<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakul Rujak</title>
	<atom:link href="http://bakulrujak.com/tag/movie/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bakulrujak.com</link>
	<description>Untuk hidup yang selalu menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Dec 2011 12:04:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Husk, the Scarecrow is Alive</title>
		<link>http://bakulrujak.com/607/husk-the-scarecrow-is-alive</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/607/husk-the-scarecrow-is-alive#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 18:06:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Latifah</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[husk]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[thriller]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=607</guid>
		<description><![CDATA[Kengerian demi kengerian terjadi. Bermula saat Scott dan Brian menemukan Johnny di dalam rumah tersebut sedang menjahit penutup kepala untuk orang-orangan sawah. Tentu saja yang mereka temukan bukanlah Johnny, namun mayatnya yang sudah dirasuki oleh arwah jahat yang menghantui ladang jagung.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/10/husk-poster170.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-608" title="husk poster" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/10/husk-poster170.jpg" alt="" width="170" height="252" /></a>Sekelompok remaja dalam perjalanan menuju sebuah rumah danau untuk menghabiskan akhir pekan. Dalam perjalanan melewati ladang jagung, secara misterius burung gagak menabrak mobil mereka. Akibatnya, Chris (C. J Thomason) yang memegang setir saat itu kehilangan kendali. Mobil pun terperosok ke ladang jagung.</p>
<p>Kenehan terjadi ketika mereka tidak dapat menemukan Johnny (Ben Easter) yang duduk di samping Chris. Setelah beberapa saat mencari, mereka melihat ada rumah di tengah ladang jagung. Scott (Devon Graye) dan Brian (Wes Chatham) berinisiatif untuk memeriksa kalau-kalau Johnny berada di rumah tersebut. Chris dan Natalie (Tammin Sursok) yang merupakan kekasih Brian menunggu di pinggir jalan.</p>
<p>Kengerian demi kengerian terjadi. Bermula saat Scott dan Brian menemukan Johnny di dalam rumah tersebut sedang menjahit penutup kepala untuk orang-orangan sawah. Tentu saja yang mereka temukan bukanlah Johnny, namun mayatnya yang sudah dirasuki oleh arwah jahat yang menghantui ladang jagung. Chris dan Natalie yang akhirnya memutuskan untuk menyusul Scott dan Brian pun tidak luput dari teror. Mereka dijadikan target untuk dibuat orang-orangan sawah berikutnya.</p>
<p><strong>Hantu atau Psychopat?</strong></p>
<p>Alur film ini cukup dapat membangun ketegangan. Figur orang-orangan sawah yang ditampilkan terlihat alami dan menyeramkan. Meskipun di dalam cerita dikisahkan Scott sempat mendapatkan penglihatan tentang apa yang terjadi di tempat tersebut dahulu kala, namun potongan-potongan frame yang disuguhkan tidak cukup memuaskan.</p>
<p>Bila akhirnya Scott berkesimpulan bahwa orang-orangan sawah tersebut merupakan arwah yang terperangkap karena kejahatan yang dilakukan terhadapnya di masa lalu, maka seharusnya cara untuk melawan balik mereka adalah dengan melakukan ritual atau cara khusus membunuh hantu. Akan tetapi, dalam film ini arwah orang-orangan sawah tersebut lebih nampak seperti pembunuh berdarah dingin di film Halloween. Tidak ada petunjuk bagaimana mengakhiri teror tersebut sebagaimana di film-film horor bertema hantu lainnya. Bahkan ketika satu per satu korban menjadi orang-orangan sawah dan semua telah dikalahkan oleh mereka yang masih berusaha melarikan diri, tetap saja muncul orang-orangan sawah asli yang menjadi pelaku utama teror tersebut.</p>
<p>Disini yang membuat bingung adalah bahwa bagaimana figur hantu ditampilkan seperti psychopat yang memburu siapa saja yang memasuki teritorinya. Penonton pun dibuat bertanya-tanya sebenarnya yang dihadapi oleh Scott dan teman-temannya adalah hantu atau psychopat.</p>
<p>Sebuah film thriller dapat memberikan <em>sense</em> ketakutan yang berbeda tergantung dari tokoh sentral yang menebarkan teror di dalamnya. Tentu saja <em>sense</em> takut dan tegang yang dirasakan penonton akan berbeda antara objek hantu dan pembunuh berdarah dingin. Di film ini, penonton akan bingung memposisikan rasa takutnya.</p>
<p>Judul film ini juga cukup membingungkan. Sebab, meskipun seting-nya di ladang jagung namun yang menjadi sentral tema cerita adalah orang-orangan sawahnya bukan kulit jagungnya (husk). Bahkan sama sekali tidak ditampilkan kontribusi dari kulit jagung dalam cerita film ini. Bila diperhatikan dengan seksama, dalam seting film ini juga<br />
sama sekali tidak dijumpai jagung di ladangnya alias belum berbuah sehingga korelasi kulit jagung dengan film ini patut dipertanyakan.</p>
<p><em>*Gambar : imdb.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/607/husk-the-scarecrow-is-alive/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abduction</title>
		<link>http://bakulrujak.com/595/abduction</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/595/abduction#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 10:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[abduction]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[taylor lautner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Ayah kandung Nathan mencuri data rahasia dari seorang agen lepas bernama Viktor Kozlow. Kozlow mengirim orang-orang terbaiknya untuk menangkap Nathan. Meskipun mendapat bantuan dari beberapa teman dekat ayahnya, Nathan masih harus berusaha sekuat tenaga untuk menjaga agar data rahasia yang kini ada di tangannya tetap aman.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/10/Abduction170.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-596" title="Abduction" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2011/10/Abduction170.jpg" alt="" width="170" height="252" /></a>Seorang pelajar SMU di Amerika bernama Nathan Harper (Taylor Lautner) memiliki tubuh yang atletis dan tentu saja, berprestasi di bidang olah raga serta menguasai beberapa cabang ilmu bela diri. Dia tinggal dengan damai bersama kedua orang tuanya. Mereka tergolong kelauarga berada dan bahagia.</p>
<p>Hingga pada suatu hari secara tidak sengaja Nathan menemukan foto masa kecilnya di sebuah situs pencarian orang hilang. Lebih mengejutkan lagi, di situs tersebut disebutkan anak yang mirip dengan dirinya bernama Steven Price dan belum ditemukan hingga saat ini. Nathan yakin seratus persen bahwa foto orang hilang itu adalah dirinya. Lalu bagaimana dia menjelaskan dua orang yang tinggal bersama sebagai orang tuanya selama ini ?</p>
<p>Masalah mulai bertambah rumit ketika 2 orang berpakaian rapi datang dan membunuh orang tua Nathan. Dan ia terpaksa melarikan diri bersama Karen Murphy (Lily Collins), teman masa kecilnya. Pelarian Nathan tidak mulus sama sekali. Beberapa kali ia terlibat perkelahian dengan orang-orang dewasa dengan kemampuan yang lebih hebat.</p>
<p>Rupanya Nathan adalah anak kandung seorang agen CIA yang cukup disegani, Martin Price. Paska kematian ibu kandungnya, Nathan dipercayakan kepada sepasang agen untuk mengasuh dan membekali Nathan ilmu perlindungan diri yang dibutuhkan.</p>
<p>Ayah kandung Nathan mencuri data rahasia dari seorang agen lepas bernama Viktor Kozlow (Michael Nyqvist). Kozlow mengirim orang-orang terbaiknya untuk menangkap Nathan dan menggunakannya sebagai alat pertukaran. Meskipun mendapat bantuan dari beberapa teman dekat ayahnya, Nathan masih harus berusaha sekuat tenaga untuk tetap selamat dan menjaga agar data rahasia yang kini ada di tangannya tetap aman.</p>
<p>Konspirasi, intrik dan permainan licik para penegak hukum Amerika mewarnai pelarian Nathan.</p>
<p><strong>Film ABG</strong></p>
<p>Film ini secara terang-terangan menonjolkan pesona Taylor Lautner sebagai pemeran utama. Hal tersebut bisa dimengerti mengingat sang <em>Jacob Black</em> telah lebih dulu mempesona banyak wanita lewat film-film terdahulunya. Akibat sampingannya menurut saya tokoh-tokoh yang lain jadi kurang mendapatkan porsi penokohan yang kuat. Peran orang tua angkat Nathan, para agen CIA yang seharusnya bisa digali lebih dalam terkesan ditelantarkan begitu saja.</p>
<p>Memang terdapat adegan-adegan yang cukup menegangkan di beberapa bagian, tapi untuk kelas film beraliran <em>action,</em> Abduction sepertinya kurang bisa diunggulkan. Saya malah lebih bisa melihat muatan romantika remaja yang lebih kompleks. Kisah percintaan khas anak baru gede (abg) yang masih labil dan menggebu-gebu justru mendapat porsi yang lebih besar.</p>
<p>Proses bagaimana hingga Nathan bisa melarikan diri bersama teman wanitanya, juga terkesan terlalu dipaksakan. Terlalu ngotot meraih kesan romantis dan membuat film ini mirip telenovela.</p>
<p>Rentang waktu pembuatan film ini juga terbilang cukup singkat, hanya sekitar 4 bulan saja. Mengingat jadwal Taylor yang harus segera memulai proses produksi film lanjutan <em>Twilight.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/595/abduction/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Social Network</title>
		<link>http://bakulrujak.com/557/the-social-network</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/557/the-social-network#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 04:11:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[mark Mark Zuckerberg]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[the social network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=557</guid>
		<description><![CDATA[Hari-hari berlalu, Mark tenggelam dalam TheFacebook dan mulai mengabaikan Winklevoss bersaudara. TheFacebook menjadi populer dalam waktu singkat, nama Mark Zuckerberg kembali melambung tinggi karenanya. Tentu saja Winklevoss menjadi geram karena menganggap Mark mencuri ide Harvard Connection dan mengaplikasikannya pada TheFacebook.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/11/Social_network_film_poster.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-558" title="Social network film poster" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/11/Social_network_film_poster.jpg" alt="" width="170" height="267" /></a>Lakon dibuka dengan perdebatan Mark Zuckerberg (Jesse Eisenberg), seorang mahasiswa Harvard University dengan pacaranya, Erica (Rooney Mara). Perdebatan yang kemudian menjadi perpecahan antara keduanya ini membuat Mark menjadi terguncang. Malam itu juga ia meretas jaringan kampus dan melakukan sebuah proyek iseng berjuluk FaceMash.com.</p>
<p>Kisah berlanjut. Kasus FaceMash membuat Mark harus menjalani hukuman dari universitas. Namun tetap, nama Mark Zuckerberg sebagai otak dibalik FaceMash menarik perhatian Cameron Winklevoss and Tyler Winklevoss (Armie Hammer), si kembar kaya raya yang rupanya memiliki ide serupa membuat situs jejaring sosial baru, Harvard Connection. Mark didapuk untuk menjadi programmer dan arsitek untuk proyek baru tersebut.</p>
<p>Tak lama setelah itu, Mark menemui Eduardo Saverin (Andrew Garfield) untuk memintanya bergabung sebagai penyandang dana dalam sebuah proyek bernama TheFacebook.</p>
<p>Hari-hari berlalu, Mark tenggelam dalam TheFacebook dan mulai mengabaikan Winklevoss bersaudara. TheFacebook menjadi populer dalam waktu singkat, nama Mark Zuckerberg kembali melambung tinggi karenanya. Tentu saja Winklevoss menjadi geram karena menganggap Mark mencuri ide Harvard Connection dan mengaplikasikannya pada TheFacebook.</p>
<p>Sesuai dengan tagline film ini, &#8220;You don&#8217;t get to 500 million friends without making a view enemies&#8221;, Mark mulai menemui kendala dengan kepercayaan. Sifat Mark yang cuek dan berlaku seenaknya membuat beberapa orang merasa tersinggung dan tersisihkan, termasuk kawan terdekatnya. Masalah menjadi rumit hingga harus berakhir di persidangan. Kisah pelik pertemanan di asrama mahasiswa, pertengkaran hingga tuntutan berbuah ganti rugi jutaan dolar mewarnai lika-liku jalan sebuah situs jejaring sosial paling berpengaruh di dunia.</p>
<p><strong>Antagonis dan Protagonis</strong></p>
<p>Adalah David Fincher, seorang sutradara kawakan yang menjadi dalang dibalik film berdurasi 121 menit ini. Sebelum mengerjakan The Social Network, Fincher tercatat menyutradarai film bagus berjudul The Curious Case of Benjamin Button pada tahun 2008.</p>
<p>The Social Network sendiri diangkat dari sebuah buku berjudul The Accidentally Billionaire karangan Ben Mezrich. Dan konon Ben meminta Eduardo Saverin untuk menjadi &#8220;penasehatnya&#8221; selama menulis. Saya belum pernah membaca The Accidentally Billionaire, tapi dengan melihat The Social Network kita akan melihat dengan jelas bahwa David Fincher telah berusaha dengan keras untuk membuat semua karakternya &#8220;hidup&#8221;.</p>
<p>Tokoh Mark Zuckerberg sendiri diperankan dengan gemilang oleh Jesse Eisenberg. Kesan anak muda yang berapi-api, ambisius, kutu buku dan geek berhasil dikeluarkan dengan baik.</p>
<p>Namun sepertinya Fincher dengan sengaja mengaburkan pemetaan tokoh antagonis dan protagonis dalam film ini. Jika selama menonton Anda melihat beberapa orang berperan sebagai tokoh jahat, Anda mungkin benar. Tapi secara bersamaan saya melihat semua tokoh berpotensi menjadi antagonis. Mark, Eduardo, Winklevoss bersaudara atau Sean Parker (diperankan oleh Justin Timberlake, sang pendiri Napster dan pada akhirnya ikut masuk mengurus Facebook) semua secara bergantian menjadi tokoh baik dan buruk. Perhatikan dengan baik.</p>
<p>Namun terlepas dari penilaian baik dan buruk para kritikus film, atau gosip bahwa para pendiri Facebook sendiri yang enggan menyaksikan film ini karena dinilai terlalu melenceng dan berlebihan, The Social Network tetap menjadi pilihan yang baik untuk mengisi akhir pekan Anda. <img src='http://bakulrujak.com/rujak/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Gambar : <a href="http://wikipedia.org">wikipedia</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/557/the-social-network/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Expendables</title>
		<link>http://bakulrujak.com/522/the-expendables</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/522/the-expendables#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 09:07:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[bruce willis]]></category>
		<category><![CDATA[hollywood]]></category>
		<category><![CDATA[jet li]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[the expendables]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[Film ini disutradarai oleh Sylvester Stallone. Pemain gaek yang juga mendalangi Rambo IV dan Rocky Balboa, film-film yang melambungkan namanya sendiri sebagai pemeran utama. jadi jangan heran jika Anda menemukan adegan-adegan yang "Rambo banget".]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/08/200px-Expendablesposter.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-521" title="The Expendables" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/08/200px-Expendablesposter.jpg" alt="" width="200" height="297" /></a>Suatu hari 	Mr. Church (Bruce Willis), seorang agen CIA merekrut Barney Ross (Sylvester Stallone) dan timnya untuk menjalankan sebuah misi sulit di pulau Vilena. Dalam misi pembunuhan ini, Ross menghimpun tim berjuluk The Expendables, beranggotakan diantaranya Lee Christmas (Jason Statham), Ying Yang (Jet Li) dan Hale Caesar (Terry Crews).</p>
<p>Bayaran yang besar dan sedikit diselingi intrik asmara antara Ross dengan seorang wanita di wilayah targetnya membuat The Expendables terlibat aksi penghancuran sekaligus penyelamatan yang dramatis. Ditambah penghianatan Gunnar (Dolph Lundgren), mantan anggota The Expendables yang menyimpan sakit hati lantaran dikeluarkan dari tim, membuat jalan Ross dan timnya menjadi lebih sulit.</p>
<p><strong>Bintang Tua dan Muda</strong></p>
<p>Saya tak punya banyak hal untuk ditulis terkait film yang satu ini. Selain jalan cerita yang terlampau biasa dan sedikit &#8216;garing&#8217;, film ini juga cenderung hanya mengandalkan nama-nama tenar para aktornya. Tak ketinggalan visual efek, ledakan serta action tembak-menembak khas film action Hollywood.</p>
<p>Tokoh sentral sebetulnya terletak pada Stallone dan Statham sebagai simbol aktor era 80an dan 90an. Satu lagi yang patut disayangkan, bahwa aktor-aktor besar sekelas Jet Li hanya mendapat porsi sekadarnya saja. Memang tak pernah mudah membuat film yang bagus dengan bertabur terlalu banyak bintang seperti film ini.</p>
<p>Malahan, di beberapa media sempat disinggung tentang bintang-bintang papan atas Hollywood yang sempat ditawari namun batal berpartisipasi. Sebut saja nama Jean-Claude Van Damme, Steven Seagal hingga Sandra Bullock. Bahkan jika Anda melihat ada salah satu scene tentang pertemuan 3 aktor senior : Bruce Willis, Stallone dan Arnold Schwarzenegger di sebuah gereja, bagian itu ditambahkan beberapa waktu setelah produksi film selesai.</p>
<p>Film ini disutradarai oleh Sylvester Stallone. Pemain gaek yang juga mendalangi Rambo IV dan Rocky Balboa, film-film yang melambungkan namanya sendiri sebagai pemeran utama. jadi jangan heran jika Anda menemukan adegan-adegan yang &#8220;Rambo banget&#8221; di The Expendables. Adegan peperangan dengan ledakan-ledakan heboh, menghancurkan helikopter hingga saling melempar belati benar-benar membuat saya serasa sedang menonton Rambo yang sedang beraksi di luar hutan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/522/the-expendables/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salt</title>
		<link>http://bakulrujak.com/508/salt-the-review</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/508/salt-the-review#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 01:34:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[america]]></category>
		<category><![CDATA[angelina jolie]]></category>
		<category><![CDATA[konspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[rusia]]></category>
		<category><![CDATA[salt]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Salt, agen cantik CIA harus menjadi buronan seluruh kesatuan intelijen Amerika, ketika seseorang mengatakan bahwa Salt sebenarnya adalah seorang agen Rusia yang sangat terlatih dan berbahaya. Salt kabur dan ingin membersihkan namanya. Tak ada yang benar-benar tahu, siapa Salt sebenarnya ?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/07/salt_ver2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-509" title="salt poster" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/07/salt_ver2.jpg" alt="" width="165" height="245" /></a>Seorang agen CIA cantik bernama Evelyn Salt (Angelina Jolie) mendadak menjadi buronan seluruh kesatuan intelijen Amerika, setelah seorang agen Rusia bernama Orlov (Daniel Olbrychski) membocorkan sebuah informasi bahwa akan terjadi hari-x (Day X). Day X adalah sebuah kode untuk operasi besar satuan sekelompok radikali Rusia yang menginginkan perang antara Rusia dan Amerika. Orlov menyebutkan bahwa presiden Rusia yang kebetulan sedang berada di Amerika akan dibunuh oleh seorang agen Rusia yang sangat terlatih.</p>
<p>Tak ada kejanggalan sejauh ini, hingga tiba pada saat Orlov menyebutkan bahwa agen Rusia terlatih tersebut bernama Salt. Tak ada tanda-tanda kebohongan pada perkataan Orlov, sehingga saat itu juga Evelyn Salt ditahan.</p>
<p>Setelah berhasil kabur, Salt harus menjadi orang paling dicari oleh agensi intelijen dan dinyatakan berbahaya. Sementara ia harus berusaha mati-matian untuk berkelit dan membersihkan kembali namanya.</p>
<p>Apa yang kemudian terjadi? Ternyata segala kejadian selama pengejaran justru menggiring pada sebuah fakta bahwa Salt memang benar-benar agen hasil didikan sebuah kesatuan intelegensi Rusia. Fakta mulai terkuak, agen-agen tersembunyi, pengkhianat, konspirasi dan serangkaian pembunuhan menguak tabir skenario sebuah rencana besar dan mengancam dunia. Jadi, siapakah Salt sebenarnya ?</p>
<p><strong>Kembalinya Mrs. Smith</strong></p>
<p>Film ini mendulang sukses dan sanjungan dimana-mana. Akting Jolie yang anggun sekaligus &#8220;garang&#8221;, screenplay yang menawan serta plot cerita yang kuat dan berkarakter akan membuat anda tegang dari awal hingga akhir, selalu bertanya-tanya kemana arahnya.</p>
<p>Mari kita tengok tokoh dibalik kesuksesan Salt. Ada Phillip Noyce di kursi sutradara. Gaek kelahiran New South Wales ini mencoba menampilkan aksi yang berbeda dan memukau. Film-film besutannya memang jarang sekali masuk jajaran film teratas di Box Office. Namun rupanya pria yang mulai membuat film pada usia 18 tahun ini tak lantas terpuruk. Terbukti dengan lahirnya Salt, nama Noyce terangkat ke papan atas. Karakter Salt menjadi hidup dan menarik diperankan oleh Jolie yang seksi, yang rupanya pernah bekerja bersama Noyce pada tahun 1999 dalam film The Bone Collector.</p>
<p>Salt ditulis oleh Kurt Wimmer, yang tak perlu lagi diragukan kehandalannya. Film-film besar bergenre serupa telah berhasil ditulisnya dengan mewah. Sebut saja Equilibrium dan Ultraviolet, film action yang pernah mendulang sukses di tahun-tahun sebelumnya juga ditulis olehnya.</p>
<p>Pada awalnya konon film ini ditawarkan kepada Tom Cruise, namun sang aktor menolaknya, hingga Kurt harus menulis ulang cerita untuk Jolie. Hasilnya, tetap keren!</p>
<p>Jadi tunggu apa lagi, bergegaslah menonton. Ada adegan Jolie melepas celana dalam juga lho..! Makin penasaran kan ? hehehe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/508/salt-the-review/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>How To Train Your Dragon</title>
		<link>http://bakulrujak.com/439/how-to-train-your-dragon</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/439/how-to-train-your-dragon#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 03:35:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[3d]]></category>
		<category><![CDATA[animasi]]></category>
		<category><![CDATA[how to train your dragon]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Di perkampungan suku Viking, seorang kepala suku perkasa bernama Stoick the Vast (suara oleh Gerard Butler) memiliki seorang anak lelaki bernama Hiccup (suara oleh Jay Baruchel). Alih-alih menjadi hebat dan perkasa seperti ayahnya, Hiccup justru menjadi pemuda yang lemah dan selalu membuat kesalahan.
Konon suku Viking selalu bermusuhan dengan bangsa naga. Secara berkala, di malam hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-440" title="How to train your dragon" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/03/howtotrain.jpg" alt="How to train your dragon" width="150" height="222" />Di perkampungan suku Viking, seorang kepala suku perkasa bernama Stoick the Vast (suara oleh Gerard Butler) memiliki seorang anak lelaki bernama Hiccup (suara oleh Jay Baruchel). Alih-alih menjadi hebat dan perkasa seperti ayahnya, Hiccup justru menjadi pemuda yang lemah dan selalu membuat kesalahan.</p>
<p>Konon suku Viking selalu bermusuhan dengan bangsa naga. Secara berkala, di malam hari segerombolan naga selalu datang menyerang perkampungan, membakar rumah serta mencuri binatang ternak. Oleh sebab itulah seluruh penduduk suku Viking adalah pemburu naga. Semua pemuda, termasuk Hiccup, wajib mengikuti pelatihan membunuh naga yang dibimbing oleh Gobber (suara oleh Craig Ferguson). Namun suatu malam, karena tak tahan atas hinaan dan ejekan penduduk kampung, Hiccup menembakkan sebuah jebakan naga dan tepat mengenai seekor naga yang paling ditakuti seluruh suku Viking, Night Fury.</p>
<p>Sang naga perkasa tak berdaya di bawah kaki Hiccup dalam keadaan terikat. Namun Hiccup tak kuasa membunuhnya dan justru melepas naga tersebut. Apa yang terjadi? waktu berlalu dan Hiccup justru mulai membangun hubungan pertemanan yang unik dan rahasia dengan sang Night Fury. Hubungan yang aneh ini juga membuat Hiccup mengerti seluk beluk naga dan mulai disegani oleh teman-temannya, hingga pada akhirnya sebuah rahasia tentang naga terungkap. Seluruh suku Viking bersiap mengadakan perlawanan besar dan Hiccup kembali tersingkir. Tugas Hiccup menjadi berlipat ganda ketika disaat yang bersamaan ia harus menyelamatkan kaum naga dan sukunya.</p>
<p><strong>3D yang berkelas</strong></p>
<p><strong></strong>Film animasi yang memukau. Saya jamin durasi yang panjang (123 menit) tak membuat bosan. Percayalah, dengan memnonton versi 3Dnya, hasil kerja keras Chris Sanders dan timnya bisa tersaji dengan maksimal dan memukau. Semua detail mulai dari visual animasi, pengisian suara, hingga sound effect dikerjakan dengan kualitas terbaik dan menghasilkan karya seni yang terkesan berkelas.</p>
<p>Dari sisi cerita juga mengangkat konsep yang bagus dan menarik. Sesuai untuk penonton dari segala usia. Sebenarnya dari alur bisa dibilang standar, hanya berkutat pada anak muda yang bersahabat dengan naga dan berusaha menyelamatkan sukunya. Tapi dengan variasi yang unik dan pengolahan gambar yang baik membuat cerita yang seharusnya biasa menjadi terkesan lain dan segar. Jadi saran saya, jika Anda menginginkan sensasi menonton film animasi berkelas, jangan ragu-ragu untuk merogoh sedikit rupiah untuk pergi bioskop 3D terdekat. Tak akan menyesal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/439/how-to-train-your-dragon/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Legion, Malaikat Bersenjata</title>
		<link>http://bakulrujak.com/391/legion-malaikat-bersenjata</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/391/legion-malaikat-bersenjata#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 02:22:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversial]]></category>
		<category><![CDATA[legion]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan mulai tak percaya pada umat manusia. Saling bunuh, serakah dan merusak bumi, menusia semakin jauh dari janjinya ketika pertama kali diturunkan ke bumi. Hingga Tuhan berencana menghancurkan umat manusia, dengan cara mengirimkan seluruh malaikat-Nya untuk misi pembantaian. Adalah Michael (Paul Bettany) sang malaikat yang ditugaskan memimpin legiun malaikat untuk menghabisi umat manusia. Namun rupanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-392" title="Legion" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/02/legion.jpg" alt="Legion" width="170" height="253" />Tuhan mulai tak percaya pada umat manusia. Saling bunuh, serakah dan merusak bumi, menusia semakin jauh dari janjinya ketika pertama kali diturunkan ke bumi. Hingga Tuhan berencana menghancurkan umat manusia, dengan cara mengirimkan seluruh malaikat-Nya untuk misi pembantaian. Adalah Michael (Paul Bettany) sang malaikat yang ditugaskan memimpin legiun malaikat untuk menghabisi umat manusia. Namun rupanya Michael melihat masih ada harapan di antara kebobrokan manusia, masih ada beberapa orang baik yang harus diselamatkan!</p>
<p>Tuhan murka dan membuang Michael ke bumi. Michael segera menanggalkan status malaikatnya dan bergabung dengan sekelompok orang di bumi untuk menyelamatkan nyawa seorang pelayan bernama Charlie (Adrianne Palicki) yang konon sedang mengandung janin Kristus yang baru. Apapun harus dilakukan untuk menyelamatkan Charlie dan bayinya sebab hanya bayi Charlie-lah satu-satunya harapan bagi seluruh umat manusia. Keadaan bertambah buruk ketika Tuhan mengirimkan malaikat Gabriel untuk menghentikan aksi pembangkangan Michael. Hingga keduanya harus bertarung untuk mempertahankan idealisme masing-masing.</p>
<p><strong>Malaikat berpistol</strong><br />
Pertama, ide cerita yang dikemukakan cukup fenomenal dan kontroversial. Beberapa kalangan konon berdebat untuk mengecam film ini. Tapi toh tetap beredar, sama dengan<em> The Da Vinci Code</em> beberapa tahun yang lalu. Saya menduga melonjaknya raihan film ini dikarenakan ide ceritanya yang kontroversial itu. Orang sudah pasti sangat penasaran bagaimana seorang malaikat digambarkan. Seorang pria gagah dengan pakaian berkilau lengkap dengan sepasang sayap. Ya, di film Legion malaikatnya bersenjata mulai dari pistol hingga senapan otomatis.</p>
<p>Selebihnya, film ini buruk sekali. Alur ceritanya begitu kacaunya, hingga banyak hal yang terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas dan entah berakhir dimana.  Lihat saja bagaimana tiba-tiba secara misterius ribuan orang menjadi kerasukan dan menjadi zombie. Jika itu benar-benar kerasukan malaikat, tak pernah digambarkan dengan jelas bagaimana bisa terjadi.</p>
<p>Oh ya, antiklimaksnya juga tak begitu <em>menggigit</em>. Tak diceritakan bagaimana akhir konflik antara Michael dan Gabriel, juga bagaimana kisah bayi Charlie yang berhasil terlahir namun dalam kondisi yang sangat rapuh.</p>
<p>Bagaimanapun, tak pernah ada ruginya menonton film ini. Tetap ada ide cerita yang bagus dan aktor-aktor berkelas disana. Ada Paul Bettany, Tyrese Gibson dan Dennis Quaid. Rasanya bisa menjadi sebuah jaminan tontonan yang hebat.</p>
<blockquote><p>artikel ini bisa juga dibaca di <a title="Situs Bicara Film" href="http://www.bicarafilm.com/baca/2010/02/01/legion-malaikat-bersenjata.html" target="_blank">bicarafilm</a>.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/391/legion-malaikat-bersenjata/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[film] Sherlock Holmes</title>
		<link>http://bakulrujak.com/340/film-sherlock-holmes</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/340/film-sherlock-holmes#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 02:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[detektif]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[robert downey jr]]></category>
		<category><![CDATA[sherlock holmes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[Cerita bermula ketika di dataran Inggris terjadi teror dari seorang paranormal bernama Lord Blackwood (Mark Strong). Dengan ilmu hitamnya, ia meneror seluruh kota London dengan membunuh beberapa orang gadis. Diceritakan Sherlock Holmes (Robert Downey Jr), sang detektif kenamaan muncul untuk menangkap Lord Blackwood dan mengembalikan kedamaian kota. Dengan segala kepiawaiannya, serta dibantu seorang partner setia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-341" title="Sherlock Holmes" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2010/01/holmes.jpg" alt="Sherlock Holmes" width="170" height="254" />Cerita bermula ketika di dataran Inggris terjadi teror dari seorang paranormal bernama Lord Blackwood (Mark Strong). Dengan ilmu hitamnya, ia meneror seluruh kota London dengan membunuh beberapa orang gadis. Diceritakan Sherlock Holmes (Robert Downey Jr), sang detektif kenamaan muncul untuk menangkap Lord Blackwood dan mengembalikan kedamaian kota. Dengan segala kepiawaiannya, serta dibantu seorang partner setia bernama dr. John Watson (Jude Law), Holmes berhasil menangkap Lord Blackwood dengan mudah. Hingga pada akhirnya sang penjahat dijatuhi vonis dan berakhir di tiang gantungan.</p>
<p>Habiskah perkara? Ternyata baru saja dimulai. Dengan berbagai trik Lord Blackwood bisa lolos dari maut dan kembali melakukan teror dan pembunuhan terhadap para pejabat negara. Sherlock Holmes kembali tampil untuk memecahkan kasus pelik ini. Namun kali ini jalannya tak lagi mulus, sebab harus berhadapan dengan para pejabat korup yang justru menjerumuskan Holmes dan menjadikannya buronan polisi.</p>
<p>Namun berkat segala kemampuan analisa Holmes yang luar biasa, ditambah bantuan partnernya, sedikit demi sedikit kebohongan dan tipu muslihat Lord Blackwood mulai terungkap. Bahwa segala yang dilakukannya selama ini sama sekali tak ada hubungannya dengan ilmu hitam, dan semuanya bisa dijelaskan secara ilmiah. Mulai dari trik membuat sipir penjara menjadi kesurupan hingga bagaimana meloloskan diri dari kematian dan menghancurkan kuburannya sendiri.</p>
<p>Tegang dari awal hingga akhir. Menonton Sherlock Holmes saya seperti dibawa kembali ke masa-masa revolusi industri Inggris pada abad pertengahan. Sangat eksotis. Ditambah lagi alur cerita dengan tempo cepat membuat otak saya serasa dipicu untuk meraba-raba segala misteri yang disajikan di awal. Namun akan sangat melegakan ketika di akhir cerita segala misteri dibongkar dengan analisa yang luar biasa (khas detektif conan, jika Anda kebetulan suka).</p>
<p>Pemilihan Robert Downey Jr untuk memerankan Sherlock Holmes juga sangat beralasan. Downey berhasil menghidupkan tokoh iron man dengan sangat piawai dan sukses. Peran Holmes yang suka bercanda, kocak dan humoris sangat sesuai melekat pada pribadi Downey. Terbukti, film Sherlock Holmes dengan segera melesat menempati posisi kedua di tangga box office dibawah Avatar.</p>
<blockquote><p>sekadar catatan kaki, jika diantara sampeyan ada yang berbaik hati menulis komentar di artikel-artikel bakulrujak beberapa hari terakhir dan menemukan error yang menjengkelkan, dan berujung pada gagalnya insert komentar.. saya mohon maaf.<br />
hal tersebut dikarenakan saat membuat theme ini ada satu baris kode yang lupa saya tambahkan pada file comments.php, jadilah semua berantakan. namun matahari telah bersinar kembali, hari yang gelap tersinari, sebaris kode telah tertulis rapi dan rendaman celana dalam telah dicuci. semoga tak ada masalah lagi dikemudian hari.</p>
<p><strong>bakulrujak</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/340/film-sherlock-holmes/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[film] Lourdes</title>
		<link>http://bakulrujak.com/322/film-lourdes</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/322/film-lourdes#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 03:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[lourdes]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[perancis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[Christine (Sylvie Testud), seorang gadis muda, harus menjalani kenyataan sebagai seorang penyandang cacat yang hanya bisa duduk di kursi roda dan dituntun oleh para relawan kemanapun pergi. Bahkan untuk melakukan kegiatan sehari-sehari seperti makan dan menyisir rambut pun harus dengan pertolongan orang lain, sebab kedua belah tangannya pun telah lumpuh.
Ia tinggal di sebuah yayasan sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-323" title="lourdes" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/12/lourdes.jpg" alt="lourdes" width="200" height="283" />Christine (Sylvie Testud), seorang gadis muda, harus menjalani kenyataan sebagai seorang penyandang cacat yang hanya bisa duduk di kursi roda dan dituntun oleh para relawan kemanapun pergi. Bahkan untuk melakukan kegiatan sehari-sehari seperti makan dan menyisir rambut pun harus dengan pertolongan orang lain, sebab kedua belah tangannya pun telah lumpuh.</p>
<p>Ia tinggal di sebuah yayasan sebuah gereja di Perancis bersama para penyandang cacat yang lain. Dan suatu hari mereka semua mengadakan perjalanan ziarah ke Lourdes,  sebuah kota ziarah kecil di pegunungan Pyrenees. Di sana, Christine dan penyandang cacat yang lain melakukan ritual-ritual kebaktian katolik dan memohon kepada Bunda Maria untuk kesembuhan. Hari-hari berlalu dan semua berjalan seperti biasa, hingga pada suatu pagi Christine terbangun dan mendapati sebuah kejaiban.</p>
<p>Ia bisa menggerakkan semua anggota tubuhnya dengan normal. Tangan dan kaki yang semula lumpuh bisa berfungsi sebagaimana biasa secara ajaib. Sejuta harapan baru pun terbentang di hadapannya kini. Ditambah lagi dengan munculnya seorang relawan pria tampan yang menunjukkan rasa suka padanya. Namun kebahagiaan Christine menjadi terganggu oleh perawatnya, Maria (Léa Seydoux) yang rupanya juga menaruh rasa suka kepada perawat tampan yang mencintai Christine.</p>
<p>Cobaan pun semakin bertambah berat ketika para dokter klinik mengabarkan bahwa kesehatan yang diperoleh Christine kemungkinan adalah sebuah siklus yang suatu saat akan menghilang dan Christine akan menjadi lumpuh kembali.</p>
<p>&#8211;</p>
<p>Saya tak menemukan terlalu banyak hal yang menarik dari film ini. Alur cerita berjalan lambat dan hambar, banyak <em>scene</em> yang sebenarnya tak perlu. Terasa sekali tujuan film ini sebenarnya adalah memancing suasana sendu dan haru dari para penontonnya, namun rupanya tak berhasil dengan baik.</p>
<p>Bahkan tak banyak dialog yang dilakukan, sebagian besar cerita di film ini saya mengerti dari olah gerak para pemainnya saja. Dan parahnya lagi, saya berani menjamin Anda tak akan bisa mengingat nama setengah dari jumlah pemeran utama di film ini begitu film berakhir, sebab memang nyaris tak pernah disebutkan.</p>
<p>Namun saya tetap melihat beberapa hal yang menarik. Lagu-lagu maupun scoring yang menyertainya khas suasana gereja-gereja katolik di Roma, cukup membuat &#8216;merinding&#8217;. Selain itu mata kita akan dimanjakan oleh arsitektur bangunan gereja dan pemandangan lanskap pegunungan Pyrenees yang muncul di salah satu <em>scene</em>. Saya juga suka dengan mode fashion para perawat, balutan busana yang dikenakan sangat keren. Perpaduan warna merah, putih dan hitam dengan hiasan beberapa aksesoris menimbulkan kesan anggun dan manis bagi pemakainya. Tak mengherankan, sebab film ini diproduksi di Perancis, si negara mode.</p>
<p>Selebihnya, jika Anda adalah tipe-tipe penikmat film action dan drama romantis macam twilight, saya tak menyarankan Anda menonton film berdurasi 99 menit ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/322/film-lourdes/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[film] Old Dogs, Komedi Cerdas</title>
		<link>http://bakulrujak.com/293/film-old-dogs-komedi-cerdas</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/293/film-old-dogs-komedi-cerdas#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 04:39:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andika Kurniantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[disney]]></category>
		<category><![CDATA[hollywood]]></category>
		<category><![CDATA[komedi]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[old dogs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Dua pria bersahabat selama puluhan tahun, Dan (Robbin Williams) dan Charlie (John Travolta). uniknya mereka berdua memiliki prinsip yang sama yaitu tak ingin memiliki anak, sebab menurut mereka anak kecil hanya akan merepotkan dan membuat kekacauan. Mereka sedang terlibat kerja sama dengan pengusaha Jepang yang konon merupakan puncak dari segala bisnis yang telah dirintis sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-297" title="oldd" src="http://bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/12/oldd.jpg" alt="oldd" width="140" height="207" />Dua pria bersahabat selama puluhan tahun, Dan (Robbin Williams) dan Charlie (John Travolta). uniknya mereka berdua memiliki prinsip yang sama yaitu tak ingin memiliki anak, sebab menurut mereka anak kecil hanya akan merepotkan dan membuat kekacauan. Mereka sedang terlibat kerja sama dengan pengusaha Jepang yang konon merupakan puncak dari segala bisnis yang telah dirintis sejak lama. semua tampak berjalan dengan mulus dan menggembirakan.</p>
<p>Hingga pada suatu hari datanglah Vicki (Kelly Preston) yang merupakan mantan istri Dan. Mereka bercerai sebab Dan tak menginginkan memiliki anak, namun terlambat. Rupanya 7 tahun sebelumnya Dan meninggalkan Vicki dalam keadaan hamil. Dan sekarang Vicki datang kembali bersama Zach (Conner Rayburn) dan Emily (Ella Bleu), anak kembar hasil hubungannya dengan Dan 7 tahun yang lalu.</p>
<p>Karena suatu hal, Dan harus merawat kedua anaknya selama 2 minggu, di sela-sela kesibukannya mengurus bisnis besarnya. Dan tak sendirian dalam menghadapi segala kerepotan ini, Charlie selalu ada bersamanya. Berdua, mereka bahu membahu melayani segala keinginan kedua anak Dan. Pada awalnya segala tampak kacau, Dan dan Charlie sangat kesulitan menghadapi Zach dan Emily. Namun perlahan, setelah melalui peristiwa-peristiwa seru dan super konyol seperti meledakkan patung di area perkemahan dan melempar anak rekan bisnisnya dengan bola golf, Dan mulai mengerti dan sadar bahwa anak dan keluarga adalah harta yang sangat berharga.</p>
<p>Perpaduan yang brilian antara John Travolta dan Robin Williams menghasilkan film yang drama komedi yang berkelas. Lihat saja setiap kelucuan-kelucuan yang digambarkan dengan sangat natural dan profesional. Kedua aktor gaek ini menunjukkan bahwa kemampuan akting mereka masih tetap layak diperbincangkan. Saya menyebut film ini sebagai komedi yang cerdas.</p>
<p>Di sisi lain, amanat yang dibawa oleh film ini bisa dicerna dengan sangat mudah oleh para penikmatnya. Bahwa anak dan keluarga bukanlah hal yang menghambat dan menyebalkan. Justru sebaliknya, mereka bisa menjadi penumbuh semangat bagi apapun yang kita lakukan.</p>
<p><em>gambar: http://imdb.com/</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/293/film-old-dogs-komedi-cerdas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

