Buku ini mudah dicerna. Tapi tentu hanya jika sudah menyelesaikan kedua buku pendahulunya. Semua menjadi terhubung. Sedikit demi sedikit misteri yang melingkupi semua pencarian si Josh Garcia mulai terkuak.
Buku ini fiktif, atau setidaknya begitulah yang dikatakan oleh Deepak Chopra, sang penulis. Kisah hidup Yesus dalam rentang waktu usia 12 hingga 30 tahun memang seakan-akan menghilang. Sukar sekali dicari sumber cerita yang bisa dipertanggung jawabkan.
Gen adalah seorang pencuri yang ulung. Tapi sebagian besar kesialan yang terjadi selama perjalanan disebabkan olehnya. Namun siapa sangka, ternyata Gen yang konyol, manja dan selalu membuat ulah justru menyimpan kemampuan yang tak dimiliki banyak orang.
Royan direkrut untuk mengikuti sebuah ajaran Islam yang baru. Sebuah paham yang membuat Royan membalik sudut pandangnya terhadap agama yang telah ia peluk sejak lahir. Paham yang menganggap segala bentuk pemerintahan yang ada di Indonesia ini sesat dan sangat berbahaya. Oleh sebab itu rezim ini harus dihancurkan dan digantikan dengan sistem pemerintahan yang bersih dan sesuai syariat.
Tak mudah baginya untuk bergaul dengan manusia-manusia “hidup” sedangkan dia sendiri sudah menjadi mayat. Mayat yang bisa bergerak, berjalan, makan dan minum seperti manusia hidup