<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakul Rujak &#187; motivasi</title>
	<atom:link href="http://bakulrujak.com/tag/motivasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bakulrujak.com</link>
	<description>Untuk hidup yang selalu menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 01:40:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>[film] Sang Pemimpi (Mengapa Saya Bosan ?)</title>
		<link>http://bakulrujak.com/332/film-sang-pemimpi</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/332/film-sang-pemimpi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 08:44:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mira lesmana]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[riri riza]]></category>
		<category><![CDATA[sang pemimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak motivasi bagi seseorang untuk memutuskan menonton sebuah film.
Semua pasti mendengar kehebohan film dalam negeri terbaru dan fenomenal, Sang Pemimpi. Dibalik meriahnya sambutan masyarakat akan sekuel Laskar Pelangi ini, beberapa hari terakhir saya secara tak sengaja menemui beberapa review yang justru mengungkap ketidak puasan para reviewer terhadap Sang Pemimpi. Berdasar itu pulalah saya putuskan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-333" title="sang pemimpi" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/01/sangpemimpi-208x300.jpg" alt="sang pemimpi" width="208" height="300" />Ada banyak motivasi bagi seseorang untuk memutuskan menonton sebuah film.</p>
<p>Semua pasti mendengar kehebohan film dalam negeri terbaru dan fenomenal, Sang Pemimpi. Dibalik meriahnya sambutan masyarakat akan sekuel Laskar Pelangi ini, beberapa hari terakhir saya secara tak sengaja menemui beberapa review yang justru mengungkap ketidak puasan para reviewer terhadap Sang Pemimpi. Berdasar itu pulalah saya putuskan untuk pergi menontonnya hari kamis kemarin, ya walaupun sudah hampir 2 minggu sejak film ini dirilis.</p>
<p>Cerita diawali dengan kemunculan Ikal dewasa (Lukman Sardi) yang sedang menjalani kehidupannya yang membosankan dan penuh kebencian terhadap sepupunya Arai (Nazril Irham), yang meninggalkannya sendirian di pinggiran Bogor sebagai pegawai kantor pos. Kemudian kisah berputar ke sekitar tahun 1980an, yang dikala itu Arai dijemput oleh Ikal dan ayahnya (Mathias Muchus). Ayah Arai baru saja meninggal, dan hanya keluarga Ikal lah yang masih dimilikinya.</p>
<p>Jadilah sejak saat itu Arai tinggal bersama Ikal dan orang tuanya, Setelah lulus SMP mereka berdua melanjutkan sekolah ke sebuah SMA Negeri di Manggar, sebab di Belitong tak ada SMA. Arai digambarkan memiliki watak dan kemauan yang keras. Ia memiliki banyak mimpi dan cita-cita, dan berkomitmen tinggi untuk mencapai semua mimpi dan cita-citanya. Sementara Ikal kebanyakan hanya mengikuti Arai saja.</p>
<p>Satu mimpi terbesar Arai pada saat itu adalah pergi bersekolah ke Paris. Tentu saja mimpi Arai adalah mimpi mereka bersama. Dan selama bersekolah di Manggar, Arai, Ikal dan Jimbron (Azwir Fitrianto) berusaha keras mengumpulkan uang untuk mengejar mimpi-mimpi mereka. Harapan hampir saja kandas ketika perusahaan PN Timah, tempat orang tua Ikal menggantungkan hidup semakin terpuruk dikarenakan harga timah di pasaran dunia semakin jatuh. Ikal dan Arai pun harus memberikan semua tabungan mereka kepada orang tua Ikal untuk menyambung hidup.</p>
<p>Arai dan Ikal tak patah semangat, mereka bekerja lebih giat dan mulai mengumpulkan uang lagi. Hingga akhirnya berhasil menyelesaikan SMA dan pergi ke Jakarta untuk kuliah di Universitas Indonesia.</p>
<p>Perjuangan belum berakhir, jalan menembus ujian masuk UI tak mudah, belum lagi mereka harus menghadapi kenyataan hidup yang sebenarnya setelah lulus menjadi sarjana. Belum juga mewujudkan mimpi untuk pergi ke Paris, Arai pergi meninggalkan Ikal seorang diri di Bogor.</p>
<p>Demikian, saya nyaris merasa bosan dengan cerita Sang Pemimpi di film ini. Saya menduga kerena tak membaca buku novelnya terlebih dulu. Saya jadi harus meraba dan mengira-ngira beberapa bagian yang entah bagaimana terasa menghilang dari frame cerita.</p>
<p>Ide cerita Sang Pemimpi ini bagus sekali, memotivasi setiap orang bahwa mengejar mimpi dan harapan adalah wajib untuk dilakukan. Sekaligus meyakinkan kita semua untuk tak ragu-ragu memiliki mimpi setinggi mungkin. Namun lagi-lagi entah mengapa saya merasa film ini kurang bisa menerjemahkannya dalam sebuah karya sinematografi. Alur cerita berjalan terlampau cepat, sehingga belum juga habis rasa penasaran dari suatu hal, permasalahan lain sudah keburu muncul.</p>
<p>Ditambah lagi dengan penyajian ending yang kurang <em>menggigit</em>. Dengan kompleksnya konflik yang dihadirkan di sepanjang film ini, <em>scene</em> dua orang remaja yang berjingkrak di tengah hujan salju di Brussel saya kira belum cukup membawa antiklimaks.<br />
Namun harus saya akui, seorang Riri Riza benar-benar menunjukkan kalibernya di film ini. Setiap detail gambar yang disajikan begitu mempesona. Teknik permainan fokus lensa, <em>angle</em> dan pengolahan visual juga sukar sekali ditemukan tandingannya di Indonesia. Film Sang Pemimpi memang tak terlalu banyak mengekspos keelokan alam seperti halnya Laskar Pelangi, tapi tetap saja membuat mata kita terasa dimanjakan.</p>
<p>Akhirnya, saya yakin banyak dari Anda yang tetap menempatkan Sang Pemimpi sebagai Film terhebat dan dengan segala kesempurnaannya telah berhasil menginspirasi Anda untuk menjadi lebih baik, percayalah, saya pun demikian. Namun apa yang saya tulis adalah murni adalah opini pribadi dari kacamata saya. Saya sangat senang jika Anda berkenan menyampaikan pendapat Anda juga di sini. <img src='http://bakulrujak.com/rujak/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/332/film-sang-pemimpi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[buku] amina, mutiara di padang pasir</title>
		<link>http://bakulrujak.com/146/buku-amina-mutiara-di-padang-pasir</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/146/buku-amina-mutiara-di-padang-pasir#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 10:45:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[amina]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[timur tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[

Judul Buku :  Amina
Pengarang :	Mohammed Umar
Penerjemah : Yudith Listiandri
Penerbit : 	INSISTPress
Tahun Terbit :	2006
Tebal buku :  284 halaman
Novel yang terdiri atas 27 bab ini mengisahkan tentang kehidupan Amina, seorang perempuan di Nigeria yang menjadi aktivis bagi perempuan di negaranya. Amina dipaksa menikah dengan Haji Haruna yang sangat kaya dan berkuasa. Sebagai istri keempat, Amina [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><strong></p>
<div id="attachment_147" class="wp-caption alignleft" style="width: 204px"><strong><img class="size-medium wp-image-147" title="AMINA" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/08/AMINA-194x300.jpg" alt="a novel: amina" width="194" height="300" /></strong><p class="wp-caption-text">a novel: amina</p></div>
<p>Judul Buku</strong> :  Amina<br />
<strong>Pengarang</strong> :	Mohammed Umar<br />
<strong>Penerjemah</strong> : Yudith Listiandri<br />
<strong>Penerbit</strong> : 	INSISTPress<br />
<strong>Tahun Terbit</strong> :	2006<br />
<strong>Tebal buku </strong>:  284 halaman</p>
<p>Novel yang terdiri atas 27 bab ini mengisahkan tentang kehidupan Amina, seorang perempuan di Nigeria yang menjadi aktivis bagi perempuan di negaranya. Amina dipaksa menikah dengan Haji Haruna yang sangat kaya dan berkuasa. Sebagai istri keempat, Amina larut dalam rutinitas kehidupan yang nyaman laksana mutiara yang aman berada dalam cangkangnya. Hubungan dekatnya dengan Fatima, pelan-pelan membuat Amina melihat realitas kehidupan sosial. Ia melihat terjadi diskriminasi antara yang kaya dan miskin. Dominasi laki-laki terhadap perempuan terlalu besar. Parahnya lagi dominasi itu didukung oleh hukum dan diberkati oleh agama yang dianut sebagian besar masyarakat Bakaro, distrik dimana ia tinggal. Perempuan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga tanpa bisa berbuat apa-apa.</p>
<p>Kenyataan ini menguatkan tekad Amina untuk keluar dari cangkangnya. Ia lalu bergabung dengan Fatima dan teman-temannya untuk mendirikan asosiasi yang membela hak-hak perempuan. Banyak hal yang merintangi usaha Amina dan kawan-kawannya namun ia tak patah arang. Amina terus berjuang meskipun ia tahu perjuangannya secara tidak langsung juga menentang suaminya yang seorang anggota legislatif. Amina menginginkan sebuah perubahan. Ia tahu dunia yang lebih baik bukanlah hal yang mustahil.</p>
<p>Isu perempuan yang diangkat oleh penulis merupakan daya tarik dalam novel ini. Dengan membaca novel ini pembaca seolah-olah dibuka matanya bahwa di negara-negara Afrika, emansipasi wanita merupakan sesuatu yang jauh dari jangkauan. Padahal di negara-negara lain, wanita sudah dapat mencicipi nikmatnya kesetaraan gender. Tidak salah penulis mengangkat isu emansipasi wanita di era millennium ini. Penulis setidaknya ingin memberitahukan kepada pembaca bahwa di luar sana perempuan-perempuan di Afrika masih berjuang untuk hak-haknya.</p>
<p>Muatan dan kritik politik begitu terasa dalam novel ini. Tidak sulit bagi penulis yang sempat mengenyam kuliah ilmu politik di Ahmadu Bello University, Zaria, Nigeria ini untuk memasukkan unsur politis dalam novelnya. Penulis yang berasal dari Azare, Nigeria merupakan alasan mengapa dengan mudah ia dapat menggambarkan bagaimana kehidupan wanita di Nigeria.</p>
<p>Amina merupakan novel pertama yang ditulis oleh penulis yang pernah bekerja sebagai jurnalis ini. Profesinya sebagai jurnalis membuatnya mahir menuangkan gagasan-gagasan yang muncul dalam dialog-dialog para tokoh aktivis dalam novel perdananya. Novel ini pada dasarnya adalah novel perempuan yang banyak bercerita tentang pahit manis kehidupan aktivis perempuan di Nigeria. Meskipun tergolong novel perempuan, novel ini ternyata ditulis oleh seorang laki-laki. Penulis berusaha memotret kehidupan aktivis perempuan dari sudut pandangnya sebagai seorang laki-laki. Hal tersebut dirasa cukup menarik dari sisi penceritaan novel.</p>
<p>Politik merupakan topik yang dirasa berat bagi sebagian orang. Dengan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dicerna, pembaca tidak akan kesulitan untuk memahami esensi dari novel ini meskipun topiknya lumayan berat. Sayangnya, alur yang lambat dan pemaparan yang kurang deskriptif membuat emosi pembaca kurang menyatu dengan cerita. Bagi pembaca yang tidak terlalu suka dengan politik, bisa saja ia meletakkan novel ini sebelum habis membacanya.</p>
<p>Hadir dengan tampilan cover yang terlihat mewah, novel ini terasa layak untuk dibaca. Cover yang menampilkan figur wajah seorang perempuan membuat pembaca dengan mudah menebak bahwa novel ini menceritakan kisah seorang perempuan.</p>
<p>Novel ini cocok untuk dibaca bagi orang-orang yang concern pada politik. Terlebih-lebih bagi aktivis dan mahasiswa yang berperan sebagai agent of change di negaranya. Novel ini agaknya ingin memberitahukan kepada semua orang bahwa perubahan hanya akan didapat dengan kerja sama dan perjuangan tanpa lelah. Tokoh Amina dalam novel ini ibarat sebuah mutiara di padang pasir. Meskipun tidak menyejukkan, namun kilau dan keindahannya mampu memberikan setitik perubahan di negaranya yang panas.</p>
<p>kiriman: <a href="mailto:dini_latifah@yahoo.com">eugenia</a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/146/buku-amina-mutiara-di-padang-pasir/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[buku] Menjadi Pribadi yang Dahsyat</title>
		<link>http://bakulrujak.com/141/menjadi-pribadi-yang-dahsyat</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/141/menjadi-pribadi-yang-dahsyat#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 05:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[menyontek]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Menjadi Dahsyat dengan Menyontek, Cara Mudah, Cepat, dan DAHSYAT, untuk meraih kesuksesan
Pengarang : Rully Charitas I.P.
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2006
Tebal buku : 172 halaman
Buku yang terdiri dari tujuh bab ini tersusun secara sistematis sehingga memudahkan pembaca untuk mengikuti cara-cara menjadi pribadi yang dahsyat. Bab pertama berisi tips untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_142" class="wp-caption alignleft" style="width: 122px"><img class="size-full wp-image-142" style="margin: 10px;" title="mddm" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/08/mddm.jpg" alt="mddm" width="112" height="168" /><p class="wp-caption-text">menjadi pribadi dahsyat</p></div>
<p><strong>Judul Buku</strong> : Menjadi Dahsyat dengan Menyontek, Cara Mudah, Cepat, dan DAHSYAT, untuk meraih kesuksesan</p>
<p><strong>Pengarang </strong>: Rully Charitas I.P.</p>
<p><strong>Penerbit</strong> : PT Gramedia Pustaka Utama</p>
<p><strong>Tahun Terbit</strong> : 2006</p>
<p><strong>Tebal buku </strong>: 172 halaman</p>
<p>Buku yang terdiri dari tujuh bab ini tersusun secara sistematis sehingga memudahkan pembaca untuk mengikuti cara-cara menjadi pribadi yang dahsyat. Bab pertama berisi tips untuk membaca dan memahami apa yang sedang dibaca tanpa membuang banyak waktu. Bab kedua membahas impian yang kita inginkan dan bagaimana mewujudkannya. Bab ketiga berisi tentang bagaimana meyakinkan impian. Pada bab berikutnya, yaitu bab keempat, dibahas kiat jitu untuk menghadapi kendala yang dihadapi dalam mengubah hidup. Bab kelima, yang merupakan inti dari buku ini, membahas bagaimana mengubah hidup dengan menyontek sehingga menjadikan diri kita pribadi yang dahsyat. Bab keenam dalam buku ini membahas cara paling efektif untuk mengubah hidup dengan menyontek disertai kisah-kisah orang sukses yang dapat disontek. Pada bab terakhir, penulis menutupnya dengan memberikan salam dahsyat dan harapan akan perubahan terhadap pembaca setelah membaca buku ini.</p>
<p>Pemilihan judul yang menggelitik merupakan salah satu daya tarik buku ini. Menyontek selama ini selalu bermakna negatif. Melalui buku ini, penulis yang masih berstatus sebagai mahasiswa secara cerdas memaparkan bagaimana mengubah image negatif menyontek menjadi positif. Pada dasarnya penulis ingin menegaskan bahwa menyontek cara-cara orang yang sukses untuk mengubah hidup itu halal, bahkan kalau bisa wajib untuk dilakukan.</p>
<p>Gaya bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti memberikan nilai tambah pada buku ini. Dengan bahasa yang ringan, buku ini tidak akan membuat pembaca meletakkannya sebelum habis dibaca. Kiat-kiat yang disajikan secara sistematis memudahkan pembaca untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Didukung dengan kata-kata motivasi yang menghiasi hampir di setiap halaman buku ini, membuat semangat pembaca untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik semakin kuat. Contoh-contoh kesuksesan orang-orang dahsyat yang ada di dalam buku ini juga semakin memperkuat semangat untuk mengubah hidup.</p>
<p>Usia yang masih muda sering diidentikkan dengan tidak berpengalaman. Namun, penulis yang kelahiran Medan, 24 Januari 1987 ini mampu menepis anggapan tersebut. Melalui buku pertamanya, ia mampu menuangkan pengalamannya memotivasi orang lain yang baru dimulainya sejak kuliah. Pengalamannya sebagai Kepala Bidang Humas dan Informasi HIMATIKA UGM dan Sekretaris Bidang Jaringan Komunikasi dan Informasi IKAHIMATIKA Indonesia menambah wawasan untuk memperkaya tulisannya dalam buku ini. Selama ini buku-buku pengembangan diri sejenis biasanya ditulis oleh orang-orang yang sudah berumur dan mempunyai pengalaman bertahun-tahun. Di usianya yang masih muda, penulis yang saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa UGM Jurusan Matematika ini mampu mendobrak tradisi lama tersebut.</p>
<p>Hadir dengan tampilan cover yang sederhana, buku ini kurang begitu menarik perhatian. Cover yang didominasi oleh warna-warna tua memberikan kesan buku ini adalah buku berat yang hanya cocok dibaca oleh kalangan tertentu.</p>
<p>Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, buku ini cocok bagi orang-orang yang ingin mengubah hidupnya menjadi lebih dahsyat dengan menyontek cara-cara orang dahsyat. Rully menawarkan cara-cara sederhana yang mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kiranya, tidak salah jika para mahasiswa menjadikan buku ini sebagai referensi untuk mengatur masa depannya. Pelari yang mencuri start akan sampai lebih dahulu digaris finish, bila kita juga mencuri start untuk mengubah hidup lebih awal, maka hidup kita juga akan berubah lebih cepat. Jadi, mari kita berlomba-lomba mencapai garis finish untuk menjadi orang yang dahsyat.</p>
<p>kiriman:<a href="mailto:dini_latifah@yahoo.com"> eugenia</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/141/menjadi-pribadi-yang-dahsyat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
