<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakul Rujak &#187; pagongan</title>
	<atom:link href="http://bakulrujak.com/tag/pagongan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bakulrujak.com</link>
	<description>Untuk hidup yang selalu menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 03:32:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Nasi Lengko H. Barno</title>
		<link>http://bakulrujak.com/101/nasi-lengko-h-barno</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/101/nasi-lengko-h-barno#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 06:39:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[lengko]]></category>
		<category><![CDATA[pagongan]]></category>
		<category><![CDATA[sambal]]></category>
		<category><![CDATA[sate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bakulrujak.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Hari menjelang senja di kota pelabuhan ini, sungguh tak terasa.
Seiring dengan perut yang mulai meronta minta diisi, saya mencari tukang becak terdekat. Tawar-menawar pun terjadi. Tujuan saya, nasi lengko (sega lengko) Haji Barno jalan Pagongan.
Tampak depan sederhana dan biasa saja. Namun begitu masuk ke rumah makannya, baru terasa luas dan leganya. Ada tiga baris meja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_103" class="wp-caption alignleft" style="width: 247px"><img class="size-full wp-image-103" title="lengko2" src="http://www.bakulrujak.com/rujak/wp-content/uploads/2009/06/lengko21.JPG" alt="nasi lengko haji barno pagongan cirebon" width="237" height="198" /><p class="wp-caption-text">nasi lengko haji barno pagongan cirebon</p></div>
<p>Hari menjelang senja di kota pelabuhan ini, sungguh tak terasa.<br />
Seiring dengan perut yang mulai meronta minta diisi, saya mencari tukang becak terdekat. Tawar-menawar pun terjadi. Tujuan saya, nasi lengko (sega lengko) Haji Barno jalan Pagongan.</p>
<p>Tampak depan sederhana dan biasa saja. Namun begitu masuk ke rumah makannya, baru terasa luas dan leganya. Ada tiga baris meja panjang dengan tempat duduk berhadapan dan camilan pelengkap di atas meja.</p>
<p>Nasi lengko adalah salah satu sajian khas Cirebon, selain nasi jamblang dan empal gentong. Nasi lengko mencampurkan tahu dan tempe goreng yang diiris kotak-kotak, kecambah, daun sledri, serta sedikit sayuran lain dengan siraman bumbu kacang yang menyerupai bumbu nasi pecel. Mengacu pada namanya, masakan ini umumnya dimakan bersama nasi, namun anda bisa mencoba alternatif lontong jika berkenan (namun anda akan mendapatkan lontong lengko dan bukan nasi lengko, tentu saja. heheheh).<br />
Akan lebih terasa mantab jika dipadukan dengan sate kambing muda, membuat bumbu dari kedua sajian ini bertemu di mulut dan memberikan sensasi gurih yang luar biasa.</p>
<p>Lagi-lagi harga yang dipasang tidak begitu memberatkan. Nasi lengko serta satu porsi sate kambing muda dihargai 22.000 rupiah, saya kira sangat pantas dan sesuai dengan apa yang kita dapatkan.</p>
<p>&#8211;<br />
Nasi Lengko Haji Barno<br />
Jl. Pagongan,<br />
Cirebon</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/101/nasi-lengko-h-barno/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
