<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakul Rujak</title>
	<atom:link href="http://bakulrujak.com/tag/deepak-chopra/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bakulrujak.com</link>
	<description>Untuk hidup yang selalu menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 May 2012 16:41:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Yesus, Kisah Tentang Pencerahan</title>
		<link>http://bakulrujak.com/625/yesus-kisah-tentang-pencerahan</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/625/yesus-kisah-tentang-pencerahan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 12:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[deepak chopra]]></category>
		<category><![CDATA[fiktif]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=625</guid>
		<description><![CDATA[Buku ini fiktif, atau setidaknya begitulah yang dikatakan oleh Deepak Chopra, sang penulis. Kisah hidup Yesus dalam rentang waktu usia 12 hingga 30 tahun memang seakan-akan menghilang. Sukar sekali dicari sumber cerita yang bisa dipertanggung jawabkan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/12/yesus170.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-626" title="yesus, kisah tentang pencerahan" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/12/yesus170.jpg" alt="" width="170" height="249" /></a>Judul Buku : <strong>Yesus, Kisah Tentang Pencerahan</strong><br />
Pengarang : <strong>Deepak Chopra</strong><br />
Penerjemah: <strong>Julanda Tantani</strong><br />
Penerbit : <strong>Gramedia Pustaka Utama</strong><br />
Tahun Terbit : <strong>2011</strong><br />
Tebal Buku : <strong>360 halaman</strong><br />
Harga di Gramedia : <strong>Rp 50,000.00</strong></p>
<p>Tahun 1 Masehi, ketika bangsa Romawi berusaha menindas kaum yahudi. 3 orang pelarian, Yesus, Yudas dan Maria. 3 orang dengan latar belakang yang sama sekali berbeda, bersama-sama melarikan diri dari kejaran serdadu Romawi. Yudas adalah anggota kelompok pejuang kemerdekaan yahudi, yang berusaha melawan tiran Romawi dengan kekerasan. Namun di mata Yesus muda, gerakan kemerdekaan itu sama saja dengan para penjajah. Sama-sama memilih peperangan sebagai jalan keluar. Karena di balik setiap peperangan selalu tersisa penderitaan yang menyakitkan.</p>
<p>Kisah pelarian ketiga orang ini diwarnai berbagai kejadian yang membuat Yesus pada akhirnya mengerti bahwa dirinya adalah Sang Mesias, sang juru selamat yang sudah dinanti-nantikan. Penyiksaan, penghianatan dan percintaan yang membutakan mewarnai kisah pelarian mereka, hingga akhirnya Yesus menjadi sadar bahwa Tuhan telah menyatu dengan dirinya.</p>
<p>Tugas ini berat, Yesus harus menyampaikan pesan Tuhan kepada seluruh umat manusia, di tengah kebencian dan permusuhan yang sedang berkobar.</p>
<p><strong>Fiktif Filsafat</strong></p>
<p>Buku ini fiktif, atau setidaknya begitulah yang dikatakan oleh <em>Deepak Chopra</em>, sang penulis. Kisah hidup Yesus dalam rentang waktu usia 12 hingga 30 tahun memang seakan-akan menghilang. Sukar sekali dicari sumber cerita yang bisa dipertanggung jawabkan. Namun demikian, dengan indah penulis mampu merangkai detail demi detail cerita dengan runut dan penuh makna.</p>
<p>Bagaimana perjumapaan Yesus dengan Yudas, yang dikemudian hari diriwayatkan sebagai sang penghianat, bagaimana kisah cinta Yesus dengan Maria yang rumit, penulis sengaja membuat para pembaca terombang-ambing. Ritme yang dihadirkan turun dan naik dengan cepat, beberapa bagian menceritakan sebuah peristiwa dengan sangat detail, sedangkan beberapa lainnya melompat-lompat.</p>
<p>Satu lagi, bukan Deepak Chopra namanya jika tidak berfilsafat. Buku-buku terdahulu yang ditulis olehnya pun (baca review saya yang lain, <a title="Buddha, sebuah novel" href="http://bakulrujak.com/497/buddha-sebuah-novel" target="_blank">Buddha</a>) cukup membuat dahi mengernyit. Kata-kata seperti &#8220;&#8230; siapa bilang Tuhan itu serius? Ada alam semesta yang harus diawasinya. Dia harus bisa tertawa supaya mampu menangani kita. (Hal. 298)&#8221; misalnya, harus disikapi dengan lebih luas. Dari sudut pandang yang tepat tentu saja.</p>
<p>Terlepas nilai ideologi yang diemban, novel ini menarik sekali menurut saya. Saya jadi mengerti apa yang terjadi dengan kaum yahudi sebelum kebangkitan Kristus, dan lain-lain. Sangat layak untuk dibaca.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/625/yesus-kisah-tentang-pencerahan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buddha, Sebuah Novel</title>
		<link>http://bakulrujak.com/497/buddha-sebuah-novel</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/497/buddha-sebuah-novel#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 07:10:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[deepak chopra]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Deepak Chopra adalah seorang novelis. Itulah sebabnya ia mengatakan pada awal buku ini, bahwa kisah perjalanan Buddha yang ia tuliskan mengandung muatan fiksi. Namun tetap, kisah hidup Siddharta hingga mencapai Buddha adalah kisah penuh inspirasi dan layak dibaca.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/07/novelbuddha.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-500" title="novel buddha, deepak chopra" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/07/novelbuddha.jpg" alt="" width="160" height="239" /></a>Judul Buku</strong> : Buddha, Sebuah Novel<br />
<strong>Pengarang </strong>: Deepak Chopra<br />
<strong>Penerjemah:</strong> Rosemary Kesauly<br />
<strong>Penerbit</strong> : Gramedia Pustaka Utama<br />
<strong>Terbit</strong> : April 2008<br />
<strong>Tebal Buku </strong>: 400 halaman<br />
<strong>Harga di Gramedia</strong> : Rp 58.000.00</p>
<p>Perjalanan besar itu dimulai dari kerajaan Sakya, 563 SM. Ratu Maya, sang permasyuri melahirkan seorang bayi laki-laki setelah bermimpi bertemu dengan 3 deva (malaikat) dan seekor gajah putih. Namun sang raja, Suddhodana, menjadi murka setelah para petapa dan brahmana meramalkan masa depan putranya. Siddharta, demikian sang pangeran diberi nama, diramalkan akan menjadi penguasa keempat penjuru mata angin, selamat dari segala mara bahaya, namun harus menjalani hidup sebagai brahmana dan mencapai kesadaran tertinggi.</p>
<p>Sebagai wujud dari ketakutan sang raja, Siddharta tak diijinkan pergi keluar lingkungan istana. Tak boleh melihat segala bentuk penderitaan dan kesakitan sekecil apapun. Namun tak ada yang bisa menolak takdir dewata, pada usia 29 Siddharta memilih untuk menempuh jalannya sendiri menjadi petapa dan meninggalkan segala keindahan duniawi. Itu berarti ia akan pergi meninggalkan kerajaan, ayahnya, istri dan anaknya serta Devadatta, sepupunya.</p>
<p>Rupanya perjalanan spiritual Siddharta tak berjalan mulus pada awalnya. Namanya berganti menjadi Gautama dan megembara mencari kebenaran sejati. Banyak petapa dan brahmana yang ditemuinya di sepanjang perjalanan. Gautama yang haus akan ajaran kebenaran dan pembebasan diri dari derita duniawi, merasa tak ada satupun petapa dan brahmana sanggup mengajarkan apa yang ia dambakan.</p>
<p>Gautama memiliki 5 orang murid yang kemudian meninggalkannya satu-persatu sebab khawatir melihat guru mereka yang menjalani meiditasi selama berbulan-bulan dan seakan meninggalkan segala materi duniawi.</p>
<p>Dari serangkaian pertapaan yang dijalani serta perjalanan hidup yang penuh penderitaan, pada usia 35 tahun Gautama mencapai pencerahan tertinggi di bawah pohon Bodhi. Ia juga bertemu Mara, iblis yang menguasai dunia kegelapan. Mara mengutus ketiga putrinya untuk menggoda Gautama dengan memancing berahi. Namun Gautama sanggup mengendalikan diri dengan baik dan melenyapkan segala usaha Mara untuk menggagalkan semedinya.</p>
<p>Gautama mencapai pencerahan tertinggi dan menjadi Buddha. Penuh belas kasih, memiliki cahaya yang senantiasa memancar dari tubuhnya. Yang pada akhirnya menyebarkan kedamaian pada seluruh penjuru bumi dan mengajarkan tentang kebaikan. Hidup adalah penderitaan selama masih menuruti tuntutan nafsu badani, lepaskan segala kungkungan nafsu duniawi dan kau akan mencapai pencerahan. &#8220;Tentu saja, setiap orang bisa mencapai Buddha,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Novel fiksi</strong></p>
<p>Deepak Chopra adalah seorang novelis. Itulah sebabnya ia mengatakan pada awal buku ini, bahwa kisah perjalanan Buddha yang ia tuliskan mengandung muatan fiksi. Namun tetap, kisah hidup Siddharta hingga mencapai Buddha adalah kisah penuh inspirasi dan layak dibaca.</p>
<p>Novel ini dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama adalah Siddharta Sang Pangeran, bagian kedua Gautama Sang Petapa, dan terakhir adalah Buddha, (yang Penuh Belas Kasih).</p>
<p>Banyak penambahan dalam penggambaran perjalanan spiritual maupun kehidupan duniawi sang pangeran. Beberapa tokoh sengaja ditambahkan untuk menggugah sisi kemanusiaan sang Buddha. Sehingga kita akan bisa melihat jalan hidup sang belas kasih dalam perspektif yang lebih mudah dimengerti.</p>
<p>Kita akan dibawa menjelajahi hutan-hutan di India hingga pegunungan Himalaya. Ya, walaupun di beberapa bagian terasa menjemukan, tapi buku setebal 400 halaman ini memuat begitu banyak ajaran hidup yang sederhana dan mudah diserap. Tentang ajaran Buddha yang penuh belas kasih dan jauh dari perbudakan hawa nafsu.</p>
<p>Chopra bahkan sadar betul bahwa Gautama sang pertapa adalah tetap manusia. Ia digambarkan dengan baik memiliki banyak sekali pertanyaan tentang hidup dan pencerahan, tentang mengapa hidup manusia harus penuh penderitaan dan peperangan yang tak juga kunjung berhenti. Dari sisi ini aspek kemanusiaan sang Buddha membuat seolah-olah ia tak berjarak dengan kita semua. Selamat membaca.</p>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">Judul Buku : Buddha, Sebuah Novel<br />
Pengarang : Deepak Chopra<br />
Penerjemah: Rosemary Kesauly<br />
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama<br />
Terbit : April 2008<br />
Tebal Buku : 400 halaman<br />
Harga di Gramedia : Rp 58.000.00</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/497/buddha-sebuah-novel/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

