<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakul Rujak</title>
	<atom:link href="http://bakulrujak.com/category/jalan-jalan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bakulrujak.com</link>
	<description>Untuk hidup yang selalu menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 May 2012 16:41:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Cirebon, si Kota Pelabuhan</title>
		<link>http://bakulrujak.com/109/cirebon-si-kota-pelabuhan</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/109/cirebon-si-kota-pelabuhan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 06:44:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Entah apa yang membuat saya memilih Cirebon sebagai tempat tujuan menghabiskan liburan akhir pekan kali ini. Kota ini panas (tentu saja, mengingat lokasinya yang dekat dengan laut) serta tak banyak lokasi menarik untuk dijadikan objek wisata.
Namun belakangan saya mulai menyukai Cirebon. Mengapa? Dengan sedikitnya yang tertulis di internet dan review orang-orang maka semakin besar pula [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_110" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.bakulrujak.com/wp-content/uploads/2009/06/cirebon11.JPG"><img class="size-medium wp-image-110" title="cirebon1" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/06/cirebon1-300x211.jpg" alt="Stasiun besar cirebon" width="300" height="211" /></a><p class="wp-caption-text">Stasiun besar cirebon</p></div>
<p>Entah apa yang membuat saya memilih Cirebon sebagai tempat tujuan menghabiskan liburan akhir pekan kali ini. Kota ini panas (tentu saja, mengingat lokasinya yang dekat dengan laut) serta tak banyak lokasi menarik untuk dijadikan objek wisata.<br />
Namun belakangan saya mulai menyukai Cirebon. Mengapa? Dengan sedikitnya yang tertulis di internet dan review orang-orang maka semakin besar pula nilai tantangannya. semakin bersemangat saya menjelajahi tiap sudutnya, hanya untuk bertemu dengan hal-hal baru yang menarik.</p>
<p>Cirebon pada awalnya adalah sebuah kawasan perkampungan nelayan kecil pada pertengahan abad 14. Semakin lama bertambah ramailah kapal-kapal berlabuh dan melakukan transaksi di wilayah ini (yang pada waktu itu bernama Muara Jati).<br />
Perkembangan selanjutnya, ditunjuklah Pangeran Walangsungsang, putra Prabu Siliwangi untuk memimpin kawasan ini sebagai adipati dengan gelar Cakrabumi. dan sejak saat itu wilayah ini diberi nama Cerbon atau Cirebon.<br />
Setelah memenangkan pertempuran melawan kerajaan Galuh, Cirebon pun berdiri sebagai kerajaan yang merdeka dan memiliki raja bergelar Cakrabuana.</p>
<p>Demikianlah, dari waktu ke waktu Cirebon menjadi kota pelabuhan yang cukup terkenal di kawasan asia tenggara. Hingga pada akhirnya pada tahun 1965 ditetapkan sebagai kota madya dengan luas wilayah 3.600 hektar.</p>
<p>sumber: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Cirebon" target="_blank">wikipedia indonesia</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/109/cirebon-si-kota-pelabuhan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tamansari Gua Sunyaragi</title>
		<link>http://bakulrujak.com/105/tamansari-gua-sunyaragi</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/105/tamansari-gua-sunyaragi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 06:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[candi]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[sunyaragi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Dari sedikitnya obyek wisata di Cirebon, maka sudah barang tentu setiap orang yang pernah berkunjung kesana akan mengenal situs sejarah Tamansari Gua Sunyaragi.
Letaknya di pinggir jalan raya by-pass Brigjen Dharsono membuat situs sejarah Sunyaragi sangat mudah ditemukan. Karcis masuk pun hanya 1000 rupiah saja.
Kompleks tamansari ini dibangun pada tahun 1703 masehi. Nama Sunyaragi berasal dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_106" class="wp-caption alignleft" style="width: 302px"><a href="http://www.bakulrujak.com/wp-content/uploads/2009/06/sunyaragi11.JPG"><img class="size-full wp-image-106" title="sunyaragi1" src="http://www.bakulrujak.com/wp-content/uploads/2009/06/sunyaragi11.JPG" alt="tamansari gua sunyaragi" width="292" height="266" /></a><p class="wp-caption-text">tamansari gua sunyaragi</p></div>
<p>Dari sedikitnya obyek wisata di Cirebon, maka sudah barang tentu setiap orang yang pernah berkunjung kesana akan mengenal situs sejarah Tamansari Gua Sunyaragi.<br />
Letaknya di pinggir jalan raya by-pass Brigjen Dharsono membuat situs sejarah Sunyaragi sangat mudah ditemukan. Karcis masuk pun hanya 1000 rupiah saja.</p>
<p>Kompleks tamansari ini dibangun pada tahun 1703 masehi. Nama Sunyaragi berasal dari bahasa sansekerta, &#8220;sunya&#8221; yang artinya adalah sepi dan &#8220;ragi&#8221; yang berarti raga. Fungsi utamanya yaitu sebagai tempat beristirahat dan meditasi para sultan cirebon dan keluarganya (saya jadi teringat situs tamansari di kompleks kasultanan Yogyakarta).</p>
<p>Kompleks Tamansari Sunyaragi terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu pesanggrahan yang merupakan tempat istirahat yang juga dilengkapi dengan ruang tidur, kamar mandi, kamar rias dan taman-taman yang indah beserta air mancur dan kolam. Bagian kedua adalah kompleks gua-gua. Seluruhnya gua buatan dan terletak di gunung-gunungan dilengkapi dengan akses berupa terowongan bawah tanah yang membuat masing-masing gua menjadi terhubung. Gua-gua ini memiliki fungsinya masing-masing, ada yang berfungsi sebagai tempat bersemedi, bengkel pembuatan dan penyimpanan senjata serta gua untuk para sultan mengadakan rapat atau mufakat dengan para perwira.<br />
Secara lebih luas, kompleks tamansari sunyaragi terbagi menjadi 12 bagian, yaitu:</p>
<p>(1) bangsal jinem, tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih;<br />
(2) goa pengawal, tempat berkumpul par apengawal sultan;<br />
(3) kompleks Mande Kemasan (sebagain hancur);<br />
(4) goa Pandekemasang, tempat membuat senjata tajam;<br />
(5) goa Simanyang, tempat pos penjagaan;<br />
(6) goa Langse, tempat bersantai;<br />
(7) goa peteng, tempat nyepi untuk kekebalan tubuh;<br />
(8) goa Arga Jumud, tempat orang penting keraton;<br />
(9) goa Padang Ati, tempat bersemedi;<br />
(10) goa Kelanggengan, tempat bersemedi agar langgeng jabatan;<br />
(11) goa Lawa, tempat khusus kelelawar;<br />
(12) goa pawon, dapur penyimpanan makanan.</p>
<p>Lagi-lagi yang menjadi kendala utama adalah masalah pengelolaan. Situs Tamansari Sunyaragi memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan. Namun pada kenyataannya sangat jauh dari terawat, sistem perawatan dan penjagaan terkesan seadanya, bahkan serba kekurangan. Fasilitas umum seperti toilet atau tempat ibadah juga tidak tersedia. Sungguh sayang sekali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/105/tamansari-gua-sunyaragi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasi Lengko H. Barno</title>
		<link>http://bakulrujak.com/101/nasi-lengko-h-barno</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/101/nasi-lengko-h-barno#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 06:39:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[lengko]]></category>
		<category><![CDATA[pagongan]]></category>
		<category><![CDATA[sambal]]></category>
		<category><![CDATA[sate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Hari menjelang senja di kota pelabuhan ini, sungguh tak terasa.
Seiring dengan perut yang mulai meronta minta diisi, saya mencari tukang becak terdekat. Tawar-menawar pun terjadi. Tujuan saya, nasi lengko (sega lengko) Haji Barno jalan Pagongan.
Tampak depan sederhana dan biasa saja. Namun begitu masuk ke rumah makannya, baru terasa luas dan leganya. Ada tiga baris meja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_103" class="wp-caption alignleft" style="width: 247px"><img class="size-full wp-image-103" title="lengko2" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/06/lengko21.JPG" alt="nasi lengko haji barno pagongan cirebon" width="237" height="198" /><p class="wp-caption-text">nasi lengko haji barno pagongan cirebon</p></div>
<p>Hari menjelang senja di kota pelabuhan ini, sungguh tak terasa.<br />
Seiring dengan perut yang mulai meronta minta diisi, saya mencari tukang becak terdekat. Tawar-menawar pun terjadi. Tujuan saya, nasi lengko (sega lengko) Haji Barno jalan Pagongan.</p>
<p>Tampak depan sederhana dan biasa saja. Namun begitu masuk ke rumah makannya, baru terasa luas dan leganya. Ada tiga baris meja panjang dengan tempat duduk berhadapan dan camilan pelengkap di atas meja.</p>
<p>Nasi lengko adalah salah satu sajian khas Cirebon, selain nasi jamblang dan empal gentong. Nasi lengko mencampurkan tahu dan tempe goreng yang diiris kotak-kotak, kecambah, daun sledri, serta sedikit sayuran lain dengan siraman bumbu kacang yang menyerupai bumbu nasi pecel. Mengacu pada namanya, masakan ini umumnya dimakan bersama nasi, namun anda bisa mencoba alternatif lontong jika berkenan (namun anda akan mendapatkan lontong lengko dan bukan nasi lengko, tentu saja. heheheh).<br />
Akan lebih terasa mantab jika dipadukan dengan sate kambing muda, membuat bumbu dari kedua sajian ini bertemu di mulut dan memberikan sensasi gurih yang luar biasa.</p>
<p>Lagi-lagi harga yang dipasang tidak begitu memberatkan. Nasi lengko serta satu porsi sate kambing muda dihargai 22.000 rupiah, saya kira sangat pantas dan sesuai dengan apa yang kita dapatkan.</p>
<p>&#8211;<br />
Nasi Lengko Haji Barno<br />
Jl. Pagongan,<br />
Cirebon</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/101/nasi-lengko-h-barno/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pedesan Entog Khas Indramayu</title>
		<link>http://bakulrujak.com/97/pedesan-entog-khas-indramayu</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/97/pedesan-entog-khas-indramayu#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 06:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[entog]]></category>
		<category><![CDATA[indramayu]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pedas]]></category>
		<category><![CDATA[sambal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Tak jauh dari Cirebon, ada sebuah kota pelabuhan yang lain, Indramayu. Dengan luas wilayah 2.000,99 km persegi dan jumlah penduduk 1.749.000jiwa (data tahun 2003) Indramayu merupakan kota kecil yang relatif sepi dan lengang.
Kultur masyarakat, kondisi alam hingga sajian khas kulinernya pun tak jauh berbeda dengan cirebon. Namun saya mendapat informasi bahwa ada satu hidangan khas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_98" class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/06/pedesanentog1.JPG"><img class="size-medium wp-image-98" title="pedesanentog" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/06/pedesanentog-300x189.jpg" alt="pedesan entog indramayu" width="240" height="151" /></a><p class="wp-caption-text">pedesan entog indramayu</p></div>
<p>Tak jauh dari Cirebon, ada sebuah kota pelabuhan yang lain, <a title="indramayu di wikipedia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Indramayu" target="_blank">Indramayu</a>. Dengan luas wilayah 2.000,99 km persegi dan jumlah penduduk 1.749.000jiwa (data tahun 2003) Indramayu merupakan kota kecil yang relatif sepi dan lengang.</p>
<p>Kultur masyarakat, kondisi alam hingga sajian khas kulinernya pun tak jauh berbeda dengan cirebon. Namun saya mendapat informasi bahwa ada satu hidangan khas indramayu yang kurang dikenal oleh masyarakat dari luar, yakni pedesan entog.</p>
<p>Dengan berbekal informasi yang cukup, saya segera meluncur ke kawasan Dayung (sebuah telaga/bendungan yang kerap dijadikan lintasan olahraga dayung). Di sepanjang jalan di pinggiran bendungan tersebut kita dengan mudah menemukan warung-warung yang menjual pedesan entog.</p>
<p>Bahan utamanya adalah daging entog (itik atau mentog dalam bahasa jawa). Disajikan dengan kuah dan bumbu semacam semur atau gulai, namun dengan rasa pedas yang lebih menggigit, sesuai dengan namanya tentu saja.<br />
Pas sekali disantap di sore hari sambil menikmati pemandangan matahari terbenam di pinggiran bendungan. Dimakan panas-panas dengan nasi dan kerupuk, membuat liburan akhir pekan saya terasa semakin bermakna sampai pada penghujungnya.</p>
<p>&#8211;<br />
pedesan entog<br />
kawasan dayung (lintasan timur)<br />
indramayu, jawa barat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/97/pedesan-entog-khas-indramayu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Magnet Zone, The First Bookcafe in Surabaya</title>
		<link>http://bakulrujak.com/83/magnet-zone-the-first-bookcafe-in-surabaya</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/83/magnet-zone-the-first-bookcafe-in-surabaya#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 14:44:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[kafe]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari kejadian ‘nyasar’, saya dan teman saya yang masih awam dengan kota Surabaya menemukan tempat unik ini. Namanya Magnet Zone. Kami tertarik dan mampir ke tempat ini karena melihat ada fasilitas lain daripada yang lain yang ditawarkan (coba Anda lirik sebentar gambar disamping ini). Cukup nyaman bukan? Sebuah café dengan menu utama adalah buku.
Begini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_91" class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><img class="size-full wp-image-91" title="magnetzone" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/06/magnetzone1.jpg" alt="Magnet Zone Cafe, Surabaya" width="320" height="240" /><p class="wp-caption-text">Magnet Zone Cafe, Surabaya</p></div>
<p>Berawal dari kejadian ‘nyasar’, saya dan teman saya yang masih awam dengan kota Surabaya menemukan tempat unik ini. Namanya Magnet Zone. Kami tertarik dan mampir ke tempat ini karena melihat ada fasilitas lain daripada yang lain yang ditawarkan (coba Anda lirik sebentar gambar disamping ini). Cukup nyaman bukan? Sebuah café dengan menu utama adalah buku.</p>
<p>Begini, maksud saya di dalam café ini pengunjung bisa sepuasnya membaca buku-buku yang disajikan (asalkan tidak disegel) atau bisa juga membelinya (ada diskonnya lho). Sambil membaca, Anda boleh memesan sajian menu yang ditawarkan. Kebetulan saat saya berkunjung, tempat ini sedang marak-maraknya mempromosikan buku Harry Potter (edisi berapa saya lupa). Jadi kesemua paket menu (makanan dan minuman) yang ada diberi nama dengan istilah-istilah yang ada di dalam buku Harry Potter. Tapi saya rasa intinya sama saja, yaitu nasi goreng hanya saja mungkin bumbunya yang sedikit berbeda. Saya memesan salah satunya (nama menunya apa saya juga lupa). Yang jelas, makan di tempat ini tidak mengecewakan kok. Dengan harga yang cukup terjangkau, tempat ini layak untuk dijadikan tempat ‘nongkrong’ para kawula muda.</p>
<div id="attachment_84" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-medium wp-image-84" title="nasi_sapi_lada_hitam" src="http://www.bakulrujak.com/wp-content/uploads/2009/06/nasi_sapi_lada_hitam-300x225.jpg" alt="Nasi Sapi Lada Hitam, sajian khas Magnet Zone" width="240" height="180" /><p class="wp-caption-text">Nasi Sapi Lada Hitam, sajian khas Magnet Zone</p></div>
<p>Selain bisa menambah wawasan dengan membaca, Magnet Zone juga menyediakan fasilitas Mini Theater yang bisa disewa secara pribadi bahkan sering ada event NOBAR (nonton bareng) disini. Tak hanya itu, di Magnet Zone, Anda juga bisa mengadakan acara ulang tahun, seminar, arisan, atau pamentasan musik karena di tempat ini tersedia Multifunction Hall. Uniknya lagi, Anda bisa menjadi member/anggota Magnet Zone dan berhak mendapatkan fasilitas yang lebih dari yang telah disediakan. <em>Wonderful !!</em> (<a title="Mbok Bakul" href="mailto:mbokbakul@bakulrujak.com"><strong>Melz</strong></a>)</p>
<p>&#8211;</p>
<p><em><strong>Magnet Zone</strong></em></p>
<p>Jalan BKR Pelajar No. 30</p>
<p>persis di depan SMU 9</p>
<p>Surabaya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/83/magnet-zone-the-first-bookcafe-in-surabaya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Plaosan, Si Cantik yang Terlupakan</title>
		<link>http://bakulrujak.com/49/plaosan-si-cantik-yang-terlupakan</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/49/plaosan-si-cantik-yang-terlupakan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 18:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[candi]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[plaosan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Plaosan terletak dua kilometer arah timur laut Candi Prambanan. Candi yang secara administratif terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten ini memiliki karakteristik bangunan yang unik. Dua candi induk Plaosan Lor merupakan candi bertingkat. Konstruksi yang demikian merupakan teknologi percandian yang cukup jarang ditemui.
Plaosan juga memiliki keunikan dalam hal arsitektur. Candi ini memiliki arsitektur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Plaosan terletak dua kilometer arah timur laut Candi Prambanan. Candi yang secara administratif terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten ini memiliki karakteristik bangunan yang unik. Dua candi induk Plaosan Lor merupakan candi bertingkat. Konstruksi yang demikian merupakan teknologi percandian yang cukup jarang ditemui.</p>
<div id="attachment_50" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/02/plaosan1.jpg"><img class="size-full wp-image-50" style="border: 1px solid black;" title="plaosan" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/02/plaosan1.jpg" alt="Candi Plaosan Lor" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Candi Plaosan Lor</p></div>
<p>Plaosan juga memiliki keunikan dalam hal arsitektur. Candi ini memiliki arsitektur perpaduan Hindu Budha. Menurut prasasti yang ditemukan di kompleks candi, tersebutlah nama Rakai Pikatan sebagai pendirinya. Candi Plaosan dibangun sebagai dharma Rakai Pikatan yang beragama Hindu kepada permaisurinya, Pramudhawardhani yang beragama Budha.</p>
<p>Kompleks Candi Plaosan sendiri terdiri dari Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Letak kedua candi tersebut berseberangan, hanya dipisahkan oleh jalan desa.</p>
<p>Candi Plaosan Lor terdiri dari dua candi induk yang dikelilingi oleh candi-candi perwara. Sementara itu, kompleks Candi Plaosan Kidul hanya tersisa beberapa candi perwara. Pada candi induk Plaosan Lor terdapat chamber yang cukup luas. Di dalamnya terdapat 6 arca Dhyani Bodhisatwa. Diperkirakan Candi Plaosan berfungsi sebagai tempat peribadatan untuk pendeta dan umat Budha saat itu.</p>
<p>Letak Candi Plaosan memang agak nyempil. Akses untuk menuju ke Plaosan juga masih terbatas. Dari Kota Yogyakarta menuju Plaosan dapat ditempuh dengan menggunakan Bus Trans Jogja. Setelah turun dari Halte Prambanan, kita dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan becak atau dokar. Saat menawar becak atau dokar inilah baru terasa beratnya perjalanan ke Plaosan. Satu kali jalan baik dokar maupun becak rata-rata memasang tarif Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu. Dengan demikian untuk bolak-balik dari Prambanan-Plaosan membutuhkan sekitar Rp 50 ribu. Kondisi yang demikian kemungkinan adalah salah satu faktor mengapa banyak wisatawan yang malas berkunjung ke Plaosan.</p>
<p>Kekecewaan karena mahalnya biaya transportasi yang dikeluarkan akan segera terbayar ketika melihat kompleks Candi Plaosan dari kejauhan. Kompleks Candi Plaosan terletak di tengah-tengah ladang dan perkampungan. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri ketika sampai di lokasi Plaosan.</p>
<p>Lokasi yang nyempil dan aksesibilitas yang masih terbatas membuat kompleks Candi Plaosan sepi pengunjung. Dari buku tamu yang disediakan petugas keamanan Candi Plaosan, rata-rata tercatat pengunjung pada hari libur biasa yang datang sekitar 10-15 orang. Bandingkan dengan Candi Prambanan misalnya yang bisa mencapai 6000 – 7000 orang.</p>
<p>Tetapi, justru dengan sepinya wisatawan ini membuat pengunjung lebih dapat menikmati keindahan Plaosan. Pengunjung dapat menikmati damainya semilir angin pedesaan di salah satu sudut candi yang teduh. Kawasan yang masih berada di pedesaan dan suasana yang sepi seolah-olah membawa pengunjung getting back to nature. Bagi penghobi fotografi dan tracking sangat disarankan untuk mampir ke Candi Plaosan ketika berkunjung ke Yogyakarta.</p>
<p>Bagi yang berencana berkunjung ke Plaosan dengan naik becak atau dokar sebaiknya langsung membuat janji untuk dijemput ketika selesai menikmati indahnya Plaosan. Bila tidak, kita akan kesusahan mencari sarana transportasi untuk kembali ke halte bus. Siapkan pula sumbangan sukarela sebagai pengganti tiket masuk kawasan Plaosan. Ajak teman yang banyak ketika mengunjungi Candi Plaosan agar biaya transportasi bisa ditanggung bersama sehingga lebih hemat.</p>
<p><a title="Dini N Latifah" href="mailto:dini_latifah@yahoo.com">Dini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/49/plaosan-si-cantik-yang-terlupakan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Are you ready to hot???</title>
		<link>http://bakulrujak.com/47/are-you-ready-to-hot</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/47/are-you-ready-to-hot#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 07:11:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[sambal]]></category>
		<category><![CDATA[spesial sambal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Ketika mendengar kata sambel pasti Anda sudah membayangkan sepedas apa rasanya. Tapi untuk sambel yang satu ini jangan dibayangkan rasanya karena ini adalah spesial sambel (SS) jelas dari namanya ini bukan sambel biasa.
Warung yang jadi andalan saya ketika berada di kota Jogja ini, menawarkan berbagai jenis sambal diantaranya sambal smack down, sambal bull shit, sambal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 205px"><img style="border: 1px solid black; vertical-align: top;" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/01/spe-sambal1.jpg" alt="Warung Spesial Sambal" width="195" height="127" /><p class="wp-caption-text">spesial sambal</p></div>
<p>Ketika mendengar kata sambel pasti Anda sudah membayangkan sepedas apa rasanya. Tapi untuk sambel yang satu ini jangan dibayangkan rasanya karena ini adalah spesial sambel (SS) jelas dari namanya ini bukan sambel biasa.</p>
<p>Warung yang jadi andalan saya ketika berada di kota Jogja ini, menawarkan berbagai jenis sambal diantaranya sambal smack down, sambal bull shit, sambal terasi, sambal teroris dan masih banyak lagi jenis sambal dengan nama yang unik. Tentu saja sebagai pelengkap, sambel dapat dinikmati dengan lauk pauk diantaranya ada tahu, tempe, terong, lele, ayam, dara, dan lain-lain. Anda jangan kaget ketika merasakan pedasnya yang ‘nonjok abis’.</p>
<p>Saking pedasnya saya sampai menangis dan berkeringat menahan pedasnya sambel spesial ini. Tapi justru disitulah letak kenikmatannya.</p>
<p>Sebagai pecinta sambel saya sangat suka tempat ini dan saya yakin Anda yang juga pecinta sambel wajib mencoba dan pasti akan ketagihan. Jika Anda berkunjung kota Jogja, jangan ragu-ragu untuk mampir ke tempat ini. Warung Spesial Sambal ada di beberapa tempat di Jogja, salah satunya ada di Jalan Monjali, telp (0274) 7881282. Kedai milik Yoyok ini setiap harinya buka dari jam 12 siang hingga jam 12 malam.</p>
<p>Soal harga, Anda tak akan merogoh kocek lebih dalam untuk menjajal keunikan rasanya. Untuk setiap porsi sambal harganya rata-rata 2ribu rupiah ditambah dengan lauk dan nasi putih plus minuman mungkin setiap orang tidak akan membayar lebih dari 15ribu rupiah. Cukup murah bukan? Terakhir kali saya ke warung SS, saya tertarik dengan menu baru yang ditawarkan di tempat itu yakni nasi hitam yang diyakini mempunyai khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.</p>
<p>Hmm, jadi penasaran seperti apa rasanya. Saya berharap di lain kesempatan saya bisa menikmati keunikan nasi hitam tersebut.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span>&#8211;</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><a href="mailto:bu_erte_karduce@yahoo.com">Amalia Nur Anggraeni</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/47/are-you-ready-to-hot/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bakso vs rujak</title>
		<link>http://bakulrujak.com/41/bakso-vs-rujak</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/41/bakso-vs-rujak#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 04:52:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[bakso]]></category>
		<category><![CDATA[bogor]]></category>
		<category><![CDATA[rujak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[
bogor, kali ini saya tidak akan membahas angkot yang menjadi penguasa jalanan kota hujan ini. karena tahukah anda bahwa di kawasan jalan pajajaran, tepat di depan paparons pizza terdapat gerai baso (mungkin maksudnya bakso kali yaa) gepeng yangyang. tagline nya cukup singkat dan unik, &#8216;ajjiiibbb&#8217;.
gerainya terbuka, dan sesuai namanya bakso gepeng menjadi menu andalan. tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2008/09/bagep11.jpg"><img class="size-full wp-image-44" title="bagep1" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2008/09/bagep11.jpg" alt="baso gepeng" width="342" height="210" /></a></p>
<p>bogor, kali ini saya tidak akan membahas angkot yang menjadi penguasa jalanan kota hujan ini. karena tahukah anda bahwa di kawasan jalan pajajaran, tepat di depan paparons pizza terdapat gerai baso (mungkin maksudnya bakso kali yaa) gepeng yangyang. tagline nya cukup singkat dan unik, &#8216;ajjiiibbb&#8217;.</p>
<p>gerainya terbuka, dan sesuai namanya bakso gepeng menjadi menu andalan. tak jauh berbeda dengan bakso pada umumnya dari segi rasa, uniknya adalah bakso disajikan dalam bentuk pipih, entah bagaimana membuatnya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2008/09/bogor-piring11.jpg"><img class="size-full wp-image-45" title="bogor-piring1" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2008/09/bogor-piring11.jpg" alt="porsi baso rujak spesial" width="352" height="223" /></a></p>
<p>saya tertarik dengan salah satu menu yang terpampang, bakso rujak spesial. wah, mana yang benar, bakso apa rujak? ternyata memang perkawinan antara keduanya. bakso gepeng diceburin ke kuah dengan bumbu rujak. yummm, terbayang kan bagaimana rasanya, rasa khas bakso dipadu dengan legitnya bumbu rujak <em>petis</em>. cukup unik dan membuat betah, apalagi tempatnya yang outdoor.</p>
<p>harganya juga terbilang cukup terjangkau, bakso rujak spesial porsi besar hanya seharga rp. 12.500,00 saja, jus rata-rata dihargai rp. 6000,00. jadi tunggu apa lagi, mau bakso apa rujak?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/41/bakso-vs-rujak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>54</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manisnya Gudeg Wijilan</title>
		<link>http://bakulrujak.com/18/manisnya-gudeg-wijilan</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/18/manisnya-gudeg-wijilan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 07:43:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[kuliner di jogja dan jawa tengah selalu identik dengan rasa manis. dan tak ada kuliner jogja yang lebih mendominasi ingatan pendatangnya selain makanan yg ini, gudeg.
entah sejak kapan gudeg menjadi makanan resmi kota ini, namun memang begitulah adanya. setiap orang yang berkunjung ke jogja akan selalu meluangkan waktu untuk sekedar mengecap manisnya makanan ini.
bicara masalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kuliner di jogja dan jawa tengah selalu identik dengan rasa manis. dan tak ada kuliner jogja yang lebih mendominasi ingatan pendatangnya selain makanan yg ini, gudeg.</p>
<p>entah sejak kapan gudeg menjadi makanan resmi kota ini, namun memang begitulah adanya. setiap orang yang berkunjung ke jogja akan selalu meluangkan waktu untuk sekedar mengecap manisnya makanan ini.<br />
bicara masalah gudeg, jalan wijilan yang terletak di samping timur alun-alun utara ini tentu saja tak bisa terlewatkan. nama jalan wijilan akhirnya melekat pada gudeg yang dijual hampir di sepanjang ruas jalan ini, dengan berbagai daya tariknya yang khas.</p>
<p>banyak dan beragamnya penjual gudeg di jalan ini membuat kita juga harus pandai-pandai menentukan pilihan. tips yang paling mudah sih, bertanyalah pada orang sekitar atau jika memungkinkan, ajaklah teman atau saudara kita yang memang aseli jogja, dijamin anda tidak akan kecewa.</p>
<p><a href="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2008/05/gudeg1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-17" title="gudeg" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2008/05/gudeg1.jpg" alt="Gudeg Wijilan" width="260" height="349" /></a></p>
<p>tips yang lain adalah, datanglah ke wijilan pada saat menjelang sunset. bukan, bukan untuk melihat matahari terbenam di tempat ini, namun karena suasana jogja akan diperoleh dengan segala kulturnya pada saat-saat ini. kemudian jika anda membawa kendaraan pribadi, parkirlah di malioboro saja, dan gunakan becak, andong atau berjalan kaki santai ke wijilan. selain untuk semakin meresapi suasana jogja, memang karena jalan wijilan ini begitu sempit dan ramai dengan pengunjung, apalagi yang suka parkir kendaraan sesukanya.</p>
<p>oh iya, selain gudeg, saya tertarik juga dengan teh poci. jika anda cukup jeli, anda akan menemukan depot gudeg yang juga menyediakan teh poci di wijilan ini, dan sepertinya hampir semua depot melakukannya. teh yang disajikan di dalam poci (teko yang terbuat dari tanah) dengan gula batu, tentu memiliki citarasa yang sangat unik.</p>
<p>tertarik ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/18/manisnya-gudeg-wijilan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>joglo resto, dari kongkow hingga meeting</title>
		<link>http://bakulrujak.com/15/joglo-resto-dari-kongkow-hingga-meeting</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/15/joglo-resto-dari-kongkow-hingga-meeting#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 04:39:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[
jogja selalu menyimpan keunikan-keunikan dan erotisme yang membuat para pendatangnya enggan beranjak. di jalan colombo, di depan GOR UNY ada sebuah foodcourt yang cukup dikenal, bernama joglo resto. eit, jangan terkecoh dengan embel-embel resto yang disandangnya. konsepnya tetap foodcourt/pujasera dengan tak kurang dari 12 stand berbagai makanan dan minuman. resto ini berada di tengah lingkungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2008/05/joglo_depan1.jpg" alt="depan" /></p>
<p>jogja selalu menyimpan keunikan-keunikan dan erotisme yang membuat para pendatangnya enggan beranjak. di jalan colombo, di depan GOR UNY ada sebuah foodcourt yang cukup dikenal, bernama joglo resto. eit, jangan terkecoh dengan embel-embel resto yang disandangnya. konsepnya tetap foodcourt/pujasera dengan tak kurang dari 12 stand berbagai makanan dan minuman. resto ini berada di tengah lingkungan mahasiswa, jadi bisa ditebak harga yang ditawarkan pun tak begitu mahal, sesuai untuk kantong-kantong mahasiswa pada umumnya. menu nya pun sangat variatif, mulai dari nasi pecel hingga steak, mulai teh anget sampe lemon squash bisa anda dapatkan disini.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2008/05/joglo-taman-300x197.jpg" alt="taman tengah" /></p>
<p>tempatnya sangat klasik dan sejuk, bernuansa kayu dan bambu, dengan taman dan air mancur di tengah resto, anda akan merasa malas untuk meninggalkannya dengan cepat. pilihan duduk bisa dengan kursi ataupun lesehan santai. sesuai untuk nongkrong bareng teman kos hingga meeting koordinasi antar divisi.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2008/05/joglo-jus1.jpg" alt="minuum" /></p>
<p>satu yang disayangkan, tempat parkir disini (khususnya untuk sepeda motor) tidak menggunakan atap, sehingga kalau kebetulan hari sedang hujan, maka harus siap-siap motor kita terserang &#8216;flu&#8217;. saya pernah mengalaminya, motor butut saya terkena masuk angin dan tak kunjung hidup mesinnya, sehingga saya harus mendorongnya hingga bengkel di sekitaran kampus UNY. *sigh</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/15/joglo-resto-dari-kongkow-hingga-meeting/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

