10:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[abduction]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[taylor lautner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Ayah kandung Nathan mencuri data rahasia dari seorang agen lepas bernama Viktor Kozlow. Kozlow mengirim orang-orang terbaiknya untuk menangkap Nathan. Meskipun mendapat bantuan dari beberapa teman dekat ayahnya, Nathan masih harus berusaha sekuat tenaga untuk menjaga agar data rahasia yang kini ada di tangannya tetap aman.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/10/Abduction170.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-596" title="Abduction" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/10/Abduction170.jpg" alt="" width="170" height="252" /></a>Seorang pelajar SMU di Amerika bernama Nathan Harper (Taylor Lautner) memiliki tubuh yang atletis dan tentu saja, berprestasi di bidang olah raga serta menguasai beberapa cabang ilmu bela diri. Dia tinggal dengan damai bersama kedua orang tuanya. Mereka tergolong kelauarga berada dan bahagia.</p>
<p>Hingga pada suatu hari secara tidak sengaja Nathan menemukan foto masa kecilnya di sebuah situs pencarian orang hilang. Lebih mengejutkan lagi, di situs tersebut disebutkan anak yang mirip dengan dirinya bernama Steven Price dan belum ditemukan hingga saat ini. Nathan yakin seratus persen bahwa foto orang hilang itu adalah dirinya. Lalu bagaimana dia menjelaskan dua orang yang tinggal bersama sebagai orang tuanya selama ini ?</p>
<p>Masalah mulai bertambah rumit ketika 2 orang berpakaian rapi datang dan membunuh orang tua Nathan. Dan ia terpaksa melarikan diri bersama Karen Murphy (Lily Collins), teman masa kecilnya. Pelarian Nathan tidak mulus sama sekali. Beberapa kali ia terlibat perkelahian dengan orang-orang dewasa dengan kemampuan yang lebih hebat.</p>
<p>Rupanya Nathan adalah anak kandung seorang agen CIA yang cukup disegani, Martin Price. Paska kematian ibu kandungnya, Nathan dipercayakan kepada sepasang agen untuk mengasuh dan membekali Nathan ilmu perlindungan diri yang dibutuhkan.</p>
<p>Ayah kandung Nathan mencuri data rahasia dari seorang agen lepas bernama Viktor Kozlow (Michael Nyqvist). Kozlow mengirim orang-orang terbaiknya untuk menangkap Nathan dan menggunakannya sebagai alat pertukaran. Meskipun mendapat bantuan dari beberapa teman dekat ayahnya, Nathan masih harus berusaha sekuat tenaga untuk tetap selamat dan menjaga agar data rahasia yang kini ada di tangannya tetap aman.</p>
<p>Konspirasi, intrik dan permainan licik para penegak hukum Amerika mewarnai pelarian Nathan.</p>
<p><strong>Film ABG</strong></p>
<p>Film ini secara terang-terangan menonjolkan pesona Taylor Lautner sebagai pemeran utama. Hal tersebut bisa dimengerti mengingat sang <em>Jacob Black</em> telah lebih dulu mempesona banyak wanita lewat film-film terdahulunya. Akibat sampingannya menurut saya tokoh-tokoh yang lain jadi kurang mendapatkan porsi penokohan yang kuat. Peran orang tua angkat Nathan, para agen CIA yang seharusnya bisa digali lebih dalam terkesan ditelantarkan begitu saja.</p>
<p>Memang terdapat adegan-adegan yang cukup menegangkan di beberapa bagian, tapi untuk kelas film beraliran <em>action,</em> Abduction sepertinya kurang bisa diunggulkan. Saya malah lebih bisa melihat muatan romantika remaja yang lebih kompleks. Kisah percintaan khas anak baru gede (abg) yang masih labil dan menggebu-gebu justru mendapat porsi yang lebih besar.</p>
<p>Proses bagaimana hingga Nathan bisa melarikan diri bersama teman wanitanya, juga terkesan terlalu dipaksakan. Terlalu ngotot meraih kesan romantis dan membuat film ini mirip telenovela.</p>
<p>Rentang waktu pembuatan film ini juga terbilang cukup singkat, hanya sekitar 4 bulan saja. Mengingat jadwal Taylor yang harus segera memulai proses produksi film lanjutan <em>Twilight.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/595/abduction/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tendangan Dari Langit</title>
		<link>http://bakulrujak.com/584/tendangan-dari-langit</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/584/tendangan-dari-langit#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 10:22:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[hanung bramantyo]]></category>
		<category><![CDATA[olah raga]]></category>
		<category><![CDATA[tendangan dari langit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=584</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang jamak terjadi, Wahyu tak lantas menyerah, dia tetap bermain bola dengan sembunyi-sembunyi hingga akhirnya bisa membelikan seekor kuda dan pakaian untuk bapaknya. Melihat kemauan Wahyu yang membatu, toh Pak Darto luluh juga. Ia restui anaknya bermain bola.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/08/tendangan170.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-585" title="tendangan dari langit" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/08/tendangan170.jpg" alt="" width="170" height="242" /></a>Lakon dibuka dengan debu-debu gunung Bromo yang berhamburan ketika Wahyu (Yosie Kristanto) bermain bola dengan asyik bersama kawan-kawannya dari desa Langitan, lereng Bromo.</p>
<p>Wahyu adalah siswa SMA yang biasa-biasa saja, kecuali dalam bidang sepak bola. Bakatnya menonjol meninggalkan kawan-kawannya yang lain. Ia pun kerap disewa klub-klub bola dari desa lain untuk memenangkan pertandingan. Benar saja, nama Wahyu tersohor di lingkungannya sebagai pemain sepak bola kenamaan.</p>
<p>Rupanya perjalanan Wahyu menapaki karirnya sebagai pemain sepak bola tak mulus. Bapaknya, Pak Darto (Sudjiwo Tedjo) menentang keras ambisi Wahyu dalam hal sepak bola.</p>
<p>Seperti yang jamak terjadi, Wahyu tak lantas menyerah, dia tetap bermain bola dengan sembunyi-sembunyi hingga akhirnya bisa membelikan seekor kuda dan pakaian untuk bapaknya. Melihat kemauan Wahyu yang membatu, toh Pak Darto luluh juga. Ia restui anaknya bermain bola.</p>
<p>Kisah berlanjut, Wahyu dibidik oleh pelatih Persema Malang, Coach Timo (Timo Scheunemann) untuk menjadi pemain profesional. Sayang gayung tak melulu bersambut. Rupanya Wahyu memiliki kelainan di lututnya, hingga berat baginya untuk terus melanjutkan segala perjuangan.</p>
<p>Tapi mimpi belum saatnya diakhiri, bagaimana sepak terjang Wayu dan kawan-kawannya untuk tetap bermain di klub Irfan Bachdim ini layak untuk diikuti.</p>
<p><strong>Film Olah Raga</strong></p>
<p>Film Tendangan Dari Langit digarap oleh sutradara bertangan dingin Hanung Bramantyo. Salah satu sutradara terbaik Indonesia ini, seperti yang kita tau, lebih sering menukangi film-film yang bertajuk keagamaan. Pendapat saya, langkah beliau kali ini cukup berani. Mengingat untuk mengangkat nuansa olah raga, khususnya sepakbola, melibatkan lebih banyak komponen di dalamnya. Seperti apa? Mari kita bahas.</p>
<p>Alur cerita Tendangan Dari Langit tak jauh beda dengan film-film serupa. Sebut saja King dan Garuda di Dadaku. Berawal dari udik, berbekal tekat, semangat dan kemampuan yang mumpuni hingga akhirnya meraih sukses. Seragam.</p>
<p>Dimana perbedaannnya? Tampaknya sang sutradara tahu betul kapasitasnya. Beliau bermain cantik dengan permainan emosi dan ketegangan. Sesuatu yang minim sekali kita rasakan di film-film serupa.</p>
<p>Satu hal yang tak pernah luput dari film-film yang mengangkat tema kampung dan udik adalah setting latar. Di Film ini kemolekan alam gunung Bromo dieksplorasi habis-habisan. Puncak gunung yang sering tertutup kabut tipis, perkebunan yang diselimuti abu gunung, dataran berpasir hingga potret kehidupan warga desa yang guyub dan gegap gempita. Semua menyatu, membuat film ini memiliki nilai lebih di sisi yang lain, diluar alur cerita.</p>
<p>Satu hal lagi yang patut kita acungi jempol dari film ini adalah, totalitas sang sutradara untuk menghadirkan atmosfir sepak bola indonesia ke dalam layar. Bagaimana menggerakkan ribuan supporter Persema Malang untuk diarahkan demi mendapatkan gambar yang sesuai.</p>
<p>Mencuri gambar dari sepasang tim sepakbola yang sedang bertanding untuk film layar lebar, tentu saja tak sama dengan pengambilan gambar untuk liputan siaran langsung pertandingan. Toh Hanung Bramantyo tetap berhasil dalam melaksanakan tugasnya dengan baik.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kurang Matang ?</strong></p>
<p>Masih, saya menemukan beberapa hal yang menurut saya (pribadi) sedikit mengganjal. Beberapa tokoh yang potensial justru tidak mendapatkan penokohan yang cukup kuat, alias terkesan seadanya. Misalnya sang aktor kawakan Toro Margen. Perannya sebagai pemilik klub sepakbola tingkat kecamatan terkesan terlalu lembek. Tentu kita rindu karakter Bung Toro yang kokoh dan arogan, bukan?</p>
<p>Yang tak kalah disayangkan adalah sosok pemain naturalisasi Indonesia, Irfan Bachdim. Tentu Anda sepakat dengan saya, bahwa kehadiran Bachdim di film ini rasanya tak lebih dari sekedar pemanis saja. Tak banyak sumbangsihnya.</p>
<p>Tampak sekali sang sutradara berusaha keras mempermainkan emosi penonton dengan tangisan dan potongan-potongan cerita yang menggugah dan mengharukan. Tapi karena beberapa hal mengakibatkan usaha tersebut menjadi basi. Sisi kemanusiaan yang menghentak, pertengkaran dalam keluarga, konflik batin dan air mata dipadukan. Tetap saja, di beberapa bagian justru membuat saya ingin tertawa. Terutama melihat tangisan tertahan ki dalang Sudjiwo Tedjo. Seperti apa? Silakan amati sendiri.</p>
<p>Terakhir, yang paling saya rasakan kurang pas adalah, kenapa film ini terkesan sangat terburu-buru? Perjalanan karir seorang anak kampung yang terbiasa bermain sepak bola antar kecamatan, walaupun dengan kehebatan yang luar biasa, dalam waktu sangat-sangat singkat tiba-tiba bermain di liga besar Indonesia, menjadi pemain bintang dan di elu-elukan. Entah, tapi secara pribadi saya merasa perjuangannya kurang menggigit.</p>
<p>Secara keseluruhan film ini sangat layak tonton. Terlepas dari segala kekurangan dan cacatnya, saya rasa rakyat Indonesia sudah saatnya merasakan kebangkitan karya-karya anak bangsa. Amanat dan pesan yang dibawa pun indah sekali. Bersungguh-sungguh untuk sesuatu yang diyakini, maka kesuksesanlah yang akan menyambut pada akhirnya.</p>
<p><em>*gambar : www.21cineplex.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/584/tendangan-dari-langit/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

