<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakul Rujak &#187; candi</title>
	<atom:link href="http://bakulrujak.com/tag/candi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bakulrujak.com</link>
	<description>Untuk hidup yang selalu menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 03:32:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>kamis pahing vs jumat kliwon</title>
		<link>http://bakulrujak.com/87/kamis-pahing-vs-jumat-kliwon</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/87/kamis-pahing-vs-jumat-kliwon#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 07:48:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bener-bener Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Live & Society]]></category>
		<category><![CDATA[aneh]]></category>
		<category><![CDATA[bapak]]></category>
		<category><![CDATA[candi]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[mistis]]></category>
		<category><![CDATA[tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betet.blogdetik.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Anda tahu situs purbakala candi(keraton) Ratu Boko ? Jika tak tahu silakan mencari informasinya di internet karena saya tidak akan menjelaskan candi itu di sini.
beberapa hari yang lalu ketika saya secara tak sengaja terdampar disana bersama seorang teman, tak ada angin tak ada hujan sekonyong-konyong datanglah seorang bapak tua berusia 80-an menghampiri kami. dan tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-88" style="margin: 10px" src="http://betet.blogdetik.com/files/2009/08/calendar-piece.jpg" alt="calendar-piece" width="240" height="173" />Anda tahu situs purbakala candi(keraton) Ratu Boko ? Jika tak tahu silakan mencari informasinya di internet karena saya tidak akan menjelaskan candi itu di sini.</p>
<p>beberapa hari yang lalu ketika saya secara tak sengaja terdampar disana bersama seorang teman, tak ada angin tak ada hujan sekonyong-konyong datanglah seorang bapak tua berusia 80-an menghampiri kami. dan tanpa tujuan yang pasti bapak ini lalu bercerita kepada kami tentang dirinya, bahwa ia telah tinggal di sekitar kompleks candi ratu boko sejak lahir, sempat ikut menjadi tentara perebutan kemerdekaan indonesia kala muda dan sebagainya. anehnya kami sama sekali tak keberatan mengikuti ceritanya dari awal sampai akhir, hingga pada akhirnya si bapak bertanya hari dan pasaran kelahiran saya. dengan santai saya jawab saja, kamis pahing pak!</p>
<p>beberapa detik lamanya si bapak komat-kamit sambil menggerakkan jemarinya macam orang yang sedang berhitung, kemudian berpetuah..</p>
<p>&#8220;hari naas kamu Jumat Kliwon, jadi jangan bepergian pada hari itu dan pukul satu siang berkatalah yang baik-baik saja.&#8221;</p>
<p>dan setelah melakukan hal yang sama terhadap teman saya, si bapak pun pergi begitu saja meninggalkan kami yang kebingungan. bahkan menanyakan nama si bapak pun kami tak sempat lagi.</p>
<p>ada masukan ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/87/kamis-pahing-vs-jumat-kliwon/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tamansari Gua Sunyaragi</title>
		<link>http://bakulrujak.com/105/tamansari-gua-sunyaragi</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/105/tamansari-gua-sunyaragi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 06:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[candi]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[sunyaragi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Dari sedikitnya obyek wisata di Cirebon, maka sudah barang tentu setiap orang yang pernah berkunjung kesana akan mengenal situs sejarah Tamansari Gua Sunyaragi.
Letaknya di pinggir jalan raya by-pass Brigjen Dharsono membuat situs sejarah Sunyaragi sangat mudah ditemukan. Karcis masuk pun hanya 1000 rupiah saja.
Kompleks tamansari ini dibangun pada tahun 1703 masehi. Nama Sunyaragi berasal dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_106" class="wp-caption alignleft" style="width: 302px"><a href="http://www.bakulrujak.com/wp-content/uploads/2009/06/sunyaragi11.JPG"><img class="size-full wp-image-106" title="sunyaragi1" src="http://www.bakulrujak.com/wp-content/uploads/2009/06/sunyaragi11.JPG" alt="tamansari gua sunyaragi" width="292" height="266" /></a><p class="wp-caption-text">tamansari gua sunyaragi</p></div>
<p>Dari sedikitnya obyek wisata di Cirebon, maka sudah barang tentu setiap orang yang pernah berkunjung kesana akan mengenal situs sejarah Tamansari Gua Sunyaragi.<br />
Letaknya di pinggir jalan raya by-pass Brigjen Dharsono membuat situs sejarah Sunyaragi sangat mudah ditemukan. Karcis masuk pun hanya 1000 rupiah saja.</p>
<p>Kompleks tamansari ini dibangun pada tahun 1703 masehi. Nama Sunyaragi berasal dari bahasa sansekerta, &#8220;sunya&#8221; yang artinya adalah sepi dan &#8220;ragi&#8221; yang berarti raga. Fungsi utamanya yaitu sebagai tempat beristirahat dan meditasi para sultan cirebon dan keluarganya (saya jadi teringat situs tamansari di kompleks kasultanan Yogyakarta).</p>
<p>Kompleks Tamansari Sunyaragi terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu pesanggrahan yang merupakan tempat istirahat yang juga dilengkapi dengan ruang tidur, kamar mandi, kamar rias dan taman-taman yang indah beserta air mancur dan kolam. Bagian kedua adalah kompleks gua-gua. Seluruhnya gua buatan dan terletak di gunung-gunungan dilengkapi dengan akses berupa terowongan bawah tanah yang membuat masing-masing gua menjadi terhubung. Gua-gua ini memiliki fungsinya masing-masing, ada yang berfungsi sebagai tempat bersemedi, bengkel pembuatan dan penyimpanan senjata serta gua untuk para sultan mengadakan rapat atau mufakat dengan para perwira.<br />
Secara lebih luas, kompleks tamansari sunyaragi terbagi menjadi 12 bagian, yaitu:</p>
<p>(1) bangsal jinem, tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih;<br />
(2) goa pengawal, tempat berkumpul par apengawal sultan;<br />
(3) kompleks Mande Kemasan (sebagain hancur);<br />
(4) goa Pandekemasang, tempat membuat senjata tajam;<br />
(5) goa Simanyang, tempat pos penjagaan;<br />
(6) goa Langse, tempat bersantai;<br />
(7) goa peteng, tempat nyepi untuk kekebalan tubuh;<br />
(8) goa Arga Jumud, tempat orang penting keraton;<br />
(9) goa Padang Ati, tempat bersemedi;<br />
(10) goa Kelanggengan, tempat bersemedi agar langgeng jabatan;<br />
(11) goa Lawa, tempat khusus kelelawar;<br />
(12) goa pawon, dapur penyimpanan makanan.</p>
<p>Lagi-lagi yang menjadi kendala utama adalah masalah pengelolaan. Situs Tamansari Sunyaragi memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan. Namun pada kenyataannya sangat jauh dari terawat, sistem perawatan dan penjagaan terkesan seadanya, bahkan serba kekurangan. Fasilitas umum seperti toilet atau tempat ibadah juga tidak tersedia. Sungguh sayang sekali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/105/tamansari-gua-sunyaragi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Plaosan, Si Cantik yang Terlupakan</title>
		<link>http://bakulrujak.com/49/plaosan-si-cantik-yang-terlupakan</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/49/plaosan-si-cantik-yang-terlupakan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 18:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[candi]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[plaosan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Plaosan terletak dua kilometer arah timur laut Candi Prambanan. Candi yang secara administratif terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten ini memiliki karakteristik bangunan yang unik. Dua candi induk Plaosan Lor merupakan candi bertingkat. Konstruksi yang demikian merupakan teknologi percandian yang cukup jarang ditemui.
Plaosan juga memiliki keunikan dalam hal arsitektur. Candi ini memiliki arsitektur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Plaosan terletak dua kilometer arah timur laut Candi Prambanan. Candi yang secara administratif terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten ini memiliki karakteristik bangunan yang unik. Dua candi induk Plaosan Lor merupakan candi bertingkat. Konstruksi yang demikian merupakan teknologi percandian yang cukup jarang ditemui.</p>
<div id="attachment_50" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/02/plaosan1.jpg"><img class="size-full wp-image-50" style="border: 1px solid black;" title="plaosan" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/02/plaosan1.jpg" alt="Candi Plaosan Lor" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Candi Plaosan Lor</p></div>
<p>Plaosan juga memiliki keunikan dalam hal arsitektur. Candi ini memiliki arsitektur perpaduan Hindu Budha. Menurut prasasti yang ditemukan di kompleks candi, tersebutlah nama Rakai Pikatan sebagai pendirinya. Candi Plaosan dibangun sebagai dharma Rakai Pikatan yang beragama Hindu kepada permaisurinya, Pramudhawardhani yang beragama Budha.</p>
<p>Kompleks Candi Plaosan sendiri terdiri dari Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Letak kedua candi tersebut berseberangan, hanya dipisahkan oleh jalan desa.</p>
<p>Candi Plaosan Lor terdiri dari dua candi induk yang dikelilingi oleh candi-candi perwara. Sementara itu, kompleks Candi Plaosan Kidul hanya tersisa beberapa candi perwara. Pada candi induk Plaosan Lor terdapat chamber yang cukup luas. Di dalamnya terdapat 6 arca Dhyani Bodhisatwa. Diperkirakan Candi Plaosan berfungsi sebagai tempat peribadatan untuk pendeta dan umat Budha saat itu.</p>
<p>Letak Candi Plaosan memang agak nyempil. Akses untuk menuju ke Plaosan juga masih terbatas. Dari Kota Yogyakarta menuju Plaosan dapat ditempuh dengan menggunakan Bus Trans Jogja. Setelah turun dari Halte Prambanan, kita dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan becak atau dokar. Saat menawar becak atau dokar inilah baru terasa beratnya perjalanan ke Plaosan. Satu kali jalan baik dokar maupun becak rata-rata memasang tarif Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu. Dengan demikian untuk bolak-balik dari Prambanan-Plaosan membutuhkan sekitar Rp 50 ribu. Kondisi yang demikian kemungkinan adalah salah satu faktor mengapa banyak wisatawan yang malas berkunjung ke Plaosan.</p>
<p>Kekecewaan karena mahalnya biaya transportasi yang dikeluarkan akan segera terbayar ketika melihat kompleks Candi Plaosan dari kejauhan. Kompleks Candi Plaosan terletak di tengah-tengah ladang dan perkampungan. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri ketika sampai di lokasi Plaosan.</p>
<p>Lokasi yang nyempil dan aksesibilitas yang masih terbatas membuat kompleks Candi Plaosan sepi pengunjung. Dari buku tamu yang disediakan petugas keamanan Candi Plaosan, rata-rata tercatat pengunjung pada hari libur biasa yang datang sekitar 10-15 orang. Bandingkan dengan Candi Prambanan misalnya yang bisa mencapai 6000 – 7000 orang.</p>
<p>Tetapi, justru dengan sepinya wisatawan ini membuat pengunjung lebih dapat menikmati keindahan Plaosan. Pengunjung dapat menikmati damainya semilir angin pedesaan di salah satu sudut candi yang teduh. Kawasan yang masih berada di pedesaan dan suasana yang sepi seolah-olah membawa pengunjung getting back to nature. Bagi penghobi fotografi dan tracking sangat disarankan untuk mampir ke Candi Plaosan ketika berkunjung ke Yogyakarta.</p>
<p>Bagi yang berencana berkunjung ke Plaosan dengan naik becak atau dokar sebaiknya langsung membuat janji untuk dijemput ketika selesai menikmati indahnya Plaosan. Bila tidak, kita akan kesusahan mencari sarana transportasi untuk kembali ke halte bus. Siapkan pula sumbangan sukarela sebagai pengganti tiket masuk kawasan Plaosan. Ajak teman yang banyak ketika mengunjungi Candi Plaosan agar biaya transportasi bisa ditanggung bersama sehingga lebih hemat.</p>
<p><a title="Dini N Latifah" href="mailto:dini_latifah@yahoo.com">Dini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/49/plaosan-si-cantik-yang-terlupakan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
