<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakul Rujak</title>
	<atom:link href="http://bakulrujak.com/category/makan-makan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bakulrujak.com</link>
	<description>Untuk hidup yang selalu menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Dec 2011 12:04:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ragusa, Es (Krim) Italia</title>
		<link>http://bakulrujak.com/514/ragusa-es-krim-italia</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/514/ragusa-es-krim-italia#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 10:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[es krim]]></category>
		<category><![CDATA[es krim itaalia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[ragusa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=514</guid>
		<description><![CDATA["Toko es krim yang mulai beroperasi sebelum proklamasi kemerdekaan ini rupanya menjaga betul cita rasa es krim yang mereka produksi. Tak ada bahan pengawet, tak ada kecanggihan teknologi pengolahan, dan tentu saja dibuat dengan bahan-bahan berkualitas."]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/08/ragusa1.jpg"><img class="size-full wp-image-515 aligncenter" title="ragusa es italia" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/08/ragusa1.jpg" alt="" width="400" height="200" /></a></p>
<p>Cuaca Jakarta, seperti seharusnya, panas terik tak terkira Minggu siang ini. Teringat rekomendasi kedai es krim dari seorang <a href="http://twitter.com/tjatur" target="_blank">sahabat lama</a>, mampirlah saya ke sana. Ragusa, Es Italia. Tulisan besar-besar terpampang di atas sebuah bangunan usang yang mulai termakan usia. Udara masih juga panas begitu saya memasuki ruangan sederhana yang terpelihara ini. Tak ada AC, hanya beberapa kipas angin yang meraung dan berputar diatas kepala, ternyata tak begitu ampuh mengusir udara panas yang memang mencekik.</p>
<p>Barisan menu pun disodorkan, tak banyak berpikir saya memesan Es Krim jenis mix bernama Coupe de Maison seharga Rp. 16,000.00. Dan sambil menunggu pesanan datang, untuk pertaman kalinya mata saya menjelajah seisi kedai tua ini.</p>
<p>Tembok kokoh bercat putih kusam dengan hiasan banyak sekali foto, poster dan lukisan. Semuanya kuno. Beberapa foto seakan bercerita tentang perjalanan toko es krim ini dari masa ke masa. Dimulai dari foto para pendiri es krim ragusa pertama kali, yaitu Louigi Ragusa dan saudaranya Vincenzo Ragusa, warga negara Italia. Dilanjutkan foto-foto tua bangunan awal toko es krim nan sederhana di pasar Gambir kala itu. Ada pula foto berbagai sudut kota Jakarta pada jaman dahulu.</p>
<p>Toko es krim yang mulai beroperasi sebelum proklamasi kemerdekaan ini rupanya menjaga betul cita rasa es krim yang mereka produksi. Tak ada bahan pengawet, tak ada kecanggihan teknologi pengolahan, dan tentu saja dibuat dengan bahan-bahan berkualitas.</p>
<p>Kemudian datanglah seorang petugas yang membawakan es krim pesanan saya, Coupe de Maison. Saya bukan pemuja es krim, dan harus saya katakan cita rasa es krim Ragusa memang berbeda dengan es krim kemasan yang biasa saya beli di mini market. Mulai dari manis, rasa vanilla yang kental hingga sedikit masam, membuat es krim ini layak dihargai tinggi. Oh rupanya saya harus menghabiskan es krim ini cepat-cepat, sebab kondisi cuaca seperti Jakarta dan ruangan tanpa AC ini membuat es saya mencair dengan lebih cepat.</p>
<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/08/ragusa2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-516" title="mesin kasir ragusa" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/08/ragusa2.jpg" alt="" width="200" height="164" /></a>Dahaga terpuaskan. Dan ketika saya menuju meja kasir untuk membayar, pandangan pun tertuju pada hal antik lain. Mesin kasir yang digunakan rupanya juga produksi jaman dulu. Kuno sekali, dan masih beroperasi dengan baik!</p>
<p>Oh ya, harga yang dipasang untuk masing-masing jenis es krim tergolong terjangkau lho. Mulai dari es krim dasar yang dihargai Rp. 12,000.00 hingga es krim mixed dengan harga paling mahal Rp. 27,000.00. Cukup murah bukan?</p>
<p>&#8211;<br />
Ragusa, Es Italia<br />
Jl. Veteran I No.10<br />
Jakarta Pusat<br />
Tel: 021-3849123<br />
Fax: 021-3501741</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/514/ragusa-es-krim-italia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Gurih Tipis di Nanamia Pizza</title>
		<link>http://bakulrujak.com/354/si-gurih-tipis-di-nanamia-pizza</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/354/si-gurih-tipis-di-nanamia-pizza#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 15:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amalia Anggraeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[italia]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[nanamia pizza]]></category>
		<category><![CDATA[pizza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[Hujan mengguyur kota Jogja sore itu. Sembari menunggu hujan reda, nggak ada salahnya mengisi perut yang sudah keroncongan. Akhirnya pilihan jatuh ke sebuah cafe pizza bernama Nanamia Pizza yang berada di dekat Hotel Jogjakarta Plaza tepatnya di Jl. Moses Gatotkaca, Gejayan, Jogjakarta. Di daerah itu banyak berjejer aneka ragam kedai makanan, dan jika melihat tungku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-355" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/01/nanamia.jpg" alt="nanamia" width="180" height="261" />Hujan mengguyur kota Jogja sore itu. Sembari menunggu hujan reda, nggak ada salahnya mengisi perut yang sudah keroncongan. Akhirnya pilihan jatuh ke sebuah cafe pizza bernama Nanamia Pizza yang berada di dekat Hotel Jogjakarta Plaza tepatnya di Jl. Moses Gatotkaca, Gejayan, Jogjakarta. Di daerah itu banyak berjejer aneka ragam kedai makanan, dan jika melihat tungku batu yang ada di depan sebuah cafe itulah Nanamia Pizza.</p>
<p>Meski tempatnya kecil, tapi suasana di cafe tersebut cukup untuk membuat saya seolah berada di Italia. Bagaimana tidak, mulai dari interior, furniture sampai musik yang diputar benar-benar Italia banget. Tak perlu menunggu lama, pelayan cafe menyambut saya dengan memberikan daftar menu yang disediakan cafe ini. Sudah pasti Pizza jadi menu andalan di tempat ini. Namun, bagi Anda yang kurang doyan pizza juga bisa menikmati sajian khas Italia lainnya seperti pasta, spageti atau salad, Serta minuman ringan lainnya. Harga yang ditawarkan cukup bervariasi. Untuk pizza berukuran medium (sedang) harganya berkisar antara 20-25ribu dan untuk yang ukuran large (besar) berkisar antara 30-45ribu tergantung dari jenis topping (fruits &amp; vegetables, sweet corn, cheese&amp;egg, beef, chicken, mushrooms atau tuna). Untuk menu makanan lainnya harga rata-rata sekitar 20-30ribu. Demi menjawab rasa penasaran saya, dengan penuh semangat saya memesan sebuah pizza yang diberi nama &#8220;Nanamia Speziale&#8221; berukuran besar dan juga oreo milkshake.</p>
<p>Untuk menikmati pizza di Nanamia ini memang dibutuhkan kesabaran sebab proses pembuatannya masih tradisional seperti yang dilakukan di Italia yaitu dengan cara di bakar di dalam tungku batu sehingga butuh waktu yang sedikit lama. Akhirnya menu yang saya pesan datang juga. Seporsi pizza spesial yang diatasnya bertabur potongan ayam, tomat, jamur dan juga nanas serta segelas oreo milkshake sudah tak sabar untuk dicicipi. Hap.. satu potong pizza sudah dimulut dan betapa kagetnya saya dengan rasa pizza ini. Kecut, pedas, dan gurih lumer jadi satu dimulut. Lucunya lagi di tepi pizza ada bagian yang tipis agak gosong dan kalau di makan rasanya kriuk-kriuk. Hmm..menurut saya ini cara baru menikmati pizza yang unik. Tak mau ketinggalan, oreo milkshake jadi pelepas dahaga yang nikmat. Jus biskuit oreo ini baru saya temui lho di cafe Nanamia ini..</p>
<p>Jadi, kalau Anda ingin merasakan pengalaman makan pizza asli serasa di Italia langsung aja ke Nanamia Pizza. Karena tak jarang juga orang asing yang berkunjung ke tempat ini jadi benar-benar serasa di luar negeri. Cocok sebagai tempat nongkrong sembari ngobrol ngalor-ngidul bareng temen-temen atau juga dengan orang terspesial ^.^</p>
<p>&#8211;<br />
<strong> Nanamia Pizza<br />
</strong> Jl. Moses Gatotkaca B13, Gejayan<br />
Yogyakarta<br />
Telepon : (0274) 556494</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/354/si-gurih-tipis-di-nanamia-pizza/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makan Malam Keluarga Ala Resto di Pawon Ndeso</title>
		<link>http://bakulrujak.com/349/makan-malam-keluarga-ala-resto-di-pawon-ndeso</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/349/makan-malam-keluarga-ala-resto-di-pawon-ndeso#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 10:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amalia Anggraeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pawon ndeso]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Entah karena berniat merayakan ulang tahun atau memang karena semua keluarga lagi ngumpul di rumah, beberapa malam yang lalu pak dhe mengajak kami sekeluarga makan malam diluar. Awalnya saya tidak tahu  akan diajak makan kemana, ternyata kami di belokkan ke sebuah resto keluarga bernama &#8220;Pawon Ndeso&#8221; yang berada di Jalan Kabupaten, Sleman, Jogjakarta.
Saat kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-350" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/01/pawondeso.jpg" alt="pawon ndeso" width="170" height="224" />Entah karena berniat merayakan ulang tahun atau memang karena semua keluarga lagi ngumpul di rumah, beberapa malam yang lalu pak dhe mengajak kami sekeluarga makan malam diluar. Awalnya saya tidak tahu  akan diajak makan kemana, ternyata kami di belokkan ke sebuah resto keluarga bernama &#8220;Pawon Ndeso&#8221; yang berada di Jalan Kabupaten, Sleman, Jogjakarta.</p>
<p>Saat kami datang, suasana begitu sepi. Tak ada pengunjung lain sama sekali. Kami kemudian disambut oleh pelayanan resto yang sudah siap di depan pintu masuk. Begitu masuk ke dalam resto, terdapat banyak meja yang bisa kami tempati. Namun, kami lebih tertarik memilih lesehan yang berada masuk ke dalam di samping kolam ikan yang terletak di tengah-tengah resto. Sebenarnya dari posisi lesehan yang kami pilih, kami bisa melihat pemandangan sawah yang berada di sekeliling resto, Namun karena malam hari, pemandangan tersebut nampak tak jelas. Ok, itu dari segi suasananya. Lalu bagaimana dengan menu makanannya?</p>
<p>Resto keluarga ini menawarkan menu tradisional yang menurut saya sudah umum, seperti olahan seafood, rawon, ayam goreng, berbagai tumisan sayur, dan juga aneka minuman segar. Kalaupun ada yang spesial mungkin hanya diganti namanya saja seperti menu nasi goreng spesial pawon ndeso. Karena jumlah kami cukup banyak, menu yang dipesan juga dalam porsi besar seperti gurami bakar, gurami asam manis, udang bakar, wader goreng tepung, cumi goreng tepung, tahu goreng, tempe goreng, sambal terasi, sambal tempe, tumis kangkung dan tumis genjer. Untuk minuman beberapa jenis jus kami pesan seperti jus tomat, jus melon, jus sirsat, dan juga jus fiber (jus serat). Soal harga, untuk menu makanan ditawarkan sekitar 5rb-20rb sedangkan untuk minuman berkisar antara 6rb-9rb. Cukup terjangkau bukan??</p>
<p>Sedikit berbincang dengan si mbak pelayan yang mengantarkan hidangan kami, ternyata tempat ini baru dibuka beberapa waktu yang lalu sekitar bulan desember. Mungkin itulah yang menjadi alasan masih sepinya pengunjung di tempat ini. Tapi jangan khawatir, meski terbilang tempat baru tapi rasa masakan yang lezat membuat kami puas menyantap semua hidangan yang kami pesan. Dari sekian banyak menu yang dipesan, saya sangat tertarik dengan menu ikan wader yang rasanya soo..crispy..dan juga tumis genjer yang buat saya sedap mantap. Keduanya sangat cocok di padukan. Selesai makan, kami menyempatkan diri untuk santai sejenak di halaman depan resto yang menyediakan gazebo kecil sambil melihat sepupu-sepupu saya bermain bal-balan (bermain sepak bola) di lapangan rumput yang cukup luas.</p>
<p>Jadi menurut saya, tempat ini dapat menjadi rekomendasi bagi Anda yang akan mengajak keluarga untuk bersantap diluar. Tempat yang luas, masakan yang nikmat serta harga yang terjangkau menjadi poin utama mengapa tempat ini perlu dipilih. Selamat mencoba ^^</p>
<p>&#8211;</p>
<p><strong>Pawon Ndeso</strong></p>
<p>Jl. Kabupaten, Sleman<br />
Yogyakarta</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/349/makan-malam-keluarga-ala-resto-di-pawon-ndeso/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masakan Rumah Bu Endang</title>
		<link>http://bakulrujak.com/344/masakan-rumah-bu-endang</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/344/masakan-rumah-bu-endang#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 05:10:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[masakan rumah bu endang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=344</guid>
		<description><![CDATA[Malam itu gerimis, saya dan seorang teman yang kebetulan pulang kantor memutuskan untuk berteduh sekaligus mengisi perut yang keroncongan di sebuah resto di jalan Wijaya, Jakarta Selatan.
Masakan Rumah Bu Endang, begitulah yang tertulis di papan nama depan. Ruangan yang cukup luas dengan atap tinggi, lengkap dengan jajaran foto dan lukisan khas jawa di sepanjang dinding [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-345" title="bu endang" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/01/buendang.jpg" alt="bu endang" width="180" height="300" />Malam itu gerimis, saya dan seorang <a href="http://twitter.com/darulrahmadhani">teman</a> yang kebetulan pulang kantor memutuskan untuk berteduh sekaligus mengisi perut yang keroncongan di sebuah resto di jalan Wijaya, Jakarta Selatan.</p>
<p>Masakan Rumah Bu Endang, begitulah yang tertulis di papan nama depan. Ruangan yang cukup luas dengan atap tinggi, lengkap dengan jajaran foto dan lukisan khas jawa di sepanjang dinding yang serba putih. Telinga saya langsung menangkap iringan musik instrumental yang mengundang rasa damai dan tenang.</p>
<p>Seorang <em>waiters</em> lalu datang menghampiri dan menyuguhkan daftar menu. Memang tak ada foto makanan di daftar menu tersebut, namun tak perlu khawatir sebab terdapat foto-foto makanan dengan keterangan nama di bawahnya, di meja tempat saya makan. Selain itu, sang waiters akan dengan sabar melayani setiap pertanyaan yang kita sampaikan.<br />
Jatuhlah pilihan pada nasi langgi, nasi brongkos, urap, cumi hitam dan bistik jawa komplit. Ditambah dengan wedang ronde sebagai penghangat. Tak lama pesanan kami datang satu persatu. Mau tau komentar saya ?</p>
<p>Nasi langgi berlauk sambal goreng kentang, kering tempe, telor rebus, perkedel, daging ayam dan sedikit sayuran. ya, semuanya dirangkum dengan tatanan yang manis diatas sebuah piring beralas daun pisang. Nasi dan semua lauk yang menyertai menyatu dengan sempurna di lidah. Yang khas dari nasi brongkos adalah sayuran berbahan dasar kluwak (kepayang) yang biasa dipakai untuk rawon, sehingga menghasilkan warna kuah yang legam dan bercita rasa khas. Isinya berupa daging sapi. Saya tertarik sekali dengan bistik jawa, bistik daging sapi (yang murni daging sapi tanpa campuran apapun) dengan siraman bumbu yang pas, seakan menguatkan rasa daging sapi itu sendiri. Dagingnya empuk dan mudah sekali terpotong, tak sulit mengunyahnya. Dilengkapi dengan garnish yang berupa kentang yang digoreng tipis, gurih sekali.</p>
<p>Terus terang baru sekali saya mencoba wedang ronde. Minuman khas solo ini membuat badan menjadi hangat, manis dan pedas. Ditambah ronde (bulatan-bulatan berbahan tepung ketan dengan isi gula dan kacang tanah) membuat lidah tak berhenti bergoyang.</p>
<p>Satu lagi yang membuat tempat ini spesial. Bu Endang, yang tak lain adalah pemilik resto ini akan berjalan mondar-mandir di sepanjang ruangan dan menyapa seluruh tamunya. Satu per satu secara personal! silakan anda buktikan sendiri.<br />
Jadi apabila anda kebetulan sedang ingin menikmati sajian dan suasana rumahan khas jawa, jangan ragu-ragu untuk mampir.</p>
<blockquote><p><strong>Update</strong></p>
<p>Ya ampun saya lupa, untung mas <a href="http://rumputeki.multiply.com/">Mumu</a> mengingatkan masalah harga. Nulis sambil terburu-buru hendak makan siang jadi disunting sekenanya saja.</p>
<p>Harganya tergolong menengah. Maksud saya tak terlalu mahal, misalnya nasi brongkos dan nasi langgi dihargai Rp. 30.000, cumi bumbu hitam sekitar Rp. 27.000 dan urap Rp. 17.500. Semoga saya tak salah ingat. Kisaran harga makanan diantara angka Rp. 15.000 hingga Rp. 60.000.</p>
<p>Lagipula tepat ini sering dijadikan <em>jujugan</em> dan tempat ngobrol yang menyenangkan, mulai dari <em>ABG</em> hingga para pejabat.</p></blockquote>
<p>&#8211;</p>
<p><strong>Masakan Rumah Bu Endang</strong><br />
Jl. Wijaya I no.28 Kebayoran Baru<br />
Jakarta Selatan<br />
Buka 08.00 ~ 21.00 setiap hari<br />
Telp: 021-723 7086</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/344/masakan-rumah-bu-endang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kopitiam Oey, Kedai Mungil Gaya Jadoel</title>
		<link>http://bakulrujak.com/299/kopitiam-oey-kedai-mungil-gaya-jadoel</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/299/kopitiam-oey-kedai-mungil-gaya-jadoel#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 03:19:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kedai]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[kopitiam]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[sabang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Sampeyan ngerti, ada berapa banyak warung/kedai kopi merek indonesia asli ? Emmm.. maksud saya tentu saja bukan macam kedai kopi dengan gelas kertas berlogo hijau yang harganya &#8216;bagus&#8217; itu ya.
Jika sampeyan penggemar kuliner tentu saja sudah paham betul jika kawasan jalan Agoes Salim (Sabang) adalah pusat jajanan terheboh di Jakarta Pusat. Tak banyak yang tahu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-300" title="Kopitiam-Oey" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/12/Kopitiam-Oey.jpg" alt="Kopitiam-Oey" width="300" height="200" />Sampeyan ngerti, ada berapa banyak warung/kedai kopi merek indonesia asli ? Emmm.. maksud saya tentu saja bukan macam kedai kopi dengan gelas kertas berlogo hijau yang harganya &#8216;bagus&#8217; itu ya.</p>
<p>Jika sampeyan penggemar kuliner tentu saja sudah paham betul jika kawasan jalan Agoes Salim (Sabang) adalah pusat jajanan terheboh di Jakarta Pusat. Tak banyak yang tahu juga jika ada sebuah kedai kopi bergaya jadul di ujung jalan ini. Ya, namanya <strong>Kopitiam Oey</strong>. Sebuah kedai kopi berkonsep oriental tempo dulu yang sangat unik dan saya jamin tak banyak ditemui di Jakarta. Jika sampeyan berjalan dari Thamrin (Djakarta Theater) luruslah ke arah utara hingga melihat sebuah bangunan kecil bergaya jaman dulu dan bertuliskan &#8220;Kopitiam Oey&#8221; di sebelah kiri jalan.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu saya dan <a href="http://fanabis.blogdetik.com" target="_blank">fanabis</a> berkesempatan menengok kedai keren ini. Apa yang spesial? Dari sisi pengaturan interior, sampeyan akan dibawa ke jaman-jaman dahulu kala, musik keroncong yang mengalun pelan, kursi dan meja antik, rak pajangan, gambar dan foto yang dipajang hingga busana para koki dan pelayan, semua bernafaskan jaman dulu. Yang unik, para koki menyiapkan sajian yang sampeyan pesan di bagian belakang kedai, hanya di pisahkan oleh sebuah rak kaca saja. Jadi bisa dibayangkan bagaimana kesibukan para juru masak ini menghiasi ruang dengar kita.</p>
<p>Menu dibagi dalam 5 bagian, sarapan, santap siang, kudapan, makan malam dan minuman. Tentu saja rata-rata menu yang bisa dipesan harus sesuai waktu memesannya. Maksud saya, sampeyan tak bisa memesan menu makan siang di malam hari, dan seterusnya.</p>
<p>Sajian yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari roti-roti dengan saus bergaya eropa hingga sate Ponorogo bisa dipesan. Minuman pun masih terkonsentrasi pada aneka pilihan kopi dan teh. Mulai dari <em>kopi Vietnam</em> (yang konon paling populer), <em>kopi saring Atjeh</em> hingga <em>wedang oewoeh</em> asli Imogiri menjadi pilihan yang bisa dinikmati di berbagai suasana.</p>
<p>Harganya juga tak terlalu mahal, minuman di labeli harga mulai Rp. 6000,00 dan makanan mulai dari angka Rp. 8000,00. Sangat terjangkau bukan?</p>
<p>Oh iya, kedai kopi milik Pak Bondan Winarno ini mengusung tagline &#8220;koffie mantep, harganja djoedjoer&#8221;. Ditambah fasilitas<em> free Wi-Fi</em> membuat tempat ini menjadi pilihan yang bagus di tengah kota Jakarta yang selalu sibuk itu.</p>
<p>&#8211;<br />
<strong>Kopitiam Oey</strong><br />
Jalan Haji Agoes Salim 18 (Sabang)<br />
Jakarta Pusat<br />
Telp. +6221 3924475<br />
email: info@kopitiamoey.com<br />
jam buka: 07.00 &#8211; 21.00</p>
<p><em>gambar: www.hai-online.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/299/kopitiam-oey-kedai-mungil-gaya-jadoel/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Empal Gentong Mang Darma</title>
		<link>http://bakulrujak.com/113/empal-gentong-mang-darma</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/113/empal-gentong-mang-darma#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 06:47:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[empal gentong]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Di Cirebon ada 2 kuliner andalan yang tersohor dimana-mana, nasi jamblang dan empal gentong. Berhubung nasi jamblang sudah pernah saya jajaki, maka kali ini saya putuskan untuk mencoba empal gentong. Google pun kembali memberi tahu saya bahwa empal gentong legendaris di cirebon adalah milik Mang Darma, sekaligus saya memperoleh alamat cabang empal gentong Mang Darma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_114" class="wp-caption alignleft" style="width: 245px"><a href="http://www.bakulrujak.com/wp-content/uploads/2009/06/empalgentong1.JPG"><img class="size-medium wp-image-114" title="empalgentong" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/06/empalgentong-294x300.jpg" alt="empal gentong mang darma, khas cirebon" width="235" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">empal gentong mang darma, khas cirebon</p></div>
<p>Di Cirebon ada 2 kuliner andalan yang tersohor dimana-mana, nasi jamblang dan empal gentong. Berhubung nasi jamblang sudah pernah saya jajaki, maka kali ini saya putuskan untuk mencoba empal gentong. Google pun kembali memberi tahu saya bahwa empal gentong legendaris di cirebon adalah milik Mang Darma, sekaligus saya memperoleh alamat cabang empal gentong Mang Darma yang paling dekat.</p>
<p>Pilihan pun jatuh pada empal gentong Mang Darma di Pujasera, jalan Siliwangi. Dengan sedikit percakapan dengan pengelola tempat makan tersebut, tahulah saya bahwa Mang Darma tidak lagi berjualan empal gentong, dan usahanya ini dilanjutkan oleh anak-anak dan keluarganya yang lain sehingga banyak memiliki cabang di Cirebon hingga ke luar kota.<br />
Well, dari sisi sajian empal gentong akan mengingatkan kita pada gulai, hanya saja empal gentong lebih menonjol aroma kunyitnya. sesuai dengan namanya, bahan utama sajian ini adalah empal atau jerohan sapi. sedangkan gentong menunjukkan tempat memasaknya yakni di gentong (atau kuali).</p>
<p>Penyajiannya hampir selalu disertai dengan kerupuk kulit, sambalnya juga tak kalah unik, berbentuk serbuk cabai yang ditabur di atas sayur empal gentong sesuai selera.<br />
harganya pun bersahabat, menu lengkap empal gentong plus nasi putih dan kerupuk kulit dihargai 15.000 rupiah saja. pilihan minuman juga tersedia dari teh botol hingga aneka juice buah segar.</p>
<p>sangat sesuai digunakan sebagai menu santap siang dan disajikan selagi panas. rasa bumbu yang khas dipadu nasi putih hangat akan membuat makan siang kita menjadi lebih spesial. cobalah..</p>
<p>&#8211;<br />
empal gentong mang darma cabang pujasera.<br />
Jl. Siliwangi, Cirebon.<br />
(depan toserba YOGYA)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/113/empal-gentong-mang-darma/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasi Lengko H. Barno</title>
		<link>http://bakulrujak.com/101/nasi-lengko-h-barno</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/101/nasi-lengko-h-barno#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 06:39:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[lengko]]></category>
		<category><![CDATA[pagongan]]></category>
		<category><![CDATA[sambal]]></category>
		<category><![CDATA[sate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Hari menjelang senja di kota pelabuhan ini, sungguh tak terasa.
Seiring dengan perut yang mulai meronta minta diisi, saya mencari tukang becak terdekat. Tawar-menawar pun terjadi. Tujuan saya, nasi lengko (sega lengko) Haji Barno jalan Pagongan.
Tampak depan sederhana dan biasa saja. Namun begitu masuk ke rumah makannya, baru terasa luas dan leganya. Ada tiga baris meja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_103" class="wp-caption alignleft" style="width: 247px"><img class="size-full wp-image-103" title="lengko2" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/06/lengko21.JPG" alt="nasi lengko haji barno pagongan cirebon" width="237" height="198" /><p class="wp-caption-text">nasi lengko haji barno pagongan cirebon</p></div>
<p>Hari menjelang senja di kota pelabuhan ini, sungguh tak terasa.<br />
Seiring dengan perut yang mulai meronta minta diisi, saya mencari tukang becak terdekat. Tawar-menawar pun terjadi. Tujuan saya, nasi lengko (sega lengko) Haji Barno jalan Pagongan.</p>
<p>Tampak depan sederhana dan biasa saja. Namun begitu masuk ke rumah makannya, baru terasa luas dan leganya. Ada tiga baris meja panjang dengan tempat duduk berhadapan dan camilan pelengkap di atas meja.</p>
<p>Nasi lengko adalah salah satu sajian khas Cirebon, selain nasi jamblang dan empal gentong. Nasi lengko mencampurkan tahu dan tempe goreng yang diiris kotak-kotak, kecambah, daun sledri, serta sedikit sayuran lain dengan siraman bumbu kacang yang menyerupai bumbu nasi pecel. Mengacu pada namanya, masakan ini umumnya dimakan bersama nasi, namun anda bisa mencoba alternatif lontong jika berkenan (namun anda akan mendapatkan lontong lengko dan bukan nasi lengko, tentu saja. heheheh).<br />
Akan lebih terasa mantab jika dipadukan dengan sate kambing muda, membuat bumbu dari kedua sajian ini bertemu di mulut dan memberikan sensasi gurih yang luar biasa.</p>
<p>Lagi-lagi harga yang dipasang tidak begitu memberatkan. Nasi lengko serta satu porsi sate kambing muda dihargai 22.000 rupiah, saya kira sangat pantas dan sesuai dengan apa yang kita dapatkan.</p>
<p>&#8211;<br />
Nasi Lengko Haji Barno<br />
Jl. Pagongan,<br />
Cirebon</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/101/nasi-lengko-h-barno/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pedesan Entog Khas Indramayu</title>
		<link>http://bakulrujak.com/97/pedesan-entog-khas-indramayu</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/97/pedesan-entog-khas-indramayu#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 06:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[entog]]></category>
		<category><![CDATA[indramayu]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pedas]]></category>
		<category><![CDATA[sambal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Tak jauh dari Cirebon, ada sebuah kota pelabuhan yang lain, Indramayu. Dengan luas wilayah 2.000,99 km persegi dan jumlah penduduk 1.749.000jiwa (data tahun 2003) Indramayu merupakan kota kecil yang relatif sepi dan lengang.
Kultur masyarakat, kondisi alam hingga sajian khas kulinernya pun tak jauh berbeda dengan cirebon. Namun saya mendapat informasi bahwa ada satu hidangan khas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_98" class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/06/pedesanentog1.JPG"><img class="size-medium wp-image-98" title="pedesanentog" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/06/pedesanentog-300x189.jpg" alt="pedesan entog indramayu" width="240" height="151" /></a><p class="wp-caption-text">pedesan entog indramayu</p></div>
<p>Tak jauh dari Cirebon, ada sebuah kota pelabuhan yang lain, <a title="indramayu di wikipedia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Indramayu" target="_blank">Indramayu</a>. Dengan luas wilayah 2.000,99 km persegi dan jumlah penduduk 1.749.000jiwa (data tahun 2003) Indramayu merupakan kota kecil yang relatif sepi dan lengang.</p>
<p>Kultur masyarakat, kondisi alam hingga sajian khas kulinernya pun tak jauh berbeda dengan cirebon. Namun saya mendapat informasi bahwa ada satu hidangan khas indramayu yang kurang dikenal oleh masyarakat dari luar, yakni pedesan entog.</p>
<p>Dengan berbekal informasi yang cukup, saya segera meluncur ke kawasan Dayung (sebuah telaga/bendungan yang kerap dijadikan lintasan olahraga dayung). Di sepanjang jalan di pinggiran bendungan tersebut kita dengan mudah menemukan warung-warung yang menjual pedesan entog.</p>
<p>Bahan utamanya adalah daging entog (itik atau mentog dalam bahasa jawa). Disajikan dengan kuah dan bumbu semacam semur atau gulai, namun dengan rasa pedas yang lebih menggigit, sesuai dengan namanya tentu saja.<br />
Pas sekali disantap di sore hari sambil menikmati pemandangan matahari terbenam di pinggiran bendungan. Dimakan panas-panas dengan nasi dan kerupuk, membuat liburan akhir pekan saya terasa semakin bermakna sampai pada penghujungnya.</p>
<p>&#8211;<br />
pedesan entog<br />
kawasan dayung (lintasan timur)<br />
indramayu, jawa barat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/97/pedesan-entog-khas-indramayu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pecel Pincuk Kalibata</title>
		<link>http://bakulrujak.com/93/pecel-pincuk-kalibata</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/93/pecel-pincuk-kalibata#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 03:31:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kalibata]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pecel]]></category>
		<category><![CDATA[sambal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Minggu pagi bukan alasan untuk bisa bangun siang. Setelah melakukan kegiatan kebersihan (dengan terpaksa) di kontrakan, perut pun mulai memanggil untuk diisi. Akhirnya dengan beberapa orang teman saya meluncur menuju Kalibata, kawasan depan taman makam pahlawan yang saya dengar ada beberapa tempat makan pilihan di area parkirnya. Benar saja, ada sederetan warung makan yang cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_94" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-94" title="pecelpincuk" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/06/pecelpincuk-300x219.jpg" alt="Pecel Pincuk, lauk-pauk dan kunyit asam" width="300" height="219" /><p class="wp-caption-text">Pecel Pincuk, lauk-pauk dan kunyit asam</p></div>
<p>Minggu pagi bukan alasan untuk bisa bangun siang. Setelah melakukan kegiatan kebersihan (dengan terpaksa) di kontrakan, perut pun mulai memanggil untuk diisi. Akhirnya dengan beberapa orang teman saya meluncur menuju Kalibata, kawasan depan taman makam pahlawan yang saya dengar ada beberapa tempat makan pilihan di area parkirnya. Benar saja, ada sederetan warung makan yang cukup membuat kita bingung menentukan pilihan karena sama menggodanya.</p>
<p>Dan pilihan pun jatuh kepada warung Pecel Pincuk, sebagian besar dipengaruhi rasa rindu saya dengan sajian sayuran bersiram sambal kacang ini, sewaktu kecil ibu saya selalu menyiapkan nasi pecel sebagai menu sarapan.</p>
<p>Penataannya unik. Nasi, sambal, sayuran dan lauk pauk di gelar di bale-bale rendah di tengah ruangan, beberapa orang petugas dengan sigap meracik pecel sesuai dengan pesanan pembeli. Pilihan menu yang bisa dicoba antara lain, pecel pincuk (tentu saja), rawon, sayur lodeh, tempe bacem, bakwan jagung dan lauk pauk lainnya. Minuman yang ditawarkan pun cukup unik. Ada beras kencur dan kunyit asam juga, wow.. benar-benar menambah selera makan.</p>
<p>Rasa pecel pincuk cukup direkomendasikan. Benar-benar mengingatkan saya akan sajian khas kota asal saya, madiun. Bumbu sambal kacangnya juga sangat pas dilidah apalagi dipadu dengan sayuran (kuluban) yang berfariasi, membuat saya ingin kembali lagi ke tempat ini kapan-kapan.</p>
<p>Harganya pun terjangkau. Satu porsi nasi pecel pincuk dihargai 7000 rupiah, kunyit asam dan beras kencur rata-rata 4000 rupiah. Sementara lauk-pauk tambahan seperti tempe/tahu bacem, bakwan jagung atau rempeyek udang berkisar antara 1.500 hingga 3000 rupiah.<br />
Jadi jangan ragu-ragu untuk mampir dan mencicipi sajian pecel pincuk kalibata ini jika kebetulan sedang melintas.</p>
<p>&#8211;<br />
pecel pincuk kalibata<br />
Jl Taman Makam Pahlawan Kalibata,<br />
Jakarta Selatan<br />
Telp : 021 &#8211; 70588204, 08129619843 (Ibu Lutfi Shandy)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/93/pecel-pincuk-kalibata/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Magnet Zone, The First Bookcafe in Surabaya</title>
		<link>http://bakulrujak.com/83/magnet-zone-the-first-bookcafe-in-surabaya</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/83/magnet-zone-the-first-bookcafe-in-surabaya#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 14:44:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[kafe]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari kejadian ‘nyasar’, saya dan teman saya yang masih awam dengan kota Surabaya menemukan tempat unik ini. Namanya Magnet Zone. Kami tertarik dan mampir ke tempat ini karena melihat ada fasilitas lain daripada yang lain yang ditawarkan (coba Anda lirik sebentar gambar disamping ini). Cukup nyaman bukan? Sebuah café dengan menu utama adalah buku.
Begini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_91" class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><img class="size-full wp-image-91" title="magnetzone" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/06/magnetzone1.jpg" alt="Magnet Zone Cafe, Surabaya" width="320" height="240" /><p class="wp-caption-text">Magnet Zone Cafe, Surabaya</p></div>
<p>Berawal dari kejadian ‘nyasar’, saya dan teman saya yang masih awam dengan kota Surabaya menemukan tempat unik ini. Namanya Magnet Zone. Kami tertarik dan mampir ke tempat ini karena melihat ada fasilitas lain daripada yang lain yang ditawarkan (coba Anda lirik sebentar gambar disamping ini). Cukup nyaman bukan? Sebuah café dengan menu utama adalah buku.</p>
<p>Begini, maksud saya di dalam café ini pengunjung bisa sepuasnya membaca buku-buku yang disajikan (asalkan tidak disegel) atau bisa juga membelinya (ada diskonnya lho). Sambil membaca, Anda boleh memesan sajian menu yang ditawarkan. Kebetulan saat saya berkunjung, tempat ini sedang marak-maraknya mempromosikan buku Harry Potter (edisi berapa saya lupa). Jadi kesemua paket menu (makanan dan minuman) yang ada diberi nama dengan istilah-istilah yang ada di dalam buku Harry Potter. Tapi saya rasa intinya sama saja, yaitu nasi goreng hanya saja mungkin bumbunya yang sedikit berbeda. Saya memesan salah satunya (nama menunya apa saya juga lupa). Yang jelas, makan di tempat ini tidak mengecewakan kok. Dengan harga yang cukup terjangkau, tempat ini layak untuk dijadikan tempat ‘nongkrong’ para kawula muda.</p>
<div id="attachment_84" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-medium wp-image-84" title="nasi_sapi_lada_hitam" src="http://www.bakulrujak.com/wp-content/uploads/2009/06/nasi_sapi_lada_hitam-300x225.jpg" alt="Nasi Sapi Lada Hitam, sajian khas Magnet Zone" width="240" height="180" /><p class="wp-caption-text">Nasi Sapi Lada Hitam, sajian khas Magnet Zone</p></div>
<p>Selain bisa menambah wawasan dengan membaca, Magnet Zone juga menyediakan fasilitas Mini Theater yang bisa disewa secara pribadi bahkan sering ada event NOBAR (nonton bareng) disini. Tak hanya itu, di Magnet Zone, Anda juga bisa mengadakan acara ulang tahun, seminar, arisan, atau pamentasan musik karena di tempat ini tersedia Multifunction Hall. Uniknya lagi, Anda bisa menjadi member/anggota Magnet Zone dan berhak mendapatkan fasilitas yang lebih dari yang telah disediakan. <em>Wonderful !!</em> (<a title="Mbok Bakul" href="mailto:mbokbakul@bakulrujak.com"><strong>Melz</strong></a>)</p>
<p>&#8211;</p>
<p><em><strong>Magnet Zone</strong></em></p>
<p>Jalan BKR Pelajar No. 30</p>
<p>persis di depan SMU 9</p>
<p>Surabaya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/83/magnet-zone-the-first-bookcafe-in-surabaya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

