<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakul Rujak &#187; buku</title>
	<atom:link href="http://bakulrujak.com/tag/buku/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bakulrujak.com</link>
	<description>Untuk hidup yang selalu menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 03:32:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Buddha, Sebuah Novel</title>
		<link>http://bakulrujak.com/497/buddha-sebuah-novel</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/497/buddha-sebuah-novel#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 07:10:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[deepak chopra]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Deepak Chopra adalah seorang novelis. Itulah sebabnya ia mengatakan pada awal buku ini, bahwa kisah perjalanan Buddha yang ia tuliskan mengandung muatan fiksi. Namun tetap, kisah hidup Siddharta hingga mencapai Buddha adalah kisah penuh inspirasi dan layak dibaca.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/07/novelbuddha.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-500" title="novel buddha, deepak chopra" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/07/novelbuddha.jpg" alt="" width="160" height="239" /></a>Judul Buku</strong> : Buddha, Sebuah Novel<br />
<strong>Pengarang </strong>: Deepak Chopra<br />
<strong>Penerjemah:</strong> Rosemary Kesauly<br />
<strong>Penerbit</strong> : Gramedia Pustaka Utama<br />
<strong>Terbit</strong> : April 2008<br />
<strong>Tebal Buku </strong>: 400 halaman<br />
<strong>Harga di Gramedia</strong> : Rp 58.000.00</p>
<p>Perjalanan besar itu dimulai dari kerajaan Sakya, 563 SM. Ratu Maya, sang permasyuri melahirkan seorang bayi laki-laki setelah bermimpi bertemu dengan 3 deva (malaikat) dan seekor gajah putih. Namun sang raja, Suddhodana, menjadi murka setelah para petapa dan brahmana meramalkan masa depan putranya. Siddharta, demikian sang pangeran diberi nama, diramalkan akan menjadi penguasa keempat penjuru mata angin, selamat dari segala mara bahaya, namun harus menjalani hidup sebagai brahmana dan mencapai kesadaran tertinggi.</p>
<p>Sebagai wujud dari ketakutan sang raja, Siddharta tak diijinkan pergi keluar lingkungan istana. Tak boleh melihat segala bentuk penderitaan dan kesakitan sekecil apapun. Namun tak ada yang bisa menolak takdir dewata, pada usia 29 Siddharta memilih untuk menempuh jalannya sendiri menjadi petapa dan meninggalkan segala keindahan duniawi. Itu berarti ia akan pergi meninggalkan kerajaan, ayahnya, istri dan anaknya serta Devadatta, sepupunya.</p>
<p>Rupanya perjalanan spiritual Siddharta tak berjalan mulus pada awalnya. Namanya berganti menjadi Gautama dan megembara mencari kebenaran sejati. Banyak petapa dan brahmana yang ditemuinya di sepanjang perjalanan. Gautama yang haus akan ajaran kebenaran dan pembebasan diri dari derita duniawi, merasa tak ada satupun petapa dan brahmana sanggup mengajarkan apa yang ia dambakan.</p>
<p>Gautama memiliki 5 orang murid yang kemudian meninggalkannya satu-persatu sebab khawatir melihat guru mereka yang menjalani meiditasi selama berbulan-bulan dan seakan meninggalkan segala materi duniawi.</p>
<p>Dari serangkaian pertapaan yang dijalani serta perjalanan hidup yang penuh penderitaan, pada usia 35 tahun Gautama mencapai pencerahan tertinggi di bawah pohon Bodhi. Ia juga bertemu Mara, iblis yang menguasai dunia kegelapan. Mara mengutus ketiga putrinya untuk menggoda Gautama dengan memancing berahi. Namun Gautama sanggup mengendalikan diri dengan baik dan melenyapkan segala usaha Mara untuk menggagalkan semedinya.</p>
<p>Gautama mencapai pencerahan tertinggi dan menjadi Buddha. Penuh belas kasih, memiliki cahaya yang senantiasa memancar dari tubuhnya. Yang pada akhirnya menyebarkan kedamaian pada seluruh penjuru bumi dan mengajarkan tentang kebaikan. Hidup adalah penderitaan selama masih menuruti tuntutan nafsu badani, lepaskan segala kungkungan nafsu duniawi dan kau akan mencapai pencerahan. &#8220;Tentu saja, setiap orang bisa mencapai Buddha,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Novel fiksi</strong></p>
<p>Deepak Chopra adalah seorang novelis. Itulah sebabnya ia mengatakan pada awal buku ini, bahwa kisah perjalanan Buddha yang ia tuliskan mengandung muatan fiksi. Namun tetap, kisah hidup Siddharta hingga mencapai Buddha adalah kisah penuh inspirasi dan layak dibaca.</p>
<p>Novel ini dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama adalah Siddharta Sang Pangeran, bagian kedua Gautama Sang Petapa, dan terakhir adalah Buddha, (yang Penuh Belas Kasih).</p>
<p>Banyak penambahan dalam penggambaran perjalanan spiritual maupun kehidupan duniawi sang pangeran. Beberapa tokoh sengaja ditambahkan untuk menggugah sisi kemanusiaan sang Buddha. Sehingga kita akan bisa melihat jalan hidup sang belas kasih dalam perspektif yang lebih mudah dimengerti.</p>
<p>Kita akan dibawa menjelajahi hutan-hutan di India hingga pegunungan Himalaya. Ya, walaupun di beberapa bagian terasa menjemukan, tapi buku setebal 400 halaman ini memuat begitu banyak ajaran hidup yang sederhana dan mudah diserap. Tentang ajaran Buddha yang penuh belas kasih dan jauh dari perbudakan hawa nafsu.</p>
<p>Chopra bahkan sadar betul bahwa Gautama sang pertapa adalah tetap manusia. Ia digambarkan dengan baik memiliki banyak sekali pertanyaan tentang hidup dan pencerahan, tentang mengapa hidup manusia harus penuh penderitaan dan peperangan yang tak juga kunjung berhenti. Dari sisi ini aspek kemanusiaan sang Buddha membuat seolah-olah ia tak berjarak dengan kita semua. Selamat membaca.</p>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">Judul Buku : Buddha, Sebuah Novel<br />
Pengarang : Deepak Chopra<br />
Penerjemah: Rosemary Kesauly<br />
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama<br />
Terbit : April 2008<br />
Tebal Buku : 400 halaman<br />
Harga di Gramedia : Rp 58.000.00</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/497/buddha-sebuah-novel/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Young Samurai: The Way of The Sword</title>
		<link>http://bakulrujak.com/462/young-samurai-the-way-of-the-sword</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/462/young-samurai-the-way-of-the-sword#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 05:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[bela diri]]></category>
		<category><![CDATA[chris bradford]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[samurai]]></category>
		<category><![CDATA[young samurai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Young Samurai: The Way of The Sword
Pengarang : Chris Bradford
Penerjemah: Sujatrini
Penerbit : Hikmah (PT. Mizan Publika)
Tahun Terbit : 2010
 Tebal Buku : 502 halaman
Harga di Gramedia : Rp 69,500.00
Dalam buku sebelumnya diceritakan Jack Fletcher si samurai pirang dari Inggris berhasil memenangkan kompetisi antar sekolah samurai taryu-jiai, yang membuat dirinya berdamai dengan saudara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/05/thewayofthesword-small.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-463" title="The Way of the sword" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/05/thewayofthesword-small.jpg" alt="" width="150" height="231" /></a>Judul Buku : <strong>Young Samurai: The Way of The Sword</strong><br />
Pengarang : <strong>Chris Bradford</strong><br />
Penerjemah: <strong>Sujatrini</strong><br />
Penerbit : <strong>Hikmah (PT. Mizan Publika)</strong><br />
Tahun Terbit : <strong>2010<br />
</strong> Tebal Buku : <strong>502 halaman</strong><br />
Harga di Gramedia : <strong>Rp 69,500.00</strong></p>
<p>Dalam <a title="the way of the warrior" href="http://bakulrujak.com/366/buku-young-samurai-the-way-of-the-warrior" target="_self">buku sebelumnya</a> diceritakan Jack Fletcher si samurai pirang dari Inggris berhasil memenangkan kompetisi antar sekolah samurai <em>taryu-jiai</em>, yang membuat dirinya berdamai dengan saudara angkatnya, Yamato.</p>
<p>Saat ini Jack kembali mendapat tantangan baru, yakni ujian lingkaran tiga. Dimana telah banyak calon samurai dari sekolah <em>Niten Ichi Ryu</em> yang tewas saat menjalani ujian tersebut. Tapi setiap siswa yang berhasil lolos dari ujian berat tersebut akan mendapat anugerah besar, yaitu kesempatan untuk belajar ilmu dua surga dari Masamoto, sang samurai besar sekaligus ayah angkat Jack.</p>
<p>Langkah menuju ujian Lingkaran Tiga tak mudah. Semua <em>sensei Niten Ichi Ryu</em> akan memberikan ujian sesuai dengan bidang mereka. Beruntung Jack bisa lolos ujian para <em>sensei</em> dan berhak mengikuti ujian lingkaran tiga.</p>
<p>Lagi-lagi jalan Jack terganjal. Musuh bebuyutannya, Kazuki dan geng kalajengking bentukannya selalu mencari celah untuk menecelakai Jack yang seorang <em>gaijin</em> (orang asing di tanah Jepang).</p>
<p>Seolah belum cukup, ninja mata naga Dokugan Ryu masih juga mengincar <em>rutter</em> berharga warisan ayah Jack, yang konon dengan <em>rutter</em> itu seseorang akan dapat menguasai rute samudera dan menguasainya.</p>
<p>Cobaan terasa menjadi berkali-kali lipat lebih berat tatkala secara bersamaan Dokugan Ryu berhasil mencuri <em>rutter</em> yang telah disembunyikan Jack, juga Masamoto yang semula melindungi dan membimbing Jack berbalik membenci dan menuduhnya berkhianat.</p>
<p>Perjuangan Jack menjalani <em>bushido</em> dan keteguhan jiwa samurainya benar-benar diuji kali ini.</p>
<p><strong>Lebih rapat dan memikat<br />
</strong> Buku kedua ini menyimpan kekuatan kata-kata dan penataan alur yang lebih hebat dari buku sebelumnya. Alur penceritaannya sangat unik, sudut pandang berubah secara dinamis dan menarik, membuat pembaca selalu bertanya-tanya, apa yang terjadi selanjutnya ?</p>
<p>Selain konflik yang lebih kompleks dan cerita yang bertempo cepat dan rapat, seperti biasa, Chris Bradford kembali membuktikan dalamnya pengetahuan di ranah ilmu bela diri Jepang yang eksotis itu. Lebih banyak pertarungan yang terjadi, makin lekat pula kita terikat dengan jalannya olah pedang, pukulan dan tendangan yang seakan terjadi secara nyata akibat detailnya penggambaran.</p>
<p>Terakhir, pesan yang dibawa tetap tersampaikan dengan baik. Ajaran spiritual Buddha dan jalan <em>bushido</em> yang welas asih namun berbahaya bisa menjadi inspirasi bagi para pembaca.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/462/young-samurai-the-way-of-the-sword/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Oeroeg</title>
		<link>http://bakulrujak.com/450/oeroeg</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/450/oeroeg#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 08:12:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[oeroeg]]></category>
		<category><![CDATA[terjemahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=450</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Oeroeg
Pengarang : Hella S. Haasse
Penerjemah: Indira Ismail
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2009 (cetakan pertama dalam bhs. Indonesia)
Tebal Buku : 144 halaman
Harga di Gramedia : Rp 33,000.00
&#8220;Macan kumbang berbeda dari monyet,&#8221; kata Gerard setelah beberapa saat, &#8220;tapi apakah yang satu lebih rendah daripada yang lain? Bagimu ini pertanyaan bodoh, dan kau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-451" title="Oeroeg" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/04/Oeroeg.jpg" alt="Oeroeg" width="150" height="249" />Judul Buku : <strong>Oeroeg</strong><br />
Pengarang : <strong>Hella S. Haasse</strong><br />
Penerjemah: <strong>Indira Ismail</strong><br />
Penerbit : <strong>Gramedia Pustaka Utama</strong><br />
Tahun Terbit :<strong> 2009 (cetakan pertama dalam bhs. Indonesia)</strong><br />
Tebal Buku :<strong> 144 halaman</strong><br />
Harga di Gramedia : <strong>Rp 33,000.00</strong></p>
<p>&#8220;Macan kumbang berbeda dari monyet,&#8221; kata Gerard setelah beberapa saat, &#8220;tapi apakah yang satu lebih rendah daripada yang lain? Bagimu ini pertanyaan bodoh, dan kau benar.&#8221; (hal. 64)</p>
<p>Tokoh &#8220;aku&#8221; adalah anak seorang <em>Administrateur</em> sebuah perkebunan, seorang berdarah Eropa. Sedangkan Oeroeg seorang bocah pribumi anak mandor perkebunan milik ayah si &#8220;aku&#8221;. Mereka berdua menjadi akrab dan tak bisa terpisah secara strukstural. Lahir hampir bersamaan dengan lingkungan yang berdekatan, ayah dan ibu si aku yang orang Eropa menjadi sangat sibuk sehingga hanya Oeroeg dan keluarganya lah tempat si aku berkeluh kesah. Rumah yang sederhana, perabotan yang didominasi kayu dan lantai tanah membuat si aku tumbuh menjadi seorang Belanda berjiwa pribumi. Oroeg pun mahir berbahasa Belanda karena setiap saat dilewatkan bersama si aku. Semua nyaris berjalan dengan indah dan sempurna.</p>
<p>Hingga pada suatu malam ayah Oeroeg harus tewas demi menyelam menyelamatkan si aku yang nyaris tenggelam. Rasa bersalah dan hutang moral membuat ayah si aku menampung dan menyekolahkan Oeroeg hingga tingkat MULO.</p>
<p>Begitulah, seakan tak mungkin memisahkan si aku dengan Oeroeg. Bahkan terhadap apapun yang direncakan ayah si aku terhadap anaknya, si aku selalu saja membawa-bawa Oeroeg ikut serta. Hingga membuat ayah si aku jengkel. Jelas menurut norma yang berlaku pada saat itu, strata antara bangsa Eropa dan penduduk pribumi jelas berbeda. Tak lazim rasanya jika seorang pribumi berkawan terlalu dekat dan intim dengan bangsa Belanda.</p>
<p>Keputusan telah dibuat, si aku akan dikirim bersekolah ke negara asalnya, Belanda. Sedangkan Oeroeg harus menjalani hari-harinya di Indonesia. Waktu berlalu dan pada suatu hari dengan kondisi yang sangat berbeda mereka bertemu kembali. Namun ada yang berubah. apa ?</p>
<p><strong>Setengah kisah nyata<br />
</strong></p>
<p>Novel ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1948 di Belanda, dan pertama kali diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia justru baru pada tahun 2009. Hella S. Haase sang penulis berusia 30 tahun kala menulis buku ini, dan <em>Oeroeg</em> adalah karya pertamanya. Menggunakan sudut pandang orang pertama, tokoh &#8216;aku&#8217; terkesan begitu nyata dan menyatu dengan suasana pribumi. Hal tersebut rupanya disebabkan oleh Hella telah tinggal di Batavia (Jakarta) dari lahir hingga remaja. Cerita ini pun konon adalah olahan dari peengalaman pribadinya sendiri dengan banyak penambahan.</p>
<p>Menyoroti pola pergaulan antara para anak pribumi dengan bangsa Belanda yang sangat timpang. <em>Oeroeg</em> berusaha menunjukkan bahwa apapun yang terjadi di dunia luar, anak-anak tetaplah anak-anak. Tak ada batasan pergaulan bagi mereka. Jahat sekali orang-orang yang menjejalkan pemahaman bahwa satu kaum tak pantas bergaul dengan kaum yang lain dan seterusnya.</p>
<p>Kisah perjalanan tokoh &#8216;aku&#8217; dapat dijadikan bahan permenungan bagi kita semua, bahwa tak benar karena perbedaan strata sosial membuat lingkungan pergaulan umat manusia menjadi terbatas. Sangat inspiratif.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/450/oeroeg/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku yang Dibredel, Intelektualitas yang Dicekal</title>
		<link>http://bakulrujak.com/409/buku-yang-dibredel</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/409/buku-yang-dibredel#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 04:41:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Live & Society]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan panjang]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[intelektualitas]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[kejagung]]></category>
		<category><![CDATA[pencekalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[Berapa buku yang sempat anda baca? Entah sejak kapan, buku telah menjadi instrumen pembentuk intelektualitas rakyat. Ia juga merupakan salah satu perangkat yang kuat pengaruhnya dalam pembentukan opini, penentu sikap dan pendewasaan berpikir. Buku juga merupakan karya intelektual para pengarangnya, yang telah melewati masa riset dan uji kelayakan yang tak main-main. Apapun yang terkandung di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-410" title="Buku" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/02/bukuu.jpg" alt="Buku" width="200" height="149" />Berapa buku yang sempat anda baca? Entah sejak kapan, buku telah menjadi instrumen pembentuk intelektualitas rakyat. Ia juga merupakan salah satu perangkat yang kuat pengaruhnya dalam pembentukan opini, penentu sikap dan pendewasaan berpikir. Buku juga merupakan karya intelektual para pengarangnya, yang telah melewati masa riset dan uji kelayakan yang tak main-main. Apapun yang terkandung di dalamnya juga memiliki potensi yang besar untuk menjadi bahan pengaya berpikir kita.</p>
<p><strong>Kejaksaan membredel buku<br />
</strong> Tertanggal 3 Desember 2009, Kejagung secara resmi menyatakan pencekalan terhadap 5 judul buku yang beredar. Kelima buku tersebut adalah Dalih Pembunuhan Massal Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto karangan John Rosa, Suara Gereja Bagi Umat Tertindas: Penderitaan, Tetesan Darah dan Cucuran Air Mata Umat Tuhan di Papua Barat Harus Diakhiri, karya Cocratez Sofyan Yoman, Lekra Tak Membakar Buku: Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakjat 1950-1965, karangan Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M Dahlan, Enam Jalan Menuju Tuhan, karya Darmawan MM, dan Mengungkap Misteri Keberagaman Agama, karangan Drs H Syahrudin Ahmad.</p>
<p>Pola yang masih sama seperti yang terjadi pada era-era sebelumnya. Buku-buku yang dibredel sebagian besar masih berkutat pada tema nasionalisme dan ideologi.</p>
<p><strong>Mengapa dibredel ?</strong><br />
Mari kita ulas, apa saja kira-kira yang melatar belakangi pembredelan buku-buku ini. Buku karya Cocratez Sofyan Yoman, Darmawan MM dan Drs H Syahrudin Ahmad berbicara seputar keagamaan. Kontroversi dan konspirasi keyakinan nampak dengan jelas pada judulnya. Sementara sisanya, John Rossa, Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M Dahlan menulis tentang kontroversi seputar gerakan 30 September dan yang terjadi setelahnya.</p>
<p>Kejagung hanya menyebutkan buku-buku tersebut dicekal karena dapat mengganggu ketertiban umum, bertentangan dengan UUD 1945, dan Pancasila. Titik. Tak ada penjabaran lebih lanjut apa dan bagaimana bisa menyebabkan ketertiban menjadi terganggu oleh karena orang membaca buku. Sehingga (mohon maaf) untuk kasus ini saya lebih menghargai MUI yang melakukan himbauan untuk tidak melakukan ini dan itu ataupun menonton film ini dan itu. Setidaknya masih ada penjelasan di belakangnya.</p>
<p><strong>Kebenaran versi siapa ?</strong><br />
Lain lagi dengan kisah kelima buku yang dicekal secara resmi oleh Kejagung, adalah Boni Hargens seorang dosen Politik UI sekaligus praktisi politik yang menulis buku berjudul 10 Dosa Politik SBY-JK. Buku Boni memang tak secara formal dicekal oleh siapapun, namun secara &#8216;ajaib&#8217; menghilang dari toko-toko buku. Ada apa?</p>
<p>Kembali, topik seputar kontroversi komunisme di Indonesia dan keberagaman agama adalah topik yang paling sensitif dan rawan, saya mengakuinya. Saya sendiri juga selalu antusias terhadap buku yang mengulas hal-hal tersebut di atas. Terutama mengenai seputar gerakan 30 September 1965, apa dan bagaimananya. Mengapa? Tak perlu disangsikan bahwa sejak masih duduk di sekolah dasar hingga entah kapan, buku-buku pelajaran sejarah menuliskan suatu fakta tentang peristiwa penghianatan partai komunis Indonesia dari satu sudut pandang saja. Ya, hanya dari versi pemerintah (pada masa itu).</p>
<p>Kemudian pada masa peralihan ke era reformasi, kaum intelektual semakin berani bersuara, makin banyak versi yang beredar. Multi-versi seperti itu menurut saya sangat sehat sebab orang semakin bebas memutuskan mana yang menurut mereka paling layak dibenarkan.</p>
<p>Jadi jika dimasa kini masih terjadi pencekalan terhadap karya-karya intelektual yang didasari penelitian dan fakta yang teruji, dan seakan masih tetap saja menjejalkan kebenaran yang dipaksakan, layaklah kiranya kita bertanya. Kebenaran versi siapa ?</p>
<p><strong>Mari berpikir</strong><br />
Tak ada orang yang bertindak anarkis dan membunuh setelah membaca sebuah buku. Semua buku yang dikonsumsi adalah sumber informasi yang memperkaya. Memperkaya persepsi, sudut pandang, sekaligus menjadi bahan pembelajaran untuk menerima berbagai versi dari sebuah fakta, sebab memang itulah esensi dari sistem demokrasi. Banyak pendapat dan sudut pandang adalah pupuk dari demokrasi yang sehat.</p>
<p><em>Gambar: www.wartakota.co.id</em></p>
<blockquote><p><em><strong>Pranala:</strong></em><strong><br />
</strong><a href="http://new-media.kompasiana.com/2010/01/06/pembredelan-akun-cermin-admin-yang-tidak-demokratiskah/ " target="_blank"> http://new-media.kompasiana.com/2010/01/06/pembredelan-akun-cermin-admin-yang-tidak-demokratiskah/<br />
</a><a href="http://kickandy.com/theshow/2010/01/29/1780/1/1/1/MENGAPA-MEREKA-DIBUNGKAM- " target="_blank"> http://kickandy.com/theshow/2010/01/29/1780/1/1/1/MENGAPA-MEREKA-DIBUNGKAM-<br />
</a><a href="http://indonesiabuku.com/?p=3210 " target="_blank"> http://indonesiabuku.com/?p=3210<br />
</a><a href="http://oase.kompas.com/read/2009/12/24/2158302/Tentang.Pembredelan.Lima.Buku.oleh.Kejagung" target="_blank"> http://oase.kompas.com/read/2009/12/24/2158302/Tentang.Pembredelan</a>&#8230;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/409/buku-yang-dibredel/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hafalan Shalat Delisa</title>
		<link>http://bakulrujak.com/398/hafalan-shalat-delisa</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/398/hafalan-shalat-delisa#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 08:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbok Bakul</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[delisa]]></category>
		<category><![CDATA[hafalan shalat delisa]]></category>
		<category><![CDATA[rohani]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Hafalan Shalat Delisa
 Pengarang : tere-liye
 Penerbit : Republika
 Tahun Terbit : 2008 (cetakan ke-7)
 Tebal Buku : 270 halaman
 Harga di Gramedia : Rp 46,000.00
Namanya Delisa, umurnya baru 6 tahun. Duduk di kelas 1 Ibtidaiyah Negeri I Lhok Nga. Seorang gadis kecil yang manis, polos, dan menggemaskan. Delisa gemar bermain bola [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-407" title="delisa1" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/02/delisa1.jpg" alt="delisa1" width="197" height="297" />Judul Buku</strong> : Hafalan Shalat Delisa<br />
<strong> Pengarang</strong> : tere-liye<br />
<strong> Penerbit :</strong> Republika<br />
<strong> Tahun Terbit</strong> : 2008 (cetakan ke-7)<br />
<strong> Tebal Buku</strong> : 270 halaman<br />
<strong> Harga di Gramedia </strong>: Rp 46,000.00</p>
<p>Namanya Delisa, umurnya baru 6 tahun. Duduk di kelas 1 <em>Ibtidaiyah</em> Negeri I Lhok Nga. Seorang gadis kecil yang manis, polos, dan menggemaskan. Delisa gemar bermain bola bersama teman laki-lakinya setiap sore di dekat pantai Lok Nga, sekitar 400 meter dari rumahnya. Delisa anak yang kritis. Ia sering kali bertanya tentang apapun yang tidak ia mengerti. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia bersama Ummi Salamah, Abi Usman, kak Fatimah, serta kedua kakak kembarnya, Aisyah dan Zahra. Abi Delisa bekerja di kapal tanker yang membawa minyak mentah untuk diangkut dari satu negara ke negara lainnya, akan pulang setiap 3 bulan sekali. Jadilah Ummi yang setiap hari menjaga keempat anaknya yang manis itu.</p>
<p>Ada satu tradisi dalam keluarga Usman, yakni anak yang telah hafal bacaan shalat akan diberikan hadiah kalung. Begitupun dengan Delisa yang berusaha keras belajar menghafal bacaan shalat. Delisa ingin memakai kalung seperti kakak-kakaknya. Delisa telah memilih sendiri kalung hadiahnya yang ia beli bersama Ummi di toko Koh Acan. Sebuah kalung yang indah dengan liontin berbentuk &#8220;D&#8221;. &#8220;D&#8221; untuk Delisa. Sayangnya kalung itu belum boleh dipakai oleh Delisa sampai Delisa hafal seluruh bacaan shalatnya. Sepanjang hari dia terus berusaha menghafalkan bacaan shalat, meski kadang bacaannya terbalik seperti bacaan ruku&#8217; yang terbalik dengan sujud ataupun dia lupa sama sekali dengan kelanjutan bacaan iftitahnya serta sering mendapat ejekan dari kak Aisyah namun itu semua tidak membuatnya gentar untuk menjadikan shalatnya sempurna dengan bacaan shalat. Apalagi Abi berjanji akan membelikannya sepeda.</p>
<p>Hingga tiba saatnya Delisa harus mengikuti ujian hafalan bacaan shalat di sekolahnya. Delisa harus menghafal di depan ibu guru Nur. Delisa lancar benar menghafal bacaan shalatnya. Sampai saat Delisa akan melanjutkan ke bacaan sujud tiba-tiba tubuhnya terseret air besar sekali. Ya, hari itu tsunami terjadi. Memporakporandakan Lok Nga hingga tak tersisa. Menelan banyak korban yang sampai kini tidak dapat diketahui jumlah pastinya.</p>
<p>Aceh bersedih, Indonesia bersedih. Berita bencana tsunami di Aceh itu pun mendunia. Lalu kemanakah Delisa? Akankah Delisa dinyatakan lulus oleh bu guru Nur kemudian mendapatkan hadiah kalung dan sepeda seperti yang dijanjikan? Bagaimana usaha Abi untuk menemukan kembali keluarganya yang amat dicintainya itu? Dan bagaimana gadis cilik itu menghadapi kenyataan bahwa kaki kanannya harus diamputasi, kehilangan orang-orang yang sangat ia cintai dan semangatnya untuk terus menyempurnakan shalatnya?</p>
<p><strong>Menyentuh hati<br />
</strong> Kisah yang sangat menyentuh dan membuka hati. Membuat siapa saja yang membacanya terharu kemudian tanpa sadar meneteskan air mata. Tak terkecuali bagi saya. Seolah hanyut dalam ceritanya.  Meski buku ini ternyata fiksi akan tetapi inspirasinya nyata berlatar belakang bencana tsunami yang menimpa Aceh tahun 2004 lalu. Ditulis dalam bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami. Ada beberapa bagian dimana penulis memberi <em>footnote</em> tentang doanya untuk Delisa, mengungkapkan kecemburuannya tentang gadis cilik itu.</p>
<p>Delisa yang amat tegar, yang tetap semangat apapun kondisinya, yang bisa menerima kehilangan akan orang-orang yang dicintainya dengan sederhana. Saya ikut cemburu. Sungguh, dari Delisa kita bisa belajar banyak hal tentang makna hidup. Bahwa hidup memang sungguh sederhana, belajar tentang rasa ikhlas dan tulus hati, senantiasa bersyukur dan terus memperbaiki diri. Terima kasih Delisa.</p>
<blockquote><p><strong>NB</strong> : saya baru pertama kali menulis resensi tentang buku. jadi mohon maaf atas kekurangan yang ada dan mohon kritik serta saran yang membangun untuk tulisan saya ke depan. terima kasih.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/398/hafalan-shalat-delisa/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ghostgirl, Rest in Popularity</title>
		<link>http://bakulrujak.com/386/ghostgirl</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/386/ghostgirl#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 03:50:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[ghostgirl]]></category>
		<category><![CDATA[hantu]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Ghostgirl
 Pengarang : Tonya Hurley
 Penerjemah : Berliani M. Nugrahani
 Penerbit : Penerbit Atria
 Tahun Terbit : 2009
 Tebal buku : 402 halaman
 Harga di Gramedia : Rp 57.500,-
Menjadi populer dan banyak teman adalah impian semua orang. Termasuk juga Charlotte User, seorang siswi biasa di sekolah Hawthorne High. Terlalu biasa malah, hingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-387" title="Ghostgirl" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/01/Ghostgirl.jpg" alt="Ghostgirl" width="160" height="243" />Judul Buku</strong> : Ghostgirl<br />
<strong> Pengarang :</strong> Tonya Hurley<br />
<strong> Penerjemah </strong>: Berliani M. Nugrahani<br />
<strong> Penerbit</strong> : Penerbit Atria<br />
<strong> Tahun Terbit </strong>: 2009<br />
<strong> Tebal buku</strong> : 402 halaman<br />
<strong> Harga di Gramedia </strong>: Rp 57.500,-</p>
<p>Menjadi populer dan banyak teman adalah impian semua orang. Termasuk juga Charlotte User, seorang siswi biasa di sekolah Hawthorne High. Terlalu biasa malah, hingga tak seorang pun mau berteman dengannya. Dengan dandanan yang sangat biasa (malah terkesan ketinggalan jaman) dan mengandalkan kecerdasan otaknya Charlotte berniat mendaftar ke tim pemandu sorak untuk berusaha menarik perhatian cowok paling keren di  sekolah, Damen.</p>
<p>Apa mau dikata, Damen telah berpacaran dengan Petula, cewek seksi yang sangat membenci Charlotte. Tak habis akal, Charlotte berusaha menjadi teman kelompok Damen untuk kelas fisika. Dan berhasil!</p>
<p>Namun rupanya kegembiraan Charlotte tak bisa bertahan lama. Ketika kelas fisika pertamanya berakhir, Charlotte tengah mengunyah permen karet berbentuk beruang. Dan entah bagaimana permen karetnya tertelan, menghambat saluran pernapasannya dan mencekik Charlotte hingga tewas!</p>
<p>Apakah cerita berkahir? Ternyata belum. Arwah Charlotte pun bangkit dan harus menjalani hari-harinya di dunia kematian. Dunia kematian diceritakan berdampingan dengan dunia kehidupan. Charlotte masih bisa bertemu Damen setiap hari. Ia juga bertemu banyak teman baru dari dunia kematian, ada Pam si Picollo yang meninggal gara-gara secara tak sengaja menelan picollo (semacam alat musik tiup), ada Mike si Metal, dan Prudence sang ketua kelas kematian yang diam-diam sangat membenci Charlotte.</p>
<p>Sialnya, mereka akan terperangkap di alam kematian selamanya dan tak bisa berpindah ke alam keabadian sebelum semua misi ketika hidup mereka terpenuhi. Semua telah memenuhi misi mereka, kecuali Charlotte. Misi kehidupannya tentu saja adalah pergi ke pesta dansa bersama Damen, sang cowok pujaan. Charlotte harus berjuang habis-habisan untuk bisa melancarkan misinya. Ia dibantu Scarlet, adik Petula yang secara ajaib bisa melihat arwah Charlotte. Perjuangan Charlotte dan Scarlet diwarnai kejadian-kejadian yang menggelikan dan seru. Charlotte harus mempelajari teknik-teknik khas alam kematian seperti menembus dinding, merasuki tubuh Scarlet hingga telekinetis dan telepati, semuu itu ia lakukan hanya untuk mendapatkan kesempatan untuk menjalankan misi terakhir semasa hidupnya, pergi ke pesta dansa bersama Damen!</p>
<p><strong>Novel cewek ?<br />
</strong><em> Oke</em>, saya mengaku membeli novel ini dengan sengaja. Bukan karena tak tahu bahwa isinya akan cewek banget. Kisah-kisah kehidupan khas dinamika siswa-siswi sekolah menengah di Amerika, sangat kompleks. Mulai dari gosip seputar cowok, tim pemandu sorak yang paling populer di sekolah hingga obrolan rahasia sesama teman untuk menggunjingkan guru. Semua diceritakan dengan lugas dan polos. Tentu saja kali ini ditambah penggambaran tentang alam kematian yang penuh imajinasi.</p>
<p>Tiga bab pertama belum terlalu tampak nilai plusnya, baru setelah itu saya menemukan pesan yang ingin disampaikan novel ini. Egoisme Charlotte dalam memperoleh tujuannya dan konsistensi teman-temannya dari alam kematian dalam memperjuangkan Hawthorne Manor, sebuah rumah tua yang dijadikan &#8220;rumah&#8221; bagi anak-anak alam kematian. Sangat humanis (ya, meskipun diperagakan oleh para hantu tentunya).</p>
<p>Dan pada akhirnya kita akan melihat bagaimana proses Charlotte dalam memperbaiki diri dengan dukungan dari teman-teman hantu dan manusianya. Tentu saja hal ini akan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semua (dan bukan hanya bagi kaum cewek!).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/386/ghostgirl/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[buku] The Naked Traveler 2</title>
		<link>http://bakulrujak.com/379/buku-the-naked-traveler-2</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/379/buku-the-naked-traveler-2#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 09:03:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[backpacker]]></category>
		<category><![CDATA[the naked traveler]]></category>
		<category><![CDATA[traveler]]></category>
		<category><![CDATA[trinity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : The Naked Traveler 2
 Pengarang : Trinity
 Penerbit : B-First (PT. Bentang Pustaka)
 Tahun Terbit : 2010
 Tebal buku : 350 halaman
Setelah berjaya dengan The Naked Traveler pertama yang terbit 2007 lalu, Trinity kembali mencoba mengangkat kisah-kisah perjalanannya yang lebih memukau, The Naked Traveler 2. Masih dengan konsep yang sama, tulisan ringan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-380" title="The Naked Traveler 2" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/01/The-Naked-Traveler-2.jpg" alt="The Naked Traveler 2" width="150" height="235" />Judul Buku</strong> : The Naked Traveler 2<br />
<strong> Pengarang</strong> : Trinity<br />
<strong> Penerbit </strong>: B-First (PT. Bentang Pustaka)<br />
<strong> Tahun Terbit</strong> : 2010<br />
<strong> Tebal buku </strong>: 350 halaman</p>
<p>Setelah berjaya dengan <a href="http://bakulrujak.com/369/buku-the-naked-traveler-catatan-perjalanan-seorang-backpacker">The Naked Traveler pertama</a> yang terbit 2007 lalu, Trinity kembali mencoba mengangkat kisah-kisah perjalanannya yang lebih memukau, The Naked Traveler 2. Masih dengan konsep yang sama, tulisan ringan dan santai jauh dari kesan formal. Mengetengahkan cerita-cerita perjalanan yang tak terduga, penuh kejutan dan ala backpacker pastinya. Disini Trinity (lagi-lagi) membuktikan bahwa dana terbatas, tak ada teman dan cuti yang terbatas (dan usia yang tak lagi muda) tak menghalanginya menjajah sebanyak mungkin tempat baru di muka bumi.</p>
<p>Untuk memudahkan pembaca sekaligus mengarahkan kerangka berpikir, Trinity membagi buku keduanya menjadi 8 bab. Ada Gila-Gilaan, Indonesiana, Traveling Membawa Nikmat, Apa Rasanya?, Sekolah di Filipina, Belajar dari Sini, Bandingkan dan Narsis.com. Ada kurang lebih 71 judul tulisan di dalamnya, dan semua keren! Tak bosan saya membacanya meski berulang-ulang, buku ini benar-benar membuka mata siapapun bahwa dunia tak sesempit yang pernah dibayangkan. Beraneka istiadat, gaya hidup dan kondisi geografis negara-negara dunia seakan menjadi bahan menarik yang tak pernah habis untuk diceritakan.</p>
<p>Pemilihan bahasa yang digunakan tetap seperti buku sebelumnya, santai, bebas dan telanjang ala The Naked Traveler. Kata-kata populer dan mudah dimengerti meluncur dengan santai dan tak jarang mengundang tawa.</p>
<p>Saya tak menyebut ini sebuah kekurangan, namun jika Anda kebetulan kurang suka bepergian sepertinya akan merasa sedikit bosan. Sering dalam satu judul tulisan, Trinity membahas segala sesuatu dengan sangat mendetail. Sehingga terkesan mengulang-ngulang cerita yang sudah ada sebelumnya. Mulai dari bagaimana orang Filipina yang suka membalik penggunaan huruf F dan P hingga cerita mendetail tentang sejarah tempat-tempat bersejarah di sebuah negara. Mungkin jadi terkesan seperti pelajaran sejarah SMA.</p>
<p>Salah satu yang saya suka adalah tulisan tentang tips dan trik bepergian hemat, aman dan nyaman ala backpacker. Seperti yang ditulis dalam <em>entry</em> yang berjudul <em>9 Ide Mengisi Waktu dengan Hemat </em>(hal.259) atau<em> Where Are You From? Paradise? </em>(hal. 225).</p>
<p>Tak ada ruginya membaca sebuah buku, itu prinsip hidup saya. Kita baru akan (benar-benar) tahu bagaimana isi sebuah buku setelah membacanya bukan? Dan menurut saya buku The Naked Traveler 2 ini adalah panduan non formal bagi Anda yang terobsesi untuk menjadi pelancong ala backpacker. Jadi jika Anda kesulitan mencari buku berjudul<em> How To Be A Good Backpacker</em>, rasanya Buku The Naked Traveler bisa menjadi <em>guide</em> yang sangat berharga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/379/buku-the-naked-traveler-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[buku] Young Samurai: The Way of the Warrior</title>
		<link>http://bakulrujak.com/366/buku-young-samurai-the-way-of-the-warrior</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/366/buku-young-samurai-the-way-of-the-warrior#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 10:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[bushido]]></category>
		<category><![CDATA[heroik]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[moral]]></category>
		<category><![CDATA[ninja]]></category>
		<category><![CDATA[samurai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Young Samurai : The Way of the Warrior
 Pengarang : Chris Bradford
 Penerjemah : Sujatrini
 Penerbit : Hikmah (PT. Mizan Publika)
 Tahun Terbit : 2009
 Tebal buku : 474 halaman
Dalam sebuah pelayaran dagang yang panjang, sebuah kapal Inggris berjuluk Alexandria yang dinahkodai John Fletcher terdampar di sebuah daratan yang asing. Tiba-tiba datanglah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-367" title="young" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/01/young.jpg" alt="young" width="150" height="245" />Judul Buku</strong> : Young Samurai : The Way of the Warrior<br />
<strong> Pengarang</strong> : Chris Bradford<br />
<strong> Penerjemah</strong> : Sujatrini<br />
<strong> Penerbit</strong> : Hikmah (PT. Mizan Publika)<br />
<strong> Tahun Terbit</strong> : 2009<br />
<strong> Tebal buku</strong> : 474 halaman</p>
<p>Dalam sebuah pelayaran dagang yang panjang, sebuah kapal Inggris berjuluk <em>Alexandria </em>yang dinahkodai John Fletcher terdampar di sebuah daratan yang asing. Tiba-tiba datanglah segerombolan ninja yang dipimpin Dokugan Ryu si Mata Naga. Mereka merampok Alexandria habis-habisan serta menghabisi nyawa nyaris seluruh awaknya. Mereka &#8212; para ninja &#8212; datang bersama bayangan dan bergerak tanpa suara.</p>
<p>Luput dari perhatian para ninja, adalah Jack Fletcher, putra sang nahkoda yang masih berusia 12 tahun terapung-apung di lautan, nyaris tewas. Hingga sebuah keluarga samurai menyelamatkan Jack dan membawanya ke kediaman kereka di <em>Toba</em>.</p>
<p>Terbangun dengan kenangan pahit akan kematian ayah dan awak kapal lainnya, Jack seakan patah semangat. Namun rupanya <em>Masamoto</em>, sang samurai, bermurah hati kepadanya dan mengangkat Jack sebagai anaknya. Bersama Yamato dan Akiko, saudara-saudara barunya, Jack mulai belajar kebudayaan Jepang dan yang pasti <em>Bushido</em>, jalan hidup ksatria, sebagai seorang samurai terhormat.</p>
<p>Jack lantas masuk ke sebuah pusat pelatihan samurai <em>Niten Ichi Ryu</em> yang dipimpin Masamoto sendiri. Berbagai ilmu dari bela diri tangan kosong, pedang, memanah hingga meditasi membuat Jack menjadi samurai yang tangguh. Meskipun ia satu-satunya siswa yang berkulit putih dan berambut pirang. Namun rupanya jalan Jack sebagai seorang samurai muda tak selalu mulus, banyak konflik yang terjadi selama belajar di Niten Ichi Ryu, mulai dari teman-teman yang tak menerimanya hingga Yamato, saudara tirinya berpaling menentangnya. Ambisi untuk menuntut balas kematian ayahnya serta tekad untuk bisa pulang ke kampung halamannya di Inggris menuntun Jack menjadi samurai muda yang mematikan sekaligus berbudi luhur.</p>
<p><strong>Samurai, Bushido dan Jepang<br />
</strong> Tak butuh waktu lama bagi saya (dan mungkin bagi anda juga) untuk melahap isi buku novel Young Samurai ini. Sebab sekali membacanya mata saya tak bisa melepaskan pandangan ke buku setebal 474 halaman ini. Ceritanya mengalir dengan alami dan menyenangkan, mungkin juga karena saya memang tertarik dengan budaya <a href="http://bakulrujak.com/279/seputar-samurai">Jepang kolosal yang eksotik.</a></p>
<p>Buku ini bukan sekadar novel biasa. Banyak sekali pesan moral dan pelajaran berharga yang bisa kita peroleh darinya. Bagaimana luhurnya falsafah hidup dan kesetiaan para samurai dengan semangat bushidonya, hingga apa yang layak dan tak layak dilakukan dalam budaya Jepang, seakan dirangkum dalam buku ini.</p>
<p>Satu lagi, Chris Bradford sebagai seorang pemegang sabuk hitam di<em> Zen Kyo Shin Taijutsu</em>, ilmu beladiri ala ninja, menulis setiap detail pertarungan yang terjadi dengan sangat nyata dan halus, seolah kita sedang terlibat di dalamnya.<br />
Dengan mengerti dan menghayati setiap detail pelajaran yang berharga dari novel Young Samurai ini akan membuat kita manjadi lebih bijak, kuat dan selalu konsisten seperti halnya semangat bushido.</p>
<p><em>Bushido bukan cuma soal keberanian dan kehormatan. Bukan juga soal tujuan pertarungan dan peperangan. Meskipun mungkin itu adalah perhentian yang diperlukan dalam perjalanan kalian, tetapi itu bukanlah tujuan kalian. Inti sebenarnya dari bushido adalah integritas, welas asih dan kesetiaan</em>. (hal. 409)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/366/buku-young-samurai-the-way-of-the-warrior/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[buku] The Joshua Files: Invisible City</title>
		<link>http://bakulrujak.com/358/buku-the-joshua-files-invisible-city</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/358/buku-the-joshua-files-invisible-city#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 07:18:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[konspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[the joshua files]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[ 
 


Judul Buku : The Joshua Files: Invisible City (Kota yang Hilang)
 Pengarang :  MG. Harris
Penerjemah : Nina
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
 Tahun Terbit : 2009
 Tebal buku : 380 halaman
Josh Gracia, berusia 13 tahun anak seorang arkeolog Meksiko pada awalnya hanya seorang anak muda biasa. Hingga pada suatu hari berita kematian ayahnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><img class="size-full wp-image-359 alignleft" title="invisible-city" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/01/invisible-city.jpg" alt="The Joshua Files: Invisible City" width="135" height="200" /></p>
<p></strong></p>
<p><strong>Judul Buku</strong> : The Joshua Files: Invisible City (Kota yang Hilang)<br />
<strong> Pengarang</strong> :  MG. Harris<br />
<strong>Penerjemah</strong> : Nina<br />
<strong>Penerbit</strong> : Gramedia Pustaka Utama<br />
<strong> Tahun Terbit </strong>: 2009<br />
<strong> Tebal buku</strong> : 380 halaman</p>
<p>Josh Gracia, berusia 13 tahun anak seorang arkeolog Meksiko pada awalnya hanya seorang anak muda biasa. Hingga pada suatu hari berita kematian ayahnya datang dan mengubah seluruh hidupnya. Penyebab kematian sang ayah yang sangat misterius dan kasak-kusuk pihak kepolisian yang seakan-seakan menyembunyikan sesuatu, membuat Josh mengambil jalannya sendiri dan bertekad membongkar konspirasi kematian ayahnya.</p>
<p>Andres Gracia, ayah Josh, dilaporkan tewas mengenaskan ketika menerbangkan pesawat di Meksiko dalam sebuah misi penyelidikan artefak suku Maya kuno. Seluruh badannya hangus terbakar hingga waktu kematian pun tak teridentifikasi lagi. Josh dan kedua sahabatnya pergi ke Meksiko untuk mencari kebenaran. Bertemu dengan kakak tirinya yang tak pernah ia kenal sebelumnya, Josh semakin bersemangat untuk mencari tahu apa yang sebenarnya tengah diperjuangkan oleh ayahnya hingga menemui ajal.</p>
<p>Cerita menjadi sangat menegangkan ketika Josh sedikit demi sedikit menemukan fakta bahwa dirinya adalah keturunan seorang tokoh suku Maya kuno yang mewarisi sebuah keistimewaan yang didapat dari leluhurnya. Sebuah tanggung jawab turun temurun pun dibebankan di pundaknya. Ia harus menyelamatkan sebuah codex (surat kuno suku maya yang ditulis di belahan kayu) yang entah berada dimana.</p>
<p>Tentu saja tugas ini menjadi tak mudah dengan kehadiran banyak pihak yang juga menginginkan codex tersebut. Laga mencekam, penggambaran konflik yang intens, ditambah konspirasi-konspirasi membingungkan tentang ramalan kiamat tahun 2012 dan misi penyelamatan peradaban manusia membuat Josh harus bekerja dengan cepat.</p>
<p><strong>Mensejajarkan diri</strong><br />
MG Harris tampil mencoba menempatkan dirinya sejajar dengan para novelis sukses lainnya seperti Arthur Conan Doyle dan Stephenie Meyer. Karyanya kali ini dipersiapkan untuk mencoba mengambil momentum meledaknya uforia kiamat 2012 berkaitan dengan ramalan suku maya kuno. Saya tak terlalu mengikuti novel macam Harry Potter atau Sherlock Holmes, namun begitu membaca The Joshua Files saya harus berkata bahwa saya sangat menyukai novel ini. Segala konspirasi yang disajikan digambarkan dengan begitu halus sehingga cukup mempengaruhi pikiran pembaca. Setiap detail konflik, setting kejadian-kejadian mencekam menjadi begitu hidup dan benar-benar menghanyutkan.</p>
<p>Kekuatan MG. Harris dalam novel ini saya rasakan ada di permainan kata-kata dan pemilihan topik. Sehingga setelah membaca novel ini, saya hampir betul-betul percaya bahwa terdapat sebuah kota yang tersembunyi dan memiliki teknologi yang luar biasa maju dibawah reruntuhan piramid suku maya di Meksiko!</p>
<p>Buku The Invisible City adalah buku pertama dari seri The Joshua files yang semuanya ada 3 buku. Ada Ice Shock dan Zero Moment setelahnya. Kedua buku terakhir sampai saat ini belum diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, sehingga kita (saya) masih harus bersabar sedikit lebih lama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/358/buku-the-joshua-files-invisible-city/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[buku] Mereka yang Mati Muda</title>
		<link>http://bakulrujak.com/303/buku-mereka-yang-mati-muda</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/303/buku-mereka-yang-mati-muda#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 10:17:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mereka yang mati muda]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Mereka yang Mati Muda
Pengarang :  Arifin Surya Nugraha dkk
Penerbit : BIO Pustaka
Tahun Terbit : 2008
Tebal buku : 199 halaman
Sampeyan pernah baca buku-buku biografi tokoh besar di Indonesia? Ada Catatan Seorang Demonstran (1983) yang memuat catatan buku harian Soe Hok Gie, atau Pergolakan Pemikiran Islam, Catatan Harian Ahmad Wahib (1981) dan seterusnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-304" title="mereka yang mati muda" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/12/merekayang.jpg" alt="mereka yang mati muda" width="105" height="150" />Judul Buku : <strong>Mereka yang Mati Muda</strong><br />
Pengarang :  <strong>Arifin Surya Nugraha dkk</strong><br />
Penerbit : <strong>BIO Pustaka</strong><br />
Tahun Terbit : <strong>2008</strong><br />
Tebal buku : <strong>199 halaman</strong></p>
<p>Sampeyan pernah baca buku-buku biografi tokoh besar di Indonesia? Ada Catatan Seorang Demonstran (1983) yang memuat catatan buku harian Soe Hok Gie, atau Pergolakan Pemikiran Islam, Catatan Harian Ahmad Wahib (1981) dan seterusnya. Jika sampeyan tak sempat membaca seluruhnya, ada baiknya melirik buku bagus ini, Mereka yang Mati Muda.</p>
<p>Ada 8 tokoh nasional yang diangkat penulis dalam buku ini. Mereka adalah Ahmad Wahib, Chairil Anwar, Munir Said, RA. Kartini, Robert Wolter Monginsidi, Soedirman, Supriyadi dan Soe Hok Gie. Sesuai dengan judulnya, tokoh yang ditulis di sini adalah mereka yang menutup usia pada usia yang relatif muda. Chairil Anwar misalnya, meninggal pada usia 27 tahun, setelah menghasilkan 70 buah sajak asli, 4 sajak saduran, 10 sajak terjemahan, 6 prosa asli dan 4 prosa terjemahan (hal. 36).</p>
<p>Membaca buku ini saya benar-benar merasa sedang membaca rangkuman dari buku-buku yang mengisahkan kisah hidup tokoh-tokoh yang walaupun harus tutup usia di usia muda, namun telah memberika sumbangsih yang begitu besar di bidangnya masing-masing.</p>
<p>Para penulis yang menyusun buku ini rata-rata adalah aktifis di berbagai perguruan tinggi dan masing-masing telah menghasilkan buku-buku lain yang tak kalah hebatnya. Ada Arifin Surya Nugraha yang juga menulis buku Detik-Detik Kematian Soeharto (2008) dan 10 Orang Terkaya Indonesia (2007). Ada juga nama Feby Nurhayati, Reni Nurhayati dan Ruslan. Bersama, mereka menggali sisi-sisi kehidupan para tokoh Indonesia yang fenomenal dan berdedikasi tinggi bagi Indonesia dan dirangkum secara cantik di buku tak terlalu tebal ini.</p>
<p>Sampeyan tak akan merasa bosan membaca buku ini, sebab penulis menggunakan pilihan bahasa yang mengalir dengan rapi dan santai. Sehingga kita akan merasa seperti membaca novel atau dongeng saja.</p>
<p>Diharapkan, dengan membaca buku biografi para tokoh nasional membuat kita semakin mengerti bahwa Indonesia memiliki putra-putri yang hebat dan memiliki pengaruh besar. Sehingga tak ada alasan bagi kita untuk pesimis dan mudah menyerah. <img src='http://bakulrujak.com/rujak/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/303/buku-mereka-yang-mati-muda/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
