<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakul Rujak</title>
	<atom:link href="http://bakulrujak.com/tag/iron-ma2/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bakulrujak.com</link>
	<description>Untuk hidup yang selalu menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 May 2012 16:41:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Iron Man 2</title>
		<link>http://bakulrujak.com/460/iron-man-2</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/460/iron-man-2#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 04:47:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[iron ma2]]></category>
		<category><![CDATA[robert downey jr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=460</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sukses menggagalkan pertempuran hebat antara belahan bumi barat dan timur (pada Iron Man 1), kali ini ilmuwan sekaligus miliuner Tony Stark (Robert Downey Jr) harus menghadapi reaksi dari parlemen Amerika Serikat yang bersikukuh untuk mengakuisisi penemuan besarnya sebagai salah satu aset militer.
Tentu saja Tony keberatan, sebab menurutnya Iron Man dan Tony Stark telah menyatu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-461" title="Iron Man 2" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/05/poster_ironman-1.jpg" alt="Iron Man 2" width="150" height="222" />Setelah sukses menggagalkan pertempuran hebat antara belahan bumi barat dan timur (pada Iron Man 1), kali ini ilmuwan sekaligus miliuner Tony Stark (Robert Downey Jr) harus menghadapi reaksi dari parlemen Amerika Serikat yang bersikukuh untuk mengakuisisi penemuan besarnya sebagai salah satu aset militer.</p>
<p>Tentu saja Tony keberatan, sebab menurutnya Iron Man dan Tony Stark telah menyatu. Lagipula ia juga takut hasil jerih payahnya tersebut jatuh ke tangan yang salah.</p>
<p>Sementara jauh di daratan eropa, seorang ilmuwan yang lain dengan otak briliannya tengah mengadakan riset dan penelitian untuk membalas dendam masa lalu ayahnya kepada keluarga Stark. Bernama Ivan Vanko (Mickey Rourke), ilmuwan ini nyaris berhasil menghabisi Iron Man.</p>
<p>Kegagalan pertama tak lantas membuat Vanko menyerah. Kali ini dengan sokongan dana dan fasilitas oleh Justin Hammer (Sam Rockwell), yang juga saingan bisnis Stark, Vanko kembali dengan jauh lebih berbahaya. Namun di sisi lain Tony Stark terus menerus menyempurnakan mesin perangnya. Dibantu sahabatnya James Rhodes (Don Cheadle), Stark berjuang mati-matian untuk mengatasi segala masalahnya.</p>
<p><strong>Visual OK, Cerita K.O</strong></p>
<p>Saya begitu mengagumi Iron Man 1, namun entah mengapa Iron Man 2 kurang mendapat tempat di otak saya. Hasil olahan visual efek jelas jauh lebih matang dan rapi dibandingkan seri sebelumnya. Namun dari sisi penokohan dan alur cerita terasa hambar sekali. Saya hanya salut dengan Robert Downey Jr dengan aktingnya yang brilian. Memerankan tokoh miliuner yang kali ini menjadi agak sombong dan terlampau percaya diri, namun di saat yang bersamaan menjadi lelaki yang begitu rapuh. Saya jadi teringat Tobey Maguire saat memerankan Spiderman.</p>
<p>Konflik yang dihadirkan juga sangat mudah ditebak. Seperti saya sentil di atas, hambar betul. Dengan segala kecanggihan dan persiapan tempur yang begitu lama dan berliku, teknik <em>antiklimaks </em>di akhir film juga tak begitu berkesan. Saya bahkan nyaris melupakannya sebelum meninggalkan gedung bioskop. Banyak adegan yang hanya mengulur waktu saja, adegan terbang melintasi kota dan menghindari tembakan terkesan diulang-ulang.</p>
<p>Tenang, tetap ada nilai plusnya. Seperti yang saya sebutkan di awal, visual efek dan suara yang dihadirkan begitu matang dan <em>ciamik</em>! tak akan menyesal. Setiap detail gerakan terlihat sangat nyata dan memanjakan mata. Kemajuan teknologi yang digambarkan di masa itu di Amerika begitu menginspirasi. Teknologi komunikasi, robotik dan interface perangkat cerdas dihadirkan seolah hal tersebut benar-benar ada. Sebelum berangan kapan teknologi tersebut bisa terlaksana, terlebih dahulu saya bertanya-tanya, kapan sineas Indonesia bisa membuat film tentang masa depan seperti itu ya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/460/iron-man-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

