<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakul Rujak</title>
	<atom:link href="http://bakulrujak.com/tag/indramayu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bakulrujak.com</link>
	<description>Untuk hidup yang selalu menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Dec 2011 12:04:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pedesan Entog Khas Indramayu</title>
		<link>http://bakulrujak.com/97/pedesan-entog-khas-indramayu</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/97/pedesan-entog-khas-indramayu#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 06:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[entog]]></category>
		<category><![CDATA[indramayu]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pedas]]></category>
		<category><![CDATA[sambal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Tak jauh dari Cirebon, ada sebuah kota pelabuhan yang lain, Indramayu. Dengan luas wilayah 2.000,99 km persegi dan jumlah penduduk 1.749.000jiwa (data tahun 2003) Indramayu merupakan kota kecil yang relatif sepi dan lengang.
Kultur masyarakat, kondisi alam hingga sajian khas kulinernya pun tak jauh berbeda dengan cirebon. Namun saya mendapat informasi bahwa ada satu hidangan khas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_98" class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/06/pedesanentog1.JPG"><img class="size-medium wp-image-98" title="pedesanentog" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/06/pedesanentog-300x189.jpg" alt="pedesan entog indramayu" width="240" height="151" /></a><p class="wp-caption-text">pedesan entog indramayu</p></div>
<p>Tak jauh dari Cirebon, ada sebuah kota pelabuhan yang lain, <a title="indramayu di wikipedia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Indramayu" target="_blank">Indramayu</a>. Dengan luas wilayah 2.000,99 km persegi dan jumlah penduduk 1.749.000jiwa (data tahun 2003) Indramayu merupakan kota kecil yang relatif sepi dan lengang.</p>
<p>Kultur masyarakat, kondisi alam hingga sajian khas kulinernya pun tak jauh berbeda dengan cirebon. Namun saya mendapat informasi bahwa ada satu hidangan khas indramayu yang kurang dikenal oleh masyarakat dari luar, yakni pedesan entog.</p>
<p>Dengan berbekal informasi yang cukup, saya segera meluncur ke kawasan Dayung (sebuah telaga/bendungan yang kerap dijadikan lintasan olahraga dayung). Di sepanjang jalan di pinggiran bendungan tersebut kita dengan mudah menemukan warung-warung yang menjual pedesan entog.</p>
<p>Bahan utamanya adalah daging entog (itik atau mentog dalam bahasa jawa). Disajikan dengan kuah dan bumbu semacam semur atau gulai, namun dengan rasa pedas yang lebih menggigit, sesuai dengan namanya tentu saja.<br />
Pas sekali disantap di sore hari sambil menikmati pemandangan matahari terbenam di pinggiran bendungan. Dimakan panas-panas dengan nasi dan kerupuk, membuat liburan akhir pekan saya terasa semakin bermakna sampai pada penghujungnya.</p>
<p>&#8211;<br />
pedesan entog<br />
kawasan dayung (lintasan timur)<br />
indramayu, jawa barat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/97/pedesan-entog-khas-indramayu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

