<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bakul Rujak &#187; pemerintah</title>
	<atom:link href="http://bakulrujak.com/tag/pemerintah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bakulrujak.com</link>
	<description>Untuk hidup yang selalu menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2010 09:51:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>seputar ingin jadi pengamat</title>
		<link>http://bakulrujak.com/259/seputar-ingin-jadi-pengamat</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/259/seputar-ingin-jadi-pengamat#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 04:34:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Live & Society]]></category>
		<category><![CDATA[bicara]]></category>
		<category><![CDATA[ngecap]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[pendapat]]></category>
		<category><![CDATA[pengamat]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakulrujak.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[sampeyan jenuh kerja mburuh di kantor? atau ingin kerja santai tapi banyak duit?
mungkin ada baiknya sampeyan ikuti langkah saya. ya, saya sedang (ingin) menjadi pengamat saja. saya sangat yakin sampeyan rajin sekali menonton televisi dan mengikuti perkembangan berita belakangan ini, apalagi sedang ada kasus hangat yang semakin lama malah semakin panas saja tentang buaya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Pengamat" src="http://betet.blogdetik.com/files/2009/11/cell-phone-user.jpg" alt="" width="162" height="144" />sampeyan jenuh kerja mburuh di kantor? atau ingin kerja santai tapi banyak duit?</p>
<p>mungkin ada baiknya sampeyan ikuti langkah saya. ya, saya sedang (ingin) menjadi pengamat saja. saya sangat yakin sampeyan rajin sekali menonton televisi dan mengikuti perkembangan berita belakangan ini, apalagi sedang ada kasus hangat yang semakin lama malah semakin panas saja tentang buaya yang digelitikin sama cicak-cicak kecil. dari setiap rangkaian peristiwa yang diliput dan dihimpun media, sosok yang tak pernah absen adalah para pengamat.</p>
<p>siapa itu? orang-orang pinter yang berpengetahuan luas, selalu mengikuti perkembangan berita dan situasi terkini, berlatar belakang pendidikan prestisius, banyak teman dan tentu saja pintar berbicara. pada awalnya saya merasa pesimis untuk bisa menjadi seperti itu, tapi setelah saya lakukan riset kecil di internet dengan memasukkan kata kunci <em>&#8220;syarat menjadi pengamat&#8221;,</em> saya tak menemukan syarat baku untuk menjadi seorang pengamat. ah, lalu apa susahnya? tinggal rajin baca berita dan menonton televisi, mendengarkan sebanyak mungkin pembicaraan orang-orang pintar, mengumpulkan analisa orang lain, bumbui sedikit dengan kata-kata indah, <em>boom..!</em> jadilah hasil analisa yang ciamik!<br />
oke, sekarang tinggal bagaimana menjadi terkenal. saya berfikir untuk menarik perhatian orang dengan membuat tulisan yang spektakuler dan mengguncang media. tak harus benar dan akurat, yang penting akan diperhatikan orang banyak. jadilah nama saya akan disebut-sebut orang, tak penting apakah kesannya baik atau jelek, yang penting <em>beken</em>.</p>
<p>nah jika sudah dilaksanakan semua tahapnya, tinggal duduk manis di samping pesawat telepon dan menunggu telepon dari stasiun televisi untuk datang dan diwawancarai atau dari redaksi surat kabar terkenal untuk liputan khusus. bah, menyenangkan sekali bukan?</p>
<p>sekarang, siapa yang ingin menjadi (calon) pengamat seperti saya?</p>
<p><em>gambar:  http://sampadswain.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/259/seputar-ingin-jadi-pengamat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>seputar media dan segala kuasanya</title>
		<link>http://bakulrujak.com/98/seputar-media-dan-segala-kuasanya</link>
		<comments>http://bakulrujak.com/98/seputar-media-dan-segala-kuasanya#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 06:41:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bakul Rujak</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bener-bener Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Live & Society]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[pers]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan bebas]]></category>
		<category><![CDATA[undang-undang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betet.blogdetik.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[media berarti sarana penghubung atau penyampai informasi. jauh pada masa lalu media massa atau pers berarti sekumpulan orang yang biasa disebut jurnalis mengumpulkan informasi yang terjadi (yang kemudian disebut berita) untuk disampaikan kepada masyarakat.
rasanya bukan pada tempatnya saya menyampaikan bahan mata kuliah pengantar jurnalistik disini. sekarang bagaimana pengaruh media massa bagi masyarakat? jawabannya adalah diluar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="border: 1px solid #ccc;margin: 10px" src="http://www.bakulrujak.com/wp-content/uploads/2009/09/pena-bulu.jpg" alt="" width="148" height="127" />media berarti sarana penghubung atau penyampai informasi. jauh pada masa lalu media massa atau pers berarti sekumpulan orang yang biasa disebut jurnalis mengumpulkan informasi yang terjadi (yang kemudian disebut berita) untuk disampaikan kepada masyarakat.</p>
<p>rasanya bukan pada tempatnya saya menyampaikan bahan mata kuliah pengantar jurnalistik disini. sekarang bagaimana pengaruh media massa bagi masyarakat? jawabannya adalah diluar dugaan kita. para pemimpin besar dunia pada umumnya dan indonesia pada khususnya menaruh perhatian yang sangat besar pada media massa. tak perlulah saya ingatkan kembali apa yang terjadi pada masa orde baru yang bisa dibilang merupakan era kelam bagi dunia jurnalistik indonesia. begitu orde baru tumbang dan reformasi bergaung kaum jurnalis seakan mendapat angin segar yang sudah sangat lama hanya berupa impian.</p>
<p>apa yang terjadi? istilah yang sering kita sebut sebagai kebebasan pers, apalagi setelah dipayungi UU no 40 tahun 1999 membuat pers menjadi nyaris tak terbatas ruang lingkupnya. pada masa awal dicetuskan, semua pihak (atau sebagian besar pihak) berbahagia. pers menjadi lebih bebas berekspresi dan meng-eksplorasi, sedang masyarakat mendapat informasi yang (diklaim) akurat dan transparan. transparansi menjadi doktrin mutlak segala hal yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. pemilu, apbn, rumah tangga negara, penyelenggaraan tender dan sebagainya wajib terbuka terhadap pers. dan setelah sekian lama, beberapa oknum mulai gerah dengan para pencari warta yang seakan tak pernah lelah mengikuti kemana pun mereka pergi. ruang gerak semakin sempit, negara dan para punggawanya menjadi seakan tak punya privasi lagi.</p>
<p>di sisi lain, mari kita lihat lebih dekat bagaimana masyarakat menyikapi informasi yang mereka terima dari media massa. mari bersikap jujur, penggunaan istilah dalam pemberitaan memegang peranan penting di sini. masyarakat (awam) akan menelan mentah-mentah apa saja yang mereka saksikan dan dengar dari media massa. saya jadi teringat beberapa hari yang lalu ada sebuah stasiun televisi swasta yang pada saat itu sedang mengangkat masalah klaim malaysia terhadap tari pendet dan beberapa aset budaya indonesia. stasiun tv tersebut (melalui pembawa acaranya) sering sekali menggunakan istilah klaim, mencuri, menghina. dan kemudian perang, tentara, senjata, serang, ganyang dan diulang-ulang.</p>
<p>menurut anda bagaimana masyarakat mencerna informasi semacam ini? saya saja yang kebetulan ikut menyaksikan program tersebut menangkap pesan yang tersirat bahwa perang dan pengganyangan adalah harga mati yang tak bisa dihindari (terlepas bagaimana maksud sebenarnya dari program tersebut). lalu bagaimana dengan fungsi pers yang didengungkan sebagai fungsi informasi, pendidikan, hiburan, kontrol sosial dan ekonomi ? mari kita telaah lagi, berapa banyak porsi program televisi dan media massa pada umumnya yang membawa muatan pendidikan? lalu bagaimana pula dengan slogan pers yang dikatakan netral dan tak memihak?</p>
<p>menyambung masalah privasi negara, belakangan dpr kita sedang membicarakan tentang rancangan <a href="http://betet.blogdetik.com/index.php/2009/09/seputar-rahasia-negara/">undang-undang mengenai rahasia negara</a> (yang tentu saja ditentang habis-habisan oleh para penggiat pers). apa yang akan terjadi kemudian? mari kita saksikan bersama-sama, pemirsa. <img src='http://bakulrujak.com/rujak/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>sebentar, apa sampeyan merasa tulisan saya terlalu memprovokasi? tenang saja, ini hanya opini saja, tak lebih. ya, mumpung belum ada issu dikeluarkan undang-undang pelarangan beropini, mari kita manfaatkan hak yang satu ini dengan maksimal. setuju ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakulrujak.com/98/seputar-media-dan-segala-kuasanya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
