<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakul Rujak</title>
	<atom:link href="http://bakulrujak.com/tag/fiksi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bakulrujak.com</link>
	<description>Untuk hidup yang selalu menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Dec 2011 12:04:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mati, Bertahun yang Lalu</title>
		<link>http://bakulrujak.com/567/mati-bertahun-yang-lalu</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/567/mati-bertahun-yang-lalu#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Dec 2010 09:28:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[soe tjen marching]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[Tak mudah baginya untuk bergaul dengan manusia-manusia "hidup" sedangkan dia sendiri sudah menjadi mayat. Mayat yang bisa bergerak, berjalan, makan dan minum seperti manusia hidup]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/12/matibertahun.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-569" title="mati bertahun yang lalu" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/12/matibertahun.jpg" alt="" width="170" height="252" /></a>Judul Buku : <strong>Mati, Bertahun yang Lalu</strong><br />
Pengarang : <strong>Soe Tjen Marching</strong><br />
Penerbit : <strong>Gramedia Pustaka Utama</strong><br />
Terbit : <strong>Oktober 2010</strong><br />
Tebal Buku : <strong>153</strong><strong> halaman</strong><br />
Harga di Gramedia : <strong>Rp 40.000,00</strong></p>
<p><em>Di tengah tumpukan pekerjaan yang sedang kugeluti, aku mati. Rohku terangkat dari setiap lubang poriku. Tapi anehnya tubuhku tak lantas membusuk. Energi hidupku masih begitu besar sehingga memungkinkanku untuk beraktifitas kembali seperti biasa. Ya, tapi aku sudah mati.<br />
</em></p>
<p>Tak mudah baginya untuk bergaul dengan manusia-manusia &#8220;hidup&#8221; sedangkan dia sendiri sudah menjadi mayat. Mayat yang bisa bergerak, berjalan, makan dan minum seperti manusia hidup. Dengan kondisi tak bernyawa, ia harus menghadapi ibu, kakak dan keponakannya. Tak lupa ia harus sering-sering berkedip, menggerakkan kaki dan mengembang-kempiskan dada agar semua orang menyangka bahwa ia masih hidup. Bukankah itu yang biasa dilakukan orang hidup?</p>
<p>Unik, rupanya permasalahan dalam hidup yang lazim terjadi dan menimpa manusia hidup yang &#8220;normal&#8221; akan memunculkan persepsi yang berbeda jika dilihat dari sudut pandang orang mati. Mengapa manusia harus mati-matian mempertahankan hidup? Lalu ia teringat proses kematian ayahnya yang terlihat berat dan menyakitkan. Ia melihat betapa manusia rela menukar nyaris segalanya agar tetap hidup dan menunda kematian. Tentu saja tak semua pertanyaan terjawab, ada hal-hal yang tetap mengambang. Belum ketemu jawabannya, ataukah memang sengaja dibuat tanpa penjelasan?</p>
<p>Novel pendek ini tak sama dengan novel fiksi yang lain. Jika dengan membaca novel Anda memperoleh jawaban dan kepuasan, maka setelah membaca halaman terakhir novel setebal 153 halaman ini Anda justru akan mendapati pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan yang mungkin belum pernah terpikirkan. Mengapa begini, mengapa harus begitu dan seterusnya. Penulis jelas sekali mengajak pembaca untuk berpikir. Alur bahasa dan ceritanya menuntun, menuntun dari satu permasalahan ke pertanyaan berikutnya. Dan tak selalu ada jawaban. Pembaca boleh merenungkan sendiri.</p>
<p>Sindiran-sindiran terhadap hidup dan manusia terasa begitu satir dan dalam. Kita akan dibuat tertawa sambil berpikir dan merasa malu. Novel yang layak dibaca.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/567/mati-bertahun-yang-lalu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buddha, Sebuah Novel</title>
		<link>http://bakulrujak.com/497/buddha-sebuah-novel</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/497/buddha-sebuah-novel#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 07:10:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[deepak chopra]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Deepak Chopra adalah seorang novelis. Itulah sebabnya ia mengatakan pada awal buku ini, bahwa kisah perjalanan Buddha yang ia tuliskan mengandung muatan fiksi. Namun tetap, kisah hidup Siddharta hingga mencapai Buddha adalah kisah penuh inspirasi dan layak dibaca.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/07/novelbuddha.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-500" title="novel buddha, deepak chopra" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/07/novelbuddha.jpg" alt="" width="160" height="239" /></a>Judul Buku</strong> : Buddha, Sebuah Novel<br />
<strong>Pengarang </strong>: Deepak Chopra<br />
<strong>Penerjemah:</strong> Rosemary Kesauly<br />
<strong>Penerbit</strong> : Gramedia Pustaka Utama<br />
<strong>Terbit</strong> : April 2008<br />
<strong>Tebal Buku </strong>: 400 halaman<br />
<strong>Harga di Gramedia</strong> : Rp 58.000.00</p>
<p>Perjalanan besar itu dimulai dari kerajaan Sakya, 563 SM. Ratu Maya, sang permasyuri melahirkan seorang bayi laki-laki setelah bermimpi bertemu dengan 3 deva (malaikat) dan seekor gajah putih. Namun sang raja, Suddhodana, menjadi murka setelah para petapa dan brahmana meramalkan masa depan putranya. Siddharta, demikian sang pangeran diberi nama, diramalkan akan menjadi penguasa keempat penjuru mata angin, selamat dari segala mara bahaya, namun harus menjalani hidup sebagai brahmana dan mencapai kesadaran tertinggi.</p>
<p>Sebagai wujud dari ketakutan sang raja, Siddharta tak diijinkan pergi keluar lingkungan istana. Tak boleh melihat segala bentuk penderitaan dan kesakitan sekecil apapun. Namun tak ada yang bisa menolak takdir dewata, pada usia 29 Siddharta memilih untuk menempuh jalannya sendiri menjadi petapa dan meninggalkan segala keindahan duniawi. Itu berarti ia akan pergi meninggalkan kerajaan, ayahnya, istri dan anaknya serta Devadatta, sepupunya.</p>
<p>Rupanya perjalanan spiritual Siddharta tak berjalan mulus pada awalnya. Namanya berganti menjadi Gautama dan megembara mencari kebenaran sejati. Banyak petapa dan brahmana yang ditemuinya di sepanjang perjalanan. Gautama yang haus akan ajaran kebenaran dan pembebasan diri dari derita duniawi, merasa tak ada satupun petapa dan brahmana sanggup mengajarkan apa yang ia dambakan.</p>
<p>Gautama memiliki 5 orang murid yang kemudian meninggalkannya satu-persatu sebab khawatir melihat guru mereka yang menjalani meiditasi selama berbulan-bulan dan seakan meninggalkan segala materi duniawi.</p>
<p>Dari serangkaian pertapaan yang dijalani serta perjalanan hidup yang penuh penderitaan, pada usia 35 tahun Gautama mencapai pencerahan tertinggi di bawah pohon Bodhi. Ia juga bertemu Mara, iblis yang menguasai dunia kegelapan. Mara mengutus ketiga putrinya untuk menggoda Gautama dengan memancing berahi. Namun Gautama sanggup mengendalikan diri dengan baik dan melenyapkan segala usaha Mara untuk menggagalkan semedinya.</p>
<p>Gautama mencapai pencerahan tertinggi dan menjadi Buddha. Penuh belas kasih, memiliki cahaya yang senantiasa memancar dari tubuhnya. Yang pada akhirnya menyebarkan kedamaian pada seluruh penjuru bumi dan mengajarkan tentang kebaikan. Hidup adalah penderitaan selama masih menuruti tuntutan nafsu badani, lepaskan segala kungkungan nafsu duniawi dan kau akan mencapai pencerahan. &#8220;Tentu saja, setiap orang bisa mencapai Buddha,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Novel fiksi</strong></p>
<p>Deepak Chopra adalah seorang novelis. Itulah sebabnya ia mengatakan pada awal buku ini, bahwa kisah perjalanan Buddha yang ia tuliskan mengandung muatan fiksi. Namun tetap, kisah hidup Siddharta hingga mencapai Buddha adalah kisah penuh inspirasi dan layak dibaca.</p>
<p>Novel ini dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama adalah Siddharta Sang Pangeran, bagian kedua Gautama Sang Petapa, dan terakhir adalah Buddha, (yang Penuh Belas Kasih).</p>
<p>Banyak penambahan dalam penggambaran perjalanan spiritual maupun kehidupan duniawi sang pangeran. Beberapa tokoh sengaja ditambahkan untuk menggugah sisi kemanusiaan sang Buddha. Sehingga kita akan bisa melihat jalan hidup sang belas kasih dalam perspektif yang lebih mudah dimengerti.</p>
<p>Kita akan dibawa menjelajahi hutan-hutan di India hingga pegunungan Himalaya. Ya, walaupun di beberapa bagian terasa menjemukan, tapi buku setebal 400 halaman ini memuat begitu banyak ajaran hidup yang sederhana dan mudah diserap. Tentang ajaran Buddha yang penuh belas kasih dan jauh dari perbudakan hawa nafsu.</p>
<p>Chopra bahkan sadar betul bahwa Gautama sang pertapa adalah tetap manusia. Ia digambarkan dengan baik memiliki banyak sekali pertanyaan tentang hidup dan pencerahan, tentang mengapa hidup manusia harus penuh penderitaan dan peperangan yang tak juga kunjung berhenti. Dari sisi ini aspek kemanusiaan sang Buddha membuat seolah-olah ia tak berjarak dengan kita semua. Selamat membaca.</p>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">Judul Buku : Buddha, Sebuah Novel<br />
Pengarang : Deepak Chopra<br />
Penerjemah: Rosemary Kesauly<br />
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama<br />
Terbit : April 2008<br />
Tebal Buku : 400 halaman<br />
Harga di Gramedia : Rp 58.000.00</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/497/buddha-sebuah-novel/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ghostgirl, Rest in Popularity</title>
		<link>http://bakulrujak.com/386/ghostgirl</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/386/ghostgirl#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 03:50:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[ghostgirl]]></category>
		<category><![CDATA[hantu]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Ghostgirl
 Pengarang : Tonya Hurley
 Penerjemah : Berliani M. Nugrahani
 Penerbit : Penerbit Atria
 Tahun Terbit : 2009
 Tebal buku : 402 halaman
 Harga di Gramedia : Rp 57.500,-
Menjadi populer dan banyak teman adalah impian semua orang. Termasuk juga Charlotte User, seorang siswi biasa di sekolah Hawthorne High. Terlalu biasa malah, hingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-387" title="Ghostgirl" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/01/Ghostgirl.jpg" alt="Ghostgirl" width="160" height="243" />Judul Buku</strong> : Ghostgirl<br />
<strong> Pengarang :</strong> Tonya Hurley<br />
<strong> Penerjemah </strong>: Berliani M. Nugrahani<br />
<strong> Penerbit</strong> : Penerbit Atria<br />
<strong> Tahun Terbit </strong>: 2009<br />
<strong> Tebal buku</strong> : 402 halaman<br />
<strong> Harga di Gramedia </strong>: Rp 57.500,-</p>
<p>Menjadi populer dan banyak teman adalah impian semua orang. Termasuk juga Charlotte User, seorang siswi biasa di sekolah Hawthorne High. Terlalu biasa malah, hingga tak seorang pun mau berteman dengannya. Dengan dandanan yang sangat biasa (malah terkesan ketinggalan jaman) dan mengandalkan kecerdasan otaknya Charlotte berniat mendaftar ke tim pemandu sorak untuk berusaha menarik perhatian cowok paling keren di  sekolah, Damen.</p>
<p>Apa mau dikata, Damen telah berpacaran dengan Petula, cewek seksi yang sangat membenci Charlotte. Tak habis akal, Charlotte berusaha menjadi teman kelompok Damen untuk kelas fisika. Dan berhasil!</p>
<p>Namun rupanya kegembiraan Charlotte tak bisa bertahan lama. Ketika kelas fisika pertamanya berakhir, Charlotte tengah mengunyah permen karet berbentuk beruang. Dan entah bagaimana permen karetnya tertelan, menghambat saluran pernapasannya dan mencekik Charlotte hingga tewas!</p>
<p>Apakah cerita berkahir? Ternyata belum. Arwah Charlotte pun bangkit dan harus menjalani hari-harinya di dunia kematian. Dunia kematian diceritakan berdampingan dengan dunia kehidupan. Charlotte masih bisa bertemu Damen setiap hari. Ia juga bertemu banyak teman baru dari dunia kematian, ada Pam si Picollo yang meninggal gara-gara secara tak sengaja menelan picollo (semacam alat musik tiup), ada Mike si Metal, dan Prudence sang ketua kelas kematian yang diam-diam sangat membenci Charlotte.</p>
<p>Sialnya, mereka akan terperangkap di alam kematian selamanya dan tak bisa berpindah ke alam keabadian sebelum semua misi ketika hidup mereka terpenuhi. Semua telah memenuhi misi mereka, kecuali Charlotte. Misi kehidupannya tentu saja adalah pergi ke pesta dansa bersama Damen, sang cowok pujaan. Charlotte harus berjuang habis-habisan untuk bisa melancarkan misinya. Ia dibantu Scarlet, adik Petula yang secara ajaib bisa melihat arwah Charlotte. Perjuangan Charlotte dan Scarlet diwarnai kejadian-kejadian yang menggelikan dan seru. Charlotte harus mempelajari teknik-teknik khas alam kematian seperti menembus dinding, merasuki tubuh Scarlet hingga telekinetis dan telepati, semuu itu ia lakukan hanya untuk mendapatkan kesempatan untuk menjalankan misi terakhir semasa hidupnya, pergi ke pesta dansa bersama Damen!</p>
<p><strong>Novel cewek ?<br />
</strong><em> Oke</em>, saya mengaku membeli novel ini dengan sengaja. Bukan karena tak tahu bahwa isinya akan cewek banget. Kisah-kisah kehidupan khas dinamika siswa-siswi sekolah menengah di Amerika, sangat kompleks. Mulai dari gosip seputar cowok, tim pemandu sorak yang paling populer di sekolah hingga obrolan rahasia sesama teman untuk menggunjingkan guru. Semua diceritakan dengan lugas dan polos. Tentu saja kali ini ditambah penggambaran tentang alam kematian yang penuh imajinasi.</p>
<p>Tiga bab pertama belum terlalu tampak nilai plusnya, baru setelah itu saya menemukan pesan yang ingin disampaikan novel ini. Egoisme Charlotte dalam memperoleh tujuannya dan konsistensi teman-temannya dari alam kematian dalam memperjuangkan Hawthorne Manor, sebuah rumah tua yang dijadikan &#8220;rumah&#8221; bagi anak-anak alam kematian. Sangat humanis (ya, meskipun diperagakan oleh para hantu tentunya).</p>
<p>Dan pada akhirnya kita akan melihat bagaimana proses Charlotte dalam memperbaiki diri dengan dukungan dari teman-teman hantu dan manusianya. Tentu saja hal ini akan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semua (dan bukan hanya bagi kaum cewek!).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/386/ghostgirl/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[buku] The Joshua Files: Invisible City</title>
		<link>http://bakulrujak.com/358/buku-the-joshua-files-invisible-city</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/358/buku-the-joshua-files-invisible-city#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 07:18:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[konspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[the joshua files]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[ 
 


Judul Buku : The Joshua Files: Invisible City (Kota yang Hilang)
 Pengarang :  MG. Harris
Penerjemah : Nina
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
 Tahun Terbit : 2009
 Tebal buku : 380 halaman
Josh Gracia, berusia 13 tahun anak seorang arkeolog Meksiko pada awalnya hanya seorang anak muda biasa. Hingga pada suatu hari berita kematian ayahnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><img class="size-full wp-image-359 alignleft" title="invisible-city" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/01/invisible-city.jpg" alt="The Joshua Files: Invisible City" width="135" height="200" /></p>
<p></strong></p>
<p><strong>Judul Buku</strong> : The Joshua Files: Invisible City (Kota yang Hilang)<br />
<strong> Pengarang</strong> :  MG. Harris<br />
<strong>Penerjemah</strong> : Nina<br />
<strong>Penerbit</strong> : Gramedia Pustaka Utama<br />
<strong> Tahun Terbit </strong>: 2009<br />
<strong> Tebal buku</strong> : 380 halaman</p>
<p>Josh Gracia, berusia 13 tahun anak seorang arkeolog Meksiko pada awalnya hanya seorang anak muda biasa. Hingga pada suatu hari berita kematian ayahnya datang dan mengubah seluruh hidupnya. Penyebab kematian sang ayah yang sangat misterius dan kasak-kusuk pihak kepolisian yang seakan-seakan menyembunyikan sesuatu, membuat Josh mengambil jalannya sendiri dan bertekad membongkar konspirasi kematian ayahnya.</p>
<p>Andres Gracia, ayah Josh, dilaporkan tewas mengenaskan ketika menerbangkan pesawat di Meksiko dalam sebuah misi penyelidikan artefak suku Maya kuno. Seluruh badannya hangus terbakar hingga waktu kematian pun tak teridentifikasi lagi. Josh dan kedua sahabatnya pergi ke Meksiko untuk mencari kebenaran. Bertemu dengan kakak tirinya yang tak pernah ia kenal sebelumnya, Josh semakin bersemangat untuk mencari tahu apa yang sebenarnya tengah diperjuangkan oleh ayahnya hingga menemui ajal.</p>
<p>Cerita menjadi sangat menegangkan ketika Josh sedikit demi sedikit menemukan fakta bahwa dirinya adalah keturunan seorang tokoh suku Maya kuno yang mewarisi sebuah keistimewaan yang didapat dari leluhurnya. Sebuah tanggung jawab turun temurun pun dibebankan di pundaknya. Ia harus menyelamatkan sebuah codex (surat kuno suku maya yang ditulis di belahan kayu) yang entah berada dimana.</p>
<p>Tentu saja tugas ini menjadi tak mudah dengan kehadiran banyak pihak yang juga menginginkan codex tersebut. Laga mencekam, penggambaran konflik yang intens, ditambah konspirasi-konspirasi membingungkan tentang ramalan kiamat tahun 2012 dan misi penyelamatan peradaban manusia membuat Josh harus bekerja dengan cepat.</p>
<p><strong>Mensejajarkan diri</strong><br />
MG Harris tampil mencoba menempatkan dirinya sejajar dengan para novelis sukses lainnya seperti Arthur Conan Doyle dan Stephenie Meyer. Karyanya kali ini dipersiapkan untuk mencoba mengambil momentum meledaknya uforia kiamat 2012 berkaitan dengan ramalan suku maya kuno. Saya tak terlalu mengikuti novel macam Harry Potter atau Sherlock Holmes, namun begitu membaca The Joshua Files saya harus berkata bahwa saya sangat menyukai novel ini. Segala konspirasi yang disajikan digambarkan dengan begitu halus sehingga cukup mempengaruhi pikiran pembaca. Setiap detail konflik, setting kejadian-kejadian mencekam menjadi begitu hidup dan benar-benar menghanyutkan.</p>
<p>Kekuatan MG. Harris dalam novel ini saya rasakan ada di permainan kata-kata dan pemilihan topik. Sehingga setelah membaca novel ini, saya hampir betul-betul percaya bahwa terdapat sebuah kota yang tersembunyi dan memiliki teknologi yang luar biasa maju dibawah reruntuhan piramid suku maya di Meksiko!</p>
<p>Buku The Invisible City adalah buku pertama dari seri The Joshua files yang semuanya ada 3 buku. Ada Ice Shock dan Zero Moment setelahnya. Kedua buku terakhir sampai saat ini belum diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, sehingga kita (saya) masih harus bersabar sedikit lebih lama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/358/buku-the-joshua-files-invisible-city/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

