<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakul Rujak</title>
	<atom:link href="http://bakulrujak.com/category/film/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bakulrujak.com</link>
	<description>Untuk hidup yang selalu menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 May 2012 16:41:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Negeri 5 Menara, Sebuah Film</title>
		<link>http://bakulrujak.com/639/negeri-5-menara-sebuah-film</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/639/negeri-5-menara-sebuah-film#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 16:27:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[best seller]]></category>
		<category><![CDATA[negeri 5 menara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=639</guid>
		<description><![CDATA[Randai dan Alif, sama-sama bertekad untuk merantau ke Jawa dan menaklukkan ITB. Namun, apa lacur, rupanya orang tua Alif lebih memilih anaknya menjadi ahli agama. Pondok pesantren ternama di Jawa Timur menjadi tumpuan harapan orang tua Alif bagi anak laki-laki mereka merajut masa depan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2012/02/poster-film-negeri-5-menara170a.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-640" title="poster-film-negeri-5-menara" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2012/02/poster-film-negeri-5-menara170a.jpg" alt="" width="170" height="250" /></a>Lakon </em>diawali dengan gambar lanskap danau Maninjau yang memukau, dua orang <em>ABG </em>berlarian dengan semangat menggebu. Kelulusan Sekolah Menengah Pertama disambut dengan gegap gempita.</p>
<p>Randai dan Alif, sama-sama bertekad untuk merantau ke Jawa dan menaklukkan ITB. Namun, apa lacur, rupanya orang tua Alif lebih memilih anaknya menjadi ahli agama. Pondok pesantren ternama di Jawa Timur menjadi tumpuan harapan orang tua Alif bagi anak laki-laki mereka merajut masa depan.</p>
<p>Demikianlah yang terjadi, perpisahan. Randai tetap dengan tekadnya untuk menjadi &#8220;Habibie&#8221; serta Alif yang harus memutar haluan dan belajar agama.</p>
<p>Halaman baru disibak. Alif kini nyantri di pondok pesantren Madani, Ponorogo, Jawa Timur. Ia dengan cepat berkawan dengan sesama santri penghuni asrama.  Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa.</p>
<p>Tak mudah rupanya bagi Alif untuk mengubur impiannya begitu saja. Berbagai upaya ia lakukan. Menyibukkan diri di lingkungan pondok, menghabiskan waktu dengan kawan-kawan rupanya tak juga meredakan kegelisahannya.</p>
<p>Hingga pada suatu hari, kawan dekatnya, Baso dai Gowa harus pulang ke kampung halaman karena kewajibannya sebagai cucu dari seorang renta tak bisa lagi mendapat toleransi. Jiwa muda Alif kembali menggelegak, surat dilayangkan ke kampung halaman. Pindah! Keputusan bulat sudah.</p>
<p>Tapi tentu saja tidak mudah, kawan-kawan yang lain berusaha habis-habisan agar Alif mau mengubah pendiriannya. Ujian besar di pundak Alif. Keputusan masih bisa berubah. Melanjutkan nyantri, atau kembali ke jalur lama, bergabung dengan Randai menantang masa depan yang lain?</p>
<p><strong>Film yang terselamatkan</strong></p>
<p>Film ini begitu ambisius. Membuat film yang diangkat dari buku super populer memang bukan perkara gampang. Novel Negeri 5 Menara konon adalah novel <em>best seller</em> dengan 12 kali cetak dan memegang rekor sebagai penjualan terbaik Gramedia selama 37 tahun terakhir.</p>
<p>Tentu saja buku adalah buku, dan film adalah film. Keduanya memiliki elemen dan unsur yang sama sekali berbeda. Kejadian demi kejadian di pondok terasa menjadi penggalan-penggalan yang tak terhubung. Mungkin akibat alur yang terlalu dipadatkan. Saya belum membaca novel Negeri 5 Menara dan benar-benar dibuat bingung.</p>
<p>Tak perlu menjadi pengamat film profesional untuk menyadari bahwa ada kejanggalan mendasar di film ini. Lompatan yang begitu mengganggu di akhir cerita. Dari suasana gegap gempita pentas seni di pondok pesantren, kemudian berpindah ke jantung kota London yang mewah. Apa yang terjadi? Kemudian sosok para wartawan yang melakukan aktifitas peliputan dan lain sebagainya. Tak lama kemudian film berakhir. Baiklah, sepertinya saya harus menebus kebingungan ini dengan membaca novel tebal itu.</p>
<p>Sisi positifnya, film ini seolah <em>terselamatkan</em> oleh beberapa hal. Yang pertama adalah penokohan yang kuat. Sosok Alif yang selalu menampilkan kegelisahan, kawan-kawan pondoknya dengan karakter khas masing-masing, Kiai Rai (Ikang Fauzi) yang nyentrik. Menghibur sekali.</p>
<p>Yang kedua adalah peran aktor-aktor senior yang terlibat juga menjadi nilai tambah. Sebut saja Ikang Fauzi, David Chalik, Doni Alamsyah dan Lulu Tobing yang konon kembali berakting setelah istirahat selama 6 tahun.</p>
<p>Dan satu lagi, lanskap alam yang dieksplorasi habis-habisan juga membuat film ini layak ditonton. Danau Maninjau, sawah mengjijau dan pegunungan yang ditangkap dengan baik. Sepertinya bisa sedikit menutup segala kekecawaan saya akan kekurangan-kekurangan yang saya ulas di awal.</p>
<p><em>*Gambar : the-marketeers.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/639/negeri-5-menara-sebuah-film/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mission: Impossible – Ghost Protocol</title>
		<link>http://bakulrujak.com/634/mission-impossible-ghost-protocol</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/634/mission-impossible-ghost-protocol#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 12:04:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[ethan hunt]]></category>
		<category><![CDATA[hollywood]]></category>
		<category><![CDATA[mission impossible]]></category>
		<category><![CDATA[tom cruise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=634</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah ledakan mengguncang Moskow, dan tuduhan pun mengarah kepada IMF yang otomatis juga kepada Amerika. Presiden Amerika dengan segera mengaktifkan Ghost Protocol, yakni penyangkalan akan keberadaan IMF sekaligus menon-aktifkan segala operasi dan fasilitasnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/12/Mission_impossible_ghost_protocol170.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-635" title="Mission impossible ghost protocol" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/12/Mission_impossible_ghost_protocol170.jpg" alt="" width="170" height="252" /></a>Seorang ahli nuklir Rusia bernama Kurt Hendricks (Michael Nyqvist) membuat masalah dengan memicu perang nuklir antara Rusia dan Amerika. Hendricks pun dengan segera menjadi incaran IMF dengan nama sandi &#8220;Cobalt&#8221;.</p>
<p>Atas alasan tersebut Ethan Hunt (Tom Cruise), agent terbaik IMF dikirim ke penjara di Rusia untuk memulai aksi penyelidikan atas Hendricks. Pada waktu yang ditentukan, Hunt dibebaskan dan ditugaskan bersama 2 partner barunya, Jane Carter (Paula Patton) dan seorang agent baru bernama Benji Dunn (Simon Pegg).</p>
<p>Saat baru saja memulai aksinya, Hunt dan timnya mendapat perlawanan yang begitu hebat. Rupanya Hendricks sudah mengetahui apa yang direncanakan dan berupaya menggagalkannya.</p>
<p>Upaya Hendricks berhasil. Sebuah ledakan mengguncang Moskow, dan tuduhan pun mengarah kepada IMF yang otomatis juga kepada Amerika. Presiden Amerika dengan segera mengaktifkan <em>Ghost Protocol</em>, yakni penyangkalan akan keberadaan IMF sekaligus menon-aktifkan segala operasi dan fasilitasnya.</p>
<p>Dengan demikian Ethan Hunt dan timnya (yang kini bertambah satu orang lagi, seorang analis IMF bernama William Brandt &#8211; Jeremy Renner) resmi bergerak atas inisiatif sendiri. Tanpa perlindungan Amerika dan tanpa dukungan dalam bentuk apapun.</p>
<p>Tak ada waktu untuk terlalu banyak berpikir, Hendricks sudah siap dengan peluncuran nuklir pertamanya, yang berarti tantangan perang untuk Amerika. Hunt dan teman-temannya mulai berusaha mati-matian memburu Hendricks.</p>
<p>Gagal melumpuhkan Hendricks di Dubai, tujuan berikutnya adalah Mumbai, India. Satelit yang diperlukan untuk memberikan perintah palsu kepada militer Rusia sudah diperoleh, tinggal satu tombol saja maka perang nuklir segera meledak. Di sinilah segalanya harus diakhiri, atau tidak sama sekali.</p>
<p><strong>Khas dan Konsisten</strong></p>
<p>Tak banyak yang bisa saya katakan lagi, film ini <em>Mission Impossible</em> banget. Segala sesuatu yang telah kita tahu dari Mission Impossible bisa kembali dijumpai di serinya yang ke-4 ini. Mulai dari seabrek <em>gadget </em>canggih yang sukar dinalar, adegan kejar-kejaran, menyamar, moment-moment nyaris mati dan sebagainya.</p>
<p>Dari segi <em>action </em>dan <em>screenplay </em>film ini luar biasa. Sebagai penonton saya merasa terhibur, meskipun secara plot cerita sangat umum dan mudah sekali ditebak arahnya. Setiap detail dikerjakan dengan baik, sehingga walaupun ada kekurangan di sisi cerita dan alur, bisa segera dibayar oleh pertunjukan yang bagus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/634/mission-impossible-ghost-protocol/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Husk, the Scarecrow is Alive</title>
		<link>http://bakulrujak.com/607/husk-the-scarecrow-is-alive</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/607/husk-the-scarecrow-is-alive#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 18:06:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Latifah</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[husk]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[thriller]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=607</guid>
		<description><![CDATA[Kengerian demi kengerian terjadi. Bermula saat Scott dan Brian menemukan Johnny di dalam rumah tersebut sedang menjahit penutup kepala untuk orang-orangan sawah. Tentu saja yang mereka temukan bukanlah Johnny, namun mayatnya yang sudah dirasuki oleh arwah jahat yang menghantui ladang jagung.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/10/husk-poster170.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-608" title="husk poster" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/10/husk-poster170.jpg" alt="" width="170" height="252" /></a>Sekelompok remaja dalam perjalanan menuju sebuah rumah danau untuk menghabiskan akhir pekan. Dalam perjalanan melewati ladang jagung, secara misterius burung gagak menabrak mobil mereka. Akibatnya, Chris (C. J Thomason) yang memegang setir saat itu kehilangan kendali. Mobil pun terperosok ke ladang jagung.</p>
<p>Kenehan terjadi ketika mereka tidak dapat menemukan Johnny (Ben Easter) yang duduk di samping Chris. Setelah beberapa saat mencari, mereka melihat ada rumah di tengah ladang jagung. Scott (Devon Graye) dan Brian (Wes Chatham) berinisiatif untuk memeriksa kalau-kalau Johnny berada di rumah tersebut. Chris dan Natalie (Tammin Sursok) yang merupakan kekasih Brian menunggu di pinggir jalan.</p>
<p>Kengerian demi kengerian terjadi. Bermula saat Scott dan Brian menemukan Johnny di dalam rumah tersebut sedang menjahit penutup kepala untuk orang-orangan sawah. Tentu saja yang mereka temukan bukanlah Johnny, namun mayatnya yang sudah dirasuki oleh arwah jahat yang menghantui ladang jagung. Chris dan Natalie yang akhirnya memutuskan untuk menyusul Scott dan Brian pun tidak luput dari teror. Mereka dijadikan target untuk dibuat orang-orangan sawah berikutnya.</p>
<p><strong>Hantu atau Psychopat?</strong></p>
<p>Alur film ini cukup dapat membangun ketegangan. Figur orang-orangan sawah yang ditampilkan terlihat alami dan menyeramkan. Meskipun di dalam cerita dikisahkan Scott sempat mendapatkan penglihatan tentang apa yang terjadi di tempat tersebut dahulu kala, namun potongan-potongan frame yang disuguhkan tidak cukup memuaskan.</p>
<p>Bila akhirnya Scott berkesimpulan bahwa orang-orangan sawah tersebut merupakan arwah yang terperangkap karena kejahatan yang dilakukan terhadapnya di masa lalu, maka seharusnya cara untuk melawan balik mereka adalah dengan melakukan ritual atau cara khusus membunuh hantu. Akan tetapi, dalam film ini arwah orang-orangan sawah tersebut lebih nampak seperti pembunuh berdarah dingin di film Halloween. Tidak ada petunjuk bagaimana mengakhiri teror tersebut sebagaimana di film-film horor bertema hantu lainnya. Bahkan ketika satu per satu korban menjadi orang-orangan sawah dan semua telah dikalahkan oleh mereka yang masih berusaha melarikan diri, tetap saja muncul orang-orangan sawah asli yang menjadi pelaku utama teror tersebut.</p>
<p>Disini yang membuat bingung adalah bahwa bagaimana figur hantu ditampilkan seperti psychopat yang memburu siapa saja yang memasuki teritorinya. Penonton pun dibuat bertanya-tanya sebenarnya yang dihadapi oleh Scott dan teman-temannya adalah hantu atau psychopat.</p>
<p>Sebuah film thriller dapat memberikan <em>sense</em> ketakutan yang berbeda tergantung dari tokoh sentral yang menebarkan teror di dalamnya. Tentu saja <em>sense</em> takut dan tegang yang dirasakan penonton akan berbeda antara objek hantu dan pembunuh berdarah dingin. Di film ini, penonton akan bingung memposisikan rasa takutnya.</p>
<p>Judul film ini juga cukup membingungkan. Sebab, meskipun seting-nya di ladang jagung namun yang menjadi sentral tema cerita adalah orang-orangan sawahnya bukan kulit jagungnya (husk). Bahkan sama sekali tidak ditampilkan kontribusi dari kulit jagung dalam cerita film ini. Bila diperhatikan dengan seksama, dalam seting film ini juga<br />
sama sekali tidak dijumpai jagung di ladangnya alias belum berbuah sehingga korelasi kulit jagung dengan film ini patut dipertanyakan.</p>
<p><em>*Gambar : imdb.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/607/husk-the-scarecrow-is-alive/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abduction</title>
		<link>http://bakulrujak.com/595/abduction</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/595/abduction#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 10:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[abduction]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[taylor lautner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Ayah kandung Nathan mencuri data rahasia dari seorang agen lepas bernama Viktor Kozlow. Kozlow mengirim orang-orang terbaiknya untuk menangkap Nathan. Meskipun mendapat bantuan dari beberapa teman dekat ayahnya, Nathan masih harus berusaha sekuat tenaga untuk menjaga agar data rahasia yang kini ada di tangannya tetap aman.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/10/Abduction170.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-596" title="Abduction" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/10/Abduction170.jpg" alt="" width="170" height="252" /></a>Seorang pelajar SMU di Amerika bernama Nathan Harper (Taylor Lautner) memiliki tubuh yang atletis dan tentu saja, berprestasi di bidang olah raga serta menguasai beberapa cabang ilmu bela diri. Dia tinggal dengan damai bersama kedua orang tuanya. Mereka tergolong kelauarga berada dan bahagia.</p>
<p>Hingga pada suatu hari secara tidak sengaja Nathan menemukan foto masa kecilnya di sebuah situs pencarian orang hilang. Lebih mengejutkan lagi, di situs tersebut disebutkan anak yang mirip dengan dirinya bernama Steven Price dan belum ditemukan hingga saat ini. Nathan yakin seratus persen bahwa foto orang hilang itu adalah dirinya. Lalu bagaimana dia menjelaskan dua orang yang tinggal bersama sebagai orang tuanya selama ini ?</p>
<p>Masalah mulai bertambah rumit ketika 2 orang berpakaian rapi datang dan membunuh orang tua Nathan. Dan ia terpaksa melarikan diri bersama Karen Murphy (Lily Collins), teman masa kecilnya. Pelarian Nathan tidak mulus sama sekali. Beberapa kali ia terlibat perkelahian dengan orang-orang dewasa dengan kemampuan yang lebih hebat.</p>
<p>Rupanya Nathan adalah anak kandung seorang agen CIA yang cukup disegani, Martin Price. Paska kematian ibu kandungnya, Nathan dipercayakan kepada sepasang agen untuk mengasuh dan membekali Nathan ilmu perlindungan diri yang dibutuhkan.</p>
<p>Ayah kandung Nathan mencuri data rahasia dari seorang agen lepas bernama Viktor Kozlow (Michael Nyqvist). Kozlow mengirim orang-orang terbaiknya untuk menangkap Nathan dan menggunakannya sebagai alat pertukaran. Meskipun mendapat bantuan dari beberapa teman dekat ayahnya, Nathan masih harus berusaha sekuat tenaga untuk tetap selamat dan menjaga agar data rahasia yang kini ada di tangannya tetap aman.</p>
<p>Konspirasi, intrik dan permainan licik para penegak hukum Amerika mewarnai pelarian Nathan.</p>
<p><strong>Film ABG</strong></p>
<p>Film ini secara terang-terangan menonjolkan pesona Taylor Lautner sebagai pemeran utama. Hal tersebut bisa dimengerti mengingat sang <em>Jacob Black</em> telah lebih dulu mempesona banyak wanita lewat film-film terdahulunya. Akibat sampingannya menurut saya tokoh-tokoh yang lain jadi kurang mendapatkan porsi penokohan yang kuat. Peran orang tua angkat Nathan, para agen CIA yang seharusnya bisa digali lebih dalam terkesan ditelantarkan begitu saja.</p>
<p>Memang terdapat adegan-adegan yang cukup menegangkan di beberapa bagian, tapi untuk kelas film beraliran <em>action,</em> Abduction sepertinya kurang bisa diunggulkan. Saya malah lebih bisa melihat muatan romantika remaja yang lebih kompleks. Kisah percintaan khas anak baru gede (abg) yang masih labil dan menggebu-gebu justru mendapat porsi yang lebih besar.</p>
<p>Proses bagaimana hingga Nathan bisa melarikan diri bersama teman wanitanya, juga terkesan terlalu dipaksakan. Terlalu ngotot meraih kesan romantis dan membuat film ini mirip telenovela.</p>
<p>Rentang waktu pembuatan film ini juga terbilang cukup singkat, hanya sekitar 4 bulan saja. Mengingat jadwal Taylor yang harus segera memulai proses produksi film lanjutan <em>Twilight.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/595/abduction/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beastly, Love is Never Ugly</title>
		<link>http://bakulrujak.com/591/beastly-love-is-never-ugly</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/591/beastly-love-is-never-ugly#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 08:20:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Latifah</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[beastly]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=591</guid>
		<description><![CDATA[Film ini merupakan adaptasi dari cerita klasik Beauty and the Beast yagn dikemas dalam setting yang lebih modern. Sebagaimana film remaja pada umumnya, film ini cukup baik mengeksplorasi bagaimana seorang remaja laki-laki berusaha membuat jatuh cinta dambaan hatinya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/08/beastly170.jpg"><img class="size-full wp-image-592 alignleft" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/08/beastly170.jpg" alt="" width="170" height="252" /></a>Kyle Kingson (Alex Pettyfer) adalah seorang remaja yang tampan dan kaya raya sehingga membuat gadis-gadis di sekitarnya terpesona. Ketampanan dan kekayaan yang ia punyai menjadikannya pribadi yang narsis dan arogan.</p>
<p>Suatu kali dalam orasinya sebagai kandidat presiden Green Committee di sekolahnya, Kyle dengan congkaknya mengatakan,  “<em>Should you vote for me just because I am the rich, popular, good-looking guy with the famous news anchor dad, and the answer is, hell yeah!</em>” yang disambut dengan applause membahana.</p>
<p>Kesombongan Kyle yang menjadi-jadi membuat Kendra (Mary-Kate Olsen) merasa terusik. Kendra merupakan teman sekolah Kyle yang memiliki gaya eksentrik sehingga teman-temannya memanggilnya penyihir. Kesabaran Kendra habis ketika dalam sebuah pesta Kyle terus mengolok-olok teman-temannya yang tidak berpenampilan menarik. Akhirnya, Kendra mengutuknya menjadi seseorang yang memiliki wajah menyeramkan seperti monster. Kutukan ini hanya dapat dipatahkan bila Kyle menemukan seseorang yang dapat mencintainya dengan kondisinya yang menyeramkan dalam waktu setahun atau ia akan terperangkap dalam fisik monsternya.</p>
<p>Alkisah suatu kali Lindy (Vanessa Hudgens), kandidat presiden Green Committee yang dikalahkan oleh Kyle mendapatkan ancaman pembunuhan oleh penagih hutang. Kyle yang diam-diam menaruh perasaan pada Lindy kemudian membuat perjanjian dengan ayah Lindy agar menyembunyikan Lindy untuk sementara di rumahnya. Selama Lindy berada di rumahnya, Kyle melakukan apapun untuk memikatnya. Dibantu oleh Will (Neil Patrick Harris) guru privatnya dan pembantu rumah tangganya, Kyle berusaha membuat Lindy jatuh cinta padanya sehingga ia dapat terlepas dari kutukan Kendra.</p>
<p><strong>Another Fairy Tale</strong></p>
<p>Film ini merupakan adaptasi dari cerita klasik Beauty and the Beast yagn dikemas dalam setting yang lebih modern. Sebagaimana film remaja pada umumnya, film ini cukup baik mengeksplorasi bagaimana seorang remaja laki-laki berusaha membuat jatuh cinta dambaan hatinya. Alur cerita film ini tidak terlalu susah untuk diikuti dan cenderung mudah ditebak.</p>
<p>Ada bagian yang terasa dipaksakan dalam film ini yaitu munculnya Kendra sebagai sosok penyihir yang mengubah Kyle menjadi monster. Dalam kultur masyarakat barat, tentu saja hal ini merupakan sesuatu yang tidak masuk akal. Perubahan Kyle menjadi sosok monster yang menyeramkan terasa sebagai sesuatu yang dipaksakan. Untungnya, Mary-Kate Olsen sangat menghayati perannya sebagai penyihir modern nyentrik sehingga gayanya membuat penonton terhibur.</p>
<p>Meskipun film ini ber-genre drama, namun efek visual terutama tata rias wajah Kyle saat menjadi monster pantas diacungi jempol. Kyle yang berwajah tampan seketika berubah menjadi seperti pembunuh berdarah dingin dengan wajah menyeramkan penuh tato dan parut. Menurut saya, meskipun wajahnya sudah diubah, Kyle masih menyimpan aura tampan. Efek visual yang dibuat untuk wajah Kyle ini malah terkesan artistik.</p>
<p>Film ini cocok dilihat sebagai pengantar tidur. Manisnya kisah cinta yang disuguhkan dalam film ini dapat menginspirasi untuk merasa jatuh cinta lagi dan bermimpi indah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/591/beastly-love-is-never-ugly/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tendangan Dari Langit</title>
		<link>http://bakulrujak.com/584/tendangan-dari-langit</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/584/tendangan-dari-langit#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 10:22:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[hanung bramantyo]]></category>
		<category><![CDATA[olah raga]]></category>
		<category><![CDATA[tendangan dari langit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=584</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang jamak terjadi, Wahyu tak lantas menyerah, dia tetap bermain bola dengan sembunyi-sembunyi hingga akhirnya bisa membelikan seekor kuda dan pakaian untuk bapaknya. Melihat kemauan Wahyu yang membatu, toh Pak Darto luluh juga. Ia restui anaknya bermain bola.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/08/tendangan170.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-585" title="tendangan dari langit" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/08/tendangan170.jpg" alt="" width="170" height="242" /></a>Lakon dibuka dengan debu-debu gunung Bromo yang berhamburan ketika Wahyu (Yosie Kristanto) bermain bola dengan asyik bersama kawan-kawannya dari desa Langitan, lereng Bromo.</p>
<p>Wahyu adalah siswa SMA yang biasa-biasa saja, kecuali dalam bidang sepak bola. Bakatnya menonjol meninggalkan kawan-kawannya yang lain. Ia pun kerap disewa klub-klub bola dari desa lain untuk memenangkan pertandingan. Benar saja, nama Wahyu tersohor di lingkungannya sebagai pemain sepak bola kenamaan.</p>
<p>Rupanya perjalanan Wahyu menapaki karirnya sebagai pemain sepak bola tak mulus. Bapaknya, Pak Darto (Sudjiwo Tedjo) menentang keras ambisi Wahyu dalam hal sepak bola.</p>
<p>Seperti yang jamak terjadi, Wahyu tak lantas menyerah, dia tetap bermain bola dengan sembunyi-sembunyi hingga akhirnya bisa membelikan seekor kuda dan pakaian untuk bapaknya. Melihat kemauan Wahyu yang membatu, toh Pak Darto luluh juga. Ia restui anaknya bermain bola.</p>
<p>Kisah berlanjut, Wahyu dibidik oleh pelatih Persema Malang, Coach Timo (Timo Scheunemann) untuk menjadi pemain profesional. Sayang gayung tak melulu bersambut. Rupanya Wahyu memiliki kelainan di lututnya, hingga berat baginya untuk terus melanjutkan segala perjuangan.</p>
<p>Tapi mimpi belum saatnya diakhiri, bagaimana sepak terjang Wayu dan kawan-kawannya untuk tetap bermain di klub Irfan Bachdim ini layak untuk diikuti.</p>
<p><strong>Film Olah Raga</strong></p>
<p>Film Tendangan Dari Langit digarap oleh sutradara bertangan dingin Hanung Bramantyo. Salah satu sutradara terbaik Indonesia ini, seperti yang kita tau, lebih sering menukangi film-film yang bertajuk keagamaan. Pendapat saya, langkah beliau kali ini cukup berani. Mengingat untuk mengangkat nuansa olah raga, khususnya sepakbola, melibatkan lebih banyak komponen di dalamnya. Seperti apa? Mari kita bahas.</p>
<p>Alur cerita Tendangan Dari Langit tak jauh beda dengan film-film serupa. Sebut saja King dan Garuda di Dadaku. Berawal dari udik, berbekal tekat, semangat dan kemampuan yang mumpuni hingga akhirnya meraih sukses. Seragam.</p>
<p>Dimana perbedaannnya? Tampaknya sang sutradara tahu betul kapasitasnya. Beliau bermain cantik dengan permainan emosi dan ketegangan. Sesuatu yang minim sekali kita rasakan di film-film serupa.</p>
<p>Satu hal yang tak pernah luput dari film-film yang mengangkat tema kampung dan udik adalah setting latar. Di Film ini kemolekan alam gunung Bromo dieksplorasi habis-habisan. Puncak gunung yang sering tertutup kabut tipis, perkebunan yang diselimuti abu gunung, dataran berpasir hingga potret kehidupan warga desa yang guyub dan gegap gempita. Semua menyatu, membuat film ini memiliki nilai lebih di sisi yang lain, diluar alur cerita.</p>
<p>Satu hal lagi yang patut kita acungi jempol dari film ini adalah, totalitas sang sutradara untuk menghadirkan atmosfir sepak bola indonesia ke dalam layar. Bagaimana menggerakkan ribuan supporter Persema Malang untuk diarahkan demi mendapatkan gambar yang sesuai.</p>
<p>Mencuri gambar dari sepasang tim sepakbola yang sedang bertanding untuk film layar lebar, tentu saja tak sama dengan pengambilan gambar untuk liputan siaran langsung pertandingan. Toh Hanung Bramantyo tetap berhasil dalam melaksanakan tugasnya dengan baik.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kurang Matang ?</strong></p>
<p>Masih, saya menemukan beberapa hal yang menurut saya (pribadi) sedikit mengganjal. Beberapa tokoh yang potensial justru tidak mendapatkan penokohan yang cukup kuat, alias terkesan seadanya. Misalnya sang aktor kawakan Toro Margen. Perannya sebagai pemilik klub sepakbola tingkat kecamatan terkesan terlalu lembek. Tentu kita rindu karakter Bung Toro yang kokoh dan arogan, bukan?</p>
<p>Yang tak kalah disayangkan adalah sosok pemain naturalisasi Indonesia, Irfan Bachdim. Tentu Anda sepakat dengan saya, bahwa kehadiran Bachdim di film ini rasanya tak lebih dari sekedar pemanis saja. Tak banyak sumbangsihnya.</p>
<p>Tampak sekali sang sutradara berusaha keras mempermainkan emosi penonton dengan tangisan dan potongan-potongan cerita yang menggugah dan mengharukan. Tapi karena beberapa hal mengakibatkan usaha tersebut menjadi basi. Sisi kemanusiaan yang menghentak, pertengkaran dalam keluarga, konflik batin dan air mata dipadukan. Tetap saja, di beberapa bagian justru membuat saya ingin tertawa. Terutama melihat tangisan tertahan ki dalang Sudjiwo Tedjo. Seperti apa? Silakan amati sendiri.</p>
<p>Terakhir, yang paling saya rasakan kurang pas adalah, kenapa film ini terkesan sangat terburu-buru? Perjalanan karir seorang anak kampung yang terbiasa bermain sepak bola antar kecamatan, walaupun dengan kehebatan yang luar biasa, dalam waktu sangat-sangat singkat tiba-tiba bermain di liga besar Indonesia, menjadi pemain bintang dan di elu-elukan. Entah, tapi secara pribadi saya merasa perjuangannya kurang menggigit.</p>
<p>Secara keseluruhan film ini sangat layak tonton. Terlepas dari segala kekurangan dan cacatnya, saya rasa rakyat Indonesia sudah saatnya merasakan kebangkitan karya-karya anak bangsa. Amanat dan pesan yang dibawa pun indah sekali. Bersungguh-sungguh untuk sesuatu yang diyakini, maka kesuksesanlah yang akan menyambut pada akhirnya.</p>
<p><em>*gambar : www.21cineplex.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/584/tendangan-dari-langit/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fair Game</title>
		<link>http://bakulrujak.com/580/fair-game</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/580/fair-game#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 16:23:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[fair game]]></category>
		<category><![CDATA[intelejen]]></category>
		<category><![CDATA[sean penn]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=580</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ibu rumah tangga bernama Valerie Plame (Naomi Watts) yang juga merupakan seorang agen senior CIA harus mengemban tugas berat dari instansinya. Valerie harus memimpin sebuah tim untuk melakukan investigasi terkait dugaan pemerintah Amerika bahwa Irak sedang mempersiapkan sebuah senjata pemusnah masal.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/03/fairgame.jpg" mce_href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/03/fairgame.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-579" title="fair game" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/03/fairgame.jpg" mce_src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/03/fairgame.jpg" alt="" height="252" width="170"></a>Seorang ibu rumah tangga bernama Valerie Plame (Naomi Watts) yang juga merupakan seorang agen senior CIA harus mengemban tugas berat dari instansinya. Valerie harus memimpin sebuah tim untuk melakukan investigasi terkait dugaan pemerintah Amerika bahwa Irak sedang mempersiapkan sebuah senjata pemusnah masal.</p>
<p>Valerie pun harus melibatkan suaminya, Joe Wilson (Sean Penn), seorang mantan diplomat untuk terjun ke Niger dan menyelidiki apakah Irak pernah melakukan pembelian bahan pembuat bom nuklir dari negara tersebut.</p>
<p>Masalah bermula sekembalinya Joe dari Niger. Pemerintah Amerika Serikat melalui presiden telah terlanjur mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa Irak sedang mempersiapkan sebuah senjata pemusnah masal yang akan dipergunakan untuk kegiatan terorisme, tak peduli apapun hasil investigasi Valerie dan timnya.</p>
<p>
Joe tak tinggal diam hasil investigasinya diabaikan, lebih jauh lagi, negara dengan jelas-jelas menyebar kebencian dan berita bohong. Ia pun menulis sebuah kolom di New York Times, membuka kebohongan pemerintah dan memicu kontroversi.</p>
<p>Rupanya cerita menjadi semakin rumit ketika peristiwa demi peristiwa memaksa Valerie dan Joe menempuh jalan mereka masing-masing untuk mencari kebenaran dan memulihkan nama baik. Keutuhan keluarga Wilson benar-benar dipertaruhkan.</p>
<p></p>
<p><b>Amerika dan Terorisme</b></p>
<p>Film berdurasi 108 menit ini menyuguhkan sisi lain dari &#8220;dapur&#8221; intelejen Amerika Serikat. Betapa sang negara adidaya berupaya menghembuskan isu yang memprovokasi dan menimbulkan kebencian masal yang akut terhadap negara-negara timur tengah &#8212; atau dalam hal ini Irak.</p>
<p>Seolah ingin &#8220;membuka paksa&#8221; mata kita bahwa fakta tak harus datang dari pihak yang lebih kuat, dan bahwa peperangan hanya akan menimbulkan kerusakan dan penderitaan bagi banyak jiwa.</p>
<p>Di sisi lain, drama yang ditampilkan juga tak kalah dominan. Bagaimana seorang ibu dan istri yang tengah naik daun dalam karirnya harus menghadapi dilema yang berat dan pelik.</p>
<p><i>gambar http://www.imdb.com/</i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/580/fair-game/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Social Network</title>
		<link>http://bakulrujak.com/557/the-social-network</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/557/the-social-network#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 04:11:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[mark Mark Zuckerberg]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[the social network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=557</guid>
		<description><![CDATA[Hari-hari berlalu, Mark tenggelam dalam TheFacebook dan mulai mengabaikan Winklevoss bersaudara. TheFacebook menjadi populer dalam waktu singkat, nama Mark Zuckerberg kembali melambung tinggi karenanya. Tentu saja Winklevoss menjadi geram karena menganggap Mark mencuri ide Harvard Connection dan mengaplikasikannya pada TheFacebook.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/11/Social_network_film_poster.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-558" title="Social network film poster" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/11/Social_network_film_poster.jpg" alt="" width="170" height="267" /></a>Lakon dibuka dengan perdebatan Mark Zuckerberg (Jesse Eisenberg), seorang mahasiswa Harvard University dengan pacaranya, Erica (Rooney Mara). Perdebatan yang kemudian menjadi perpecahan antara keduanya ini membuat Mark menjadi terguncang. Malam itu juga ia meretas jaringan kampus dan melakukan sebuah proyek iseng berjuluk FaceMash.com.</p>
<p>Kisah berlanjut. Kasus FaceMash membuat Mark harus menjalani hukuman dari universitas. Namun tetap, nama Mark Zuckerberg sebagai otak dibalik FaceMash menarik perhatian Cameron Winklevoss and Tyler Winklevoss (Armie Hammer), si kembar kaya raya yang rupanya memiliki ide serupa membuat situs jejaring sosial baru, Harvard Connection. Mark didapuk untuk menjadi programmer dan arsitek untuk proyek baru tersebut.</p>
<p>Tak lama setelah itu, Mark menemui Eduardo Saverin (Andrew Garfield) untuk memintanya bergabung sebagai penyandang dana dalam sebuah proyek bernama TheFacebook.</p>
<p>Hari-hari berlalu, Mark tenggelam dalam TheFacebook dan mulai mengabaikan Winklevoss bersaudara. TheFacebook menjadi populer dalam waktu singkat, nama Mark Zuckerberg kembali melambung tinggi karenanya. Tentu saja Winklevoss menjadi geram karena menganggap Mark mencuri ide Harvard Connection dan mengaplikasikannya pada TheFacebook.</p>
<p>Sesuai dengan tagline film ini, &#8220;You don&#8217;t get to 500 million friends without making a view enemies&#8221;, Mark mulai menemui kendala dengan kepercayaan. Sifat Mark yang cuek dan berlaku seenaknya membuat beberapa orang merasa tersinggung dan tersisihkan, termasuk kawan terdekatnya. Masalah menjadi rumit hingga harus berakhir di persidangan. Kisah pelik pertemanan di asrama mahasiswa, pertengkaran hingga tuntutan berbuah ganti rugi jutaan dolar mewarnai lika-liku jalan sebuah situs jejaring sosial paling berpengaruh di dunia.</p>
<p><strong>Antagonis dan Protagonis</strong></p>
<p>Adalah David Fincher, seorang sutradara kawakan yang menjadi dalang dibalik film berdurasi 121 menit ini. Sebelum mengerjakan The Social Network, Fincher tercatat menyutradarai film bagus berjudul The Curious Case of Benjamin Button pada tahun 2008.</p>
<p>The Social Network sendiri diangkat dari sebuah buku berjudul The Accidentally Billionaire karangan Ben Mezrich. Dan konon Ben meminta Eduardo Saverin untuk menjadi &#8220;penasehatnya&#8221; selama menulis. Saya belum pernah membaca The Accidentally Billionaire, tapi dengan melihat The Social Network kita akan melihat dengan jelas bahwa David Fincher telah berusaha dengan keras untuk membuat semua karakternya &#8220;hidup&#8221;.</p>
<p>Tokoh Mark Zuckerberg sendiri diperankan dengan gemilang oleh Jesse Eisenberg. Kesan anak muda yang berapi-api, ambisius, kutu buku dan geek berhasil dikeluarkan dengan baik.</p>
<p>Namun sepertinya Fincher dengan sengaja mengaburkan pemetaan tokoh antagonis dan protagonis dalam film ini. Jika selama menonton Anda melihat beberapa orang berperan sebagai tokoh jahat, Anda mungkin benar. Tapi secara bersamaan saya melihat semua tokoh berpotensi menjadi antagonis. Mark, Eduardo, Winklevoss bersaudara atau Sean Parker (diperankan oleh Justin Timberlake, sang pendiri Napster dan pada akhirnya ikut masuk mengurus Facebook) semua secara bergantian menjadi tokoh baik dan buruk. Perhatikan dengan baik.</p>
<p>Namun terlepas dari penilaian baik dan buruk para kritikus film, atau gosip bahwa para pendiri Facebook sendiri yang enggan menyaksikan film ini karena dinilai terlalu melenceng dan berlebihan, The Social Network tetap menjadi pilihan yang baik untuk mengisi akhir pekan Anda. <img src='http://bakulrujak.com/rujak/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Gambar : <a href="http://wikipedia.org">wikipedia</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/557/the-social-network/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wall Street : Money Never Sleeps</title>
		<link>http://bakulrujak.com/549/wall-street-money-never-sleeps</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/549/wall-street-money-never-sleeps#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 01:47:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[drama]]></category>
		<category><![CDATA[hollywood]]></category>
		<category><![CDATA[michael douglas]]></category>
		<category><![CDATA[shia lebeouf]]></category>
		<category><![CDATA[wall street]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=549</guid>
		<description><![CDATA[Melihat bagaimana uang berlalu lalang dengan cepat dan tak terduga, membuat pusing kepala. Tak heran jika sampai ada yang gila dan mengakhiri hidupnya. Film Wall Street : Money Never Sleeps mengingatkan kita bahwa uang bisa membolak-balik keadaan manusia. Dari yang hari ini kaya raya, di hari berikutnya menjadi sangat miskin dengan hutang jutaan dolar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/10/wall-street-poster.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-550" title="wall street poster" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/10/wall-street-poster.jpg" alt="" width="170" height="251" /></a>Lakon diawali dengan dibebaskannya seorang pelaku pasar saham Wall Street, Gordon Gekko (Michael Douglas). Pada mulanya Gordon memperingatkan bahwa perdagangan saham akan mengalami krisis. Tapi siapa yang percaya pada ucapan seorang mantan narapidana ?</p>
<p>Hingga 7 tahun kemudian terjadilah apa yang diramalkan Gordon. Pasar saham Wall Street mengalami guncangan hebat. Para pialang dan investor menjadi panik, banyak bank yang pada akhirnya menerima dana talangan dari pemerintah dan melepas saham-sahamnya.</p>
<p>Tersebutlah seorang pialang muda bernama Jacob Moore (Shia LeBeouf). <em>Jake</em> masih merasa terpukul atas kematian mentor dan orang terdekatnya, Louis Zabel, yang bunuh diri akibat tak tahan menerima tekanan. Jake memiliki dugaan kuat bahwa seorang bernama Bretton James (Josh Brolin) harus bertanggung jawab atas kematian Lou.</p>
<p>Di sisi yang lain, Jacob memiliki seorang tunangan bernama Winnie (Carey Mulligan), yang merupakan anak Gordon. Karena suatu hal Winnie menutup diri dari ayahnya. Bertahun-tahun mereka tak saling sapa. Hingga pada suatu hari Jake datang kepada Gordon untuk meminta restu meminang putrinya. Profesi yang sama antara Gordon dan Jacob membuat mereka cocok dan membuat sebuah perjanjian. Seperti apa perjanjian yang disepakati Gordon dan Jacob? Yang pasti film ini memiliki akhir yang berbeda.</p>
<p><strong>Uang dan Keluarga</strong></p>
<p>Melihat bagaimana uang berlalu lalang dengan cepat dan tak terduga, membuat pusing kepala. Tak heran jika sampai ada yang gila dan mengakhiri hidupnya. Film <em>Wall Street : Money Never Sleeps</em> mengingatkan kita bahwa uang bisa membolak-balik keadaan manusia. Dari yang hari ini kaya raya, di hari berikutnya menjadi sangat miskin dengan hutang jutaan dolar.</p>
<p>Tapi pendapat saya, film ini sebetulnya film drama yang mengangkat sisi sosial. Bagaimana sebuah keluarga menjadi hancur, dan bersatu kembali. Uang hanya sedikit sekali membantu. Permainan saham dan ramainya pasar Wall Street hanya pemanis saja.</p>
<p>Shia LaBeouf menampilkan tokoh yang berbeda. Jika di <em>Transformers</em> kita mendapati <em>Sam</em> yang anak kampus dan berpenampilan santai dan enerjik, maka di Wall Street kita akan menemukan Jacob Moore sebagai seorang pialang saham muda yang sukses dan maskulin. Dibalut setelan jas super mahal dan pergi ke tempat-tempat mewah bertemu orang-orang penting. Dan menurut saya, adalah ide yang brilian untuk memadukan Shia dengan aktor kawakan Michael Douglas di film ini.</p>
<p>Benar-benar film yang mengaduk-aduk emosi dan sayang untuk dilewatkan.</p>
<p><em>*gambar : </em><a title="imdb dot com" href="http://www.imdb.com/" target="_blank"><em>www.imdb.com</em></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/549/wall-street-money-never-sleeps/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Expendables</title>
		<link>http://bakulrujak.com/522/the-expendables</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/522/the-expendables#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 09:07:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[bruce willis]]></category>
		<category><![CDATA[hollywood]]></category>
		<category><![CDATA[jet li]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[the expendables]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[Film ini disutradarai oleh Sylvester Stallone. Pemain gaek yang juga mendalangi Rambo IV dan Rocky Balboa, film-film yang melambungkan namanya sendiri sebagai pemeran utama. jadi jangan heran jika Anda menemukan adegan-adegan yang "Rambo banget".]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/08/200px-Expendablesposter.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-521" title="The Expendables" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/08/200px-Expendablesposter.jpg" alt="" width="200" height="297" /></a>Suatu hari 	Mr. Church (Bruce Willis), seorang agen CIA merekrut Barney Ross (Sylvester Stallone) dan timnya untuk menjalankan sebuah misi sulit di pulau Vilena. Dalam misi pembunuhan ini, Ross menghimpun tim berjuluk The Expendables, beranggotakan diantaranya Lee Christmas (Jason Statham), Ying Yang (Jet Li) dan Hale Caesar (Terry Crews).</p>
<p>Bayaran yang besar dan sedikit diselingi intrik asmara antara Ross dengan seorang wanita di wilayah targetnya membuat The Expendables terlibat aksi penghancuran sekaligus penyelamatan yang dramatis. Ditambah penghianatan Gunnar (Dolph Lundgren), mantan anggota The Expendables yang menyimpan sakit hati lantaran dikeluarkan dari tim, membuat jalan Ross dan timnya menjadi lebih sulit.</p>
<p><strong>Bintang Tua dan Muda</strong></p>
<p>Saya tak punya banyak hal untuk ditulis terkait film yang satu ini. Selain jalan cerita yang terlampau biasa dan sedikit &#8216;garing&#8217;, film ini juga cenderung hanya mengandalkan nama-nama tenar para aktornya. Tak ketinggalan visual efek, ledakan serta action tembak-menembak khas film action Hollywood.</p>
<p>Tokoh sentral sebetulnya terletak pada Stallone dan Statham sebagai simbol aktor era 80an dan 90an. Satu lagi yang patut disayangkan, bahwa aktor-aktor besar sekelas Jet Li hanya mendapat porsi sekadarnya saja. Memang tak pernah mudah membuat film yang bagus dengan bertabur terlalu banyak bintang seperti film ini.</p>
<p>Malahan, di beberapa media sempat disinggung tentang bintang-bintang papan atas Hollywood yang sempat ditawari namun batal berpartisipasi. Sebut saja nama Jean-Claude Van Damme, Steven Seagal hingga Sandra Bullock. Bahkan jika Anda melihat ada salah satu scene tentang pertemuan 3 aktor senior : Bruce Willis, Stallone dan Arnold Schwarzenegger di sebuah gereja, bagian itu ditambahkan beberapa waktu setelah produksi film selesai.</p>
<p>Film ini disutradarai oleh Sylvester Stallone. Pemain gaek yang juga mendalangi Rambo IV dan Rocky Balboa, film-film yang melambungkan namanya sendiri sebagai pemeran utama. jadi jangan heran jika Anda menemukan adegan-adegan yang &#8220;Rambo banget&#8221; di The Expendables. Adegan peperangan dengan ledakan-ledakan heboh, menghancurkan helikopter hingga saling melempar belati benar-benar membuat saya serasa sedang menonton Rambo yang sedang beraksi di luar hutan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/522/the-expendables/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

